Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap, Perikanan Tangkap Laut Dan Perikanan Budidaya Di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur Putra, Angga Pratama; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.3

Abstract

This study was conducted to identify the most important fisheries commodities in Trenggalek Regency and to provide data to related parties and investors interested in this sector. Trenggalek Regency is included in the category of districts that have a strategic location. Data analysis uses Location Quotient by utilizing data on the value of capture fisheries, sea capture fisheries, and aquaculture fisheries available from BPS Trenggalek Regency in 2023. The results of the analysis explain that the superior commodities for capturing fisheries at sea in Trenggalek Regency are in Panggul, Munjungan, and Watulimo. Meanwhile, the leading capture fishery commodities in Trenggalek Regency for inland public water fisheries are in Panggul, Munjungan, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Pogalan, Trenggalek, Tugu, and Bendungan subdistricts. The leading marine fisheries commodities in Trenggalek Regency include Cakalang Fish in Watulimo District, Tuna Fish in Munjungan and Watulimo Districts, Tuna Fish in Watulimo District, and Lobster in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. Meanwhile, superior aquaculture commodities include marine Floating nets in Watulimo District and semi-intensive ponds in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. There are 9 sub-districts that need to be included in the 2021–2026 Trenggalek Regency RPJMD for land and freshwater fish cultivation areas, namely Munjungan, Watulimo, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Pogalan, Trenggalek, and Tugu sub-districts. Meanwhile, the capture fisheries and coastal aquaculture areas between the RPJMD and the research results are the same, namely that there are 3 sub-districts that have superior commodities, namely Panggul, Munjungan, and Watulimo sub-districts.
Analisis Margin Pemasaran Ikan Bandeng (Chanos Chanos) di Tempat Pelelangan Ikan Sedati Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Nahi, Dionisius Agung; Ningtyas, Rosidah Wahyu; Putra, Angga Pratama
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2558

Abstract

Perairan yang sangat potensial, menumbuhkan berbagai jenis kegiatan. Di antaranya adalah kegiatan perikanan, transportasi, dan lain-lain. Masing-masing kegiatan tersebut memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan produksi perikanan guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di TPI Sedati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui margin pemasaran ikan di tempat pelelangan ikan Sedati dan Bagaimana margin pemasaran ikan di tempat pelelangan ikan di Sedati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan teknik Snowball Sampling. Data yang digunakan Data Primer dan Data Sekunder. Dalam penelitian ini saluran pemasaran yang digunakan adalah bentuk saluran pemasaran tingakat satu (One Level Channel) disebut saluran tingkat satu karena hanya satu lembaga perantara, yang dimana lembaga perantara untuk barang konsumen pada umumnya melalui pengecer dan dari pengecer menuju tangan konsumen akhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua saluran yaitu: Saluran pemasaran Langsung: Produsen menjual ikan langsung kepada konsumen. Saluran Tidak Langsung: Melibatkan perantara seperti pedagang grosir atau pengecer. Dalam saluran ini, ikan yang dijual akan melalui beberapa tangan sebelum sampai ke konsumen. Saluran pemasaran ikan Bandeng di TPI Sedati yang melibatkan Produsen, Pengecer, dan Konsumen menunjukkan efisien dalam mendistribusikan ikan dari sumber ke pasar. Saluran ini membantu menjaga kesegaran ikan dan memudahkan kontrol kualitas dari produsen ke konsumen dan lebih memudahkan proses distribusi. Sedangkan Margin pemasaran ikan bandeng di tempat pelelangan ikan Sedati Kabupaten Sidoarjo memiliki Margin yang terdiri dari: Produsen mendapatkan margin keuntungan sebesar Rp.3.000/kg. Sedangkan Pengecer mendapat margin keuntungan sebesar Rp.2.500/kg dari konsumen akhir.
The Risk Identification On 3" GL BO3-52520 Process Pipelines Using a Risk-Based Inspection Method Putra, Angga Pratama; Soedarsono, Johny Wahyuadi; Pangesty, Azizah Intan; Yusran asfar, Muhammad Ibkar; Aprizal, Aprizal; Ramadhan, Romal
Teknomekanik Vol. 5 No. 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.874 KB) | DOI: 10.24036/teknomekanik.v5i1.12772

Abstract

The oil and gas industry can contribute significantly to sustainable development by mitigating negative environmental impacts, such as equipment failure. Numerous pipeline failures have occurred due to the dramatic expansion of the oil and gas product distribution pipeline network, which is a significant factor in the offshore gas pipeline network's failure. In general, compared to other equipment types in the industry, planning inspections presents more challenges. Due to a lack of jurisdictional requirements regarding inspection intervals and piping methods. This research aims to ensure the reliability by conducting a risk assessment of the likelihood and consequences of equipment failure, mitigating the impact of that risk, and developing a more optimal inspection plan. This study is focused on API Class 5L Pipe 3" GL BO3-52520. The Routine Inspection Technique (RBI) was implemented in 2016 following the API 581 standard. This semi-quantitative approach is built based on operational data and validated inspection results. According to the risk assessment, the pipeline will have a Medium risk level, with metal losses occurring in each segment. Four years after the risk-based inspection assessment, the recommended inspection plan for gas pipelines is four years.
Peningkatan Kelayakan Usaha Produksi Petis Udang Skala Rumah Tangga Melalui Pendampingan Manajemen Bisnis di UD. Murni Sidoarjo Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Kurdiawan, Mamang; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Sulistiawati, Ani; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Muhajir, Muhajir; Agustini, Maria; Yusrudin, Yusrudin; Sumaryam, Sumaryam; Kartikasari, Dwirini; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8049

Abstract

UD Murni merupakan industri rumah tangga pengolah petis udang yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dan telah beroperasi selama lebih dari lima dekade. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, usaha ini masih menghadapi kendala dalam manajemen biaya, pencatatan keuangan, efisiensi produksi, dan penetapan harga berbasis analisis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan usaha melalui pendampingan manajemen bisnis, meliputi identifikasi biaya tetap dan biaya variabel, perhitungan penerimaan dan keuntungan, serta analisis kelayakan menggunakan R/C ratio. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pelatihan pencatatan keuangan sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa usaha produksi petis udang di UD Murni layak secara finansial dengan nilai R/C ratio sebesar 3,34, pendapatan bulanan mencapai Rp 382.200.000, dan keuntungan bersih sebesar Rp 268.059.835. Pendampingan juga meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap manajemen biaya, efisiensi proses produksi, dan penetapan harga yang lebih rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas manajerial UMKM serta mendukung keberlanjutan usaha pengolahan hasil perikanan di tingkat rumah tangga.