Claim Missing Document
Check
Articles

PKM PTK GURU-GURU DI SMA DHARMA WANITA 4 SIDOARJO Widayati, Wahyu; Martono, Budi; Mardiana, Ninik
Abdiku : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.994 KB)

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat kali ini berupa PKM PTK Guru-guru di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo. Target luaran yakni berupa jasa dengan memberi pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru di SMA tersebut agar mampu melaksanakan dan menyusun laporan PTK. Dengan metode yang dimulai dari observasi awal, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan melalui tatap muka maupun lewat media online, sampai pada tahap evaluasi yang dilakukan antara tim PPM dan guru-guru yang bersangkutan, akhirnya telah berhasil mengupayakan peningkatan keterampilan guru dalam melaksanakan PTK dan menyusun laporan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Dengan adanya kerja sama yang baik antara tim pengabdi dan pihak mitra, maka keberhasilan sebuah usaha untuk meningkatkan keterampilan guru-guru akhirnya dapat dicapai dengan baik. Berikutnya pihak mitra menunggu kerjasama dengan pihak universitas dalam bentuk yang lain lagi.
REALISASI PRINSIP KERJA SAMA (MAKSIM) DALAM PERCAKAPAN ANAK USIA PRASEKOLAH widayati, wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.973 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i1.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan prinsip kerja sama  (maksim)) dan mendeskripsikan pelanggaran prinsip  kerja sama (maksim) dalam percakapan anak usia prasekolah. Data penelitian ini dipoeroleh dari  metode rekam, sedangkan metode yang digunakan untuk analisi data adalah deskriptif kualitatif. Hasil dan temuan penelitian menunjukkan bahwa realisasi prinsip kerja sama dalam percakapan anak usia prasekolah untuk prinsip  kerja sama (maksim) kuantitas dari 50 percakapan sejumlah 30 percakapan (60%) sudah sesuai, sedangkan 20 percakapan (40%) belum sesauai. Untuk prinsip  kerja sama (maksim) kualitas dari 50 percakapan sejumlah 32 percakapan (64%) sudah sesuai, sedangkan 18 percakapan (36%) belumsesuai. Untuk Prinsip  kerja sama (maksim) relevansi dari 50 percakapan sejumlah 13 percakapan (26%) sesuai sedangkan 37 percakapan (74%) tidak sesuai. Adapun untuk maksim cara dari 50 percajapan sejumlah 15 percakapan (30%) sesuai sedangakan 35 percakapan (70%) tidak sesuai. Temuan penelitian prinsip kerja sama (maksim) dalam percakapan anak usia prasekolah adalah anak menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi kurang mematuhi aturan kerja sama sehingga memberikan jawaban yag berlebih-lebihan, anak memberikan jawaban yang berbelit-belit, anak memberikan jawaban yang tidak relevan dengan masalah.
Bentuk dan Makna Kata Makian di Terminal Purabaya Surabaya Dalam Kajian Sosiolinguistik Jannah, Almaidatul; Widayati, Wahyu; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.512 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.758

Abstract

Manusia pada umumnya berinteraksi untuk membina kerjasama antarsesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewarisan kebudayaannya dalam artian yang seluas-luasnya. Bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari tentunya bukan bahasa formal saja. Begitu juga ketika sedang marah, bahasa yang digunakan cenderung kaku dan juga bermakna konotasi. Penelitian ini perlu dilakukan karena pemakaian kata makian tidak hanya digunakan pada saat marah, tetapi kata makian juga digunakan pada situasi akrab dan santai. Selain itu juga kata makian bertujuan untuk menghina, meremehkan, mengungkapkan kekecewaan, kekaguman/ keheranan dan pujian. Penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif,  peneliti menggunakan dua metode, yaitu metode simak bebas libat cakap dan metode catat. Dalam penelitian ini merupakan metode yang dilakukan dengan penyimakan yang disejajarkan dengan observasi, memperlihatkan dan mempelajari dengan seksama objek yang diteliti, peneliti menyadap makian dalam satu peristiwa, data makian kemudian di catat dalam kartu data untuk dianalisis. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan ekstralingual. Hasil penelitian warga terminal Purabaya Surabaya kebanyakan menggunakan makian berbentuk kata, hampir tujuh puluh lima persen. Sedangakan yang lima belas persen warga terminal Purabaya Surabaya menggunakan makian berbentuk frase.Kata Kunci: Bentuk dan Makna Makian, Linguistik, Purabaya.
Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.759

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
Diksi Dan Gaya Bahasa pada Naskah Pidato Presiden Soekarno Hardianto, Musa; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.028 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.761

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data berupa dokumen berupa pidato Presiden Soekarno. , yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) menarik kesimpulan. Hasil yang didapat adalah jenis diksi dan gaya bahasa yang terjadi dalam pidato Presiden Soekarno. Pilihan kata-kata dan gaya bahasa dalam iklan kampanye digunakan untuk menarik pendengar / simpati masyarakat untuk mewujudkan gagasan kebangsaan. Dalam penelitian ini, diksi yang paling banyak digunakan adalah kata abstrak dan kata konkret. Ini karena dalam pidato Presiden Soekarno banyak yang mengungkapkan program, visi, misi berupa gagasan atau gagasan yang menjadi indikator kata abstrak Sedangkan penggunaan kata-kata konkret terjadi karena dalam teks pidato juga menyampaikan fakta-fakta di bentuk benda yang diamati. Gaya bahasa yang terkandung dalam naskah pidato berdasarkan pilihan kata meliputi gaya bahasa formal, gaya bahasa tidak resmi, dan gaya percakapan bahasa. Gaya bahasa berbasis nada mencakup gaya sederhana, gaya mulia dan kuat.Kata kunci: Kamus, Gaya Bahasa, naskah pidato
KAJIAN FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA Andharu, Devito; Widayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.709 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.965

Abstract

The Purpose of this research are  to describe a feminism in Keindahan dan Kesedihan Novel by Yasunari Kawabata. This research is a qualitative descriptive. The object is psychoanalysis from Keindahan dan Kesedihan, novel by Yasunari Kawabata.  Data collected by using close reading technic: read, scan, and quote. Data validity use triangulation technic. Data analized by semiotic mode of reading. Analysis result is shown in terms of feminism, the role of Otoko and Keiko is the main character in Keindahan dan Kesedihan novel that she is a s lesbian. Lesbian is an example of the uprising at the radical feminism. But after reviewing the whole of Keindahan dan Kesedihan novel be able to conclude that the figures of Otoko are not included in radical feminism. Otoko chose to become lesbian with Keiko after the she met with the students painted Keiko. Otoko choice of life lived as a lesbian is to keep the sacred vision in maintaining its love for Oki. In contrast to Otoko, Keiko chose to become lesbians based on hate with  men. Keiko found men always give the suffering of women.  Keywords :Feminism, Novel
Model Diskusi pada Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Widayati, Wahyu; Martono, Boedi; Mardiana, Ninik
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.266 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1240

Abstract

Abstrak: Terkadang memberikan latihan tentang PTK (Rutinitas Kelas) untuk guru tidak efektif dan memberikan output jauh dari target yang ditentukan. Metode konvensional yang hanya memberikan narasi kepada beberapa guru gagal. Itu terlihat dari output guru yang tidak bisa melakukan penelitian aksi. Penelitian ini ingin mengetahui keefektifan metode diskusi yang digunakan untuk melaksanakan penelitian tindakan. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kemampuan guru di SDN Sukolilo 250 Surabaya dapat terus meningkat dengan metode diskusi untuk whorkshop penelitian tindakan.Kata kunci: metode diskusi, penelitian tindakan, guru.
Sosioedukasi Tembang Waranggono pada Tayub di Kabupaten Tuban Wibowo, Arif; Widayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.08 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i1.2263

Abstract

Tayub adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan  berkembang  dengan  subur. Tayub  menghadirkan waranggono  yang  menari  dan  menyanyi  nyinden. Tayub yaitu tarian yang dilakukan oleh waranggono dan pengibing dengan iringan gamelan dan tembang. Biasanya untuk meramaikan pesta perkawinan dan sebagainya.   Tayub merupakan bentuk pertunjukkan tari rakyat di Jawa yang disajikan oleh penari perempuan (waranggono atau joged) diiringi dengan seperangkat gamelan berlaras selendro atau pelog disertai tembang.Dalam penelitian ini, peneliti tertarik meneliti dua hal yaitu (1) tentang penerimaan masyarakat terhadap tembang waranggono pada tayub di Kabupaten Tuban bagaimana penilaian masyarakat terhadap tembang berdasarkan teori sosiologi sastra. (2) nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam tembang waranggono pada tayub di Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian jenis  kualitatif   dengan   menggunakan metode deskriptif, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan orang lain dan perilaku yang dapat diamati.  Penelitian  ini  memaparkan  tentang penerimaan masyarakat  Kabupaten Tuban dan nilai edukasi suatu tembang waranggono dalam pementasan di Kabupaten Tuban yang dianalisis dengan menggunakan teori sosiologi sastra dan nilai edukasi pendidikan. Hasil dari penelitian ini adalah berupa penerimaan masyarakat Kabupaten Tuban terhadap tembang waranggono dalam acara tayub, dan nila-nilai edukasi berupa nilai moral, religi, budaya dan sosial dalam tembang waranggoo yang dibawakan.
Konflik Psikis Dalam Novel Gado-Gado Poligami Karya Leyla Hana Dan Linda Nurhayati (Kajian Psikopragmatis) Widayati, Wahyu; Andharu, Devito
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.91 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i1.2581

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui dan menemukan konflik psikis yang terepresentasi di dalam novel Gado-Gado Poligami karya Leyla Hana dan Linda Nurhayati, (2) mengetahui dan menemukan latar belakang konflik psikis yang tersepresntasi di dalam novel Gado-Gado Poligami karya Leyla Hana dan Linda Nurhayati. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan psikopragmatis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif. Sumber data di dalam penelitian ini adalah novel Gado-Gado Poligami karya Leyla Hana dan Linda Nurhayati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik close reading, yakni baca, simak, dan kutip (catat). Validitas data menggunakan teknik triangulasi. analisis data yang digunakan adalah teknik pembacaan model semiotik. Hasil analisis penelitan ,yaitu konflik psikis di dalam novel Gado-Gado Poligami karya Leyla Hana dan Linda Nurhayati, meliputi (1) kekecewaan, (2) cemburu,(3) iri, (4) sakit hati, dan (5) pertentangan batin. Sedangkan latar belakang terjadinya konflik psikis di dalam novel Gado-Gado Poligami karya Leyla Hana dan Linda Nurhayati yaitu adanya faktor kekerasan verbal dan faktor ketidakadilan.
The Function and Context of Speaking in the Oral Tradition of the Kejhung Madura : A Sociopragmatic Study Sri Utami; Widayati, Wahyu; Victor Marolitua L Tobing
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v5i1.104

Abstract

The purpose of this study is the function of speech acts in the Madurese kejhung oral tradition and the context behind the Madurese kejhung oral tradition, which includes situation, social, culture, and ideology. This study uses a sociopragmatic approach and descriptive method. Researchers as human instruments. This research involves hermeneutic and sociopragmatic analysis methods. Hermeneutics is used to reveal the conditions of the context. This study uses data in the form of kejhung text which contains the function of speech and the context of the Madurese kejhung oral tradition in the form of rhymes. The results of the study indicate that the speech function is dominated by the directive speech function, both the advisory directive function and the inviting or wishing directive function. This shows that the function of Madurese speech is to actualize the attitude of the Madurese. The context of the kejhung madura situation is the wedding ceremony, welcoming guests, cow race, sonok cow, and rokat tase'. The social context behind daily life such as harmony and cooperation, the cultural context is the customs and way of life, while the ideological context behind the Madura kejhung is strong Islamic teaching within the Madurese community.