Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP BUNDLE VAP DI RUANG ICU Al Fatih, Hudzaifah; Iklima, Nurul; Kurniasih, Rosa
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bermacam-macam agen infeksius, termasuk virus, bakteri dan mukoplasma. Pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pipa endotracheal maupun tracheostomi didefinisikan Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Terdapat 7 bundle VAP untuk menurunkan VAP, namun kurangnya pengetahuan menjadi hambatan terhadap kepatuhan perawat terhadap bundle VAP serta mempengaruhi keefektifan dan keberhasilan bundle untuk mereduksi angka VAP. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat tentang bundle VAP di ICU Santosa Hospital Bandung Central. Desain penelitian berupa deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang ICU Santosa Hospital Bandung Central sebanyak 87 perawat yang direkrut menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawat ICU tentang VAP dan lembar observasi kepatuhan perawat terhadap bundle VAP. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tentang bundle VAP yaitu sebagian besar perawat ICU memiliki pengetahuan baik sebanyak 50 perawat (58,1%), kepatuhan perawat tentang bundle VAP yaitu 74 (85.1%) perawat ICU tidak patuh terhadap bundle VAP. Selanjutnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat terhadap bundle VAP (r=0.086, p=0.429). Untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melaksanakan bundle VAP, rumah sakit perlu memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan bundle VAP dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh. Pelatihan tentang bundle VAP juga perlu dilakukan agar perawat mengetahui pentingnya bundle VAP dalam mengurangi angka kejadian VAP dan merasa memiliki tanggungjawab untuk melaksanakannya.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.
GAMBARAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA PERAWAT DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG CENTRAL Tania, Mery; Saputra, Anggi; Putri, Saparingga Dasti; Noerohmah, Siti Dida; Fatih, Hudzaifah Al
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): Volume 18, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i2.493

Abstract

Stres kerja merupakan reaksi fisik dan emosional yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk menghadapinya. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan kinerja profesional, terutama pada profesi dengan tekanan tinggi seperti perawat. Faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja antara lain beban kerja, work-family conflict (wfc), status pernikahan, jumlah anak, dan dukungan sosial. WFC menjadi faktor penting karena perawat wanita sering menghadapi konflik peran antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran work-family conflict pada perawat wanita di Ruang Ruby Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi terdiri dari 40 perawat wanita, dengan 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar (60%) mengalami work-family conflict berat sebanyak 18 responden, hampir setengahnya (40%) mengalami work-family conflict sedang sebanyak 12 responden dan tidak ada reponden yang mengalami work-family conflict ringan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan panduan praktis bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP BUNDLE VAP DI RUANG ICU Al Fatih, Hudzaifah; Iklima, Nurul; Kurniasih, Rosa
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bermacam-macam agen infeksius, termasuk virus, bakteri dan mukoplasma. Pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pipa endotracheal maupun tracheostomi didefinisikan Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Terdapat 7 bundle VAP untuk menurunkan VAP, namun kurangnya pengetahuan menjadi hambatan terhadap kepatuhan perawat terhadap bundle VAP serta mempengaruhi keefektifan dan keberhasilan bundle untuk mereduksi angka VAP. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat tentang bundle VAP di ICU Santosa Hospital Bandung Central. Desain penelitian berupa deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang ICU Santosa Hospital Bandung Central sebanyak 87 perawat yang direkrut menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawat ICU tentang VAP dan lembar observasi kepatuhan perawat terhadap bundle VAP. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tentang bundle VAP yaitu sebagian besar perawat ICU memiliki pengetahuan baik sebanyak 50 perawat (58,1%), kepatuhan perawat tentang bundle VAP yaitu 74 (85.1%) perawat ICU tidak patuh terhadap bundle VAP. Selanjutnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat terhadap bundle VAP (r=0.086, p=0.429). Untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melaksanakan bundle VAP, rumah sakit perlu memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan bundle VAP dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh. Pelatihan tentang bundle VAP juga perlu dilakukan agar perawat mengetahui pentingnya bundle VAP dalam mengurangi angka kejadian VAP dan merasa memiliki tanggungjawab untuk melaksanakannya.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT RUANG OPERASI SELAMA PANDEMI COVID-19 Al Fatih, Hudzaifah; Wijayanti, Anita Putri; Tania, Mery; Handayani, Nining; Ziraluo, Eprianto
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi krisis kesehatan di dunia karena penyebaran sangat cepat, hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan salah satu yang di alami oleh semua orang, terutama di kalangan tenaga Kesehatan. Dampak kecemasan yang terjadi dikalangan tenaga kesehatan khususnya perawat ruang operasi mengalami ketakutan, stress dan sedih takut membawa virus dan tertular kepada anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan perawat ruang operasi selama pandemi COVID-19. Populasi penelitiaan adalah perawat ruang operasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 58 orang perawat di ruang operasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner HRS-A yang terdiri dari 14 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa tingkat kecemasan responden yaitu sebagian kecil tidak cemas (6,9%), cemas ringan sebagian besar (60,3%) dan cemas sedang sebagian kecil (27,6%). Hasil penelitian ini menggambarkan hampir semua perawat yang bekerja di ruang operasi mengalami kecemasan ringan dan kecemasan sedang. Dari hasil data diatas menunjukkan bahwa pengukuran tingkat kecemasan ruang operasi lebih efektif menggunakan metode deskriptif cross sectional dan intrumen HRS-A (14 item).
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT Al Fatih, Hudzaifah; Ningrum, Tita Puspita; Handayani, Hani
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan yang timbul akibat diabetes mellitus (DM) dapat dikendalikan apabila penderita DM menerapkan self management. Literasi kesehatan merupakan keadaan dimana individu memiliki kapasitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat tentang kesehatan. Literasi kesehatan yang tidak memadai dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk. Selain literasi kesehatan, pengambilan keputusan yang tepat terhadap perawatan diri juga dipengaruhi oleh kepercayaan diri pasien atau yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Literasi Kesehatan dan Self Efficacy dengan Kepatuhan Diabetes Self Management pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase dan bivariat menggunakan chi- square. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management tinggi sebagian besar 49 (70%) dan diketahui ada hubungan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Dan ada hubungan juga antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management dan ada pula hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management. Kepatuhan terhadap diabetes self management dapat ditingkatkan melalui peningkatan literasi kesehatan dan self efficacy penderita DM.
Managing Fluid Overload in Chronic Kidney Disease: A Nursing Case Report Pitora, Tobi; Farisianah, Issy; Al Fatih, Hudzaifah; Okatiranti
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol. 8 No. 1 (2026): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v8i1.108078

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a major contributor to the global disease burden. Kidney failure can also lead to various other complications, such as swelling due to fluid retention, anemia, infections, cardiovascular disorders, cognitive impairment, and metabolic and endocrine disorders. Objective: To determine the effectiveness of rinsing with boiled water on thirst in kidney failure patients undergoing a fluid restriction program. Method: A case report on an 81-year-old woman with a medical diagnosis of stage IV chronic kidney disease in the Anggrek B Ward of the Bandung City General Hospital. The client complained of swelling in the lower extremities accompanied by pain in the upper abdomen. The swelling occurred due to excess fluid volume. The author established a focused diagnosis of hypervolemia. Implementation was carried out using an Evidence-Based Practice approach through the application of fluid restriction by rinsing the mouth with boiled water. Result: The analysis indicatedthat rinsing the mouth with boiled water is effective in reducing thirst in patients with chronic kidney disease, supports adherence to fluid restriction programs, and can be used as a self-care nursing intervention at home to alleviate symptoms of hypervolemia in patients with chronic kidney disease.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA Al Fatih Hudzaifah; Nurul iklima
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/nvc5a750

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan masalah global, termasuk di Indonesia. Hemodialisa menjadi upaya vital dalam mempertahankan kualitas hidup pasien PGK, namun studi menunjukkan bahwa pasien hemodialisa cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Bandung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan kuisioner Hamilton Rating Scale of Anxiety (HARS), sementara kualitas hidup pasien diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai p=0.000 dan r=?0.769, mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Arah korelasi negatif yang kuat (r=?0.769) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas hidup pasien. Data juga menunjukkan 23 responden (50.0%) mengalami kecemasan sangat berat dan 45 responden (97.8%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Disarankan peningkatan pelayanan asuhan keperawatan, termasuk terapi foot message untuk mengurangi kecemasan pasien.
Gambaran Dukungan Teman Sebaya Pada Lansia Di Griya Lansia Tita Puspita Ningrum; hudzaifah Al fatih
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/0mvzae22

Abstract

ABSTRAK   Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering dialami lansia, terutama mereka yang tinggal di panti sosial. Keterbatasan interaksi dan minimalnya dukungan sosial dapat meningkatkan risiko kesepian yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental maupun fisik, seperti penurunan kualitas hidup, depresi, kecemasan, stres, gangguan tidur, hipertensi, hingga penyakit kardiovaskular. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat kesetaraan, antara lain usia, jenis kelamin, status perkawinan, status sosial ekonomi, serta dukungan sosial teman sebaya. Di antara faktor-faktor tersebut, dukungan teman sebaya memiliki peran penting dalam menurunkan kesepian karena melalui interaksi positif lansia dapat merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki makna sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran dukungan sosial teman sebaya  pada lansia di panti sosial. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 160 lansia di Balai Perlindungan Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Social Provisions Scale (SPS) untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesetaraan. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kesetaraan tinggi (71,8%) dan memiliki dukungan sosial teman sebaya rendah (94,4%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak panti sosial untuk merancang program intervensi yang fokus pada peningkatan interaksi antar penghuni, seperti kegiatan kelompok dan penguatan dukungan