Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektifitas Mindfulness Islami terhadap Intensitas Mual pada Pasien Tuberkulosis Sajodin, Sajodin; Surya, Rodiah; Dewi, Inggriane Puspita
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.618

Abstract

Side effects of tuberculosis (TB) treatment with anti-tuberculosis drugs (ATDs) often include nausea. To address this symptom, an Islamic mindfulness approach is needed. Therefore, this study aimed to assess the effectiveness of Islamic mindfulness in reducing nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy. The research followed a quasi-experimental design with a pre-post test control group design. The study included TB patients experiencing nausea symptoms during ATD therapy. The sample of 38 participants was selected through consecutive sampling, which 19 individuals assigned to the intervention group receiving an Islamic mindfulness program consisting of meditation exercises and Islamic reflection, while the remaining 19 individuals formed the control group receiving standard care. Nausea intensity was measured using the Index Nausea Vomiting and Retching (INVR) scale before and after the intervention. The results demonstrated that the intervention group experienced a significantly greater reduction in nausea intensity compared to the control group (p<0.0001), with a Cohen's-d effect size of 2.04. Over 98.0% of patients in the intervention group showed a reduction in nausea intensity surpassing the control group's average. In conclusion, this study indicated that Islamic mindfulness is effective in alleviating nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy.
Kompetensi Family Caregiver Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Perawatan Paliatif Nuraenah, Neni; Dewi, Inggriane Puspita; Aisyah, Popy Siti
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.769 KB)

Abstract

Kompetensi family caregiver merupakan kemampuan family caregiver pada saat melakukan perawatan paliatif. Keluarga mempunyai peran penting dalam perawatan paliatif. Keluarga memberikan asuhan pada pasien sejak terdiagnosis sampai pasien menjelang ajal. Oleh karena itu peningkatan kompetensi family caregiver menjadi hal yang harus ditelaah sebagai dasar dalam pemberdayaan keluarga dalam perawatan paliatif. Family caregiver adalah role model yang memiliki komitmen kuat dan memikul banyak tanggung jawab dalam merawat anggota keluarganya. Studi literatur ini dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi yang harus dimilki family caregiver dalam melakukan perawatan paliatif.. Metode penelusuran literature review ini menggunakan artikel jurnal yang terbit pada tahun 2015- 2020 , yang ditemukan pada 2 elektronik database (E[1]Resource PNRI dan google scholar) yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi yaitu populasi kompetensi family caregiver pada perawatan paliatif dengan intervensi kompetensi keluarga dalam memberikan perawatan paliatif sehingga outcomenya adalah mengetahui kompetensi pada seorang family caregiver. Dimana desain penelitian ini menggunakan kekuatan EBP Level case study-RCT. Dari 10 literatur yang telah ditelaah ditemukan kompetensi pengetahuan yang harus dimiliki oleh family caregiver yaitu pemahaman/pengetahuan tentang prognosis penyakit pasien, cara melakukan perawatan, pengetahuan yang didapatkan dari layanan kesehatan. Kompetensi skill yang harus dimiliki oleh family caregiver yaitu mencakup kedalam tiga aspek yaitu aspek pelayanan, aspek pemelihraan/penjagaan dan aspek rekreasi/olahraga. Kompetensi sikap yang harus dimilki family caregiver yaitu kemampuan interpersonal, tugas sosial, dukungan spiritual serta kemampuan sikap dalam penyelesaian masalah.
Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Beban Family Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Perawatan Paliatif Desianti, Lusi; Dewi, Inggriane Puspita; Aisyah, Popy Siti
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.497 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penyakit kronis dari tahun ke tahun, sehingga perawatan paliatif semakin dibutuhkan. Rangkaian tugas dan penambahan peran pada family caregiver, dapat menyebabkan timbulnya beban. Dampak negative yang dialami dari beban tersebut yaitu terjadinya penurunan kualitas perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Psikoedukasi merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada family caregiver dalam mengatasi beban family caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi psikoedukasi terhadap beban pada family caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan perawatan paliatif. Desain penelitian menggunakan pendekatan literature review dari 10 artikel penelitian yang relevan. Penelusuran artikel penelitian dari beberapa database science direct dan scientific Indonesia melalui google scholar. Kriteria inklusi jurnal pada studi literatur ini yaitu populsinya merupakan family caregiver, menggunakan intervensi psikoedukasi, dengan desain penelitian quasi experimental, randomized control and trial, penelitian kualitatif maupun kuantitatif, jurnal dipublikasikan dalam rentang tahun 2015-2020, serta menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi dapat dilakukan selama 5 sesi dengan durasi waktu 45-60 menit setiap sesinya selama 4 minggu. Instrument ZBI (Zarit Burden Interview) merupakan alat untuk mengkaji beban family caregiver yang dijadikan sebagai alat ukur dalam mengetahui keberhasilan terapi. Hasil studi literature menunjukkan bahwa psikoedukasi berdampak terhadap penurunan beban family caregiver yang merawat anggota keluarga dengan perawatan paliatif. Studi literatur ini dapat dijadikan dasar dalam peningkatan kompetensi perawat ditatanan pelayanan komunitas untuk mampu memberikan psikoedukasi pada family caregiver yang memberikan perawatan paliatif pada anggota keluarganya.
Pendampingan Narapidana dalam Menurunkan Tingkat Stress di Lembaga Pemasyarakatan Dewi, Inggriane Puspita; Utomo, Shella Febrita Putri; Gartika, Nina; Aisyah, Popy Siti; Triyana, Asep; Buchori, Farhan; Awaludin, Muhammad
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i1.7252

Abstract

Narapidana narkotika rentan memiliki masalah psiko-sosial dan spiritual, seperti kecemasan, stress dan depresi, hal ini karena perubahan lingkungan yang dihadapi narapidana. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk pendamping­an narapidana narkotika dalam terapi self-help dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk membangun kapasitas para narapidana untuk menolong dirinya agar dapat mencegah kekambuhan, dengan mengelola emosi yang negatif menjadi positif. Pelaksanaan PKM meliputi kegiatan pra pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pra pelaksanaan kegiatan diawali dengan survey lokasi, analisis kebutuhan dan koordinasi. Tahap pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua fase, yaitu fase awal pemberian pendampingan hanya pada kelompok kecil untuk mengetahui efek SEFT terhadap penurunan kecemasan, tahap kedua adalah pendam­pingan dalam skala besar yaitu seluruh populasi narapidana narkotika lapas. Tahap berikutnya adalah evaluasi melalui dua cara yaitu secara kuantitatif, dengan perhitungan independent T-Test dan tahap kedua secara kualitatif melalui FGD. Hasil menunjukan perubahan skor cemas, yaitu terjadi penurunan skor cemas, dan nilai p sebesar <0,001, dengan effect size sebesar 3,57 (sangat berpengaruh). Secara kualitatif narapidana menyebutkan SEFT memberikan ketenangan dan rasa optimis untuk menghadapi masalah dikemudian hari.
Determinats factors self-management barriers: characteristics, spiritual well-being, and religiosity in type 2 diabetes patients Syabariyah, Sitti; Dewi, Inggriane Puspita; Lestari, Ida Sri; Sajodin, Sajodin; Suwandi, Nur Rohmah
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.24233

Abstract

Holistic nursing needs to evaluate barriers to self-management, insight from characteristics, religiosity, and spiritual well-being to understand and address the multifaceted needs of individuals with chronic conditions, such as diabetes mellitus type 2. This study aimed to identify the determining factors that affect the barriers to self-management and the variables affecting them among Indonesian patients with T2DM. A cross-sectional survey was conducted among 101 patients recruited via purposive sampling from March to May 2023. The research instruments used were the Spiritual Well-Being Scale, Islamic Religiosity Scale, and Summary of Diabetes Self-Care Activities. The potential multicollinearity effects among the predictors of the barriers to self-management were also evaluated using multiple linear stepwise regression and collinearity analysis of variable inflation factors (VIFs). Most of the respondents had moderate spiritual well-being (52.2%) and high Islamic religiosity (60.4%) but also had barriers to self-management (55%). The F value of 5.888 with a probability of 0.004 (<0.05) showed that based on their regression coefficients, spiritual well-being, and Islamic religiosity simultaneously affected the barriers to self-management by 10.7%. The determinants that were found to affect the barriers to self-management were spiritual well-being and religiosity. These results suggest that it is necessary to develop an intervention model to improve the self-management of T2DM with a holistic approach.
Analisis Kebutuhan Family Caregiver dalam Perawatan Pasien Stroke: Studi Kasus di Rumah Sakit Al-Islam Bandung, Jawa Barat Sabhani, Iwa Abdul Wahab; Dewi, Inggriane Puspita; Gartika, Nina
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.592

Abstract

Pasien stroke yang mengalami kelumpuhan, memiliki dampak  ketidakmandirian melakukan aktivitasnya dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap caregiver. Kebutuhan family caregiver penting dalam perawatan pasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan family caregiver dalam perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian 179 orang. Sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat kepercayaan 90% dan derajat kesalahan 10%, sejumlah 77 sampel teknik sampling menggunakan metdoe purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi (1) Responden merupakan family caregiver, (2) Responden merupakan family caregiver primer pasien stroke yang masih di rawat dan tidak sedang bekerja, (3) Responden merupakan family caregiver sekunder yang memberikan bantuan finansial kepada family caregiver primer, (4) Responden berusia ≥ 18 tahun, (5) bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi responden tidak hadir saat pengambilan data. Instrumen yang digunakan mengenai kuesioner kebutuhan keluarga FNQ (Family Need Questionnaire) modifikasi, dengan nilai validitas 0,374 dan nilai reabilitas 0,963. Analisis deskriptif digunakan untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan informasi kesehatan menjadi kebutuhan paling utama (82,71%) pada family caregiver, berikutnya ada kebutuhan dukungan profesional (81,23%), kebutuhan dukungan spiritual (77,01%), kebutuhan jaringan dukungan komunitas/sosial (74,74%), dukungan keterlibatan dalam perawatan pasien (73,81%), kebutuhan instrumental (67,17%), kebutuhan dukungan emosional/psikologi (65,32), kebutuhan kultural (53,16%). Dapat disimpulkan bahnwa kebutuhan informasi kesehatan, dan kebutuhan dukungan profesional sangat dibutuhkan oleh family caregiver dalam merawat anggota keluarganya yang stroke. Saran bagi perawat, bahwa pemberian informasi kesehatan dan dukungan profesional menjadi bagian penting bagi family caregiver dalam merawat pasien stroke.
Dukungan Psiko-Spiritual PROLANIS melalui Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada Kelompok Penderita Diabetes Mellitus Dewi, Inggriane Puspita; Jami’at Nugraha, Nandang; Pujiastuti, Endang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10682

Abstract

Diabates Mellitus (DM) merupakan penyakit paliatif karena membutuhkan perawatan jangka panjang dan komprehensif. Dampak penyakit DM bukan hanya pada fisik, namun juga pada aspek psikologis atau mental dan spiritual, seperti cemas, stress dan depresi. Pemerintah mengupayakan penanganan penyakit DM ini melalui PROLANIS (program penanggulangan penyakit kronis) di PUSKESMAS. Salah satu PUSKESMAS yang menjalankan program ini adalah Kujangsari Kota Bandung, dengan peserta PROLANIS sebanyak 74 orang, namun keaktifan peserta berkisar antara 20 s.d 43 orang tiap bulannya. Program yang dilaksanakan adalah pendidikan kesehatan tentang diet, senam diabetes serta pengukuran kadar gula darah, intervensi dukungan psiko-spiritual belum termasuk ke dalamnya. Intervensi dukungan untuk kesehatan psiko-spiritual dilakukan melalui latihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada peserta PROLANIS DM, dan terbukti mampu menjadi salah satu terapi self help, dengan adanya penurunan level cemas, dari rata-rata sedang dan berat (36%) menjadi didominasi oleh cemas ringan (74%).
Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Keperawatan terhadap Pemberian Asuhan Keperawatan Paliatif Widianti, Anggriyana Tri; Nasilah, Ita; Dewi, Inggriane Puspita; Apriani, Nuni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18030

Abstract

ABSTRACT Death is one of the most intense emotional events experienced by anyone, including those in palliative conditions. There is an opinion that providing nursing care to patients who are at the end of life may be a challenge for nurses and nursing students, especially at their first encounter with a patient with palliative conditions. Students' knowledge and attitudes in handling palliative care are important to have. This study aims to identify the knowledge and attitudes of nursing students in managing palliative nursing care. The research method used is quantitative descriptive. The population of nursing students who carried out clinical learning practices using Proportionate stratified random sampling technique amounted to 61 respondents. The instrument used is the Frommelt Attitude Toward Care of Dying Patients Scale (FATCOD-C) to evaluate students' attitudes towards palliative care for patients and families and to evaluate knowledge of The Palliative Care Knowledge Questionnaire-Basic (PCKQ-B). The research results showed a sufficient level of knowledge (57.4%) and a positive attitude (50.8%). It is important for educational institutions to develop palliative nursing subjects in the core curriculum so as to facilitate students in managing palliative patients in clinical learning. Keywords: Attitude, Knowledge, Nursing Care, Palliative  Abstrak Kematian merupakan salah satu peristiwa emosional paling intens yang dialami siapa pun termasuk pada kondisi paliatif. Ada pendapat bahwa pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang berada di akhir hayatnya mungkin bisa dilakukan tantangan bagi perawat dan mahasiswa keperawatan, terutama pada pertemuan pertama mereka dengan kondisi pasien dengan paliatif. Pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam penanganan perawatan paliatif penting untuk dimiliki.  Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan dalam pengelolaan asuhan keperawatan paliatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Populasi mahasiswa keperawatan yang melaksanakan praktik pembelajaran klinik dengan teknik sampel Proportionate stratified random sampling berjumlah sebanyak 61 responden. Instumen yang digunakan Frommelt Attitude Toward Care of Dying Patients Scale (FATCOD‐C) untuk mengevaluasi sikap mahasiswa dalam perawatan paliatif pada pasien dan keluarga dan untuk mengevaluasi pengetahuan The Palliative Care Knowledge Questionnaire-Basic (PCKQ-B). Penelitian menunjukan tingkat pengetahuan cukup (57.4%) dan sikap positif (50.8%). Cukupnya pengetahuan dan positifnya sikap terhadap perawatan paliatif, penting bagi institusi Pendidikan dalam mengembangkan mata ajar keperawatan palitif dalam kurikulum inti sehingga memfasilitasi mahasiswa dalam pengelolaan pasien paliatif pada pembelajaran klinik. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Paliatif, Pengetahuan, Sikap
Efektifitas Mindfulness Islami terhadap Intensitas Mual pada Pasien Tuberkulosis Sajodin, Sajodin; Surya, Rodiah; Dewi, Inggriane Puspita
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.618

Abstract

Side effects of tuberculosis (TB) treatment with anti-tuberculosis drugs (ATDs) often include nausea. To address this symptom, an Islamic mindfulness approach is needed. Therefore, this study aimed to assess the effectiveness of Islamic mindfulness in reducing nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy. The research followed a quasi-experimental design with a pre-post test control group design. The study included TB patients experiencing nausea symptoms during ATD therapy. The sample of 38 participants was selected through consecutive sampling, which 19 individuals assigned to the intervention group receiving an Islamic mindfulness program consisting of meditation exercises and Islamic reflection, while the remaining 19 individuals formed the control group receiving standard care. Nausea intensity was measured using the Index Nausea Vomiting and Retching (INVR) scale before and after the intervention. The results demonstrated that the intervention group experienced a significantly greater reduction in nausea intensity compared to the control group (p<0.0001), with a Cohen's-d effect size of 2.04. Over 98.0% of patients in the intervention group showed a reduction in nausea intensity surpassing the control group's average. In conclusion, this study indicated that Islamic mindfulness is effective in alleviating nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy.
Implementasi Fungsi Keluarga Dan Self Care Behavior Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama Bandung Salami, Salami; Dewi, Inggriane Puspita; Sajodin, Sajodin
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.515 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.45

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh lansia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, hipertensi menduduki urutan pertama penyakit yang diderita lansia. Prevalensi hipertensi pada lansia di Puskesmas Cijagra Lama Kota Bandung berdasarkan data terbaru pada bulan Maret 2016, hipertensi menduduki rangking kedua dengan jumlah kunjungan lansia hipertensi rata-rata sebesar 150-170 orang. Perubahan perilaku merupakan kunci utama manajemen pengendalian tekanan darah pada lansia. Faktor lain yang mendukung keberhasilan pengelolaan penyakit adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia penderita hipertensi. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi keluarga adalah berdasarkan Family Assessment Device (FDA). Sedangkan untuk mengukur self care behaviour pada lansia hipertensi dengan menggunakan instrumen Hypertension –Scale (H-Scale). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasi. Untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care, analisis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia dengan α = 0,040. Berdasarkan analisis uji regresi komponen fungsi keluarga yang berhubungan dengan self care adalah fungsi afektif dan fungsi kontrol perilaku. Sedangkan yang memiliki hubungan yang kuat adalah kontrol perilaku dengan p value 0,005 nilai OR kontrol prilaku 0.272 lebih besar dari perilaku mengontrol tekanan (0,030). Oleh karena itu, upaya penguatan program perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) melalui home visit kepada keluarga lansia dengan hipertensi perlu ditingkatkan.