Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PECAHAN DI KELAS V SD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Winda Sari Br Panjaitan; Safrida Napitupuluh; Nila Lestari; Abdul Mujib; Dalimawaty Kadir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.28633

Abstract

This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Problem Based Learning (PBL) in mathematics learning of fractions in grade V of Elementary School to improve student learning outcomes. This study uses the ADDIE development model consisting of five stages, but limited to the Development stage. The subjects of the study were grade V students of SD Negeri 006 Melayu Besar. Data collection was carried out through expert validation, teacher and student response questionnaires, and learning outcome tests. The validation results showed that the LKPD developed was in the "very feasible" category, with a score from design experts of 95% and from material experts of 87.5%. The trial was carried out in two stages, namely a small group trial of 5 students who obtained a practicality result of 92.6%, and a large group trial of 20 students with a practicality result of 93.5%. To measure the effectiveness of LKPD on improving student learning outcomes, an initial test (pretest) and a final test (posttest) were used. Based on data analysis, the average N-Gain was 0.71 which is included in the "high" category. Thus, the LKPD based on Problem Based Learning that was developed is declared valid, practical, and effective for use in learning mathematics on fraction material to improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI KEKAYAAN BUDAYA INDONESIA WILAYAH SUMATERA UTARA KELAS IV MIS AL WASHLIYAH ARAPAYUNG Tria Ramadani; Tiflatul Husna; Hidayat; Dalimawaty Kadir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34168

Abstract

This study aims to produce a product in the form of E-LKPD based on Problem Based Learning (PBL) in the learning of Science on the material of Indonesian Cultural Wealth in the North Sumatra Region to measure the learning outcomes of fourth grade students of MIS Al Washliyah Arapayung. This research is a development research (Research and Development). This study uses a 4D development model which is an extension of Define, Design, Development and Dissemination. The instruments used in this study were questionnaires and documentation. The results of the validation/feasibility of E-LKPD from input from material experts, namely lecturers, got a score of 89% from 13 statements and the results of the validation/feasibility of E-LKPD experts, namely lecturers, got a score of 89% from 13 statements. The practicality of E-LKPD based on teacher responses got a score of 92% from 13 statements. The effectiveness of E-LKPD based on student responses got a score of 91% from 6 statements consisting of 16 students. From the validation results data, practicality and effectiveness, the development of E-LKPD based on Problem Based Learning (PBL) in the learning of Science on the material of Indonesian Cultural Wealth in the North Sumatra Region is declared Very Valid or suitable for use as teaching material in the learning process.
Effectiveness of the STEAM based SETS Learning Model to Increase Student's Scientific Literacy in Science Learning Dalimawaty Kadir; Tomi Apra Santosa; Iswanto Iswanto; Kartini Marzuki; Bucky Wibawa Karya Guna; Miftachul Amri; Hadi Widodo; Suyahman Suyahman
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7725

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of STEAM-based SETS learning to improve students' science literacy in science learning. This type of research is a meta-analysis of data collection through the analysis of 11 national and international journals published in 2021-2024. Data sampling techniques through purposive sampling techniques. The inclusion criteria in this study are research accessed through the google scholar database; ERIC, Sciencedirect and Wiley, research related to the STEAM-based SETS model to improve students' science literacy in science learning, Research must be indexed by SINTA, Scopus and WOS and research has complete data to calculate effect size. Data search keywords are SETS learning models, STEAM, Science literacy and Science learning. Data selection process through PRISMA method. Data analysis is quantitative analysis with the help of Microsoft Excel application. The results concluded that the STEM-based SETS learning model had a significant effect on students' science literacy skills with an average value of effect size (ES= 0.834) in the high effect size category. The findings provide important information that STEM-based STEM learning modes are effective for improving students' science literacy in science learning with N-gain = 0.41.
PEMAHAMAN KONSEPTUAL TITIK, GARIS, DAN SUDUT SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Meta Irensia Br Barus; Safrida Napitupulu; Dalimawaty Kadir; Sutarini; Putri Juwita
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar geometri yang meliputi titik, garis, dan sudut serta keterkaitannya dengan objek nyata dalam kehidupan sehari-hari. Titik dipahami sebagai konsep dasar geometri yang tidak memiliki dimensi (panjang, lebar, dan tinggi), melainkan hanya menunjukkan suatu posisi. Garis merupakan kumpulan titik-titik yang memanjang tanpa batas ke dua arah, sedangkan sudut adalah daerah yang dibentuk oleh dua sinar garis yang bertemu pada satu titik pangkal yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan konseptual melalui analisis contoh-contoh konkret di lingkungan sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman konsep geometri akan lebih mudah dipahami apabila dikaitkan dengan objek nyata seperti ujung pensil (titik), sisi meja dan tepi jalan (garis), serta sudut pintu dan jarum jam (sudut). Dengan demikian, pembelajaran geometri dasar menjadi lebih kontekstual, representatif, dan mudah dipahami oleh mahasiswa maupun siswa sekolah dasar.
ULOS BATAK DALAM PERSPEKTIF ETNOMATEMATIKA: PENERAPAN KONSEP GEOMETRI DAN POLA MATEMATIKA Friska Hartati Br Lumban Gaol; Safrida Napitupulu; Putri Juwita; Zamaluddin Sembiring; Dalimawaty Kadir
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.521

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar seringkali dianggap abstrak karena kurangnya keterkaitan dengan pengalaman nyata siswa, yang berdampak pada rendahnya minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika melalui motif kain Ulos Batak guna meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah pengembangan produk yang menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media visual digital menggunakan GeoGebra dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam matematika mampu memvisualisasikan konsep bangun datar, pola berulang, dan simetri secara konkret. Kebaruan proyek ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital untuk membedah unsur geometris pada warisan budaya tradisional secara interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Perangkat ini layak digunakan sebagai inovasi strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.
ETNOMATEMATIKA DALAM RUMAH ADAT BATAK SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Julaika Syifa Anindya; Safrida Napitupulu; Dalimawaty Kadir; Arrini Shabrina Anshor; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.534

Abstract

Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Datar Lingkaran melalui Model Pembelajaran Inovatif Nabila Fauzani; Safrida Napitupulu; Sujarwo; Dalimawaty Kadir; Beta Rapita Silalahi
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun datar lingkaran melalui penerapan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa. Permasalahan dalam penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang menuntut penalaran serta langkah penyelesaian yang sistematis. Padahal, menurut teori pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya, proses penyelesaian masalah matematika melibatkan empat tahapan, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 25 siswa kelas VI sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 menjadi 82, sedangkan persentase ketuntasan belajar naik dari 64% menjadi 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka menerapkan tahapan pemecahan masalah secara lebih sistematis. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MODUL P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) DENGAN PEMANFAATAN LIKURANG (LIMBAH KULIT KERANG) DALAM UPAYA PENINGKATKAN KEMAMPUAN INKUIRI MELALUI EKPLORASI BUDAYA DAN LINGKUNGAN Dara Fitrah Dwi; Muhammad Faisal Husna; Dalimawaty Kadir; Novita Friska
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.11864

Abstract

This study aims to develop a P5 module (project for strengthening the Pancasila student profile) using LiKuRang (shell waste) to improve students’ inquiry skills through cultural and environmental exploration. This research employed a research and development method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects were elementary school students in Tanjungbalai City. Data were collected using module and material expert validation sheets, teacher response questionnaires, student response questionnaires, and inquiry skill assessment instruments. The data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the LiKuRang-based P5 module was categorized as very feasible, with a score of 100% from module experts and 84% from material experts. Teacher responses indicated a very feasible category with a score of 100%, while student responses reached 96.5%, also categorized as very feasible. The implementation of the LiKuRang-based P5 module was able to enhance students’ inquiry skills, particularly in observing, questioning, collecting data, and drawing conclusions through cultural and environmental exploration. This study contributes to the development of contextual teaching materials based on local wisdom that support the strengthening of the Pancasila student profile and meaningful learning in elementary schools.