Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Agustini, Maria; Muhajir, Muhajir; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Sulistiawati, Ani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4357

Abstract

Kelurahan Kenjeran, yang terletak di pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan pusat produk pesisir, seperti ikan asap dan kerajinan kerang. Sentra ikan asap di daerah ini terkenal sebagai produsen ikan asap terbesar di Jawa Timur.   Permasalahan ikan asap yang dihadapi oleh mitra yaitu pengemasan produk ikan asap yang tidak baik sehingga berpengaruh terhadap umur simpan ikan asap. Selain itu permasalahan lainnya adalah ketersediaan bahan baku yang tidak menentu pada saat musim paceklik ikan. Pengolahan modern memerlukan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh perikanan skala kecil, yaitu pasokan bahan baku yang bermutu tinggi dalam jenis dan ukuran yang seragam, dalam jumlah yang cukup banyak sesuai dengan kapasitas industri. Kegiatan “Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya” bertujuan membantu kelompok usaha kecil di Kenjeran menghasilkan ikan asap berkualitas dengan umur simpan lebih lama, serta mengatasi ketidakpastian ketersediaan bahan baku saat musim paceklik ikan. Program Kemitraan Masyarakat ini mencakup survei, penyuluhan, dan pelatihan bagi para pelaku usaha ikan asap. Pelatihan ini penting untuk memperkuat usaha kecil tersebut agar produk mereka tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga dapat dijual di minimarket, supermarket, bahkan diekspor. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan yang baik bagi para pelaku usaha.
Analysis of Consumer Satisfaction with the Quality of Smoked Fish Products at the Kenjeran Smoked Fish Center, Surabaya City Gilang Rusrita Aida; Putra, Angga Pratama; Ningtyas, Rosidah Wahyu; Budiyanto, Didik; Maria Erlinda Sarida; Agun, Filemon Cabrin
Grouper Vol. 15 No. 1 (2024): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v15i1.222

Abstract

Kenjeran is one of the coastal villages in the city of Surabaya. It is one of the coastal tourist attractions in Surabaya, famous as a center for smoked fish. The processing and marketing of smoked fish at the Kenjeran Smoked Fish Center still cannot be said to be hygienic and the sanitation aspect is still not taken into account, so it is necessary to analyze the level of consumer satisfaction as input for improving the quality of smoked fish in Kenjeran to increase the sales turnover of smoked fish. The methods used to analyze consumer satisfaction include the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA). Data was taken through a questionnaire to respondents who were determined using purposive sampling. The research results show that the level of consumer satisfaction based on the CSI value is already satisfactory. Then, based on the IPA Performance Analysis Index, no attribute is the main priority for improving the performance of smoked fish products. This is because the attributes of price, freshness, hygiene, safety for consumption, and product durability have entered quadrant II and their performance must be maintained. Meanwhile, the attributes of savory taste, attractive aroma, sameness, wholeness, water content, and organic processing fall into quadrant III, which means that these attributes are considered less important by consumers and the level of performance is still not in line with what consumers expect.
Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap, Perikanan Tangkap Laut Dan Perikanan Budidaya Di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur Putra, Angga Pratama; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.3

Abstract

This study was conducted to identify the most important fisheries commodities in Trenggalek Regency and to provide data to related parties and investors interested in this sector. Trenggalek Regency is included in the category of districts that have a strategic location. Data analysis uses Location Quotient by utilizing data on the value of capture fisheries, sea capture fisheries, and aquaculture fisheries available from BPS Trenggalek Regency in 2023. The results of the analysis explain that the superior commodities for capturing fisheries at sea in Trenggalek Regency are in Panggul, Munjungan, and Watulimo. Meanwhile, the leading capture fishery commodities in Trenggalek Regency for inland public water fisheries are in Panggul, Munjungan, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Pogalan, Trenggalek, Tugu, and Bendungan subdistricts. The leading marine fisheries commodities in Trenggalek Regency include Cakalang Fish in Watulimo District, Tuna Fish in Munjungan and Watulimo Districts, Tuna Fish in Watulimo District, and Lobster in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. Meanwhile, superior aquaculture commodities include marine Floating nets in Watulimo District and semi-intensive ponds in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. There are 9 sub-districts that need to be included in the 2021–2026 Trenggalek Regency RPJMD for land and freshwater fish cultivation areas, namely Munjungan, Watulimo, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Pogalan, Trenggalek, and Tugu sub-districts. Meanwhile, the capture fisheries and coastal aquaculture areas between the RPJMD and the research results are the same, namely that there are 3 sub-districts that have superior commodities, namely Panggul, Munjungan, and Watulimo sub-districts.
Analisis Margin Pemasaran Ikan Bandeng (Chanos Chanos) di Tempat Pelelangan Ikan Sedati Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Nahi, Dionisius Agung; Ningtyas, Rosidah Wahyu; Putra, Angga Pratama
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2558

Abstract

Perairan yang sangat potensial, menumbuhkan berbagai jenis kegiatan. Di antaranya adalah kegiatan perikanan, transportasi, dan lain-lain. Masing-masing kegiatan tersebut memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan produksi perikanan guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di TPI Sedati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui margin pemasaran ikan di tempat pelelangan ikan Sedati dan Bagaimana margin pemasaran ikan di tempat pelelangan ikan di Sedati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan teknik Snowball Sampling. Data yang digunakan Data Primer dan Data Sekunder. Dalam penelitian ini saluran pemasaran yang digunakan adalah bentuk saluran pemasaran tingakat satu (One Level Channel) disebut saluran tingkat satu karena hanya satu lembaga perantara, yang dimana lembaga perantara untuk barang konsumen pada umumnya melalui pengecer dan dari pengecer menuju tangan konsumen akhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua saluran yaitu: Saluran pemasaran Langsung: Produsen menjual ikan langsung kepada konsumen. Saluran Tidak Langsung: Melibatkan perantara seperti pedagang grosir atau pengecer. Dalam saluran ini, ikan yang dijual akan melalui beberapa tangan sebelum sampai ke konsumen. Saluran pemasaran ikan Bandeng di TPI Sedati yang melibatkan Produsen, Pengecer, dan Konsumen menunjukkan efisien dalam mendistribusikan ikan dari sumber ke pasar. Saluran ini membantu menjaga kesegaran ikan dan memudahkan kontrol kualitas dari produsen ke konsumen dan lebih memudahkan proses distribusi. Sedangkan Margin pemasaran ikan bandeng di tempat pelelangan ikan Sedati Kabupaten Sidoarjo memiliki Margin yang terdiri dari: Produsen mendapatkan margin keuntungan sebesar Rp.3.000/kg. Sedangkan Pengecer mendapat margin keuntungan sebesar Rp.2.500/kg dari konsumen akhir.
The Risk Identification On 3" GL BO3-52520 Process Pipelines Using a Risk-Based Inspection Method Putra, Angga Pratama; Soedarsono, Johny Wahyuadi; Pangesty, Azizah Intan; Yusran asfar, Muhammad Ibkar; Aprizal, Aprizal; Ramadhan, Romal
Teknomekanik Vol. 5 No. 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.874 KB) | DOI: 10.24036/teknomekanik.v5i1.12772

Abstract

The oil and gas industry can contribute significantly to sustainable development by mitigating negative environmental impacts, such as equipment failure. Numerous pipeline failures have occurred due to the dramatic expansion of the oil and gas product distribution pipeline network, which is a significant factor in the offshore gas pipeline network's failure. In general, compared to other equipment types in the industry, planning inspections presents more challenges. Due to a lack of jurisdictional requirements regarding inspection intervals and piping methods. This research aims to ensure the reliability by conducting a risk assessment of the likelihood and consequences of equipment failure, mitigating the impact of that risk, and developing a more optimal inspection plan. This study is focused on API Class 5L Pipe 3" GL BO3-52520. The Routine Inspection Technique (RBI) was implemented in 2016 following the API 581 standard. This semi-quantitative approach is built based on operational data and validated inspection results. According to the risk assessment, the pipeline will have a Medium risk level, with metal losses occurring in each segment. Four years after the risk-based inspection assessment, the recommended inspection plan for gas pipelines is four years.