Ahmad Sahlan Baniu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.53

Abstract

Penggunaan obat kumur daun sirih secara teratur dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah infeksi gigi dengan kandungan antimikroba pada daun sirih dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi gigi dan mengurangi risiko terkena karies gigi, mengurangi bau mulut, sifat antiseptik daun sirih dapat membantu mengurangi produksi bakteri penyebab bau mulut, mengatasi radang gusi, sehingga perlunya diberikan ketrampilan dalam pembuatan obat kumur dari daun sirih dengan cara sederhana melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan penyampaian materi, demontrasi membuat minuman herbal jahe instan, pengemasan produk, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan adalah tentang Jahe, manfaat dari rimpang jahe sebagai tanaman obat, proses pengolahan jahe menjadi minuman herbal instan dan pengembangan kewirausahaan. Disamping itu, peserta diberi ketrampilan dalam mengemas produk dan menentukan kualitas produk dengan cara sederhanan.
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK AMOXICILLIN TABLET PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS II MENDOYO I Made Surya Widya Negara Surya; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/spjzsw11

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo. Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan resistensi, yang menjadi masalah kesehatan global. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional. Sebanyak 106 pasien rawat jalan berpartisipasi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan dan pengetahuan pasien mengenai penggunaan antibiotik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21.7% responden tergolong kurang patuh, 32.1% cukup patuh, dan 47.2% sangat patuh dalam menggunakan amoxicillin. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik. Simpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi yang lebih terarah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar guna mengurangi risiko resistensi antibiotik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan antibiotik di masyarakat.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper Crocatum) SEBAGAI ANTI DIARE TERHADAP HEWAN UJI MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Muculus ) Komang Wisnu Satria Pranata; Ari Permana Putra; Luh Putu Desy Puspaningrat; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/aqt2df16

Abstract

Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi  dari  tinja,  yang  melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Daun sirih merah memiliki kandungan utama yang bermanfaat sebagai antidiare diantaranya flavonoid,tannin,minyak atsiri dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis uji efeketivitas ekstrak daun sirih merah (piper crocatum) sebagai antidiare pada mencit putih jantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok control positif, kelompok control negative, kelompok EEDSM 56 mg/gr bb, kelompok EEDSM 112 mg/gr bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok (p<0.05). kelompok dosis EEDSM 112 mg/gr bb merupakan dosis yang paling bagus sebagai antidiare
KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT KERTHA USADA Putu Agus Suartama; I Dewa Ayu Rismayanti; Iyan Hardiana; Retno Lisnawati; Ahmad Sahlan Baniu; I Made Sundayana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/cc4z4b66

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik adanya hiperglikemia yang disebabkan karena suatu kelainan atau gangguan, kerja insulin ataupun kedua-duanya. Berdasarkan karakteristik diperoleh data yaitu sebagian besar responden yang jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 25 iorang (29,4%) dan perempuan sebanyak 21 iorang (24,7%). Karakteristik berdasarkan umur 25-35 tahun sebanyak 1 orang (1,2%), 36-45 sebanyak 3 orang (3,55), i46 56 sebanyak 10 orang (11,8%) idan i i>56 isebanyak i32 iorang (37,6%). Berdasarkanipada ketepatan iindikasi Sebagian besar responden tepat indikasi sebanyak 46 orang (100%), ketepatan obat Sebagian besar responden tepat obat sebanyak 35 orang (41,2 %) dan tidak tepat obat sebanyak 11 orang (12,9 %), tepat dosis sebanyak 46 orang (100%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidak rasionalisasi penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Kertha Usada pada periode Januari-Juni 2023.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia sp.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER ( Mus Musculus ) YANG DI INDUKSI ALOKSAN I Komang Agus Arya Saputra; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/hkfnen30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan galur Swiss Webster yang diinduksi aloksan. Daun kersen diproses melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan hasil ekstrak diuji fitokimia serta diberikan secara oral pada mencit dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin), dan tiga kelompok perlakuan. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-7 (pasca induksi aloksan), dan ke-8 (setelah pemberian perlakuan). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang berkontribusi terhadap aktivitas antihiperglikemik. Dosis 400 mg/kg memberikan penurunan glukosa darah paling signifikan, mendekati efektivitas metformin. Penelitian ini mendukung potensi daun kersen sebagai alternatif terapi herbal untuk pengelolaan diabetes melitus.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KUNYIT DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ahmad Sahlan Baniu; Iyan Hardiana; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.69

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya kunyit, sebagai alternatif pengobatan mandiri dan potensi ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah tanaman obat, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, yang ditandai dengan keaktifan dalam sesi diskusi dan munculnya inisiatif untuk memproduksi jamu kunyit dalam bentuk serbuk. Program ini berhasil memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA secara rasional dan berkelanjutan, serta membuka peluang kewirausahaan berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program diharapkan terwujud melalui terbentuknya kelompok penghasil jamu instan yang mampu memasarkan produknya secara luas.
EDUKASI SWAMEDIKASI NYERI YANG AMAN DAN RASIONAL PADA MASYARAKAT Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Ahmad Sahlan Baniu; Retno Lisnawati; Silvia Anggraeni; Ni Luh Yuni Naintina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.89

Abstract

Swamedikasi nyeri merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan nyeri ringan hingga sedang dengan menggunakan obat bebas atau obat bebas terbatas tanpa resep dokter. Praktik ini pada dasarnya dapat memberikan manfaat berupa kemudahan akses pengobatan, penghematan biaya, dan percepatan penanganan keluhan ringan. Namun, swamedikasi yang tidak disertai pengetahuan yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pemilihan obat, penggunaan dosis yang tidak tepat, durasi pemakaian yang terlalu lama, serta risiko efek samping dan interaksi obat. Konsep rasional dalam swamedikasi mencakup pemilihan obat yang sesuai dengan jenis dan tingkat nyeri, penggunaan dosis yang tepat, memperhatikan aturan pakai, serta memahami batasan kapan swamedikasi dapat dilakukan dan kapan harus dirujuk ke tenaga kesehatan. Analgesik yang umum digunakan dalam swamedikasi, seperti parasetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), memiliki profil manfaat dan risiko yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi individu, termasuk usia, penyakit penyerta, dan penggunaan obat lain. Melalui edukasi yang terstruktur, masyarakat diharapkan mampu mengenali jenis nyeri yang masih dapat ditangani dengan swamedikasi dan nyeri yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi juga menekankan pentingnya membaca label obat, memahami kandungan zat aktif, serta menghindari penggunaan obat secara berlebihan atau bersamaan tanpa dasar yang jelas. Peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat strategis dalam memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada masyarakat terkait penggunaan obat nyeri.