Anggara Wiyono Wit Saputra
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Studi Perencanaan Tanggul Spoilbank dengan Material Sedimen Disposal di Waduk Sengguruh Ihsan, Baihaqi; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.112

Abstract

Sedimen disposal adalah buangan material sedimen hasil aktivitas pengerukan di alur sungai dari suatu waduk. Bendungan Sengguruh sebagai salah satu bendungan yang terletak di bagian hulu dalam Sistem Brantas, mengakibatkan banyak material sedimen yang terbawa aliran tertampung pada badan waduk. Pengerukan sedimen menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi permasalahan sedimentasi. Melimpahnya sedimen disposal, membuatnya hanya menjadi sampah buangan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alternatif usulan penyelesaian masalah sedimen disposal di Waduk Sengguruh. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tanggul tipe spoilbank dengan memanfaatkan material sedimen disposal di Waduk Sengguruh. Studi ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk mengetahui karakteristik tanah sedimen disposal berdasarkan sifat fisik, kimia, dan mekanik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan tanggul melalui analisis stabilitas. Pengujian laboratorium dilakukan untuk mengklasifikasikan jenis tanah, mengidentifikasi kandungan mineralogi, dan memperoleh parameter tanah. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio dalam program SLOPE/W. Hasil penelitian meliputi data klasifikasi tanah, kandungan mineral, parameter mekanika tanah, nilai faktor keamanan lereng, serta rencana anggaran biaya.
Karakterisasi Sifat Fisik Tanah Sedimen Disposal Waduk Sutami sebagai Material Timbunan Berdasarkan Uji Laboratorium Badriyah, Aurelia Putri; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.114

Abstract

Salah satu bentuk penanganan masalah sedimentasi di Waduk adalah dengan pengerukan yang hasilnya ditampung pada lokasi spoilbank. Namun, keterbatasan lahan spoilbank memunculkan urgensi pemanfaatan sedimen, salah satunya sebagai material timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisik tanah sedimen disposal Waduk Sutami sebagai bahan timbunan berdasarkan hasil uji laboratorium. Sampel tanah diambil dari Spoilbank Dempok 5, yang mewakili material hasil pengerukan Waduk Sutami. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah termasuk dalam klasifikasi ML (lanau pasiran) dengan indeks plastisitas rendah (PI = 1,610) dan nilai Gs sebesar 2,331 gr/cm³. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah termasuk dalam kategori A-4(3), sementara menurut klasifikasi USDA termasuk tanah liat berlanau. Daya dukung tanah ini masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai material timbunan, khususnya untuk konstruksi tanggul, dengan syarat dilakukan pemadatan dan pengendalian teknis yang memadai. Oleh karena itu, sedimen disposal Waduk Sutami memiliki potensi sebagai material konstruksi alternatif yang layak jika diolah dengan metode yang tepat.
Studi Potensi Airtanah untuk Perencanaan Sistem Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Gegeran Kabupaten Ponorogo Rizki Ganda Girinada; Sri Wahyuni; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.074

Abstract

Desa Gegeran Kecamatan Sukorejo masuk kedalam kerawanan kekeringan tingkat tinggi, dengan mayoritas penggunaan lahan di Desa Gegeran didominasi oleh sawah dan ladang. Oleh karena itu dilakukanlah kajian yang berjudul Studi Potensi Air Tanah untuk Perencanaan Jaringan Irigasi Air Tanah. Hasil analisa menunjukkan bahwa Terdapat 3 lapisan geologi yaitu batu lempung, batu pasir dan kerakal sebagai batuan induk. Berdasarkan pendekatan persamaan Darcy maka dapat disimpulkan bahwa potensi debit air tanah yang ada pada titik uji sebesar 30 liter/detik. Untuk perencanaan jaringan irigasi air tanah pada lokasi studi adalah menggunakan sistem pipa dengan pola operasi menggunakan sistem rotasi dengan debit pompa sebesar 30 liter/detik selama 12 jam pengaliran dimulai dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00, dengan 8 kali pengaliran bergilir secara berurut dari blok 1 hingga blok 8. Jumlah harga total pekerjaan adalah sebesar Rp. 4.460.299.182 atau terbilang empat milyar empat ratus enam puluh juta dua ratus sembilan puluh sembilan ribu seratus delapan puluh dua rupiah.
Studi Potensi Airtanah Untuk Perencanaan Jaringan Irigasi Air Tanah Di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Widyaningrum, Aprilia; Sri Wahyuni; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.059

Abstract

Desa Tanjunggunung dan Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo merupakan sebuah daerah yang seringkali mengalami kekeringan. Sedangkan masyarakat di wilayah tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Maka dari itu, diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan airtanah sebagai sumber air irigasi dengan metode pendugaan geolistrik dan perencanaan jaringan irigasi air tanah dengan program WaterCAD V8i. Hasil pendugaan geolistrik dan interpretasi data pada titik lintasan geolistrik setelah diolah menggunakan program IPI2WIN dan Progress 3.0 menunjukkan terdapat tiga lapisan litologi yaitu berupa batu pasir, lempung, dan kerakal. Berdasarkan penentuan nilai transmisivitas yang paling besar dan jarak radius antara titik yang telah ditentukan dengan luasan sawah, dihasilkan potensi air tanah sebesar Q = 35 liter/detik. Perencanaan jaringan irigasi air tanah menggunakan sistem pipa hubungan seri dengan pola operasi sistem rotasi. Jenis sumur yang direncanakan menggunakan sumur dalam (Deep Tube Well) dan pompa yang digunakan yaitu pompa tenggelam (submersible) merk Grundfos tipe 95-6. Kemudian, nilai yang didapatkan dalam perhitungan kebutuhan air di sawah (NFR) yaitu sebesar 1,03 liter/detik/hektar. Rencana Anggaran Biaya (RAB) total yang diperlukan untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di Desa Tanjunggunung dan Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan sebesar Rp. 3.495.663.676.00.
Studi Potensi Airtanah Untuk Perencanaan Jaringan Irigasi Air Tanah Di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo Raflie Fahrezzi Ramadhan; Sri Wahyuni; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.072

Abstract

Desa Duri, Desa Plancungan, dan Desa Kambeng merupakan desa yang terletak pada Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Mayoritas penduduk di daerah tersebut bermata pencaharian sebagai petani. Karakteristik pada daerah Slahung memiliki tanah berpasir dan curah hujan yang rendah. Ditambah menurut BNPB, ketiga desa tersebut terindikasi mengalami kekeringan tingkat sedang-tinggi. Karena banyaknya kebutuhan air yang ada pada daerah tersebut maka dibutuhkan sumber air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan air khususnya dalam sektor irigasi. Dengan membentuk sistem Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) potensi air yang ada pada daerah Slahung dapat menjawab kebutuhan air yang ada agar sawah yang terdapat pada ketiga desa tersebut memiliki air yang cukup. Penentuan nilai transmisivitas yang paling besar dan jarak radius antara titik yang telah ditentukan dengan luasan sawah, dihasilkan potensi air tanah sebesar Q = 35 liter/detik. Perencanaan jaringan irigasi air tanah menggunakan sistem perpipaan dan rotasi yang terbagi menjadi 5 blok area pengaliran yang dilakukan secara bergantian selama 12 jam. Rencana Anggaran Biaya (RAB) total yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem jaringan irigasi air tanah di Desa Duri, Desa Plancungan, dan Desa Kambeng adalah sebesar Rp. 2.815.268.493.00.
Pemanfaatan Data Satelit untuk Analisis Kekeringan di DAS Lekso Kabupaten Blitar Afifa, Dhita Azka; Donny Harisuseno; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.075

Abstract

Bencana kekeringan merupakan fenomena alam yang harus diwasdapai agar suatu daerah tidak mengalami dampak negatif secara ekstrem. Kabupaten Blitar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang rawan terjadi bencana kekeringan. DAS Lekso adalah salah satu wilayah Kabupaten Blitar yang rentan terhadap kekeringan. Maka dari itu, diperlukan analisis kekeringan untuk mengetahui kondisi tingkatan kekeringan yang terjadi di DAS Lekso. Studi ini menggunakan metode Rainfall Anomally Index (RAI) untuk menghitung indeks kekeringan. Diperlukan data tambahan agar dapat mengoptimalkan hasil analisis kekeringan dikarenakan stasiun hujan yang terdapat di DAS Lekso tidak tersebar secara merata. Oleh karena itu, studi ini memanfaatkan data satelit CHIRPS untuk perhitungan data stasiun hujan rencana. Lokasi titik stasiun hujan rencana tersebut ditentukan berdasarkan jaring-jaring metode kagan roda. Hasil perhitungan indeks kekeringan RAI selama 20 tahun pengamatan menunjukkan bahwa pada DAS Lekso terjadi 7 tahun kekeringan terparah yaitu pada tahun 2002-2003, 2006, 2014-2015, dan 2018-2019. Berdasarkan pola tren kekeringan, diperkirakan bahwa kekeringan di DAS Lekso terjadi setiap 2 hingga 7 tahun. Sehingga berdasarkan penelitian, data satelit efektif digunakan sebagai data tambahan untuk mengoptimalkan analisis kekeringan.
Studi Rehabilitasi Bendung Untuk Kebutuhan Air Irigasi Pada D.I Gumbasa Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah Wahyuni, Sri; Moch. Sholichin; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.076

Abstract

Tsunami dan gempa bumi yang terjadi di daerah Sulawesi Tengah yang meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, serta wilayah sekitarnya pada tanggal 28 September 2018 berdampak pada kerusakan Bendung Gumbasa. Studi ini bertujuan untuk memperoleh dimensi Bendung Gumbasa serta stabilitas bendung yang aman terhadap kondisi daerah studi. Studi terdiri dari beberapa kajian yakni analisa hidrologi, analisa neraca air, perencanaan dimensi bangunan utama Bendung Gumbasa serta analisa stabilitas bendung. Hasil studi menunjukkan dimensi bendung yang sesuai kondisi daerah studi yakni tinggi bendung sebesar 3,64 m, lebar efektif bendung 67,248 m, mercu bendung tipe OGEE III, elevasi mercu bendung +92,400 m, dengan peredam energi USBR IV, lebar kantong lumpur sebesar 21,992 m, panjang kantong lumpur sebesar 261,706 m, serta volume kantong lumpur sebesar 3396,334 m3. Hasil analisa stabilitas bendung bisa dipahami bahwasanya desain saluran pelimpah terlindung dari terguling, longsor, dan gempa bumi dalam segala situasi. Sehingga bendungan ini layak dibangun.
Analisis Pengaruh Variasi Kemiringan Maindam terhadap Stabilitas pada Bendungan Melawi di Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat A Raya Diva Oriana; Anggara Wiyono Wit Saputra; Andre Primantyo Hermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.4

Abstract

Bendungan Melawi merupakan bendungan tipe urugan zonal dengan inti tegak yang akan difungsikan sebagai dry dam di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat. Dalam perencanaan kemiringan lereng hulu dan hilir, perlu dipastikan keamanan stabilitasnya dan volume kebutuhan material timbunan agar dapat dipastikan ketersediaannya di lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kemiringan lereng terhadap stabilitas dan volume material timbunan menggunakan metode Bishop dengan bantuan Geo-Studio SLOPE/W untuk stabilitas lereng, dengan tiga alternatif kemiringan zona random. Hasil analisis stabilitas dan rembesan menunjukkan bahwa alternatif Bendungan Melawi dengan kemiringan hulu 1:3 dan kemiringan hilir 1:2 adalah alternatif paling aman pada semua kondisi dengan volume kebutuhan material terbanyak dibanding alternatif lainnya, yakni sebesar 2,635,593.594 m3. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan volume material timbunan yang lebih banyak pada lereng yang lebih landai dapat meningkatkan keamanan stabilitas Bendungan Melawi, dimana hal ini menunjukkan hubungan keterkaitan yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut dengan koefisien korelasi sebesar 0,9939 hingga 1.
Perencanaan Struktur Bangunan Mooring Dolphin dengan Kapasitas 5000 Grt pada Dermaga I Pelabuhan Bolok Kabupaten Kupang Azwar Alief Lazuardhi; Suwanto Marsudi; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.17

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat bergantung pada transportasi laut, dan Pelabuhan Penyeberangan Bolok adalah hub utama yang saat ini menghadapi kerusakan mooring dolphin, menghambat kinerja dan keamanan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mendesain struktur mooring dolphin baru pada Dermaga I Pelabuhan Bolok untuk mendukung kapal berkapasitas 5.000 GRT, menentukan desain optimal dan estimasi biayanya. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data teknis dan non-teknis. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak seperti WRPLOT View, Autodesk Robot Structural Analysis, AutoCAD, dan Geo5 untuk perhitungan hidrografi, struktural, dan geoteknik, termasuk analisis stabilitas dan estimasi biaya. Perencanaan menghasilkan desain mooring dolphin yang memenuhi kriteria teknis dan operasional untuk kapal 5.000 GRT, memastikan penambatan yang aman dan efisien. Analisis menunjukkan bahwa struktur, pondasi, dan komponen pendukungnya stabil dan layak. Perencanaan ini juga mencakup estimasi biaya pembangunan, yang diharapkan dapat meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Tualang Noer Carstenza; Ussy Andawayanti; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.63

Abstract

Desa Ringinsari merupakan salah satu wilayah rawan air yang belum terjangkau oleh sistem penyediaan air bersih dari instansi pemerintah dengan sebagian besar masyarakatnya yang masih menggunakan sumur konvensional untuk memenuhi kebutuhan airnya dan seringkali mengalami kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih di Desa Ringinsari guna menyelesaikan permasalahan kekurangan air yang ada dengan memanfaatkan Sumber Air Kaligoro. Digunakan metode aritmatik, geometrik, dan eksponensial untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan air hingga proyeksi 21 tahun kedepan dengan menggunakan pendekatan perangkat lunak WaterCAD V8i untuk analisis hidrolikanya. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa Sumber Air Kaligoro dapat memenuhi kebutuhan air Desa Ringinsari hingga tahun 2045 dengan kecepatan aliran air dalam pipa yang berkisar diantara 0,033 – 1,065 m/dt dan headloss gradient yang berkisar diantara 0,026 – 14,049 m/km serta tekanan air dalam pipa yang berkisar diantara 0,55 – 7,95 atm. Didapatkan pula nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) realisasi rencana sistem jaringan distribusi air bersih di Desa Ringinsari sebesar Rp. 7.786.823.000.