Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Development Of Student Worksheets Based On Local Potential Integrated Islamic Values To Improve The Critical Thinking Of Madrasah Tsanawiyah Students Ade Haerullah; Ningsi Saibi; Magfirah Rasyid; Abbas Kasra; Jassia Pagala
Biopedagogia Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/biopedagogia.v5i2.4447

Abstract

Science (Natural Science) learning based on local potential integrated with Islamic values provides new experiences to madrasah students that natural science and Islamic religious teachings are closely related and cannot be separated from each other. Learning like this can train students to think holistically from various points of view and think more deeply so that students' critical thinking abilities can develop. The integration of Islamic values in science learning opens the view for students in Madrasa that the source of science learning is not only natural phenomena and advances in science and technology. This research is a type of development research. The stages of LKPD development are carried out in 4 (four) stages, referring to the Thiagarajan 4-D Model. The results of the learning device development show that the average value is 96.27% so it is declared very very feasible. Furthermore, the LKPD which has been declared very suitable can be tested on a limited scale on 29 class VII students at MTs SC Ternate. The results of the limited scale trial show that there is an influence of the use of LKPD based on local potential integrated with Islamic values on critical thinking skills with a significance level of 0.003, because the sig value is 0.05, the alternative hypothesis is accepted. The results of this hypothesis test can be concluded that the use of LKPD influences students' critical thinking abilities and is effectively applied to learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 10 KOTA TERNATE KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Sartika Ujud; Taslim D Nur; Yusmar Yusuf; Ningsi Saibi; Muhammad Riswan Ramli
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i2.7305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery learning  dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 10 Kota Ternate kelas X IPA 3. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan mengunakan dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil evaluasi peserta didik pada siklus I dari 30 orang, terdapat 14 peserta didik yang memenuhi kriteria ketuntasan Minimal (KKM) atau 47%. Sisanya, peserta didik yang belum memenuhi KKM sebanyak 16 orang atau 53%. Nilai rata-rata siklus I yaitu 70 sedangkan nilai KKM mata pelajaran biologi adalah 72. Hasil evaluasi peserta didik pada siklus II terjadi peningkatan. Peserta didik yang berumlah 30 orang dinyatakan tuntas atau 100% dengan memperoleh nilai rata-rata 80. Hasil observasi aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar selama siklus I telah tergolong baik, hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata yang diperoleh yaitu 69. Dan siklus II mendapatkan hasil observasi aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar tergolong tinggi dengan perolehan 100%. Hasil aktivitas guru model pada siklus I dan siklus II tergolong lebih baik dalam proses belajar mengajar dengan model pembelajaran Discovery Learning. Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas guru dimana pada siklus I, 71% sedangkan pada siklus II, 100%.
Identification of Secondary Metabolic Compounds Rhizophora stylosa Root from Morotai Island Saibi, Ningsi; M. Nur, Rinto; Dewi, Resmila; Yuliana, Cut; Rakibah, Aja; Masykur, Masykur
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1304

Abstract

Rhizophora stylosa is a type of mangrove used for various purposes, including as a source of charcoal and firewood. This type of mangrove is also used in traditional medicines for mangosteen, wounds, toothache, lucid, liver, and itching. It is possible because these species contain secondary metabolites (bioactive). This study aimed to identify secondary metabolites from the root extract of Rhizophora stylosa accession from Morotai Island. Root samples of R. stylosa were obtained from Pandanga Village, South Morotai, Morotai Island. Extraction by maceration using methanol. Secondary metabolites are identified qualitatively, including alkaloids, saponins, flavonoids, triterpenoids, and steroids. The yield of the methanol extract of Rhizophora stylosa root was determined to be 26.42%, with a dry paste-like consistency. Alkaloids and saponins were the secondary metabolite compounds identified in the extract.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS VII DI MTs NEGERI 1 KOTA TERNATE yayu Fardi; Dharmawaty M. Taher; Bahtiar Bahtiar; Ningsi Saibi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9238

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran problem based learning pada materi pencemaran lngkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi melalui model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian (PTK). Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan tehnik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya yaitu siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi, khususnya pada kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, siswa yang dikatakan tuntas 35% atau 9 siswa, dengan nilai rata-rata yang di peroleh 48,19% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang tuntas 92% atau 24 siswa dengan nilai rata-rata 84,92%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning telah mengalami peningkatan dari 50% meningkat menjadi 83%. Hal tersebut disebabkan karena pada siklus II aktivitas guru juga telah mengalami peningkatan dari 58% menjadi 83%. Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate.
Komunitas Biota Makrobentik di Perairan Pulau Ternate Maluku Utara WD. Syarni Tala; Abdu Mas’ud; Ningsi Saibi
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i1.25087

Abstract

Ternate Island waters have high marine biodiversity, including macrobenthic biota. These biota are important components in the food web of aquatic ecosystems, bioturbators of aquatic sediments, and decomposers of organic materials. Macrobenthic biota can also be an indicator of the ecological quality of waters. This study aims to determine the species of macrobenthic biota, community structure including abundance, diversity, evenness, and dominance, as well as environmental factors that affect macrobenthic biota communities in the waters of Ternate Island, North Maluku. This research was conducted in the waters of Tabanga Beach and Kastela Beach, Ternate, North Maluku in March - June 2024. This research is a quantitative research. Sampling of macrobenthic biota using the transect-quadrat method. The results showed that the macrobenthic biota community in the waters of Ternate Island consisted of 85 species, 61 species were found in Tabanga Beach, 29 species were found in Kastela Beach, and 5 species were found in both beaches. Tenguella granulata has the highest abundance in Tabanga Beach and Echinometra mathaei has the highest abundance in Kastela Beach. Tabanga Beach has a high diversity value (H' = 3.39), while Kastela Beach is in the medium category (H' = 2.69). Macrobenthic biota community in these two waters have high evenness and there is no dominating species in the community. The results of macrobenthic biota community analysis in Ternate Island waters indicate that these waters are suitable for macrobenthic biota life.
Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Perubahan Lingkungan Laut di Kota Ternate: Studi Kasus pada Komunitas Pesisir dengan Menggunakan Kuesioner Ilham Majid; Ningsi Saibi; Aswal Salewangeng
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.26692

Abstract

Perubahan lingkungan laut menjadi isu global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, termasuk di Kota Ternate. Fenomena seperti kenaikan permukaan laut, polusi, dan kerusakan ekosistem laut mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Meskipun dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat, persepsi mereka terhadap perubahan lingkungan laut di Kota Ternate masih kurang dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan laut dan faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan mitigasi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat pesisir. Hasil survei terhadap 155 responden menunjukkan bahwa 82,6% tinggal di wilayah pesisir, namun pemahaman mendalam terhadap perubahan iklim masih rendah. Responden mengidentifikasi pencemaran sampah (45,8%) dan penangkapan ikan dengan bahan peledak (42,6%) sebagai penyebab utama kerusakan laut. Dampak yang dirasakan meliputi kerusakan estetika pantai (52,9%), gangguan kesehatan (32,3%), dan penurunan hasil tangkapan ikan (28,4%). Meskipun 49,4% responden pernah mendengar istilah mikroplastik, pemahaman yang mendalam masih rendah. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatiran tinggi terhadap pencemaran dan kehilangan keanekaragaman hayati laut. Terkait abrasi pantai, 56,1% menyebut gelombang tinggi sebagai penyebab utama, dan 42,6% mengaku mengalami kerusakan infrastruktur. Upaya mitigasi yang paling dikenal masyarakat adalah pengelolaan sampah yang baik (63,9%), pelarangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (47,7%), dan penanaman mangrove (41,3%). Sebanyak 56,1% responden percaya bahwa pelestarian lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama, dan 60% menyatakan bersedia terlibat dalam aksi nyata. Dukungan terhadap kebijakan perlindungan laut sangat tinggi (98,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan laut sudah cukup tinggi, masih diperlukan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif melalui edukasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait.
Peta Sebaran Kutu Putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate, Maluku Utara Ningsi Saibi; WD. Syarni Tala; Magfirah Rasyid
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27663

Abstract

Kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan kelompok serangga hama penting yang bersifat polifag dan mampu menyerang berbagai jenis tanaman budidaya, hortikultura, dan tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Kutu putih berpotensi menyebar dengan cepat antar wilayah melalui peredaran berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan, sehingga diperlukan data sebaran spasial yang rinci sebagai dasar perencanaan pengelolaan dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kutu putih di Pulau Ternate hingga tingkat kelurahan menggunakan GIS dan menyusun informasi spasialnya sebagai dasar bagi perencanaan pengendalian dan survei lanjutan kutu putih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei lapangan dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS) untuk memetakan sebaran kutu putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 247 titik sebaran kutu putih yang tersebar di 33 dari 60 kelurahan yang disurvei. Kecamatan Ternate Utara merupakan wilayah dengan intensitas sebaran tertinggi yaitu 129 titik sebaran atau sekitar 52,2% dari seluruh titik yang terdeteksi. Sepuluh dari 14 kelurahan di kecamatan ini ditemukan adanya kutu putih dengan 35 titik (27,1%) terdapat di Kelurahan Sango dan 36 titik (27,9%) di Kelurahan Akehuda dari 129 titik sebaran di kecamatan ini. Kedua kelurahan ini merupakan wilayah dengan kepadatan titik tertinggi di Pulau Ternate. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kutu putih tidak merata dan terkonsentrasi pada zona pesisir dataran rendah yang didominasi permukiman dan kebun hortikultura. Informasi spasial ini menjadi data dasar penting untuk menyusun prioritas wilayah pengendalian dan merancang survei lanjutan kutu putih pada kelurahan-kelurahan yang berisiko tinggi di Pulau Ternate.