Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Beban Family Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Perawatan Paliatif Desianti, Lusi; Dewi, Inggriane Puspita; Aisyah, Popy Siti
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.497 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penyakit kronis dari tahun ke tahun, sehingga perawatan paliatif semakin dibutuhkan. Rangkaian tugas dan penambahan peran pada family caregiver, dapat menyebabkan timbulnya beban. Dampak negative yang dialami dari beban tersebut yaitu terjadinya penurunan kualitas perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Psikoedukasi merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada family caregiver dalam mengatasi beban family caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi psikoedukasi terhadap beban pada family caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan perawatan paliatif. Desain penelitian menggunakan pendekatan literature review dari 10 artikel penelitian yang relevan. Penelusuran artikel penelitian dari beberapa database science direct dan scientific Indonesia melalui google scholar. Kriteria inklusi jurnal pada studi literatur ini yaitu populsinya merupakan family caregiver, menggunakan intervensi psikoedukasi, dengan desain penelitian quasi experimental, randomized control and trial, penelitian kualitatif maupun kuantitatif, jurnal dipublikasikan dalam rentang tahun 2015-2020, serta menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi dapat dilakukan selama 5 sesi dengan durasi waktu 45-60 menit setiap sesinya selama 4 minggu. Instrument ZBI (Zarit Burden Interview) merupakan alat untuk mengkaji beban family caregiver yang dijadikan sebagai alat ukur dalam mengetahui keberhasilan terapi. Hasil studi literature menunjukkan bahwa psikoedukasi berdampak terhadap penurunan beban family caregiver yang merawat anggota keluarga dengan perawatan paliatif. Studi literatur ini dapat dijadikan dasar dalam peningkatan kompetensi perawat ditatanan pelayanan komunitas untuk mampu memberikan psikoedukasi pada family caregiver yang memberikan perawatan paliatif pada anggota keluarganya.
Pendampingan Narapidana dalam Menurunkan Tingkat Stress di Lembaga Pemasyarakatan Dewi, Inggriane Puspita; Utomo, Shella Febrita Putri; Gartika, Nina; Aisyah, Popy Siti; Triyana, Asep; Buchori, Farhan; Awaludin, Muhammad
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i1.7252

Abstract

Narapidana narkotika rentan memiliki masalah psiko-sosial dan spiritual, seperti kecemasan, stress dan depresi, hal ini karena perubahan lingkungan yang dihadapi narapidana. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk pendamping­an narapidana narkotika dalam terapi self-help dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk membangun kapasitas para narapidana untuk menolong dirinya agar dapat mencegah kekambuhan, dengan mengelola emosi yang negatif menjadi positif. Pelaksanaan PKM meliputi kegiatan pra pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pra pelaksanaan kegiatan diawali dengan survey lokasi, analisis kebutuhan dan koordinasi. Tahap pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua fase, yaitu fase awal pemberian pendampingan hanya pada kelompok kecil untuk mengetahui efek SEFT terhadap penurunan kecemasan, tahap kedua adalah pendam­pingan dalam skala besar yaitu seluruh populasi narapidana narkotika lapas. Tahap berikutnya adalah evaluasi melalui dua cara yaitu secara kuantitatif, dengan perhitungan independent T-Test dan tahap kedua secara kualitatif melalui FGD. Hasil menunjukan perubahan skor cemas, yaitu terjadi penurunan skor cemas, dan nilai p sebesar <0,001, dengan effect size sebesar 3,57 (sangat berpengaruh). Secara kualitatif narapidana menyebutkan SEFT memberikan ketenangan dan rasa optimis untuk menghadapi masalah dikemudian hari.
Determinats factors self-management barriers: characteristics, spiritual well-being, and religiosity in type 2 diabetes patients Syabariyah, Sitti; Dewi, Inggriane Puspita; Lestari, Ida Sri; Sajodin, Sajodin; Suwandi, Nur Rohmah
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.24233

Abstract

Holistic nursing needs to evaluate barriers to self-management, insight from characteristics, religiosity, and spiritual well-being to understand and address the multifaceted needs of individuals with chronic conditions, such as diabetes mellitus type 2. This study aimed to identify the determining factors that affect the barriers to self-management and the variables affecting them among Indonesian patients with T2DM. A cross-sectional survey was conducted among 101 patients recruited via purposive sampling from March to May 2023. The research instruments used were the Spiritual Well-Being Scale, Islamic Religiosity Scale, and Summary of Diabetes Self-Care Activities. The potential multicollinearity effects among the predictors of the barriers to self-management were also evaluated using multiple linear stepwise regression and collinearity analysis of variable inflation factors (VIFs). Most of the respondents had moderate spiritual well-being (52.2%) and high Islamic religiosity (60.4%) but also had barriers to self-management (55%). The F value of 5.888 with a probability of 0.004 (<0.05) showed that based on their regression coefficients, spiritual well-being, and Islamic religiosity simultaneously affected the barriers to self-management by 10.7%. The determinants that were found to affect the barriers to self-management were spiritual well-being and religiosity. These results suggest that it is necessary to develop an intervention model to improve the self-management of T2DM with a holistic approach.
Analisis Kebutuhan Family Caregiver dalam Perawatan Pasien Stroke: Studi Kasus di Rumah Sakit Al-Islam Bandung, Jawa Barat Sabhani, Iwa Abdul Wahab; Dewi, Inggriane Puspita; Gartika, Nina
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.592

Abstract

Pasien stroke yang mengalami kelumpuhan, memiliki dampak  ketidakmandirian melakukan aktivitasnya dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap caregiver. Kebutuhan family caregiver penting dalam perawatan pasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan family caregiver dalam perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian 179 orang. Sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat kepercayaan 90% dan derajat kesalahan 10%, sejumlah 77 sampel teknik sampling menggunakan metdoe purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi (1) Responden merupakan family caregiver, (2) Responden merupakan family caregiver primer pasien stroke yang masih di rawat dan tidak sedang bekerja, (3) Responden merupakan family caregiver sekunder yang memberikan bantuan finansial kepada family caregiver primer, (4) Responden berusia ≥ 18 tahun, (5) bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi responden tidak hadir saat pengambilan data. Instrumen yang digunakan mengenai kuesioner kebutuhan keluarga FNQ (Family Need Questionnaire) modifikasi, dengan nilai validitas 0,374 dan nilai reabilitas 0,963. Analisis deskriptif digunakan untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan informasi kesehatan menjadi kebutuhan paling utama (82,71%) pada family caregiver, berikutnya ada kebutuhan dukungan profesional (81,23%), kebutuhan dukungan spiritual (77,01%), kebutuhan jaringan dukungan komunitas/sosial (74,74%), dukungan keterlibatan dalam perawatan pasien (73,81%), kebutuhan instrumental (67,17%), kebutuhan dukungan emosional/psikologi (65,32), kebutuhan kultural (53,16%). Dapat disimpulkan bahnwa kebutuhan informasi kesehatan, dan kebutuhan dukungan profesional sangat dibutuhkan oleh family caregiver dalam merawat anggota keluarganya yang stroke. Saran bagi perawat, bahwa pemberian informasi kesehatan dan dukungan profesional menjadi bagian penting bagi family caregiver dalam merawat pasien stroke.
Dukungan Psiko-Spiritual PROLANIS melalui Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada Kelompok Penderita Diabetes Mellitus Dewi, Inggriane Puspita; Jami’at Nugraha, Nandang; Pujiastuti, Endang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10682

Abstract

Diabates Mellitus (DM) merupakan penyakit paliatif karena membutuhkan perawatan jangka panjang dan komprehensif. Dampak penyakit DM bukan hanya pada fisik, namun juga pada aspek psikologis atau mental dan spiritual, seperti cemas, stress dan depresi. Pemerintah mengupayakan penanganan penyakit DM ini melalui PROLANIS (program penanggulangan penyakit kronis) di PUSKESMAS. Salah satu PUSKESMAS yang menjalankan program ini adalah Kujangsari Kota Bandung, dengan peserta PROLANIS sebanyak 74 orang, namun keaktifan peserta berkisar antara 20 s.d 43 orang tiap bulannya. Program yang dilaksanakan adalah pendidikan kesehatan tentang diet, senam diabetes serta pengukuran kadar gula darah, intervensi dukungan psiko-spiritual belum termasuk ke dalamnya. Intervensi dukungan untuk kesehatan psiko-spiritual dilakukan melalui latihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada peserta PROLANIS DM, dan terbukti mampu menjadi salah satu terapi self help, dengan adanya penurunan level cemas, dari rata-rata sedang dan berat (36%) menjadi didominasi oleh cemas ringan (74%).
Implementasi Fungsi Keluarga Dan Self Care Behavior Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama Bandung Salami, Salami; Dewi, Inggriane Puspita; Sajodin, Sajodin
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.515 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.45

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh lansia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, hipertensi menduduki urutan pertama penyakit yang diderita lansia. Prevalensi hipertensi pada lansia di Puskesmas Cijagra Lama Kota Bandung berdasarkan data terbaru pada bulan Maret 2016, hipertensi menduduki rangking kedua dengan jumlah kunjungan lansia hipertensi rata-rata sebesar 150-170 orang. Perubahan perilaku merupakan kunci utama manajemen pengendalian tekanan darah pada lansia. Faktor lain yang mendukung keberhasilan pengelolaan penyakit adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia penderita hipertensi. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi keluarga adalah berdasarkan Family Assessment Device (FDA). Sedangkan untuk mengukur self care behaviour pada lansia hipertensi dengan menggunakan instrumen Hypertension –Scale (H-Scale). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasi. Untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care, analisis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia dengan α = 0,040. Berdasarkan analisis uji regresi komponen fungsi keluarga yang berhubungan dengan self care adalah fungsi afektif dan fungsi kontrol perilaku. Sedangkan yang memiliki hubungan yang kuat adalah kontrol perilaku dengan p value 0,005 nilai OR kontrol prilaku 0.272 lebih besar dari perilaku mengontrol tekanan (0,030). Oleh karena itu, upaya penguatan program perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) melalui home visit kepada keluarga lansia dengan hipertensi perlu ditingkatkan.
Pengaruh Terapi Qur'anic Healing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Penderita Hipertensi Nurhakim, Aghim Ilham; Dewi, Inggriane Puspita; Rohmah, Nur
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.035 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.89

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi di Kota Bandung sebesar 27.611 jiwa. Penatalaksanaan hipertensi secara non farmakologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan yaitu terapi quranic healing yaitu terapi psikoreligius dengan cara membaca Al-Quran. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari terapi qur’anic healing terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia penderita hipertensi di Panti Werdha. Populasi dalam penelitian ini adalah lanjut usia yang menderita hipertensi berjumlah 18 orang. Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimental one group pre-test and post-test dengan teknik total sampling. Terdapat 18 responden yang menjalani terapi membaca 1 kali surat Ar-Rahman ayat 1-30 pada hari pertama, dan pada hari kedua sebanyak 3 kali membaca surat yang sama. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan terapi qur’anic healing terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia penderita hipertensi di Panti Werdha, dengan p value 0.001 dan terdapat perbedaan rerata systole dan diastole yang signifikan dengan p value 0.001 , pada intervensi 1 kali membaca surat Ar-Rahman ayat 1-30 dibandingkan dengan 3 kali membaca surat yang sama secara berturut-turut. Berdasarkan hasil penelitian ini, qur’anic healing dapat menjadi alternatif intervensi non farmakologis pada lanjut usia dengan hipertensi.
Hubungan Religiusitas Islam Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19 Pada Masyarakat Puspita Dewi, Inggriane; Supriatna, Alshyra Millenia; Suwandi, Nur Rohmah
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.373 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i2.317

Abstract

Kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang tahun 2021 masih terus bertambah setiap harinya. Desa Purwasari dengan kasus terkonfirmasi COVID-19 tertinggi. Akhir-akhir ini varian Omicron ditemukan dan telah menyebar ke berbagai wilayah yang berpotensi menyebabkan gelombang ketiga. Hal tersebut dapat dihindari jika ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Religiusitas merupakan bagian dari ciri kepribadian yang menggambarkan kepribadian sebagai internalisasi nilai-nilai agama. Seseorang yang beriman memiliki kepribadian positif yang tercermin dalam pemahaman, motivasi, pola pikir, sikap dan perilaku. sehingga ia akan mematuhi aturan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagai adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas Islam dengan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 di lingkungan masyarakat Desa Purwasari Kabupaten Karawang. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 100 orang, dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu accidental sampling, pengumpulan data menggunakan angket online melalui situs google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan religiusitas Islam dengan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 masyarakat Desa Purwasari Kabupaten Karawang yang moderat (r 0,44) dan nilai p <0.001.Implikasi untuk profesi keperawatan dari hasil penelitian adalah melibatkan tokoh agama dalam edukasi Kesehatan di masyarakat
Picture-Based Education dan Efikasi Diri Pencegahan Penularan COVID-19 Pada Remaja Masjid Wilandika, Angga; Nur'Afifah , Shafithri; Dewi, Inggriane Puspita
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.216 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i2.334

Abstract

Tingginya jumlah kasus COVID-19 memerlukan strategi pencegahan penyebaran yang cepat, terutama dalam penerapan protokol kesehatan khususnya pada kalangan remaja yang memiliki kecenderungan aktivitas yang tinggi. Perilaku dapat terjadi dengan menentukan terlebih dahulu keyakinan untuk percaya dan berhasil dalam melaksanakan perilaku tersebut. Edukasi menjadi salah satu upaya dalam mempengaruhi keyakinan diri tersebut. Oleh karena itu, edukasi yang komprehensif dan tepat dinilai dapat meningkatkan efikasi diri pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas Picture-based Education (PBE) terhadap efikasi diri remaja masjid. Penelitian ini menggunakan one group pre-test and post-test design, dengan melibatkan sebanyak 17 orang remaja masjid berusia 11-14 tahun. Penilaian efikasi diri remaja menggunakan Kuesioner Efikasi Diri Pencegahan Penularan COVID-19. Uji pengaruh intervensi PBE terhadap efikasi diri menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menemukan intervensi picture-based education secara signifikansi berpengaruh (Z = -3,426; p < 0.05) terhadap perubahan efikasi diri pencegahan penularan COVID-19 pada remaja masjid. Remaja masjid dapat secara yakin untuk berhasil dalam melakukan aktivitas pencegahan melalui penerapan protokol kesehatan pencegahan infeksi COVID-19 dengan bantuan PBE. Dengan meningkatkan keyakinan diri maka remaja tersebut memiliki kecenderungan positif melakukan perilaku pencegahan penularan COVID-19, seperti menggunakan masker secera konsisten, mencuci tangan dengan sabun secara rutin, dan melakukan jaga jarak antar individu. Selanjutnya, metode picture-based education ini dapat dikembangkan lebih luas dalam menilai berbagai perilaku psikologis lainnya pada remaja terutama berkaitan dengan upaya melakukan pencegahan infeksi COVID-19.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MAJELIS TA’LIM DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI DESA CINTA KABUPATEN GARUT Fatmawati, Ariani; Syabariyah, Sitti; Dewi, Inggriane Puspita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1799-1805

Abstract

Covid-19 has become a global pandemic in early 2020. The government has made efforts to prevent, and spread Covid-19 cases with various efforts. This service activity aims to increase the knowledge of the majlis ta'lim congregation about covid-19 and the processing of medicinal plants to maintain immunity during a pandemic. The service method is by providing education about 5M, vaccination and demonstration of processing herbal plants into drinks. As a result of this activity, the majlis ta'lim congregation understood and implemented the 5M health protocol and most of them had followed the vaccination. In addition, the majlis ta'lim congregation has been able to take advantage of herbal plants in the environment around the house to be processed into herbal drinks. Herbal drinks made by the majlis ta'lim congregation, can also be consumed by the local community but can also be produced to improve the economy of the majlis ta'lim congregation.