Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SLOW TOURISM SEBAGAI KONSEP, PRAKTIK DAN PELUANG KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LINGGA Fitraturrahmi; Zainul Ikhwan
Jurnal Archipelago Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v4i01.149

Abstract

Abstrack : The Lingga Cluster in the Riau Islands Province holds significant potential for nature- and culture-based tourism, yet its development has not fully embraced sustainability principles. This study aims to formulate slow tourism as a strategic approach for sustainable tourism development in the region. A descriptive qualitative method was employed through literature review, field observation, and in-depth interviews with key stakeholders. The findings reveal that slow tourism enhances the quality of travel experiences by promoting relaxed travel, direct interaction with local communities, and appreciation of cultural and environmental values. Proposed strategies include active community involvement in destination management, development of experience-based tourism products, promotion rooted in local wisdom, and provision of eco-friendly infrastructure. This concept aligns with the geographical and social characteristics of the Lingga Cluster, which consists of a network of small islands with unique natural and cultural features. The implementation of slow tourism is expected to not only foster local economic growth but also strengthen environmental conservation and cultural heritage preservation. These recommendations serve as a policy direction for balanced tourism development that integrates economic, social, and ecological dimensions in island regions. Keywords: slow tourism; sustainable tourism; Lingga Cluster; local wisdom; community participation
Gambaran Sanitasi Rumah Sehat Dan Penyakit Ispa Di Daerah Pesisir Desa Madong Kelurahan Kampung Bugis Ahmi, Resy; Amelia Simbolon, Veronika; Ikhwan, Zainul
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2173

Abstract

Rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan rumah yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Desa Madong, Kelurahan Kampung Bugis, merupakan wilayah pesisir dengan keterbatasan sanitasi, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi sanitasi rumah sehat dan kejadian ISPA di Desa Madong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel terdiri dari 93 rumah, yaitu 25 rumah penderita ISPA dan 68 rumah bukan penderita, yang diambil secara total sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar rumah belum memenuhi syarat rumah sehat. Komponen rumah pada penderita ISPA yang tidak memenuhi syarat terdiri dari 21 (84%) rumah sedangkan yang bukan penderita ISPA terdapat 46 (67,6%) rumah. Sarana sanitasi tidak memenuhi syarat pada semua rumah penderita ISPA dan 32 (47,1%) rumah bukan penderita. Perilaku penghuni rumah yang tidak memenuhi syarat terdapat pada 20 (80%) rumah penderita sedangkan 55 (80,9%) rumah yang bukan penderita ISPA memiliki perilaku yang belum memenuhi syarat. 20 (80%) rumah penderita ISPA dan 36 (52,9%) rumah bukan penderita ISPA ditemukan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rumah, sarana sanitasi, perilaku penghuni, dan kepadatan hunian pada responden penderita maupun bukan penderita ISPA cenderung tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Diperlukan promosi kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menekan risiko ISPA.
Optimalisasi Sumber Daya Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Maghfiroh, Inayatul; Afida, Nurul Izzah; Noviza, Melvi; Arianto, Wahyu Eko; Anggraeni, Dianafa Sasita; Ikhwan, Mohammad Zainul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15056

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan potensi lokal merupakan salah satu langkah selanjutnya dalam keswadayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Potensi tersebut meliputi semua potensi yang ada seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial. Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan aktivitas berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan empati mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungannya. KKNT Universitas Bojonegoro 2024 di laksanakan di desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro dengan metode pengabdian seperti penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan pendampingan kelompok. Hasil menunjukkan adanya respon positif pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat yang tinggi diantaranya mengikuti program Pelatihan pembuatan pupuk, sosialisasi perkawinan dini, pemanfaatan limbah sampah menjadi paving blok, pelatihan UMKM pemanfaatan sumberdaya lokal yakni pisang, pembuatan plang jalan, dan pemetaan wilayah desa Kesongo.
STUDY PERBANDINGAN TANAH LEMPUNG BOJONEGORO DAN BLORA UNTUK KONSTRUKSI JALAN FLEKSIBEL PAVEMENT Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Jabar, Rahardian Rachmad A.
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material penting dalam berbagai aspek kehidupan, hampir semua bangunan sipil selalu berhubungan dengan tanah karena tanah digunakan sebagai tempat bangunan tersebut berdiri. Tanah berfungsi sebagai penahan beban dari sebuah konstruksi diatas tanah yang memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya yang turut diperhitungkan. Untuk mencapai suatu kondisi tanah yang memungkinkan, maka diperlukan pengujian tanah. Lokasi penelitian tugas akhir berada di Kabupaten Bojonegoro Desa Kapas Kecamatan Kapas Dan di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pengambilan sampel (data) dilapangan dan uji laboratorium. Penelitian ini mencari sifat fisik dari tanah asli meliputi pengujian kadar air, berat jenis, berat volume, analisis granuler, serta batas-batas atterberg. Setelah itu melakukan uji mekanik yaitu menguji proktor standar dan uji California Bearing Ratio (CBR). Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil, Universitas Bojonegoro. Karakteristik tanah yang di daerah Bojonegoro termasuk jenis tanah lempung anorganik dengan nilai batas cair 41,53 dan batas plastis 22,99 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,064% dan di daerah Blora termasuk jenis tanah Lanau anorganik dengan nilai batas cair 55,91 dan batas plastis 24,64 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,369% Korelasi nilai CBR sampel tanah Bojonegoro dan Blora, karena jenis tanah dari kedua sampel tersebut memiliki karakteristik yang sama ditinjau dari nilai batas cair dan batas plastis sehingga nilai uji CBR tidak jauh berbeda dengan nilai sampel tanah Bojonegoro sebesar 26,651% nilai sampel Blora sebesar 24,430%.
Risiko Ergonomi, Karakteristik Penjahit, Dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Penjahit Di Tanjungpinang Kota MF, M. Yusuf; Ikhwan, Zainul
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.479

Abstract

Aktivitas menjahit yang melibatkan postur tubuh yang statis, gerakan tangan berulang, dan penggunaan peralatan yang tidak ergonomis meningkatkan risiko MSDs seperti nyeri otot dan sendi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran risiko ergonomi, karakteristik penjahit, dan keluhan MSDs di Tanjungpinang Kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menilai risiko ergonomi, Nordic Body Map (NBM) untuk keluhan MSDs, dan kuesioner untuk karakteristik penjahit. Hasil penelitian menunjukkan hanya 3,33% penjahit memiliki postur kerja yang masih dapat diterima, sedangkan 56,67% berada dalam kategori yang memerlukan investigasi lebih lanjut dan 40% memerlukan perubahan segera. Dari 30 penjahit yang diteliti, 2 orang (6,67%) tidak mengalami keluhan MSDs, 10 orang (33,33%) mengalami keluhan ringan, 14 orang (46,67%) mengalami keluhan sedang, dan 4 orang (13,33%) mengalami keluhan berat. Karakteristik seperti posisi duduk membungkuk (60%), durasi kerja > 8 jam sehari (56,67%), dan waktu istirahat ≤ 1 jam sehari (96,67%) berkontribusi pada tingginya risiko MSDs. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan ergonomis di tempat kerja serta intervensi yang lebih baik untuk mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesejahteraan penjahit. Upaya yang dapat direkomendasikan untuk mengurangi keluhan MSDs pada penjahit yaitu memberi jedah istirahat 10-15 menit dengan melakukan peregangan.