Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIFITAS BIO SORBEN KELADI, ECENG GONDOK DAN BATANG PISANG PADA KANDUNGAN FOSFAT LIMBAH LAUNDRY Zainul Ikhwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.162

Abstract

Limbah laundry mengandung fosfat tinggi yang berasal dari sodium tripoly fosfat yang merupakan bahan detergen berfungsi sebagai builder untuk menghilangkan kesadahan air sehingga detergen berfungsi optimal. Kelebihan fosfat mengakibatkan eutrofikasi. Salah satu alternatif menghilangkan pencemaran dengan menggunakan absobsi tanaman yang dapat berfungsi sebagai bioasorben. Tujuan penelitian diketahuinya Efektifitas Biosorben Batang Keladi, Eceng Gondok dan Batang Pisang terhadap Kandungan Fosfat Limbah Cair Laundry Tahun 2015. Jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre posttest. Sub variabel air limbah laundry 100 ml dan biosorben batang keladi, eceng gondok, batang pisang sedangkan variabel adalah penurunan kadar fosfat limbah laundry. Analisis data mengunakan uji one way anova dan regresi multivariate. Hasil rata-rata kadar fosfat air limbah sebelum perlakuan 10,26 mg/L, sedangkan setelah perlakuan mengalami penurunan tertinggi pada bioasorben batang pisang dengan penambahan 15 gram terjadi penurunan kadar fospat sebesar 8,91 mg/L, bioabsorben batang keladi sebesar 5,43 mg/L ; dan ecenggondok 8,44 mg/L. Hasil ini masih melebihi baku mutu 0,2 mg/L (PP No. 82 tahun 2011). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan penurunan kadar fosfat limbah cair laundry dengan nilai p=0,046 dan biosorben batang pisang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar fosfat limbah laundryKata Kunci: Biosorben, Fosfat, Limbah Cair Laundry
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Organik dengan Metode Takakura pada Ibu Rumah Tangga di Pulau Penyengat Amanina, Syaza Halwa; Ikhwan, Zainul; Kusuma, Gina Dwi Nur
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i1.1986

Abstract

Latar Belakang: Pulau Penyengat dikenal sebagai pulau tua bersejarah karena kekayaan peninggalan situs bersejarah nya yang masih ada hingga sekarang. Dengan luas Pulau Penyengat yang hanya kurang lebih 2,4 km2, serta adanya keterbatasan daya dukung dan daya tampung menyebabkan sulitnya pengolahan sampah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku sebelum dan sesudah penyuluhan kepada ibu rumah tangga dalam mengelola sampah organik menjadi kompos di wilayah Kampung Bulang, Penyengat. Metode: Metode pada penelitian ini yaitu survey dan pengukuran langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dengan jumlah responden 30 ibu rumah tangga menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap responden dalam mengelola sampah organik dalam kategori baik setelah diberikannya penyuluhan metode pengomposan Takakura. Kesimpulan: Terjadinya peningkatan terhadap pengetahuan sebanyak 43,88% dan sikap sebanyak 11,21% pada ibu rumah tangga dalam mengelola sampah organik menjadi kompos setelah diberikan penyuluhan pengomposan dengan metode Takakura.
PENGUATAN GIZI IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL: ASISTENSI BERBASIS KOMUNITAS BAGI IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KOTA BATAM Damayanti, Melly; Fidyah Aminin; Dewi Mey Lestanti Mukodri; Nurul Aini Suria Saputri; Zainul Ikhwan; Asmarita Jasda; Rawdatul Jannah; Tiyara Safitri; Sabtini Ika Putri; Jeni Cesi Cintiani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi, serta berkontribusi pada stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan angka KEK melalui asistensi pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, penyuluhan gizi, dan pemantauan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Botania dan Batu Aji, Kota Batam. Sebanyak 110 ibu hamil KEK dan resiko KEK menjadi sasaran kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2024. Metode kegiatan meliputi persiapan (koordinasi, survei, FGD), pelaksanaan (asistensi distribusi PMT lokal, penyuluhan gizi, dan monitoring antropometri), serta evaluasi hasil. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata lingkar lengan atas sebesar 0,8cm dan berat badan sebesar 2,5kg, serta peningkatan skor pengetahuan gizi dari 55% menjadi 85%. Kepatuhan konsumsi PMT lokal mencapai 85%. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis pangan lokal dan keterlibatan komunitas, khususnya kader posyandu, dalam menurunkan risiko KEK pada ibu hamil.
PENGUATAN PENCATATAN KUNJUNGAN IBU HAMIL DI POSYANDU DAN KELAS IBU HAMIL MELALUI KARTU KELAS IBU HAMIL DAN POSYANDU (KEPO) DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA BATAM Fidyah Aminin; Melly Damayanti; Dewi Mey Lestanti Mukodri; Nurul Aini Suria Saputri; Zainul Ikhwan; Asmarita Jasda; Rawdatul Jannah; Tiyara Safitri; Sabtini Ika Putri; Jeni Cesi Cintiani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat terjadi sebelum kelahiran dan disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Kelas ibu hamil dan Posyandu merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saat kehamilan.Namun belum terdapat instrument khusus untuk melakukan pencatatan kunjungan ibu hamil di kelas ibu hamil dan Posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan ibu hamil ke Posyandu dan kelas ibu hamil, dan meningkatkan pengetahuan serta penggunaan tentang kartu kelas ibu hamil dan posyandu (KEPO) di wilayah kerja Puskesmas Botania dan Batu Aji, Kota Batam. Sasaran adalah bidan, kader dan ibu hamil sebanyak 110 ibu hamil, dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2024. Metode kegiatan meliputi persiapan (koordinasi, survei, FGD), pelaksanaan (asistensi kunjungan ibu hamil, sosialisasi KEPO, dan monitoring penggunaan KEPO dan jumlah kunjungan ibu hamil), serta evaluasi hasil. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kunjungan ibu hamil sebesar 80% dan penggunaan KEPO telah diterapkan di kelas ibu hamil dan Posyandu. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas asistensi dan sosialisasi serta keterlibatan komunitas, khususnya kader posyandu
Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Rendra, Mrabawani Insan; Fitriansyah, Hadi; Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Saputra, Ichwan Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.
Efektifitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal terhadap berat badan dan status gizi balita: Tinjauan literatur Mukodri, Dewi Mey Lestanti; Aminin, Fidyah; Safitri, Tiyara; Damayanti, Melly; Saputri, Nurul Aini Suria; Jasda, Asmarita; Ikhwan, Zainul; Jannah, Rawdatul; Putri, Sabtini Ika; Cintiani, Jeni Cesi
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i2.2345

Abstract

Background: Nutritional problems among toddlers remain a public health challenge in many regions, including Indonesia. Locally-based Supplementary Feeding (PMT) is often utilized to address nutritional issues, particularly in improving toddler weight and nutritional status.Objectives: This article aims to evaluate the effectiveness of locally-based supplementary feeding in improving toddler weight and nutritional status through a literature review.Methods: This literature review applied a narrative review approach by searching articles in PubMed and Google Scholar (2015–2024). Articles were selected based on inclusion criteria, including RCTs and observational studies discussing the impact of local PMT on toddler weight and nutritional status. Study quality was assessed using the Newcastle-Ottawa Scale and GRADE. Data were analyzed descriptively without quantitative meta-analysis.Results: Most studies reported that local PMT effectively increased toddler weight. However, its impact on nutritional status was often insignificant within a short intervention duration. Key factors determining the success of the intervention included nutrient composition, intervention duration, and adherence level.Conclusion: Local food-based PMT is effective in improving toddler weight, although it may not significantly change nutritional status in the short term. This intervention can serve as a relevant alternative to support toddler nutrition, especially in areas with limited access to nutritious food.
Efektifitas pemberian makanan tambahan lokal (PMT) terhadap kesejahteraan ibu hamil: Literature review Damayanti, Melly; Aminin, Fidyah; Jannah, Rawdatul; Mukodri, Dewi Mey Lestanti; Saputri, Nurul Aini Suria; Jasda, Asmarita; Ikhwan, Zainul; Safitri, Tiyara; Putri, Sabtini Ika; Cintiani, Jeni Cesi
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i2.2415

Abstract

Background: Providing locally-based supplementary feeding has been proven effective in improving the health status of pregnant women and their babies while also supporting food sustainability and local economic development.Objectives: his article aims to explore the types and benefits of locally-based supplementary foods recommended during pregnancy through a literature review.Methods: This study employed a literature study design using the narrative literature review method by searching for scientific articles in the PubMed, ProQuest, and Google Scholar databases. A total of 26,194 articles were found, and 8 articles were analyzed. The article selection process followed the PRISMA standard guidelines. Articles published between 2015 and 2024 were included. The search was conducted using the keywords "local supplementary food," "pregnant women," "nutritional status," and "local PMT", then filtered based on the inclusion criteria: studies evaluating the effects of local supplementary feeding on the nutritional status of pregnant women, as well as the health status of both the mother and the newborn. Data were analyzed narratively to identify consistent findings.Results: The majority of studies show that locally-based local supplementary is effective in increasing weight gain during pregnancy, improving maternal upper arm circumference, and addressing pregnancy-related anemia Additionally, local supplementary has been shown to improve the health of newborns. However, nutrition education and counseling during pregnancy are essential to support better maternal health behaviors.Conclusion: Locally-based supplementary is effective in improving the nutritional and health status of both mothers and their babies. Moreover, it contributes to economic growth and food security.
Comparison of Field and Laboratory Soil Stability Values on the Soko - Tuban Road Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.641

Abstract

The good Soko-Tuban road experienced damage that distrupted comfort. The results showed that the test soil included organic clay with an average density of 2.33 gr/cm³ and a water ontent of 43.19%. The liquid limit value was 77.33%, the plastic limit was 32.7%, and the plasticity index was 44.63%. DCP testing was carried out on two samples with different road conditions, namely at STA 7+100 and 7+200 (good road) and STA 7+800 and 7+900 (damaged road). The CBR value at STA 7+100 on the east side was 12.09% and 7+200 on the west side was 9.87%. At STA 7+800, the CBR value on the east side was 5.23% and STA 7+900 on the west side was 10.59%. The laboratory CBR value was taken from two samples with three variations of impacts 10x, 30x, and 65x. In good road conditions at STA 7+100 the highest average CBR value is 17.12%. In damaged road conditions at STA 7+800 the average CBR value is 11.52%. The significant difference in laboratory and field CBR values is influenced by road conditions and soil characteristics.
Analisis Kondisi Existing Jalan Rel Blitar – Malang Berdasarkan Nilai Track Quality Index: Analysis of the Existing Condition of the Blitar – Malang Railway Based on the Track Quality Index Santoso, Toni Budi; Al Zakina, Bella Lutfiani; Ikhwan, Mohammad Zainul
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1058

Abstract

The value or output in the form of a number from the measurement results of the measuring train which can provide information on the quality of the railroad track that is passed on a railroad segment is called the Track Quality Index (TQI). The TQI value is obtained from the sum of 4 measurement parameters, namely track width, lift, power and height. The higher the TQI value indicates the higher the level of rail damage. Several train accident investigation reports, especially derailments, were influenced by poor TQI values. The government has limitations in obtaining TQI values ​​due to the limited number of measuring trains it has and operations are periodic. Therefore, alternatives are needed to predict TQI values ​​other than measuring train operating data. The method used to solve this problem is direct measurement with a measuring train for a track width of 1067 mm. Then an analytical calculation is carried out to find the average deviation, variance and standard deviation. The calculation results show an average deviation of 93.78 and an average standard deviation of 37.81. Based on the provisions for grouping TQI values, a high TQI value is taken, namely the average deviation with track conditions is at a value of 4. Taking a higher number is indicated for the safety of railway operations, the higher the worse the condition of the railway, so high frequency maintenance of the railway is required.
Environmental, Behavioral Factors and Filariasis Incidence in Bintan District, Riau Islands Province Ikhwan, Zainul; Herawati, Lucky; Suharti, Suharti
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat mikrofilaria filariasis di Kabupaten Bintan masih tinggi, khususnya di Kecamatan Teluk Bintan, Teluk Sebong, dan Sri Kuala Lobam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko lingkungan (faktor fisik, biologi, kimia, sosial budaya, ekonomi) dan faktor perilaku dengan kejadian filariasis. Jenis penelitian observasional analitik yang dilakukan pada Mei – September 2015 dengan desain kasus kontrol, yang terdiri dari jumlah kasus 33 orang penderita filariasis dan kontrol 65 orang bukan penderita filariasis dengan teknik cluster sampling. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kabupaten Bintan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik. Hasil menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (nilai p = 0.045; OR = 1.365), kawat kasa (nilai p = 0.048; OR = 1.381), kandang ternak (nilai p = 0.018; OR = 3,5), rawa-rawa (nilai p = 0.038; OR = 1.358), perkebunan/hutan (nilai p = 0.035; OR = 0.373), dan penggunaan kelambu (nilai p = 0.036; OR = 1.417) sebagai faktor risiko kejadian filariasis. Sebagai kesimpulan, variabel yang paling berhubungan dengan kejadian filariasis di Kabupaten Bintan adalah pengetahuan (OR = 6.154), penggunaan kelambu (OR = 3.861) dan jarak dengan rawa-rawa (OR = 3.668). Microfilaria rate of filariasis in Bintan District remains high, especially in Teluk Bintan, Teluk Sebong, and Sri Kuala Lobam Subdistricts. This study aimed to determine relation between environmental risk factors (physical, biological, chemical, socio-cultural, economic) and behavioral factors with filariasis incidence. The study was an analytic observational study conducted on May – September 2015 using case control design, which consisted of a total of case as many as 33 filariasis sufferers and a total of control as many as 65 non filariasis sufferers as taken by cluster sampling technique. Population of study was people in Bintan District. Data obtained were then analyzed by using chi square and logistic regression test. Results showed correlation of knowledge (p value= 0.045; OR = 1.365), wire-net use (p value = 0.048; OR = 1.381), stockyard (p value= 0.018; OR = 3.5), swamp (p value = 0.038; OR = 1.358), plantation/forest (p = 0.035; OR = 0.373) and mosquito-net use (p value = 0.036; OR = 1.417) as risk factor of filariasis incidence. In conclusion, variables most related to filariasis incidence in Bintan District are knowledge (OR = 6.154), mosquito-net use (OR = 3.861) and distance to swamp (OR = 3.668).