This Author published in this journals
All Journal Media Komunikasi FPIPS Jurnal Natur Indonesia Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi PROSIDING KOMUNIKASI Jurnal Common GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI The Journal of Society and Media Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Coverage: Journal of Strategic Communication International Journal of Environment, Engineering, and Education Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial International Journal of Environment, Engineering & Education Jurnal Teknosains Kodepena (Kodepena Journal of Technoscience) Jurnal Teknosains Kodepena (Kodepena Journal of Technoscience) juremi: jurnal riset ekonomi PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Caraka : Indonesia Journal of Communication Jurnal Minfo Polgan (JMP) Jurnal Signal Jurnal Komunikasi Global Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Ulil Albab PESHUM Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan JIMEK Brilliant International Journal of Management and Tourism
Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI KELOMPOK PESERTA GRUP WHATSAPP DALAM PENGGUNAAN BAHASA DAERAH Rachmaniar, Rachmaniar
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 19, No 1 (2023): Volume 19, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v19i1.2837

Abstract

WhatsApp adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Tercatat hingga Juni 2021, 84,8 juta masyarakat Indonesia menggunakan media sosial ini. Tentu banyak hal yang menarik untuk dikaji, diantaranya adalah  pemahaman terkait penggunaan bahasa daerah dalam grup WhatsApp, ucapan yang biasa disampaikan dengan bahasa daerah dalam grup WhatsApp, dan respon peserta grup WhatsApp dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk mendapat pemahaman tersebut, penulis melakukan pendekatan dengan etnografi virtual guna mengkaji bagaimana peserta grup WhatsApp menggunakan bahasa daerah. Adapun objek utama pada penelitian ini adalah berbagai macam grup WhatsApp. Untuk teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif, dan studi literatur. Dalam penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan bahasa daerah dalam grup WhatsApp selalu muncul, baik pada grup WhatsApp dengan  peserta mayoritas berasal dari suku tertentu atau pada grup WhatsApp dengan  peserta minoritas berasal dari suku tertentu. Ucapan yang biasa disampaikan dengan bahasa daerah dalam grup WhatsApp: 1) ucapan sukacita, 2) ucapan dukacita, 3) ungkapan pribadi. Respon peserta grup WhatsApp dengan penggunaan bahasa daerah: 1) merespon secara aktif, 2) merespon secara pasif, 3) merespon dengan bertanya, 4) merespon dengan kebingungan, dan 5) tidak merespon sama sekali
LITERASI DIGITAL PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SISWA SMP Prihandini, Puji; Rachmaniar, Rachmaniar; Anisa, Renata
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p149-156

Abstract

LITERACY DIGITAL CYBERBULLYING PREVENTION IN THE STUDENT ENVIRONMENT JUNIOR HIGH SCHOOL The synergy report on the women's violence database, compiled by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, indicates that the highest number of victims of violence, categorised by age, is within the teenage range, specifically 13-17 years old. One of the most prevalent forms of violence is cyber violence, which is commonly referred to as cyberbullying. Cyberbullying can be defined as the intimidation of an individual or group through digital technology. The relatively low digital literacy index in Indonesia may be a contributing factor to the continued prevalence of cyber violence in the country. One potential strategy for the prevention of cyberbullying is the promotion of digital literacy and its role in the prevention of such behaviour. A programme of counselling on digital literacy in the context of cyberbullying prevention was conducted at YPKP Middle School in Bandung City. The educational materials provided covered the development of social media, its characteristics, benefits, and impacts of using social media, as well as knowledge of cyberbullying, its impact, prevention, and how to deal with it. The results of these activities demonstrated that the majority of students already own mobile phones and that all students have access to social media. While the majority of students have heard the term cyberbullying, few are equipped with the necessary knowledge to respond effectively when they encounter or experience cyberbullying. Laporan sinergi database kekerasan terhadap perempuan yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa jumlah korban kekerasan tertinggi, yang dikategorikan berdasarkan usia, berada dalam rentang usia remaja, khususnya 13-17 tahun. Salah satu bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan di dunia maya, yang biasa disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying dapat didefinisikan sebagai intimidasi terhadap individu atau kelompok melalui teknologi digital. Indeks literasi digital yang relatif rendah di Indonesia dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap prevalensi kekerasan siber yang terus meningkat di negara ini. Salah satu strategi potensial untuk pencegahan cyberbullying adalah dengan mempromosikan literasi digital dan perannya dalam pencegahan perilaku tersebut. Sebuah program penyuluhan tentang literasi digital dalam konteks pencegahan cyberbullying dilakukan di Sekolah Menengah Pertama YPKP di Kota Bandung. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi perkembangan media sosial, karakteristik, manfaat, dan dampak dari penggunaan media sosial, serta pengetahuan tentang cyberbullying, dampak, pencegahan, dan cara mengatasinya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki telepon genggam dan semua siswa memiliki akses ke media sosial. Meskipun mayoritas siswa pernah mendengar istilah cyberbullying, hanya sedikit yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk merespon secara efektif ketika mereka menemukan atau mengalami cyberbullying.
STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL TENTANG CARA SUKSES TOILET TRAINING DI SALURAN YOUTUBE MAMI NAMNAM Rachmaniar, Rachmaniar; Susanti, Santi
Jurnal Common Vol. 6 No. 2 (2022): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v6i2.7883

Abstract

Saat ini jika membutuhkan informasi apapun, termasuk info toilet training, seorang ibu dapat mencarinya lewat YouTube. Salah satu video yang memberikan informasi tentang toilet training adalah video yang ada di saluran YouTube Mami Namnam. Video ini telah ditonton banyak pengguna internet dan juga memiliki banyak komentar. Berdasarkan fakta tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis komentar netizen yang terkait dengan video toilet training ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori uses and gratification dengan tradisi penelitian etnografi virtual. Hasil yang ditemukan oleh penulis adalah banyak ibu yang mengalami kesulitan mengajarkan anak toilet training sehingga mereka mencari video yang bisa mengajarkan hal tersebut. Lalu juga banyak ibu yang bertanya terkait video yang diupload. Dan ada juga ibu yang memberikan komentar positif serta negatif mengenai video tersebut. Komunikasi dalam kolom komentar berlangsung dua arah. Pemilik saluran YouTube selalu berupaya membalas komentar pengguna internet dengan kata-kata positif dan baik
Manajemen Media Digital Desa Wisata Taraju: (Studi Etnografi Virtual Tentang Manajemen Media Digital Desa Wisata Taraju) Rachmaniar Rachmaniar; Renata Anisa
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3480

Abstract

Taraju Tourism Village, located in Tasikmalaya Regency, was named first place winner of the 2023 Indonesian Tourism Village Award (ADWI) in the Digital and Creative category because of its ability to accelerate digital transformation and produce creative content to promote tourism. Based on this, the author is interested in examining the digital media used by the Taraju Tourism Village using the virtual ethnographic research tradition and linking it to the concept of digital media management. The research results show that 1) Taraju Tourism Village has carried out digital media management by making good arrangements for every digital media presented; 2) Taraju Tourism Village utilizes Instagram, WhatsApp, Email, Facebook, Tiktok, Google Drive, YouTube and Website as a means of information and communication with internet users; 3) Instagram, Facebook, Tiktok and YouTube are used to provide information regarding tourism potential in the Taraju Tourism Village; 4) WhatsApp is used as a contact person for tourists who want to ask questions regarding the Taraju Tourism Village; 5) Email is used to send criticism, suggestions, messages and impressions regarding the Taraju Tourism Village; 6) Google Drive is used for tourists who want to see tour packages at Taraju Tourism Village; and 7) The website is used for tourists who will make reservations for tour packages offered at Taraju Tourism Village.
Keberadaan Public Figure Dalam Akun Instagram Tempat Wisata: Studi Etnografi Virtual Keberadaan Public Figure Dalam Akun Instagram @lembang_parkzoo Rachmaniar Rachmaniar; Renata Anisa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 12: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i12.2463

Abstract

Instagram has become a popular platform for promoting certain tourist attractions. Tourism managers also try to create interesting content on their Instagram accounts, one of which is by presenting public figures in their posts. @lembang_parkzoo is one of the tourist attraction accounts that features public figures in its Instagram posts. The Minister's wife and the Ustadz are present in the content on @lembang_parkzoo. This is certainly interesting to study regarding the presence of these public figures in this account. And to answer this question the author uses S-O-R theory, qualitative research methods, and a virtual ethnographic approach. The results found by the author were that the public figures in posts on the Instagram account @lembang_parkzoo were artists, animal lovers, preachers, and also athletes; Various comments are present in posts featuring public figures on the Instagram account @lembang_parkzoo, and this is in accordance with the S-O-R theory; Netizens have a certain pattern in posts featuring public figures on the Instagram account @lembang_parkzoo. This pattern always appears in every post that features public figures. This pattern includes netizens' desires to travel to Lembang Park Zoo, netizens' questions regarding Lembang Park Zoo, and the tendency of netizens to mention the names of other netizens' Instagram accounts - mentions in the comments column to invite them for travel to Lembang Park Zoo.
The Effect of Yoga Exercise With Friction On The Application Of Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) On Pain Reduction In Low Back Pain Miogenic Patients Hasbiah Hasbiah; Rachmaniar Rachmaniar; Muh Thahir; Aco Tang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3245

Abstract

Low Back Pain is a complaint that is often encountered in everyday life. It is estimated that almost everyone has experienced back pain during their lifetime. Low Back Pain can be overcome by using Yoga, Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation and TENS. This study aims to determine the effect of yoga exercise with Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation on the application of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) to reduce pain in myogenic Low Back Pain patients at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency. This study includes a quasi-experimental design with a pretest-post test two group design. The population in this study were 14 myogenic Low Back Pain patients aged 25-60 years, male and female, experiencing Low Back Pain due to muscle spasm at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency. The sample in this study were 14 people. The results showed that there was no difference in the effect between the 2 treatment groups on reducing pain in myogenic Low Back Pain patients at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency.Keywords: yoga; Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation; TENS; Low Back Pain
PENGALAMAN BERKOMUNIKASI PARA GURU SEKOLAH BERBASIS KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBELAJARAN DARING SAAT PANDEMI COVID-19 Santi Susanti; Rachmaniar Rachmaniar
JURNAL SIGNAL Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i01.6303

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan berbagai dampak dalam kehidupan manusia, termasuk dalam proses pembelajaran. Pemerintah mengeluarkan edaran agar proses pembelajaran dialihkan dari tatap muka menjadi belajar jarak jauh dari rumah, untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pihak sekolah, orang tua dan siswa, banyak yang tidak siap dengan keputusan darurat tersebut. Meski demikian proses belajar tetap harus berlanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi para guru dalam pembelajaran jarak jauh di Sekolah Bestari Utami, Garut, yang terdiri dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi para guru dalam memberikan materi pembelajaran saat pandemi COVID-19 kepada siswa sekolah Bestari Utami, Garut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada para guru serta observasi lapangan di lokasi, serta studi dokumentasi dan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan perubahan komunikasi dilakukan guru kepada sesama pengajar, kepada orang tua dan kepada peserta didik sekolah Bestari Utami. Untuk memudahkan penyampaian, maka digunakan beberapa media online, yakni Whatsapp, Email, Google Drive, Zoom Meetings, Google Meet dan video call. Hambatan komunikasi kepada siswa muncul ketika peserta didik Hambatan yang ditimbulkan dari komunikasi yang berlangsung secara daring adalah kesulitan peserta didik untuk memahami materi yang berkaitan dengan pemahaman atau logika. Selain itu, lemahnya sinyal dan keterbatasan kepemilikan telepon seluler maupun laptop menjadi hambatan komunikasi yang dilangsung dari para guru kepada peserta didik di Sekolah Bestari Utami. Hambatan komunikasi dengan orang tua terjadi ketika adanya orang tua yang menolak diajak berdiskusi untuk membicarakan perihal perkembangan anak mereka serta seputar PJJ dan aturan sekolah yang terkait dengan PJJ.
Strategi Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Bandung Rachmaniar Rachmaniar; Renata Anisa
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i1.6422

Abstract

This study examines tourism village development strategies in Bandung Regency through a comprehensive literature review of three key articles: Jelekong Village, Lebakmuncang Village, and Baros Village. The primary objective is to identify common threads and differences in development approaches, and to analyze their relevance to tourism sustainability. The findings indicate that all three villages consistently utilize SWOT analysis as their strategic foundation. Tourism village development heavily relies on leveraging unique local potentials – be it natural, cultural, or agro-educational – realized through enhancements in attractions, accessibility, amenities, and activities. Active local community involvement forms the core of community-based development, ensuring environmental and cultural preservation. Furthermore, improved promotion, partnerships with various stakeholders, and innovation in tourism products and packages are crucial strategies. Local government support and human resource capacity building also play significant roles. The conclusion emphasizes that tourism village development in Bandung Regency requires a holistic synergy between local potential, community participation, and external support to achieve sustainability and visitor satisfaction.
Strategi Visualisasi dan Narasi Digital dalam Promosi Wisata Edukasi di Indonesia: Analisis Konten Instagram Bertagar #wisataedukasi Rachmaniar Rachmaniar; Renata Anisa
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v4i3.5114

Abstract

This article discusses the visual and narrative strategies used in promoting educational tourism for children in Indonesia through Instagram posts with the hashtag #wisataedukasi. The research adopts a qualitative approach with content analysis of both visual and narrative aspects of digital posts showcasing educational tourist destinations suitable for families. The aim of the study is to understand how visual and narrative elements work together to shape the audience's perception of educational tourism destinations. The findings show that the visual content in the Instagram posts is dominated by the use of bright colors, cheerful expressions of children, and participatory educational activities. These activities involve direct interaction with nature or animals, such as feeding animals or conducting simple experiments, designed to create a fun learning experience for children. Narratively, captions tend to use casual and consultative language, with word choices emphasizing excitement, togetherness, and the educational benefits that can be gained from visiting these destinations. The representation of the complete family in the content plays an important role in building the image of educational tourism as a space that supports quality family time. Additionally, the use of relevant and popular hashtags strengthens the association of educational tourism destinations with modern parenting, which emphasizes learning while playing. This visual and narrative strategy has been proven effective in building emotional engagement with the audience and creating a positive perception of educational destinations. Overall, this article concludes that social media, particularly Instagram, plays a significant role in shaping the branding of educational tourism. It is therefore recommended to continue strengthening visual and narrative content strategies tailored to the preferences of young families as the primary target for promoting children's educational tourism.
Visualisasi Wisata Kesehatan di Instagram: Analisis Representasi dan Tren Digital di Indonesia Rachmaniar, Rachmaniar; Anisa, Renata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10734

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana representasi wisata kesehatan dikonstruksi dalam media sosial, khususnya Instagram, melalui analisis unggahan dengan tagar #wisatakesehatan. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi visual, penelitian ini mengeksplorasi narasi, simbol, gaya visual, dan strategi komunikasi yang digunakan oleh berbagai aktor—baik institusi swasta, pemerintah, maupun komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam representasi visual: (1) layanan medis premium dengan visualisasi rumah sakit berdesain mewah, (2) wisata kesehatan berbasis alam seperti pemandian air panas dan kebun herbal, serta (3) wisata edukatif yang menampilkan tanaman obat dan praktik kesehatan tradisional. Temuan ini juga menunjukkan adanya segmentasi kelas sosial dalam penyajian visual, serta ketimpangan digital dalam kapasitas produksi dan distribusi konten promosi. Di sisi lain, potensi wisata kesehatan Indonesia sangat besar berkat kekayaan alam dan budaya, namun masih menghadapi tantangan koordinasi lintas sektor dan kurangnya branding terpadu. Kajian ini merekomendasikan strategi komunikasi digital yang inklusif dan berbasis nilai lokal dalam membangun citra Indonesia sebagai destinasi wisata kesehatan yang berkelanjutan.