Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Niken Adkah Karinda; Frani Mariana; Siti Noor Hasanah; Meldawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.542

Abstract

Latar Belakang: 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode kritis yang menentukan tumbuh kembang anak. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai 1000 HPK dapat menyebabkan masalah gizi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan stunting. WHO (2023) mencatat 22,3% anak balita di dunia mengalami stunting. Di Indonesia prevalensinya sebesar 24,4%, dan di Kota Banjarmasin tercatat 2,82% (Dinkes, 2023). Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman menunjukkan 90% ibu hamil belum mengetahui pentingnya 1000 HPK.. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pemberian Video Edukasi terhadap pengetahuan Ibu Hamil tentang kebutuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Quasi experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil pretest menunjukkan 73,3% responden di kedua kelompok memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan video edukasi, terjadi peningkatan pada kelompok intervensi, dengan 86,7% responden masuk kategori pengetahuan baik, sedangkan kelompok kontrol sebagian besar tetap pada kategori kurang (90,5%). Hasil uji menunjukkan nilai p-value = 0,00 > 0,05 yang artinya ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Simpulan: Ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Untuk hasil yang lebih optimal, keluarga dan pasangan sebaiknya turut dilibatkan dalam kegiatan edukatif guna mendukung penerapan pengetahuan oleh ibu hamil.
Hubungan Pengetahuan Dengan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar Hayatun Nufus; Frani Mariana; Putri Yuliantie; Susanti Suhartati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.544

Abstract

Berdasarkan data tahun 2024, target peserta kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar di adalah sebanyak 323 ibu hamil, namun yang berhadir hanya sebanyak 171 orang. Hal ini berarti hanya 52,9% saja ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dari target 100%. Berdasarkan hasil wawancara singkat yang telah dilakukan kepada 10 ibu hamil, 4 ibu hamil mengakui teratur mengikuti kelas ibu hamil dan 6 ibu hamil yang menjawab tidak teratur kelas ibu hamil, dengan alasan tidak tahu apa kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang tercatat telah melakukan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar sebanyak 44 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden dalam penelitian ini tidak teratur dalam mengikuti kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 25 orang (56,8%). Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang (45,5%) teratur. Sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang baik tentang kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 29 orang (65,9%) sedangkan sisanya sebanyak 15 orang (34,1%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Hasil uji chi square didapatkan nilai p sebesar 0,011 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil Zia_Novita; Frani Mariana; Desilestia Dwi Salmarini
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v11i1.961

Abstract

Stunting is a growth disorder in children characterized by impaired physical development due to prolonged inadequate nutritional intake. This condition is typically identified during the toddler period, but its causative factors often emerge as early as the pregnancy phase. The family's role in providing support to pregnant women is a crucial element in stunting prevention efforts. Strong family support can help pregnant women maintain healthy lifestyles and prioritize nutritional needs throughout pregnancy. This study was conducted to investigate the relationship between family support and pregnant women's behaviors in preventing stunting in the service area of Puskesmas Pembantu Jingah. This study employed a correlational analytic design using a cross-sectional approach. A total of 30 participants were selected through saturated sampling. Data were collected by distributing questionnaires to respondents, while data analysis involved processing and chi-square testing to examine relationships between the studied variables. The study findings indicated that the majority of participants (60%) fell into the low family support category, with only 13% in the good category. Similarly, stunting prevention behaviors among pregnant women were predominantly low (57%), with just 16% classified as good. Bivariate analysis confirmed a significant correlation between family support and stunting prevention efforts among pregnant women at Puskesmas Pembantu Jingah (p=0.001). Family support is closely linked to pregnant women's behaviors in preventing stunting. Family involvement and encouragement can motivate pregnant women to adopt healthier habits for early stunting prevention.
Dukungan Kesehatan Mental Ibu Hamil untuk Mewujudkan Kesejahteraan Fisik dan Mental Jangka Panjang Putri Yuliantie; Frani Mariana; Siti Hateriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26322

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan masa perubahan fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada ibu hamil, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Kurangnya pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan mental serta belum optimalnya dukungan keluarga dan kader kesehatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan ibu selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan mental, meningkatkan dukungan suami, serta memperkuat peran kader kesehatan dalam pendampingan kesehatan mental ibu hamil. Metode kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak puskesmas, skrining kesehatan mental menggunakan Self Rating Questionnaire (SRQ-20), pemberian kuesioner dukungan suami dan pengetahuan kader, edukasi kesehatan mental, serta pendampingan oleh kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar ibu hamil tidak berisiko mengalami gangguan mental emosional (78,9%), sebagian besar suami memiliki dukungan baik terhadap ibu hamil (68,4%), serta mayoritas kader memiliki pengetahuan dan sikap positif dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan keluarga serta kader kesehatan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental ibu hamil berbasis masyarakat. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kader Kesehatan, Kesehatan Mental, SRQ-20  ABSTRACT  Pregnancy is a time of physical and psychological changes that can increase the risk of mental health disorders in pregnant women, anxiety, stress, and depression. A lack of understanding of mental health among pregnant women and suboptimal support from family and health workers are among the factors that affect maternal well-being during pregnancy. This Community Service activity aims to increase knowledge of mental health among pregnant women, increase husband support, and strengthen the role of health workers in providing mental health assistance to pregnant women. The activity method is carried out through coordination with the community health center, mental health screening using the Self Rating Questionnaire, administering questionnaires on husband support and knowledge of health workers, mental health education, and support from health workers. The results of the activity showed that the majority of pregnant women were not at risk of experiencing emotional mental disorders (78.9%), most husbands had good support for pregnant women (68.4%), and the majority of health workers had knowledge and positive attitudes in supporting the mental health of pregnant women. This activity can increase the understanding and involvement of families and health workers in community-based promotive and preventive efforts for the mental health of pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Health Cadre, Mental Health, SRQ-20