Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kuantitatif Anomali Self-Potential: Metode Levenberg-Marquardt dan Optimasi Global Very Fast Simulated-Annealing pada Terapan Mata Kuliah Metode Numerik Lanjut Hamzah, Hardi; Kumalasari, Wahyu
SAINTIFIK Vol 11 No 1 (2025): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v11i1.545

Abstract

Metode self-potential (SP) merupakan metode pengukuran pasif dalam survei geofisika. Metode SP digunakan untuk mengetahui struktur fisis bawah permukaan. Metode ini banyak digunakan karena sangat mudah dilakukan di lapangan. Akan tetapi, metode SP masih memiliki tantangan dalam interpretasi data lapangan. Metode inversi Levenberg-Marquardt (LM) dan inversi optimasi global very fast simulated-annealing (VFSA) dipilih dalam interpretasi data SP. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi parameter fisis SP yang meliputi bentuk objek, kedalaman, sudut polarisasi, dan momen dipol. Kedua metode inversi di atas diuji dengan menggunakan data sintetik (teoritik) terlebih dahulu sehingga diperoleh parameter model dari hasil inversi data sintetik tersebut. Data lapangan yang diperoleh dari pengukuran SP benda berbentuk silinder yang dikubur di dalam tanah pada kedalaman tertentu digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hasil dari kedua metodeinversi di atas dibandingkan nilai standar error, robust, dan itersinya.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KELAPA (STUDI PADA DISTRIK MUARA TAMI PERBATASAN RI-PNG) Arisandi DN, Dani; Apriani, Anita; Sari, Wahyu Kumala; Weya, Tekison
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58999

Abstract

AbstrakKelapa merupakan komoditas unggulan di Distrik Muara Tami, yang terletak di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Dengan kelimpahan kelapa di wilayah ini, penting untuk mengembangkan strategi agribisnis kelapa dan produk turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agribisnis kelapa melalui analisis SWOT terhadap sistem agribisnis dari hulu hingga hilir. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan internal yang baik pada setiap subsistem agribisnis, meskipun terdapat kelemahan pada subsistem pemasaran dan penunjang. Skor IFAS subsistem adalah: Produksi: 3,40, Pengolahan: 3,80, Pemasaran: 2,90, Penunjang: 2,75, dengan rata-rata IFAS 3,21. Peluang eksternal juga besar, dengan dukungan pemerintah, permintaan global yang meningkat, dan potensi kerjasama internasional. Skor EFAS subsistem adalah: Produksi: 3,45, Pengolahan: 3,85, Pemasaran: 3,20, Penunjang: 3,10, dengan rata-rata EFAS 3,40. Berdasarkan skor IFAS 3,21 dan EFAS 3,40 yang berada pada Kuadran I, strategi yang disarankan adalah strategi pertumbuhan agresif, yang mencakup: 1) Memperluas kapasitas produksi, 2) Mengoptimalkan infrastruktur pengolahan dan distribusi, 3) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan 4) Memanfaatkan peluang ekspor.Kata kunci: Agribisnis kelapa, perbatasan RI-PNG, subsistem agribisnis, strategi pengembangan, SWOT.AbstractCoconut is a flagship commodity in the Muara Tami District, located at the Indonesia-Papua New Guinea border. Due to the abundance of coconuts in this region, it is crucial to develop strategies for coconut agribusiness and its derivative products. This study aims to analyze the development strategies for coconut agribusiness using a SWOT analysis of the agribusiness system from upstream to downstream. The results show that the internal strengths of each agribusiness subsystem are relatively strong, although there are weaknesses in the marketing and supporting subsystems. The IFAS scores for each subsystem are as follows: Production: 3.40, Processing: 3.80, Marketing: 2.90, Supporting: 2.75, with an average IFAS of 3.21. External opportunities are also significant, with government support, increasing global demand, and the potential for international collaboration. The EFAS scores for each subsystem are: Production: 3.45, Processing: 3.85, Marketing: 3.20, Supporting: 3.10, with an average EFAS of 3.40. Based on the IFAS score of 3.21 and EFAS score of 3.40, which falls in Quadrant I, the recommended strategy is an aggressive growth strategy, including: 1) Expanding production capacity, 2) Optimizing processing and distribution infrastructure, 3) Enhancing workforce skills, and 4) Capitalizing on export opportunities.Keywords: Coconut agribusiness, RI-PNG border, agribusiness subsystem, development strategy, SWOT.
Pemanfaatan Sensor Berbasis Mikrokontroler untuk Menguji Kualitas Air Dalam Implementasi Merdeka Belajar di SMAS Muhammadiyah Kota Jayapura Wahyu Kumala Sari; Rahman, Rahman; Hardi Hamzah; Yunita Wulandari; Udin Ramazakir; Ratnawati, Ratnawati; Ririn Hariyani; Adrianto Minti; Umi Nurjanah; Rosalia Indarti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.7704

Abstract

Kota Jayapura sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami permasalahan air. Penggunaan sensor berbasis mikrokontroler dapat digunakan untuk menguji kualitas fisik air. Kurikulum merdeka belajar memberi ruang kepada siswa untuk melakukan praktik dalam wadah proyek. Ada banyak tema proyek dalam kurikulum Merdeka belajar sebagai penguat profil pelajar pancasila, salah satunya adalah berteknologi dan berekayasa untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian yang sekaligus menjadi implementasi kurikulum Merdeka dengan tema tersebut. Kolaborasi tersebut terwujud dalam kegiatan dengan topik memanfaatkan sensor berbasis mikrokontroler untuk menguji kualitas air dalam implementasi merdeka belajar di SMAS Muhammadiyah Kota Jayapura. Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, kekeruhan. Kegiatan dilakukan dikelas XI dengan 4 rombel. Tahapan kegiatan proyek meliputi tahap eksplorasi, tahap ideasi, tahap aksi, dan tahap presentasi hasil. Pada tahap eksplorasi, tahap ideasi, dan tahap presentasi hasil kelas dipegang penuh oleh guru sebagai fasilitator. Sedangkan pada tahap aksi, kelas diisi oleh tim pengabdi. Tahap aksi ini adalah tahap siswa mengenal dan menggunakan teknologi yaitu sensor berbasis mikrokontroler, dalam hal ini yang digunakan adalah arduino. Capaian dari kegiatan ini adalah terlaksana beberapa indikator kinerja utama perguruan tinggi, pemahaman dan penguasaan teknologi, kesadaran lingkungan, penguatan merdeka belajar, peningkatan kolaborasi. Setelah segiatan ini di harapkan ada keberlanjutan terkait materi pembelajaran ataupun kolaborasi selanjutnya.
Mini Konservasi Lingkungan Hidup dengan Biopori Hijau Dani Arisandi; Ismail Maswatu; Wahyu Kumala Sari; Yanuarius Itlay; Samuel Heluka
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.8003

Abstract

Konservasi lingkungan hidup menjadi agenda penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan biopori hijau. Artikel ini membahas implementasi mini konservasi menggunakan biopori hijau dan penanaman pohon di Rusunawa Universitas Muhammadiyah Papua, Holtekamp, Jayapura, tahun 2025, dengan fokus pada dampak lingkungan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan daya serap air tanah tetapi juga mengurangi risiko banjir dan mendukung keberlanjutan ekosistem lokal.
Minat Berwirausaha Mahasiswa Setelah Mengikuti Mata Kuliah Kewirausahaan Arisandi, Dani; Sari, Wahyu Kumala; sanjaya, achmad akbar
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 3, No 4 (2024): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v3i4.594

Abstract

Entrepreneurship can be done by all circles, including students. Cultivating an entrepreneurial spirit in students in higher education can be started by fostering the desire and interest in entrepreneurship in students. This study aims to see the entrepreneurial interest of students who have attended the Entrepreneurship course. This study design used a cross sectional study. The respondents in this study were students in several study programs at the University of Muhammadiyah Papua and Cenderawasih University. The sampling technique used was proportionate random sampling with a total of 63 people. The analysis method used is qualitative analysis. The results showed that as many as (87%) respondents stated that they had the desire to run a business in the future. These business interests are grouped based on the division of the most interested students, including businesses in the culinary field as much as (33%), livestock (22%), agriculture (16%), tourism (6%), trade (6%), property (4%), services (4%), fisheries (3%), agribusiness (3%), and digital business (1%). Further research is expected to be more aimed at further examining other aspects related to individual characteristics that are considered to shape student interest in entrepreneurship. Studies on factors that influence student entrepreneurial interest found in this study need to be studied more deeply, so that more comprehensive recommendations can be obtained for the development of entrepreneurship programs for students, especially in the business fields of interest.ABSTRAKBerwirausaha dapat dilakukan oleh semua kalangan termasuk pada mahasiswa. Menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa di perguruan tinggi dapat diawali dengan menumbuhkan keinginan dan Minat untuk berwirausaha pada diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat minat berwirausaha mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Kewirausahaan. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa pada beberapa program studi di Universitas Muhammadiyah Papua dan Universitas Cenderawasih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dengan jumlah 63 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (87%) responden menyatakan memiliki keinginan untuk menjalankan suatu usaha dikemudian hari. Minat usaha tersebut dikelompokkan berdasarkan pembagian dari yang paling banyak diminati mahasiswa meliputi usaha pada bidang Kuliner sebanyak (33%), bidang peternakan (22%), bidang pertanian (16%), bidang pariwisata sebanyak (6%), bidang perdagangan sebanyak (6%), bidang properti (4%), bidang jasa (4%), bidang perikanan sebanyak (3%), bidang agribisnis sebanyak (3%), dan pada usaha bisnis digital sebesar (1%). Penelitian selanjutnya diharapkan lebih ditujukan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai aspek-aspek lain yang terkait dengan karakteristik individu yang dianggap dapat membentuk minat mahasiswa berwirausaha. Kajian-kajian terhadap faktor yang berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa yang ditemukan pada penelitian ini perlu dikaji lebih dalam, sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang lebih komprehensif terhadap pengembangan program kewirausahaan pada mahasiswa khususnya pada bidang usaha yang diminati.
Tranformasi Kearifan Lokal Kelapa (Cocos Nucifera) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Menjadi Pangan Fungsional Sebagai Bentuk Kemandirian Pangan Sinaga, Ego Srivajawaty; Tartillah, Baiq Amarwati; Sari, Wahyu Kumala; Sari, Dian Devita; Lestari, Nadwi; Rusniawati, Rusniawati
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5429

Abstract

Pemahaman perempuan muda mengenai kewirausahaan serta pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya kelapa dan daun kelor, di Papua. Kedua komoditas ini tersedia melimpah, tetapi belum banyak dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Oleh sebab itu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota Nasyiatul Aisyiyah (NA) melalui seminar kewirausahaan, penyampaian materi Good Manufacturing Practices (GMP) dan produk halal, serta pelatihan praktik pembuatan pangan fungsional berbasis kelapa dan kelor, seperti kue pancong, wingko babat, cookies kelapa, dan kue akar kelapa. Metode yang diterapkan berupa pendidikan masyarakat, pelatihan partisipatif, dan difusi ipteks sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori tetapi juga keterampilan teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam aspek sosial kemasyarakatan dan manajerial, yang berdampak pada tumbuhnya kesadaran kewirausahaan, penguatan industri kreatif lokal, serta peran aktif perempuan dalam mendukung kemandirian pangan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita nasional, terutama dalam mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas SDM. Lebih jauh, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender (SDG 5) dan pengentasan kemiskinan (SDG 1). Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberi manfaat individual, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial-ekonomi berbasis potensi lokal Papua.
Physical characterization of coconut fiber (cocos nucifera) and melinjo peel fiber (gnetum gnemon) for potential armor applications Sari, Wahyu Kumala; Sofian, Muhamad; Putri, Yusniati Andini; Camqliew, Raychanezka Whyatta Pembhayoun Maydjaller
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.1275

Abstract

This study aims to investigate the structural characteristics and mechanical properties of young coconut coir fiber (Cocos nucifera L.) and melinjo seed coat fiber (Gnetum gnemon) as potential raw materials for developing bio-based natural armor derived from local resources. A descriptive method with an experimental laboratory approach was employed, including morphological analysis using scanning electron microscopy (SEM) and tensile strength testing based on the ASTM D3379-02 standards. The results indicate that young coconut coir fibers possess a porous structure with a high lignin content that functions as an energy-absorbing layer, whereas melinjo fibers exhibit parallel fibril orientation and high cellulose content, contributing to tensile strength and structural stiffness. The combination of these two natural fibers demonstrates the potential of a lightweight, durable, and eco-friendly hybrid composite that mimics the protective mechanism of biological armor systems. These findings provide a scientific foundation for the development of protective materials based on local biomaterials and support sustainable innovation in defense material production.
Pemberdayaan Perempuan Muda Jayapura dengan Pelatihan Kue Kering Papilaya, Eva; Sari, Wahyu Kumala; Tartillah, Baiq Amarwati; Sofian, Muhamad; Rusniawati, Rusniawati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.13945

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkuat kemampuan kewirausahaan perempuan muda di Jayapura, terutama anggota Nasyiatul Aisyiyah, terutama dalam hal keterampilan, dan kesempatan mengolah potensi lokal menjadi produk ekonomi. Kelapa dipilih sebagai fokus utama karena ketersediaannya melimpah di Papua, meskipun pemanfaatannya masih dominan sebatas konsumsi rumah tangga atau penjualan dalam bentuk mentah. Metode kegiatan menggabungkan penyuluhan dengan pengenalan konsep Business Model Canvas (BMC) guna memperluas wawasan kewirausahaan, serta pelatihan praktik melalui workshop pembuatan kue kering berbasis kelapa—kastengel dan sagu lumer—yang berpotensi sebagai produk unggulan daerah. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya perubahan positif berupa peningkatan pemahaman mengenai strategi bisnis sederhana, keterampilan baru dalam mengolah kelapa menjadi produk inovatif, serta tumbuhnya dorongan untuk berwirausaha. Perubahan sikap tampak dari meningkatnya kepercayaan diri, kolaborasi antar peserta, dan kesadaran akan peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan yang menggabungkan aspek pengetahuan dan keterampilan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan air laut sebagai sumber energi listrik solusi permasalahan tingginya biaya operasional dan tangkapan ikan nelayan pulau kosong, Jayapura Hardi Hamzah; Dani Arsandi DN; Wahyu Kumalasari; May Tree Simamora; Rivaldo Titto Ulrich Silalahi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27080

Abstract

Abstrak Kegiatan bertujuan untuk mengembangkan lampu berbasis air laut sebagai sumber energi alternatif untuk nelayan di Pulau Kosong, Jayapura. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional nelayan, yang saat ini masih bergantung pada sumber energi konvensional. Lampu air laut memanfaatkan air laut yang melimpah di sekitar pulau sebagai bahan baku, sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Program ini juga mencakup pelatihan dan pendampingan bagi nelayan untuk memastikan adopsi teknologi yang efektif. Melalui evaluasi, lampu ini terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan penerangan yang andal dan berkelanjutan. Kata kunci: lampu air laut; energi terbarukan;  nelayan pulau kosong; pengurangan biaya operasional; teknologi ramah lingkungan AbstractThis program aims to develop saltwater-based lamps as an alternative energy source for fishermen in Pulau Kosong, Jayapura. The implementation of this technology is expected to reduce operational costs for fishermen, who currently rely on conventional energy sources. The saltwater lamps utilize the abundant seawater around the island as raw material, making them more economical and environmentally friendly compared to fossil fuels. The program also includes training and support for fishermen to ensure effective adoption of the technology. Through evaluation, these lamps have proven to enhance the fishermen's quality of life by providing reliable and sustainable lighting. Keywords: saltwater lamp; renewable energy; pulau kosong fishermen; operational cost reduction; environmentally friendly technology
Formulation and Anti-Hypertensive Activity of Ambon Banana Peel Foam Mat Drying Granules as a Nutraceutical Arifin, Ibrahim; Anwar, Khoirul; Shabrina, Ayu; Wibowo, Danang Novianto; Amirudin, Muhammad Subhan; Kumalasari, Wahyu; Angelita, Anastasya; Mastuti, Sri; Inayati, Dian
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.63013

Abstract

Ambon banana peel (ABP) is rich in phenolic compounds yet unstable to light and heat. Foam-mat drying (FMD) protects bioactive components and facilitates the development of nutraceutical products. This study aimed to formulate and evaluate FMD granules containing ABP for their antioxidant and antihypertensive activities. Granules were prepared with ABP at 1% (F1), 2.5% (F2), and 5% (F3) w/w, combined with 6% Tween-80 and 15% maltodextrin, dried at 40 °C for 60 min, and blended with excipients. Physical characteristics, pH, flowability, and antioxidant activity (ABTS assay) were assessed. Antihypertensive effects were tested in Wistar rats induced with 2% NaCl and treated orally for 14 days; captopril (5 mg/kg BW) served as a positive control. Data were analyzed by one-way ANOVA. All formulations produced free-flowing granules with a moisture content <2% and a dissolution time <5 min. Antioxidant inhibition increased with ABP content, with F3 showing the highest activity (71.3 ± 1.4%). F3 also achieved the greatest reductions in systolic (≈31%) and diastolic (≈39%) blood pressure, approaching the effect of captopril. Moreover, F3 exhibits strong antioxidant activity and significant antihypertensive effects, indicating potential as a sustainable nutraceutical for the management of hypertension. Further studies on product stability and clinical efficacy are warranted.
Co-Authors Adrianto Minti Ahmad Akbar Sanjaya Ahmad Rezaldi Maulana Amirudin, Muhammad Subhan Angelita, Anastasya Anita Apriani Anou, Kezia Noviani Arifin Arifin Ayu Shabrina Baiq Amarwati Tartillah Bambang Mardi Sentosa Benny Abraham Bungasalu Caecilia Bintang Girik Allo Camqliew, Raychanezka Whyatta Pembhayoun Maydjaller Dani Arisandi Dian Devita Sari Ellina Rienovita Enumbi, Daud Eva Papilaya Eva Papilaya Febri Listianingrum Flin C. C. Radjabaycolle Hamzah, Hardi Hardi Hamzah Hardi Hamzah Hersiyati Palayukan Ibrahim Arifin Inayati, Dian Ismail Maswatu Khaeriah Dahlan Khaeriah Dahlan Khaeriah Dahlan Khoirul Anwar Lestari, Nadwi Maria Elisabeth Tambui Yokit Martina Bunga' May Tree Simamora Mia Aina Midah Nurhidayah Muhamad Sofian Nadwi Lestari Nalince Naomi Paraibabo Noper Tulak Papriani, Nada Pertiwi Putri, Yusniati Andini Rachmat Pambudi Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Ratna Winandi Asmarantaka Ratnawati Ratnawati Raychanezka Whyatta Pembhayoun Maydjaller Camqliew Ririn Hariyani Rivaldo Titto Ulrich Silalahi Rosalia Indarti Rumwaropen, Emma Lien Rusniawati Rusniawati Rusniawati, Rusniawati S, Ego Srivajawaty Samuel Heluka Sanjaya, Achmad Akbar Santosa, Tomi Apra Sari, Dian Devita Simbiak, Esther Talita Sofian, Muhamad Sopacua, Venty Sri Mastuti Steven Y.Y. Mantiri Susilowati, Rachmadani Octalia Sutarman, Tatang Tabuni, Wani Tartillah, Baiq Amarwati Tatang Sutarman Udin Ramazakir Umi Nurjanah Weya, Tekison Wibowo, Danang Novianto Yanuarius Itlay Yunita Wulandari Yusniati Andini Putri