Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Rumah Sehat Dan Penyakit Ispa Di Daerah Pesisir Desa Madong Kelurahan Kampung Bugis Ahmi, Resy; Amelia Simbolon, Veronika; Ikhwan, Zainul
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2173

Abstract

Rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan rumah yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Desa Madong, Kelurahan Kampung Bugis, merupakan wilayah pesisir dengan keterbatasan sanitasi, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi sanitasi rumah sehat dan kejadian ISPA di Desa Madong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel terdiri dari 93 rumah, yaitu 25 rumah penderita ISPA dan 68 rumah bukan penderita, yang diambil secara total sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar rumah belum memenuhi syarat rumah sehat. Komponen rumah pada penderita ISPA yang tidak memenuhi syarat terdiri dari 21 (84%) rumah sedangkan yang bukan penderita ISPA terdapat 46 (67,6%) rumah. Sarana sanitasi tidak memenuhi syarat pada semua rumah penderita ISPA dan 32 (47,1%) rumah bukan penderita. Perilaku penghuni rumah yang tidak memenuhi syarat terdapat pada 20 (80%) rumah penderita sedangkan 55 (80,9%) rumah yang bukan penderita ISPA memiliki perilaku yang belum memenuhi syarat. 20 (80%) rumah penderita ISPA dan 36 (52,9%) rumah bukan penderita ISPA ditemukan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rumah, sarana sanitasi, perilaku penghuni, dan kepadatan hunian pada responden penderita maupun bukan penderita ISPA cenderung tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Diperlukan promosi kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menekan risiko ISPA.
Optimalisasi Sumber Daya Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Maghfiroh, Inayatul; Afida, Nurul Izzah; Noviza, Melvi; Arianto, Wahyu Eko; Anggraeni, Dianafa Sasita; Ikhwan, Mohammad Zainul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15056

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan potensi lokal merupakan salah satu langkah selanjutnya dalam keswadayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Potensi tersebut meliputi semua potensi yang ada seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial. Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan aktivitas berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan empati mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungannya. KKNT Universitas Bojonegoro 2024 di laksanakan di desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro dengan metode pengabdian seperti penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan pendampingan kelompok. Hasil menunjukkan adanya respon positif pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat yang tinggi diantaranya mengikuti program Pelatihan pembuatan pupuk, sosialisasi perkawinan dini, pemanfaatan limbah sampah menjadi paving blok, pelatihan UMKM pemanfaatan sumberdaya lokal yakni pisang, pembuatan plang jalan, dan pemetaan wilayah desa Kesongo.
STUDY PERBANDINGAN TANAH LEMPUNG BOJONEGORO DAN BLORA UNTUK KONSTRUKSI JALAN FLEKSIBEL PAVEMENT Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Jabar, Rahardian Rachmad A.
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material penting dalam berbagai aspek kehidupan, hampir semua bangunan sipil selalu berhubungan dengan tanah karena tanah digunakan sebagai tempat bangunan tersebut berdiri. Tanah berfungsi sebagai penahan beban dari sebuah konstruksi diatas tanah yang memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya yang turut diperhitungkan. Untuk mencapai suatu kondisi tanah yang memungkinkan, maka diperlukan pengujian tanah. Lokasi penelitian tugas akhir berada di Kabupaten Bojonegoro Desa Kapas Kecamatan Kapas Dan di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pengambilan sampel (data) dilapangan dan uji laboratorium. Penelitian ini mencari sifat fisik dari tanah asli meliputi pengujian kadar air, berat jenis, berat volume, analisis granuler, serta batas-batas atterberg. Setelah itu melakukan uji mekanik yaitu menguji proktor standar dan uji California Bearing Ratio (CBR). Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil, Universitas Bojonegoro. Karakteristik tanah yang di daerah Bojonegoro termasuk jenis tanah lempung anorganik dengan nilai batas cair 41,53 dan batas plastis 22,99 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,064% dan di daerah Blora termasuk jenis tanah Lanau anorganik dengan nilai batas cair 55,91 dan batas plastis 24,64 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,369% Korelasi nilai CBR sampel tanah Bojonegoro dan Blora, karena jenis tanah dari kedua sampel tersebut memiliki karakteristik yang sama ditinjau dari nilai batas cair dan batas plastis sehingga nilai uji CBR tidak jauh berbeda dengan nilai sampel tanah Bojonegoro sebesar 26,651% nilai sampel Blora sebesar 24,430%.
Risiko Ergonomi, Karakteristik Penjahit, Dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Penjahit Di Tanjungpinang Kota MF, M. Yusuf; Ikhwan, Zainul
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.479

Abstract

Aktivitas menjahit yang melibatkan postur tubuh yang statis, gerakan tangan berulang, dan penggunaan peralatan yang tidak ergonomis meningkatkan risiko MSDs seperti nyeri otot dan sendi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran risiko ergonomi, karakteristik penjahit, dan keluhan MSDs di Tanjungpinang Kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menilai risiko ergonomi, Nordic Body Map (NBM) untuk keluhan MSDs, dan kuesioner untuk karakteristik penjahit. Hasil penelitian menunjukkan hanya 3,33% penjahit memiliki postur kerja yang masih dapat diterima, sedangkan 56,67% berada dalam kategori yang memerlukan investigasi lebih lanjut dan 40% memerlukan perubahan segera. Dari 30 penjahit yang diteliti, 2 orang (6,67%) tidak mengalami keluhan MSDs, 10 orang (33,33%) mengalami keluhan ringan, 14 orang (46,67%) mengalami keluhan sedang, dan 4 orang (13,33%) mengalami keluhan berat. Karakteristik seperti posisi duduk membungkuk (60%), durasi kerja > 8 jam sehari (56,67%), dan waktu istirahat ≤ 1 jam sehari (96,67%) berkontribusi pada tingginya risiko MSDs. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan ergonomis di tempat kerja serta intervensi yang lebih baik untuk mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesejahteraan penjahit. Upaya yang dapat direkomendasikan untuk mengurangi keluhan MSDs pada penjahit yaitu memberi jedah istirahat 10-15 menit dengan melakukan peregangan.
KOMPARASI STABILITAS LERENG PADA SAYAP JEMBATAN KARE DENGAN METODE JANBU DAN BISHOP Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Suji’at
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.4734

Abstract

Jembatan merupakan bangunan yang memiliki peranan penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman terhadap daya dukung tanah pada sayap jembatan ini tidak dapat diabaikan, mengingat kondisi tanah yang beragam di wilayah tersebut. Sayap jembatan Kare mengalami longsor di sisi bagian utara akibat gerusan dari aliran air Bengawan solo. untuk itu perlu analisis stabilitas tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan stabilitas lereng, mensimulasikan TPT sebagai perkuatan tanah dan mengetahui nilai Safety Factor (SF) stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah Janbu dan Bishop. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan simulasi jenis perkuatan dinding penahan tanah setinggi 7 meter, panjang 11,45 meter lebar tumit bawah 4 meter dan lebar tumit atas 0,20 meter dengan analisis perhitungan menggunakan metode Bishop didapatkan nilai sebesar Sf = 2,571 dan dengan metode Janbu diperoleh nilai sebesar Sf = 1,986 dengan nilai faktor keamanan Sf = 1,25 yang artinya lereng tersebut stabil dari bahaya keruntuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan perangkat lunak Janbu yang digunakan pada bidang longsor Sirkular maupun Non-Sirkular dan Bishop pada bidang Longsor Sirkular saja. Kedua metode tersebut lebih efektif digunakan untuk permodelan dan menganalisis kondisi di bawah permukaan tanah.
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS Rahmadona, Rahmadona; Zainul Ikhwan; Darwitri, Darwitri; Kartika Sri Dewi Batubara
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia remaja seringkali disebabkan rendahnya asupan zat besi,kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan perilaku tidak sehat seperti merokok. Data WHO tahun 2020 30-40 remaja menderita anemia dan data SKI 2023 menyebutkan bahwa kelompok perokok terbanyak adalah usia 15-19 tahun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengupayakan pencegahan anemia remaja, meningkatkan pengetahuan melalui edukasi anemia, kesehatan reproduksi dan perilaku merokok remaja. Media yang digunakan adalah Game Edukasi Monopoli Anemia (GEMA), Poster, Leaflet dan Buku Saku “Hidup Sehat Tanpa Rokok”. Kegiatan dilaksanakan dari Mei -November 2025 di SMP N 14 Madong, Kelurahan Kampung Bugis. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan anemia dari 65 (pre test) menjadi 89 (post test), Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dari dan perilaku merokok remaja, dari 75 (pre test) menjadi 87 (post test). Deteksi anemia dari 16% anemia ringan setelah di edukasi dan diberi tablet Tambah Darah (TTD) menjadi 100% tidak anemia.