Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI PERKEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA DENGAN PENDEKATAN BMC Arisandi, Dani; Arisandi DN, Dani; Apriani, Anita; Kumala Sari, Wahyu; Enumbi, Daud
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.15-26

Abstract

Distrik Muara Tami Perbatasan RI-PNG merupakan wilayah yang berada di kota Jayapura provinsi Papua. Komoditi unggulan wilayah ini adalah kelapa, studi lebih lanjut terkait perkembangan agribisnis dan turunan dari buah kelapa perlu dilakukan agar dapat dipetakan pengembangan industri yang tepat terkait komoditi ini kedepannya. Tujuan riset ini adalah untuk menggali pengembangan industri agribisnis kelapa dengan menggunakan bagan sub sistem agribisnis dari hulu sampai hilir dan disajikan dengan pendekatan BMC. Hasil penelitian menghasilkan daftar produk ikutan pohon kelapa potensial untuk dikembangkan kedepannya terutama daftar produk turunan dari buah kelapa yang terdiri dari aneka olahan daging buah, air buah, sabut, serta tempurung batok, kelapa. Saran kedepan adalah pengembangan sektor agribisnis kelapa dengan upaya diversifikasi pemanfaatan kelapa dengan pengembangan industri turunan kelapa dengan program dan kegiatan pengembangan agroindustri kelapa terpadu. Penelitian selanjutnya diharapkan lebih ditujukan untuk mengamati strategi pengembangan agribisnis kelapa pada bagian pohon kelapa yang paling potensial baik secara manfaat maupun nilai ekonomisnya.
Pelatihan Budidaya Hidroponik Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan Kumala Sari, Wahyu; Sinaga, Ego Srivajawaty; Arisandi DN, Dani
Cenderabakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Periode April
Publisher : Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55264/cdb.v2i2.31

Abstract

Biopores come from the word "bio," meaning life, and "pori," meaning pores. Based on the process of their creation, biopores are divided into two types: natural and artificial. Natural biopores are small holes in the soil created by the activities of organisms living in the soil, such as worms, termites, or the movement of plant roots within the ground. Artificial biopores, also known as biopore infiltration holes, are cylindrical holes made vertically into the ground with a diameter of 10-30 cm and a depth of about 100 cm or not exceeding the groundwater level. These holes are then filled with organic waste, which serves to activate soil microorganisms. The objectives of this activity are: to raise awareness within the target community about managing organic waste, to build awareness about the dangers of flooding, to foster a commitment to flood prevention, and to introduce biopore technology as a method of flood prevention. The outcomes of this activity include the target group understanding the relationship between the environment, particularly the connection between waste, floods, and biopores, and agreeing to start managing waste, especially organic waste.
Analisis Kuantitatif Anomali Self-Potential: Metode Levenberg-Marquardt dan Optimasi Global Very Fast Simulated-Annealing pada Terapan Mata Kuliah Metode Numerik Lanjut Hamzah, Hardi; Kumalasari, Wahyu
SAINTIFIK Vol 11 No 1 (2025): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v11i1.545

Abstract

Metode self-potential (SP) merupakan metode pengukuran pasif dalam survei geofisika. Metode SP digunakan untuk mengetahui struktur fisis bawah permukaan. Metode ini banyak digunakan karena sangat mudah dilakukan di lapangan. Akan tetapi, metode SP masih memiliki tantangan dalam interpretasi data lapangan. Metode inversi Levenberg-Marquardt (LM) dan inversi optimasi global very fast simulated-annealing (VFSA) dipilih dalam interpretasi data SP. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi parameter fisis SP yang meliputi bentuk objek, kedalaman, sudut polarisasi, dan momen dipol. Kedua metode inversi di atas diuji dengan menggunakan data sintetik (teoritik) terlebih dahulu sehingga diperoleh parameter model dari hasil inversi data sintetik tersebut. Data lapangan yang diperoleh dari pengukuran SP benda berbentuk silinder yang dikubur di dalam tanah pada kedalaman tertentu digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hasil dari kedua metodeinversi di atas dibandingkan nilai standar error, robust, dan itersinya.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KELAPA (STUDI PADA DISTRIK MUARA TAMI PERBATASAN RI-PNG) Arisandi DN, Dani; Apriani, Anita; Sari, Wahyu Kumala; Weya, Tekison
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58999

Abstract

AbstrakKelapa merupakan komoditas unggulan di Distrik Muara Tami, yang terletak di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Dengan kelimpahan kelapa di wilayah ini, penting untuk mengembangkan strategi agribisnis kelapa dan produk turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agribisnis kelapa melalui analisis SWOT terhadap sistem agribisnis dari hulu hingga hilir. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan internal yang baik pada setiap subsistem agribisnis, meskipun terdapat kelemahan pada subsistem pemasaran dan penunjang. Skor IFAS subsistem adalah: Produksi: 3,40, Pengolahan: 3,80, Pemasaran: 2,90, Penunjang: 2,75, dengan rata-rata IFAS 3,21. Peluang eksternal juga besar, dengan dukungan pemerintah, permintaan global yang meningkat, dan potensi kerjasama internasional. Skor EFAS subsistem adalah: Produksi: 3,45, Pengolahan: 3,85, Pemasaran: 3,20, Penunjang: 3,10, dengan rata-rata EFAS 3,40. Berdasarkan skor IFAS 3,21 dan EFAS 3,40 yang berada pada Kuadran I, strategi yang disarankan adalah strategi pertumbuhan agresif, yang mencakup: 1) Memperluas kapasitas produksi, 2) Mengoptimalkan infrastruktur pengolahan dan distribusi, 3) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan 4) Memanfaatkan peluang ekspor.Kata kunci: Agribisnis kelapa, perbatasan RI-PNG, subsistem agribisnis, strategi pengembangan, SWOT.AbstractCoconut is a flagship commodity in the Muara Tami District, located at the Indonesia-Papua New Guinea border. Due to the abundance of coconuts in this region, it is crucial to develop strategies for coconut agribusiness and its derivative products. This study aims to analyze the development strategies for coconut agribusiness using a SWOT analysis of the agribusiness system from upstream to downstream. The results show that the internal strengths of each agribusiness subsystem are relatively strong, although there are weaknesses in the marketing and supporting subsystems. The IFAS scores for each subsystem are as follows: Production: 3.40, Processing: 3.80, Marketing: 2.90, Supporting: 2.75, with an average IFAS of 3.21. External opportunities are also significant, with government support, increasing global demand, and the potential for international collaboration. The EFAS scores for each subsystem are: Production: 3.45, Processing: 3.85, Marketing: 3.20, Supporting: 3.10, with an average EFAS of 3.40. Based on the IFAS score of 3.21 and EFAS score of 3.40, which falls in Quadrant I, the recommended strategy is an aggressive growth strategy, including: 1) Expanding production capacity, 2) Optimizing processing and distribution infrastructure, 3) Enhancing workforce skills, and 4) Capitalizing on export opportunities.Keywords: Coconut agribusiness, RI-PNG border, agribusiness subsystem, development strategy, SWOT.
Pemanfaatan air laut sebagai sumber energi listrik solusi permasalahan tingginya biaya operasional dan tangkapan ikan nelayan pulau kosong, Jayapura Hamzah, Hardi; Arsandi DN, Dani; Kumalasari, Wahyu; Simamora, May Tree; Silalahi, Rivaldo Titto Ulrich
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27080

Abstract

Abstrak Kegiatan bertujuan untuk mengembangkan lampu berbasis air laut sebagai sumber energi alternatif untuk nelayan di Pulau Kosong, Jayapura. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional nelayan, yang saat ini masih bergantung pada sumber energi konvensional. Lampu air laut memanfaatkan air laut yang melimpah di sekitar pulau sebagai bahan baku, sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Program ini juga mencakup pelatihan dan pendampingan bagi nelayan untuk memastikan adopsi teknologi yang efektif. Melalui evaluasi, lampu ini terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan penerangan yang andal dan berkelanjutan. Kata kunci: lampu air laut; energi terbarukan;  nelayan pulau kosong; pengurangan biaya operasional; teknologi ramah lingkungan AbstractThis program aims to develop saltwater-based lamps as an alternative energy source for fishermen in Pulau Kosong, Jayapura. The implementation of this technology is expected to reduce operational costs for fishermen, who currently rely on conventional energy sources. The saltwater lamps utilize the abundant seawater around the island as raw material, making them more economical and environmentally friendly compared to fossil fuels. The program also includes training and support for fishermen to ensure effective adoption of the technology. Through evaluation, these lamps have proven to enhance the fishermen's quality of life by providing reliable and sustainable lighting. Keywords: saltwater lamp; renewable energy; pulau kosong fishermen; operational cost reduction; environmentally friendly technology
Pemanfaatan Sensor Berbasis Mikrokontroler untuk Menguji Kualitas Air Dalam Implementasi Merdeka Belajar di SMAS Muhammadiyah Kota Jayapura Wahyu Kumala Sari; Rahman, Rahman; Hardi Hamzah; Yunita Wulandari; Udin Ramazakir; Ratnawati, Ratnawati; Ririn Hariyani; Adrianto Minti; Umi Nurjanah; Rosalia Indarti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.7704

Abstract

Kota Jayapura sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami permasalahan air. Penggunaan sensor berbasis mikrokontroler dapat digunakan untuk menguji kualitas fisik air. Kurikulum merdeka belajar memberi ruang kepada siswa untuk melakukan praktik dalam wadah proyek. Ada banyak tema proyek dalam kurikulum Merdeka belajar sebagai penguat profil pelajar pancasila, salah satunya adalah berteknologi dan berekayasa untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian yang sekaligus menjadi implementasi kurikulum Merdeka dengan tema tersebut. Kolaborasi tersebut terwujud dalam kegiatan dengan topik memanfaatkan sensor berbasis mikrokontroler untuk menguji kualitas air dalam implementasi merdeka belajar di SMAS Muhammadiyah Kota Jayapura. Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, kekeruhan. Kegiatan dilakukan dikelas XI dengan 4 rombel. Tahapan kegiatan proyek meliputi tahap eksplorasi, tahap ideasi, tahap aksi, dan tahap presentasi hasil. Pada tahap eksplorasi, tahap ideasi, dan tahap presentasi hasil kelas dipegang penuh oleh guru sebagai fasilitator. Sedangkan pada tahap aksi, kelas diisi oleh tim pengabdi. Tahap aksi ini adalah tahap siswa mengenal dan menggunakan teknologi yaitu sensor berbasis mikrokontroler, dalam hal ini yang digunakan adalah arduino. Capaian dari kegiatan ini adalah terlaksana beberapa indikator kinerja utama perguruan tinggi, pemahaman dan penguasaan teknologi, kesadaran lingkungan, penguatan merdeka belajar, peningkatan kolaborasi. Setelah segiatan ini di harapkan ada keberlanjutan terkait materi pembelajaran ataupun kolaborasi selanjutnya.
Mini Konservasi Lingkungan Hidup dengan Biopori Hijau Dani Arisandi; Ismail Maswatu; Wahyu Kumala Sari; Yanuarius Itlay; Samuel Heluka
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.8003

Abstract

Konservasi lingkungan hidup menjadi agenda penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan biopori hijau. Artikel ini membahas implementasi mini konservasi menggunakan biopori hijau dan penanaman pohon di Rusunawa Universitas Muhammadiyah Papua, Holtekamp, Jayapura, tahun 2025, dengan fokus pada dampak lingkungan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan daya serap air tanah tetapi juga mengurangi risiko banjir dan mendukung keberlanjutan ekosistem lokal.
Minat Berwirausaha Mahasiswa Setelah Mengikuti Mata Kuliah Kewirausahaan Arisandi, Dani; Sari, Wahyu Kumala; sanjaya, achmad akbar
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 3, No 4 (2024): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v3i4.594

Abstract

Entrepreneurship can be done by all circles, including students. Cultivating an entrepreneurial spirit in students in higher education can be started by fostering the desire and interest in entrepreneurship in students. This study aims to see the entrepreneurial interest of students who have attended the Entrepreneurship course. This study design used a cross sectional study. The respondents in this study were students in several study programs at the University of Muhammadiyah Papua and Cenderawasih University. The sampling technique used was proportionate random sampling with a total of 63 people. The analysis method used is qualitative analysis. The results showed that as many as (87%) respondents stated that they had the desire to run a business in the future. These business interests are grouped based on the division of the most interested students, including businesses in the culinary field as much as (33%), livestock (22%), agriculture (16%), tourism (6%), trade (6%), property (4%), services (4%), fisheries (3%), agribusiness (3%), and digital business (1%). Further research is expected to be more aimed at further examining other aspects related to individual characteristics that are considered to shape student interest in entrepreneurship. Studies on factors that influence student entrepreneurial interest found in this study need to be studied more deeply, so that more comprehensive recommendations can be obtained for the development of entrepreneurship programs for students, especially in the business fields of interest.ABSTRAKBerwirausaha dapat dilakukan oleh semua kalangan termasuk pada mahasiswa. Menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa di perguruan tinggi dapat diawali dengan menumbuhkan keinginan dan Minat untuk berwirausaha pada diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat minat berwirausaha mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Kewirausahaan. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa pada beberapa program studi di Universitas Muhammadiyah Papua dan Universitas Cenderawasih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dengan jumlah 63 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (87%) responden menyatakan memiliki keinginan untuk menjalankan suatu usaha dikemudian hari. Minat usaha tersebut dikelompokkan berdasarkan pembagian dari yang paling banyak diminati mahasiswa meliputi usaha pada bidang Kuliner sebanyak (33%), bidang peternakan (22%), bidang pertanian (16%), bidang pariwisata sebanyak (6%), bidang perdagangan sebanyak (6%), bidang properti (4%), bidang jasa (4%), bidang perikanan sebanyak (3%), bidang agribisnis sebanyak (3%), dan pada usaha bisnis digital sebesar (1%). Penelitian selanjutnya diharapkan lebih ditujukan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai aspek-aspek lain yang terkait dengan karakteristik individu yang dianggap dapat membentuk minat mahasiswa berwirausaha. Kajian-kajian terhadap faktor yang berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa yang ditemukan pada penelitian ini perlu dikaji lebih dalam, sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang lebih komprehensif terhadap pengembangan program kewirausahaan pada mahasiswa khususnya pada bidang usaha yang diminati.
Tranformasi Kearifan Lokal Kelapa (Cocos Nucifera) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Menjadi Pangan Fungsional Sebagai Bentuk Kemandirian Pangan Sinaga, Ego Srivajawaty; Tartillah, Baiq Amarwati; Sari, Wahyu Kumala; Sari, Dian Devita; Lestari, Nadwi; Rusniawati, Rusniawati
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5429

Abstract

Pemahaman perempuan muda mengenai kewirausahaan serta pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya kelapa dan daun kelor, di Papua. Kedua komoditas ini tersedia melimpah, tetapi belum banyak dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Oleh sebab itu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota Nasyiatul Aisyiyah (NA) melalui seminar kewirausahaan, penyampaian materi Good Manufacturing Practices (GMP) dan produk halal, serta pelatihan praktik pembuatan pangan fungsional berbasis kelapa dan kelor, seperti kue pancong, wingko babat, cookies kelapa, dan kue akar kelapa. Metode yang diterapkan berupa pendidikan masyarakat, pelatihan partisipatif, dan difusi ipteks sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori tetapi juga keterampilan teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam aspek sosial kemasyarakatan dan manajerial, yang berdampak pada tumbuhnya kesadaran kewirausahaan, penguatan industri kreatif lokal, serta peran aktif perempuan dalam mendukung kemandirian pangan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita nasional, terutama dalam mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas SDM. Lebih jauh, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender (SDG 5) dan pengentasan kemiskinan (SDG 1). Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberi manfaat individual, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial-ekonomi berbasis potensi lokal Papua.