Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JCRS (Journal of Community Research and Service)

EDUKASI PENANAMAN TANAMAN SAYUR KANGKUNG MENGGUNAKAN HORMON DAN PUPUK ORGANIK CAIR SKALA RUMAH TANGGA Nasution, Lita; ,, Risnawati; Ranita, Sylvia Vianty; Lubis, Riadini Wanty; ,, Fitria; Susanti, Rini; Julia, Hilda; Ginting, Sri Malem; Siburian, Rikson; Kemal, Isthifa
Journal of Community Research and Service Vol 8, No 2: JULY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62224

Abstract

Aisyiyah ialah salah satu organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia. Dengan mengambil hal yang sesuai, rata-rata ibu-ibu yang mengikuti Aisyiyah adalah ibu rumah tangga. Dengan menggunakan sistem semai dan juga menggunakan pupuk organik cair, mampu membuat seluruh warga yang ikut dapat memahaminya dengan mudah. Metode yang dilakukan ialah dengan langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pengarahan secara lansgung kepada warga yang datang. Memberikan penjelasan detail bagaimana cara melakukan sistem semai kangkung darat dengan mudah. Hasil yang didapat ialah dengan memberikan eduikasi cara penyemaian yang sesuai dan kapan benih bisa ditanam di tanah secara langsung, sebelum itu direndam dahulu dengan menggunakan pupuk organik cair merek Basill Nigr. Maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan secara langsung seperti ini dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk membuat para warga mampu memahami dan juga bertanya secara langsung apabila ada hal yang tidak dapat dipahami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KUTAMBARU MENUJU DESA ECO AGRO TOURISM Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Afandi, Ahmad; Ginting, Makhrani Sari; Barus, Wan Rose Pinkutri
Journal of Community Research and Service Vol 8, No 2: JULY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62525

Abstract

Agrowisata, kombinasi dari pertanian dan pariwisata, berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sektor pertanian sebagai objek wisata. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat berbagai spot agrowisata menarik, seperti agrowisata Salak Pondoh di Sleman, yang menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan rekreasi. Desa Polengan dan Desa Kembangarum juga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan desa wisata berbasis pertanian dan potensi alam. Namun, tantangan seperti daya tarik yang kurang dan kondisi yang kurang terawat menghambat pertumbuhan agrowisata. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang melibatkan masyarakat dan optimalisasi sumber daya lingkungan sangat penting. Selain itu, penggunaan metode pemrograman linier dapat membantu mengoptimalkan produksi dan profitabilitas usaha pertanian. Pandemi COVID-19 telah menguji ketahanan ekonomi, namun modal sosial menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Contoh sukses adalah Desa Pujon Kidul di Malang yang telah meningkatkan PADes melalui pariwisata desa. Upaya konservasi lingkungan, pengelolaan sampah yang cerdas, dan teknologi pertanian modern juga menjadi faktor penting dalam pengembangan agrowisata yang berkelanjutan. Desa Kutambaru di Sumatera Utara menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak dapat menciptakan desa eco agro tourism yang menarik wisatawan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
ACTION AGAINST THE ENVIRONMENT IN THE HIGH VILLAGES, THE DREAD OF THE ANCIENT WILDERNESS, THE CAPTIVITY OF THE TOBA Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Barus, Wan Arfiani; Sinulingga, Lismayarti; Manurung, Rista
Journal of Community Research and Service Vol 8, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57640

Abstract

In Hatinggian Village, precisely in Lumban Julu District, Toba District, there is an action to care for the environment that is worthy of respect. The local communities in the village have made extraordinary efforts to preserve and sustain the surrounding environment. Through the implementation of the community self-serving activities of the Muhammadiyah University of North Sumatra in the village of Hatinggian, Lumban Julu district, Toba District, North Sumatera Province, which was carried out from August 25 to September 3, 2022, through interviews and field observations, it can be concluded that the activities are running well and smoothly. Through this community service activity, students participating in community service have the opportunity to implement the knowledge acquired during the lecture, then gain valuable insights and experiences from the community, such as training themselves to be responsible, having a sense of sympathy and empathy, and learning independently to find innovations and solutions to solving an existing problem.
ACTION AGAINST THE ENVIRONMENT IN THE HIGH VILLAGES, THE DREAD OF THE ANCIENT WILDERNESS, THE CAPTIVITY OF THE TOBA Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Barus, Wan Arfiani; Sinulingga, Lismayarti; Manurung, Rista
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57640

Abstract

In Hatinggian Village, precisely in Lumban Julu District, Toba District, there is an action to care for the environment that is worthy of respect. The local communities in the village have made extraordinary efforts to preserve and sustain the surrounding environment. Through the implementation of the community self-serving activities of the Muhammadiyah University of North Sumatra in the village of Hatinggian, Lumban Julu district, Toba District, North Sumatera Province, which was carried out from August 25 to September 3, 2022, through interviews and field observations, it can be concluded that the activities are running well and smoothly. Through this community service activity, students participating in community service have the opportunity to implement the knowledge acquired during the lecture, then gain valuable insights and experiences from the community, such as training themselves to be responsible, having a sense of sympathy and empathy, and learning independently to find innovations and solutions to solving an existing problem.
EDUKASI PENANAMAN TANAMAN SAYUR KANGKUNG MENGGUNAKAN HORMON DAN PUPUK ORGANIK CAIR SKALA RUMAH TANGGA Nasution, Lita; ,, Risnawati; Ranita, Sylvia Vianty; Lubis, Riadini Wanty; ,, Fitria; Susanti, Rini; Julia, Hilda; Ginting, Sri Malem; Siburian, Rikson; Kemal, Isthifa
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62224

Abstract

Aisyiyah ialah salah satu organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia. Dengan mengambil hal yang sesuai, rata-rata ibu-ibu yang mengikuti Aisyiyah adalah ibu rumah tangga. Dengan menggunakan sistem semai dan juga menggunakan pupuk organik cair, mampu membuat seluruh warga yang ikut dapat memahaminya dengan mudah. Metode yang dilakukan ialah dengan langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pengarahan secara lansgung kepada warga yang datang. Memberikan penjelasan detail bagaimana cara melakukan sistem semai kangkung darat dengan mudah. Hasil yang didapat ialah dengan memberikan eduikasi cara penyemaian yang sesuai dan kapan benih bisa ditanam di tanah secara langsung, sebelum itu direndam dahulu dengan menggunakan pupuk organik cair merek Basill Nigr. Maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan secara langsung seperti ini dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk membuat para warga mampu memahami dan juga bertanya secara langsung apabila ada hal yang tidak dapat dipahami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KUTAMBARU MENUJU DESA ECO AGRO TOURISM Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Afandi, Ahmad; Ginting, Makhrani Sari; Barus, Wan Rose Pinkutri
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62525

Abstract

Agrowisata, kombinasi dari pertanian dan pariwisata, berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sektor pertanian sebagai objek wisata. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat berbagai spot agrowisata menarik, seperti agrowisata Salak Pondoh di Sleman, yang menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan rekreasi. Desa Polengan dan Desa Kembangarum juga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan desa wisata berbasis pertanian dan potensi alam. Namun, tantangan seperti daya tarik yang kurang dan kondisi yang kurang terawat menghambat pertumbuhan agrowisata. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang melibatkan masyarakat dan optimalisasi sumber daya lingkungan sangat penting. Selain itu, penggunaan metode pemrograman linier dapat membantu mengoptimalkan produksi dan profitabilitas usaha pertanian. Pandemi COVID-19 telah menguji ketahanan ekonomi, namun modal sosial menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Contoh sukses adalah Desa Pujon Kidul di Malang yang telah meningkatkan PADes melalui pariwisata desa. Upaya konservasi lingkungan, pengelolaan sampah yang cerdas, dan teknologi pertanian modern juga menjadi faktor penting dalam pengembangan agrowisata yang berkelanjutan. Desa Kutambaru di Sumatera Utara menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak dapat menciptakan desa eco agro tourism yang menarik wisatawan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.