Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INDOGENIUS

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Sebagai Solusi Non-Farmakologis Untuk Dismenore Pada Remaja Putri di Kabupaten Pangandaran Tri Izati, Nayla; Sukmawati, Ima; Ridla Fauzi, Aulia
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.483

Abstract

Pendahuluan dan Tujuan: Dismenore adalah kram menstruasi terjadi pertama kali pada usia 6-12 tahun setelah menarche. Dismenore dapat diatasi dengan cara farmakologi dan non-farmakologi. Farmakologi dengan pemberian obat analgetik, terapi hormonal, obat nonsteroid prostaglandin dan dilatasi kanalis servikalis. Sedangkan, non-farmakologi dapat dilakukan kompres hangat, pijat, akupuntur, dan akupresur. Latihan fisik, tidur yang cukup, hipnoterapi, distraksi seperti mendengarkan music serta relaksasi seperti yoga dan nafas dalam. SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan kekuatan doa.  Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan the one group pre test-post test design, pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner menggunakan skala nyeri numerik sebelum dan sesudah terapi SEFT dan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini melibatkan 33 responden yang mengalami dismenore. Data diambil melalui kuesioner. Hasil: Penurunan signifikan pada skala nyeri setelah terapi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menandakan bahwa SEFT efektif dalam mengurangi tingkat dismenore. Kesimpulan: SEFT dapat dianggap sebagai alternatif non-farmakologis dalam penanganan dismenore pada remaja putri.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Sebagai Solusi Non-Farmakologis Untuk Dismenore Pada Remaja Putri di Kabupaten Pangandaran Tri Izati, Nayla; Sukmawati, Ima; Ridla Fauzi, Aulia
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.483

Abstract

Pendahuluan dan Tujuan: Dismenore adalah kram menstruasi terjadi pertama kali pada usia 6-12 tahun setelah menarche. Dismenore dapat diatasi dengan cara farmakologi dan non-farmakologi. Farmakologi dengan pemberian obat analgetik, terapi hormonal, obat nonsteroid prostaglandin dan dilatasi kanalis servikalis. Sedangkan, non-farmakologi dapat dilakukan kompres hangat, pijat, akupuntur, dan akupresur. Latihan fisik, tidur yang cukup, hipnoterapi, distraksi seperti mendengarkan music serta relaksasi seperti yoga dan nafas dalam. SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan kekuatan doa.  Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan the one group pre test-post test design, pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner menggunakan skala nyeri numerik sebelum dan sesudah terapi SEFT dan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini melibatkan 33 responden yang mengalami dismenore. Data diambil melalui kuesioner. Hasil: Penurunan signifikan pada skala nyeri setelah terapi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menandakan bahwa SEFT efektif dalam mengurangi tingkat dismenore. Kesimpulan: SEFT dapat dianggap sebagai alternatif non-farmakologis dalam penanganan dismenore pada remaja putri.
Overview of Pregnant Women's Knowledge of Antepartum Care at the Taraju Community Health Center in Tasikmalaya Rosita, Siti; Fauzi, Aulia Ridla; Sukmawati, Ima; Asmarani, Sri Utami; Solihah, Rosidah; Srinayanti, Yanti; Dewi, Sri Wulan Ratna; Nurherliyany, Metty; Purwati, Ayu Endang; Sandriani, Sandriani
INDOGENIUS Vol 4 No 3 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i3.1016

Abstract

Background: Pregnancy begins with the meeting of the ovum and sperm cells will last around 9 months from the first day of the last menstruation, one of the important treatmens during pregnancy is a pregnancy check-up, which is a service provided by nurses to women during pregnancy, which monitors their physical dan psychological health, fetal growth, and preparation for childbrith. Apart from that, good knowledge about personal and fetal health care during pregnancy can improved the health of pregnant women. This research aims to assess the level of knowledge of pregnant women about antenatal care at the Taraju Tasikmalaya Community Health Center. Methods: this research method used was descriptive quantitative, with 30 respondents selected by accidental sampling, with data accumulation carried out using a questionnaire. Results: the result of the study showed that the majority of pragnant women at the Taraju Tasikmalaya Community Health Center had good knowledge about antenatal care at 66.7% (20 respondents), sufficiendt knowledge at 30% (9 respondents) or less at 3.3% (1 respondets). Conclusion: the majority of pregnant women’s knowledgeable about antenatal care at the Taraju Tasikmalaya Health Center for the period May to June 2024 mostly good.