Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS RESEPSI TAYANGAN TIKTOK DOKTIF DALAM MENGEDUKASI PEREMPUAN PENGGUNA SKINCARE Ayu Julia Rahmawati; Nyoman Suardhita; Namira Fitria
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana perempuan pengguna skincare memahami tayangan edukasi dari akun TikTok Dokter Detektif (Doktif). Konten-konten Doktif dianggap menarik karena menyampaikan informasi medis secara ringan dan mudah dipahami. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini melihat bagaimana penonton menerima pesan yang disampaikan, ada yang menerimanya sepenuhnya, menyaring sebagian, atau bahkan menolaknya. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap konten sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan pemahaman masing-masing. Temuan ini menunjukkan pentingnya cara penyampaian informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan sudut pandang audiens di media sosial
REPRESENTASI MAKNA SINGLE FATHER DALAM FILMMIRACLE IN CELL. NO 7 Hernita Hernita; Nyoman Suardhita; Namira Fitria
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film "Miracle in Cell No. 7" menyajikan representasi mendalam tentang seorang ayah tunggal yang berjuang untuk melindungi dan membesarkan putrinya di tengah berbagai tantangan hidup yang berat. Karakter Dodo, yang diperankan dengan penuh emosi, menggambarkan kasih sayang dan pengorbanan yang tulus, menciptakan ikatan yang kuat dengan anaknya. Meskipun terjebak dalam situasi yang tidak adil dan menghadapi berbagai rintangan, Dodo menunjukkan ketahanan yang luar biasa, berusaha memberikan yang terbaik bagi putrinya. Film ini tidak hanya menyampaikan kisah emosional, tetapi juga mengangkat pesan moral yang kuat tentang cinta seorang ayah yang tidak mengenal batas. Melalui perjalanan Dodo, penonton diajak untuk merenungkan peran penting seorang ayah tunggal dalam keluarga dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Dengan pendekatan analisis semiotika, film ini juga mencerminkan pandangan masyarakat terhadap peran ayah tunggal, serta bagaimana mereka dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi anak-anak mereka. Secara keseluruhan, "Miracle in Cell No. 7" menjadi sebuah refleksi yang menggugah tentang makna dan nilai dari seorang ayah tunggal dalam konteks sosial yang lebih luas
PENGARUH LIVE STREAMING YOUTUBE @YBRAP TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL PEMUDA LITHANG BAKTI PONDOK CABE Juan Stiven Tasidjawa; Nyoman Suardhita; Namira Fitria
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh live streaming youtube @ybrap terhadap perubahan perilaku social pemuda lithang bakti pondok cabe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana analisis datanya diproses menggunakan statistika dengan dibantu aplikasi pengolahan data yaitu SPSS 25. Populasi yang diambil dari penelitian ini merupakan pemuda yang berada pada umur 13 – 28 tahun yang berjumlah 50 pemuda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode kuesioner atau angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh Live Streaming YouTube @ybrap dari 50 responden yang berada dalam kategori jarang menonton yaitu 8 pemuda atau 16%, adapun dengan golongan kadang-kadang menonton live streaming youtube @ybrap yaitu 31 pemuda atau 62% dan dalam golongan sering menonton live streaming youtube @ybrap 11 pemuda atau 22%. Bahkan analisis perilaku sosial menunjukan perilaku sosial yang berada dalam kategori baik 11 pemuda atau 22%, 33 pemuda atau 66% menunjukkan perilaku sosial yang sedang, dan 6 pemuda atau 12% menunjukkan perilaku sosial yang kurang baik. Pengaruh Live Streaming YouTube @ybrap terhadap perilaku sosial pada penelitian ini menunjukan bahwa live streaming youtube @ybrap yang tinggi dapat mempengaruhi perubahan perilaku sosial siswa. Hal ini dilihat dari persamaan regresi linier sederhana yang menunjukan: Y = 85.081 + (-0.290). X. Adapun besar pengaruh live streaming youtube @ybrap terhadap perilaku sosial sebesar 24,6%. Uji hipotesis juga menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap live streaming youtube @ybrap terhadap perilaku sosial pemuda Lithang Bakti Pondok Cabe
Strategi Komunikasi Organisasi Lingkungan Kerja Gtrust Consultancy untuk Meningkatkan Solidaritas Tim Yonahar, Kamilah; Suardhita, Nyoman; Fitria , Namira
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3211

Abstract

Gtrust Consultancy adalah perusahaan konsultan yang fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia dengan metode solusi terhadap tantangan di lingkungan kerja dan memfasilitasi proses pembelajaran bagi perusahaan yang mencari perbaikan dengan memperkenalkan pendekatan yang mengutamakan keterlibatan (dipandu oleh prinsip Fasilitasi, Kesadaran, dan Kesenangan) fokus yang kuat pada empati. Sebuah perusahaan konsultan di bidang pengembangan SDM dan organisasi, memiliki tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan solidaritas tim di tengah potensi hambatan komunikasi seperti miskomunikasi dan kurangnya kejelasan pesan yang berisiko akan menurunkan kinerja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi internal yang diimplementasikan Gtrust serta mengidentifikasi bagaimana komunikasi dapat meningkatkan solidaritas antar anggota. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan triangulasi data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan analisis yang digunakan adalah induktif dan bersifat sirkular-interaktif, dengan teori Komunikasi Organisasi sejalan dengan Model Komunikasi Osgood dan Schramm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi di Gtrust Consultancy berjalan secara dua arah, setiap anggota tim aktif sebagai pengirim dan penerima pesan. Proses komunikasi berlangsung terbuka, jujur dan penuh empati didukung pimpinan memfasilitasi dengan berbagai saluran komunikasi. Umpan balik konstruktif, menghasilkan komunikasi yang kolaboratif serta penekanan pada nilai-nilai organisasi memperkuat solidaritas tim. Iklim kerja yang positif menjadi kunci utama dalam membangun solidaritas dan kolaborasi di Gtrust Consultancy. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi organisasi serupa.
The Effect of Photographic Image Media on Students’ Poetry Writing Skills Mulkan Andika Situmorang; Dedi Satriawan; Namira Fitria; Ria Wuri Andary; Khairullah
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.4435

Abstract

This study investigates the effect of photographic image media on students’ poetry writing skills, aiming to determine whether visual-based learning can enhance creativity and writing performance. The research was conducted with 57 Grade VII students during the 2023/2024 academic year using a quasi-experimental design and a simple random sampling technique. The participants were divided into two groups: 30 students in the experimental class, who learned poetry writing through photographic image media, and 27 students in the control class, who received conventional instruction. Data were collected through pretests and posttests to measure students’ poetry writing skills. The results revealed that the experimental class achieved a higher average posttest score (73.17) compared to the control class (51.85). The improvement in the experimental group (57.35%) was considerably greater than in the control group (29.01%). Statistical analysis using a paired sample t-test indicated a significance value of 0.001, which is lower than the standard alpha level of 0.05. Therefore, the null hypothesis (H₀) was rejected, confirming that the use of photographic image media had a significant positive effect on students’ poetry writing skills. The findings suggest that photographic image media can be a powerful instructional tool for teaching poetry writing. By stimulating imagination and visual thinking, this medium helps students express emotions, select appropriate diction, and develop creative ideas more effectively. The study contributes to the field of language education by demonstrating the practical value of integrating visual learning aids to improve students’ engagement and achievement in poetry writing.
REPRESENTATION OF FEMININE MEANING IN THE FILM WHEN LOVE IS TESTIMONIAL 1 (Semiotic Analysis by Charles Sander Pierce) Namira Fitria; Parlin Harbet
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a research that analyzes feminine values ​​in the religious cinema film When Love Tasbih 1. The formulation of the problem in this research is what are the signs and meanings that represent the values ​​of feminine meaning in the cinema film When Love Tasbih 1. This research uses data analysis, namely the meaning of symbols as a semiotic study. The method used is a qualitative descriptive method that shows the results of the research that emphasizes meaning more than generalization. The data in this study presents verbal texts and nonverbal texts. Verbal texts are in the form of writing and speaking, while nonverbal texts are in the form of images or settings contained in the film. As for the data collection technique, the researcher uses a note-taking technique in the form of (1) watching the film, (2) noting the things needed, (3) collecting (screen capture), (4) selecting, and (5) analyzing to obtain conclusions. The researcher uses Charles Sanders Pierce's semiotic study by focusing on the meaning of symbols as the data obtained. Furthermore, the data is analyzed to obtain the cultural values ​​contained in the film. Researchers found four images and narratives containing symbolic meanings related to feminine elements. Researchers discovered cultural values ​​in the form of the use of feminine words and symbols.
The Feminine Self-Concept of Muscular Women on the Social Media Platform Instagram Fitria, Namira; Subhan, Arief; Jamalullail, Jamalullail
SIGn Journal of Social Science Vol 6 No 2: Desember 2025 - Mei 2026
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v6i2.661

Abstract

Historically, the female body has been the object of patriarchal beauty standards that glorify thinness. This research aims to examine how muscular women negotiate and construct their self-concepts through symbolic interactionism on Instagram. This study employs a qualitative, interpretive approach. Primary data collection was conducted through participant observation and the analysis of social media content from six active members of the Celebrity Fitness center in Jakarta. All data were comprehensively analyzed using thematic analysis techniques. The results indicate that muscular women initiated their identity negotiation in the physical space by rejecting conventional beauty standards. This physical capital, integrating masculine strength and feminine softness, was strategically represented in the virtual space. They produced significant symbols through stages of visual curation and verbal discourse to dismantle stereotypes of female physical weakness. This digital representation culminated in a psychological alignment process. The reception of quantitative appreciation through like buttons and qualitative appreciation in comment sections acted as external validation instruments. This social network support triggered an increase in self-esteem and facilitated their achieving an optimal state of psychological congruence. The real self, which had densified, completely aligned with the ideal self projected on the virtual display. This study concludes that digital validation acts as the ultimate instrument perfecting the autonomy and existence of muscular women. Practically, the broader society is urged to cultivate a more inclusive space of tolerance to celebrate the diversity of women’s physical expressions without the shackles of obsolete gender constructs.
Representasi Unsur Jawa dalam Film Ketika Cinta Bertasbih 1 (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Ido Afriadi; Namira Fitria; Parlin Harbet; Sanika Sembiring
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i2.1834

Abstract

This study examines Javanese cultural values found in the religious theatrical film Ketika Cinta Bertasbih 1. The research question addressed is what signs and meanings represent Javanese cultural values in the film. The approach used is semiotic analysis, focusing on symbolic meaning as the object of study. The research method applied is descriptive qualitative, which prioritizes depth of meaning over generalization of results. The data in this study consist of verbal and non-verbal texts. Verbal texts include spoken and written language, while non-verbal texts take the form of images and setting backgrounds contained in the film. Data were collected through an observation and note-taking technique, comprising: (1) watching the film, (2) recording relevant information, (3) collecting data through screenshots, (4) sorting the data, and (5) analyzing the data to draw conclusions. This study employs the semiotic framework of Charles Sanders Peirce, focusing on symbolic meaning as the unit of analysis. The findings reveal 4 images and narratives carrying symbolic meanings related to Javanese cultural elements, particularly through the use of Javanese vocabulary and settings located in Central Java.