Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enhancing early childhood character development through Islamic parenting approaches U Abdullah Mu'min; Sekarmaji Sirulhaq; M Renaldy Fadillah; Yusi Nurlawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i2.14319

Abstract

[Bahasa]: Rendahnya pemahaman orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dahlia mengenai pola asuh positif berbasis nilai-nilai Islam berimplikasi pada kurang optimalnya perkembangan emosional dan sosial anak usia dini. Fokus pengabdian adalah pemberdayaan keluarga melalui sosialisasi parenting Islami untuk membentuk pola asuh yang mendukung perkembangan holistik anak. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 22 orang tua wali siswa dalam menerapkan pola asuh positif yang mengedepankan kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi efektif berbasis ajaran Islam. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan metode interaktif, meliputi presentasi, simulasi praktik parenting, dan diskusi kelompok. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi berdurasi 2 jam di ruang serbaguna PAUD Dahlia, dengan melibatkan kolaborasi pengelola PAUD dan perwakilan orang tua dalam perencanaan. Berdasarkan hasil evaluasi pasca kegiatan dan laporan partisipan, terjadi penurunan persepsi penggunaan hukuman fisik dari 60% menjadi 15%, peningkatan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah dari 30% menjadi 75%, serta peningkatan pemahaman mengenai komunikasi efektif dengan anak hingga 80%. Selain itu, sebanyak 90% orang tua melaporkan meningkatnya kesadaran terhadap peran keteladanan, dan 85% menyatakan lebih percaya diri dalam menerapkan pola asuh positif berbasis nilai-nilai Islam. Pengabdian ini berhasil menciptakan perubahan sosial awal melalui pendekatan berbasis nilai Islami dan kolaborasi komunitas, dengan potensi pengembangan melalui sesi lanjutan untuk memperkuat dampak jangka panjang. Kata Kunci: pola asuh, karakter, pendidikan anak usia dini, Participatory Action Research [English]: Limited understanding among parents of students at PAUD Dahlia regarding positive parenting grounded in Islamic values has been associated with suboptimal emotional and social development in early childhood. This community service program aims to empower families through Islamic parenting socialization and promote parenting practices that support children’s holistic development. The program sought to enhance the knowledge and skills of 22 parents and guardians in implementing positive parenting practices that emphasize affection, role modeling, and effective communication within an Islamic framework. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, utilizing interactive methods such as presentations, parenting practice simulations, and group discussions. The activity was conducted in a single two-hour session at the multipurpose hall of PAUD Dahlia, with the collaborative involvement of PAUD administrators and parent representatives during the planning stage. Findings from post-activity evaluations and participant self-reports indicate a perceived reduction in the use of physical punishment from 60% to 15%, an increase in parental participation in school activities from 30% to 75%, and an improvement in understanding of effective parent–child communication to 80%. Furthermore, 90% of parents reported heightened awareness of their role as role models, and 85% expressed increased confidence in applying positive parenting practices grounded in Islamic values. Overall, this initiative contributed to initial social change through a value-based and community-oriented approach, with opportunities for further development through follow-up sessions to strengthen its long-term impact. Keywords: parenting, character, early childhood education, Participatory Action Research
Pendampingan Kolaboratif Mahasiswi dengan Kader Posyandu Delima dalam Peningkatan Layanan Balita Desa Cikembar Rini Apriani; Sekarmaji Sirulhaq; Neneng Nur Apipah; Ana Mintarsih; Ira Purnama
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.321752

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berfokus pada isu rendahnya pemberdayaan layanan balita di Posyandu akibat kurangnya keterampilan kader dalam menyusun program stimulasi perkembangan anak dan terbatasnya kolaborasi dengan pihak eksternal. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pendampingan kolaboratif bersama mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) untuk mengoptimalkan layanan kesehatan, gizi, pendataan balita, dan stimulasi perkembangan balita. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan strategi pendampingan langsung dan evaluasi berkala. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan kader melalui wawancara dan observasi, diikuti pendampingan langsung dalam implementasi program di Posyandu. Mahasiswi PIAUD berperan sebagai fasilitator dalam merancang kegiatan edukatif dan kreatif, seperti permainan motorik dan sensorik, yang mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional balita, serta membantu kegiatan Posyandu dalam pendataan balita, termasuk kesehatan, berat badan, dan informasi terkait lainnya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan kader Posyandu dalam menyusun dan melaksanakan program stimulasi perkembangan serta pendataan yang lebih terstruktur. Layanan Posyandu mengalami peningkatan partisipasi ibu balita sebesar 30%, serta terwujudnya inovasi program berbasis komunitas yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan mahasiswi PIAUD menghasilkan panduan kegiatan stimulasi dan pendataan yang kontekstual dan mudah diterapkan. Pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan kader Posyandu dan optimalisasi layanan balita, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan komunitas dalam mendukung perkembangan anak usia dini.
Penguatan nilai-nilai akhlak Islami melalui sosialisasi etika pergaulan remaja M Renaldy Fadillah; Sekarmaji Sirulhaq; Anisa Aulia; Nida Sihabul Milah; Muhammad Iqbal Ramadhan; Alfiras Rasya Samudra; Nurandini Nurandini
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.314

Abstract

Sosialisasi etika pergaulan berbasis nilai-nilai akhlak Islami pada siswa kelas 9B MTsN 3 Sukabumi dilaksanakan untuk merespons temuan awal mengenai rendahnya konsistensi penerapan adab dalam interaksi sehari-hari, khususnya pada aspek penggunaan bahasa dan batasan relasi antarlawan jenis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual dan kesadaran praktis siswa terhadap etika interaksi Islami melalui pendekatan kualitatif dengan teknik sosialisasi partisipatif, mencakup ceramah interaktif, diskusi terarah, dan simulasi situasional. Kegiatan berlangsung satu sesi dengan melibatkan 30 siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas intervensi. Hasil menunjukkan bahwa 80 persen siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran, 75 persen mampu mengidentifikasi batasan pergaulan yang sesuai syariat, dan 70 persen mengalami peningkatan dalam pemahaman adab komunikasi. Sekitar 20 persen siswa masih menunjukkan respons pasif akibat pengaruh kebiasaan pergaulan sebelumnya dan intensitas konsumsi media digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode interaktif memiliki potensi signifikan dalam membangun kesadaran akhlak pada remaja, meskipun keberlanjutan pembinaan masih diperlukan untuk menghasilkan perubahan perilaku yang lebih stabil. The socialization program on Islamic moral-based social interaction ethics for class 9B students at MTsN 3 Sukabumi was implemented to address preliminary findings indicating insufficient consistency in students’ application of proper etiquette, particularly in speech conduct and intergender boundaries. This initiative aimed to enhance both conceptual understanding and practical awareness of Islamic social ethics through a qualitative approach employing participatory techniques, including interactive lectures, guided discussions, and situational simulations. The activity was conducted in a one-hour session involving 30 student participants. Data were obtained through observation, brief interviews, and questionnaires, and were analyzed descriptively to assess the effectiveness of the intervention. The results demonstrate that 80 percent of students actively engaged in the learning activities, 75 percent were able to identify appropriate intergender interaction boundaries, and 70 percent showed improved understanding of proper speech etiquette. Approximately 20 percent of students remained passive, influenced by prior behavioral patterns and high exposure to digital media content. These findings suggest that interactive pedagogical methods possess substantial potential in fostering moral awareness among adolescents, although sustained follow-up programs are required to ensure stable behavioral transformation.
PENGUATAN AKHLAK MULIA MELALUI TRADISI MIPIT PARE: Studi Kuantitatif pada Masyarakat Kasepuhan Gelaralam Jihan Rajmilah; Sekarmaji Sirulhaq
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i2.2426

Abstract

This article stems from concerns about the fading of traditional values amid the tide of modernisation, particularly among indigenous communities in Indonesia. One tradition that remains intact and is believed to embody high moral values is the Mipit Pare tradition among the Kasepuhan Gelaralam community in Sukabumi, West Java. This tradition is not merely a harvest ritual, but also serves as a means of character building through the instilling of values of gratitude, patience, and humility. This study aims to determine the influence of the Mipit Pare tradition on the improvement of noble character among the Kasepuhan Gelaralam community. The research method used a quantitative approach with a causal associative design. Data collection was carried out through questionnaires distributed to 44 respondents from a population of 50 people. The results showed a significant positive influence between the implementation of the Mipit Pare tradition and the improvement of noble character in the community.