Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Katekese Digital bagi Anak Muda sebagai Ruang Pertemuan Iman dalam Konteks Media Sosial Tryepina Paulina Nona; Monica Innanda Chiaralazzo; Intansakti Pius X
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v3i1.2955

Abstract

The development of digital culture has significantly changed the communication, relationships, and spirituality of the younger generation, requiring the Church to reconsider its catechetical methods in the context of social media. This article aims to analyze digital catechesis as a space where faith can develop for the younger generation, by examining the theological foundations, the dynamics of digital culture, and the challenges and models for its development. This study adopts a literature review method by conducting a systematic review of Church Magisterial documents, theological works, and academic research related to the religiosity of the younger generation in the digital environment. The research findings indicate that social media can become a place of faith encounter if catechesis focuses not only on the delivery of religious content but also offers a relational experience that is dialogical, participatory, and community-oriented. However, there are serious challenges such as the risk of superficiality, spiritual consumption, the dominance of algorithms, the commodification of religious content, and the issue of doctrinal authority in the digital space. Therefore, the development of digital catechesis must be based on Christocentrism, fidelity to Church teaching, and a combination of online guidance and concrete sacramental life. With an approach that takes context and reflection into account, digital catechesis has the potential to be a significant and transformative tool of evangelization for young people in the evolving culture of social media.
Bijak Menghadapi Zaman Edan Berdasarkan Serat Kalatidha dan Alkitab Monica Innanda Chiaralazzo; Paskalis Edwin Nyoman Paska
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i4.1771

Abstract

Artikel ini membahas konsep zaman edan atau zaman gila dalam budaya Jawa dan relevansinya dengan kondisi Indonesia saat ini. Serat kalatidha karya Ranggawarsita digunakan sebagai referensi utama, yang mengajarkan eling lan waspada sebagai kebijaksanaan lokal dalam menghadapi zaman edan. Penulis membandingkan nilai-nilai dalam serat kalatidha dengan ajaran Kitab Pengkotbah dan ajaran Yesus. Metode analisis teks dan telaah pustaka digunakan untuk menganalisis dan membandingkan nilai-nilai tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa eling lan waspada dalam serat kalatidha memiliki kesamaan dengan takut akan Allah dalam Kitab Pengkotbah, serta cerdik dan tulus dalam ajaran Yesus. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, individu dapat menghadapi situasi yang gila dengan bijaksana, mempertahankan integritas, serta menemukan ketenangan hati di tengah-tengah zaman yang kacau. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kearifan lokal budaya Jawa dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan saat ini. Melalui pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh panduan dalam menghadapi tantangan zaman yang penuh ketidakpastian dan kesulitan.