Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 10 KOTA TERNATE KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Ujud, Sartika; Nur, Taslim D; Yusuf, Yusmar; Saibi, Ningsi; Ramli, Muhammad Riswan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i2.7305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery learning  dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 10 Kota Ternate kelas X IPA 3. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan mengunakan dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil evaluasi peserta didik pada siklus I dari 30 orang, terdapat 14 peserta didik yang memenuhi kriteria ketuntasan Minimal (KKM) atau 47%. Sisanya, peserta didik yang belum memenuhi KKM sebanyak 16 orang atau 53%. Nilai rata-rata siklus I yaitu 70 sedangkan nilai KKM mata pelajaran biologi adalah 72. Hasil evaluasi peserta didik pada siklus II terjadi peningkatan. Peserta didik yang berumlah 30 orang dinyatakan tuntas atau 100% dengan memperoleh nilai rata-rata 80. Hasil observasi aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar selama siklus I telah tergolong baik, hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata yang diperoleh yaitu 69. Dan siklus II mendapatkan hasil observasi aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar tergolong tinggi dengan perolehan 100%. Hasil aktivitas guru model pada siklus I dan siklus II tergolong lebih baik dalam proses belajar mengajar dengan model pembelajaran Discovery Learning. Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas guru dimana pada siklus I, 71% sedangkan pada siklus II, 100%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS VII DI MTs NEGERI 1 KOTA TERNATE Fardi, yayu; Taher, Dharmawaty M.; Bahtiar, Bahtiar; Saibi, Ningsi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9238

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran problem based learning pada materi pencemaran lngkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi melalui model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian (PTK). Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan tehnik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya yaitu siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi, khususnya pada kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, siswa yang dikatakan tuntas 35% atau 9 siswa, dengan nilai rata-rata yang di peroleh 48,19% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang tuntas 92% atau 24 siswa dengan nilai rata-rata 84,92%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning telah mengalami peningkatan dari 50% meningkat menjadi 83%. Hal tersebut disebabkan karena pada siklus II aktivitas guru juga telah mengalami peningkatan dari 58% menjadi 83%. Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate.
SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN SANITASI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI PELAJAR SEKOLAH DASAR DI TERNATE Ayu, Yusmar Yusuf; Bahtiar, Bahtiar; Tala, W.D. Syarni; Haerullah, Ade; Suparman, Suparman; Rasyid, Magfirah; Saibi, Ningsi; Salewangen, Aswal; Sabar, Mesrawaty; Hidayat, Hapsah Usman
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1685

Abstract

Improving school sanitation is the first step in creating a conducive learning environment, which can trigger improvements in the quality of students' health. Various efforts have been made by SD Alkhairaat 02 Kota Ternate to create a healthy school environment, namely by preparing sanitation installations such as toilets and clean water, hand washing facilities and rubbish disposal areas. SD Alkhairaat 02 Kota Ternate is also trying to increase awareness about the importance of sanitation and environmental health among students by collaborating with external parties. This activity aims to increase students' awareness of environmental sanitation and health, as well as support the development of the school's environmental sanitation and health profile. This socialization activity was carried out at SD Alkhaeraat 02 Kota Ternate. This socialization activity consists of 4 stages, namely the preparation stage, socialization (exposure to material), practical implementation of sanitation and environmental health, and the activity evaluation stage. The implementation of the activity stages took place smoothly and orderly, and all participants were very enthusiastic about taking part in this activity. This socialization was able to increase awareness of sanitation and personal health, this can be seen from the evaluation results of the level of areness after the activity was carried out which was categorized as very good. Socialization to increase awareness of sanitation and environmental health for elementary school students needs to be carried out continuously and consistently, well planned, involving relevant stakeholders.
Komunitas Biota Makrobentik di Perairan Pulau Ternate Maluku Utara WD. Syarni Tala; Abdu Mas’ud; Ningsi Saibi
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i1.25087

Abstract

Ternate Island waters have high marine biodiversity, including macrobenthic biota. These biota are important components in the food web of aquatic ecosystems, bioturbators of aquatic sediments, and decomposers of organic materials. Macrobenthic biota can also be an indicator of the ecological quality of waters. This study aims to determine the species of macrobenthic biota, community structure including abundance, diversity, evenness, and dominance, as well as environmental factors that affect macrobenthic biota communities in the waters of Ternate Island, North Maluku. This research was conducted in the waters of Tabanga Beach and Kastela Beach, Ternate, North Maluku in March - June 2024. This research is a quantitative research. Sampling of macrobenthic biota using the transect-quadrat method. The results showed that the macrobenthic biota community in the waters of Ternate Island consisted of 85 species, 61 species were found in Tabanga Beach, 29 species were found in Kastela Beach, and 5 species were found in both beaches. Tenguella granulata has the highest abundance in Tabanga Beach and Echinometra mathaei has the highest abundance in Kastela Beach. Tabanga Beach has a high diversity value (H' = 3.39), while Kastela Beach is in the medium category (H' = 2.69). Macrobenthic biota community in these two waters have high evenness and there is no dominating species in the community. The results of macrobenthic biota community analysis in Ternate Island waters indicate that these waters are suitable for macrobenthic biota life.
Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Perubahan Lingkungan Laut di Kota Ternate: Studi Kasus pada Komunitas Pesisir dengan Menggunakan Kuesioner Ilham Majid; Ningsi Saibi; Aswal Salewangeng
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.26692

Abstract

Perubahan lingkungan laut menjadi isu global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, termasuk di Kota Ternate. Fenomena seperti kenaikan permukaan laut, polusi, dan kerusakan ekosistem laut mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Meskipun dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat, persepsi mereka terhadap perubahan lingkungan laut di Kota Ternate masih kurang dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan laut dan faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan mitigasi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat pesisir. Hasil survei terhadap 155 responden menunjukkan bahwa 82,6% tinggal di wilayah pesisir, namun pemahaman mendalam terhadap perubahan iklim masih rendah. Responden mengidentifikasi pencemaran sampah (45,8%) dan penangkapan ikan dengan bahan peledak (42,6%) sebagai penyebab utama kerusakan laut. Dampak yang dirasakan meliputi kerusakan estetika pantai (52,9%), gangguan kesehatan (32,3%), dan penurunan hasil tangkapan ikan (28,4%). Meskipun 49,4% responden pernah mendengar istilah mikroplastik, pemahaman yang mendalam masih rendah. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatiran tinggi terhadap pencemaran dan kehilangan keanekaragaman hayati laut. Terkait abrasi pantai, 56,1% menyebut gelombang tinggi sebagai penyebab utama, dan 42,6% mengaku mengalami kerusakan infrastruktur. Upaya mitigasi yang paling dikenal masyarakat adalah pengelolaan sampah yang baik (63,9%), pelarangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (47,7%), dan penanaman mangrove (41,3%). Sebanyak 56,1% responden percaya bahwa pelestarian lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama, dan 60% menyatakan bersedia terlibat dalam aksi nyata. Dukungan terhadap kebijakan perlindungan laut sangat tinggi (98,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan laut sudah cukup tinggi, masih diperlukan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif melalui edukasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait.
Peta Sebaran Kutu Putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate, Maluku Utara Ningsi Saibi; WD. Syarni Tala; Magfirah Rasyid
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27663

Abstract

Kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan kelompok serangga hama penting yang bersifat polifag dan mampu menyerang berbagai jenis tanaman budidaya, hortikultura, dan tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Kutu putih berpotensi menyebar dengan cepat antar wilayah melalui peredaran berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan, sehingga diperlukan data sebaran spasial yang rinci sebagai dasar perencanaan pengelolaan dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kutu putih di Pulau Ternate hingga tingkat kelurahan menggunakan GIS dan menyusun informasi spasialnya sebagai dasar bagi perencanaan pengendalian dan survei lanjutan kutu putih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei lapangan dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS) untuk memetakan sebaran kutu putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 247 titik sebaran kutu putih yang tersebar di 33 dari 60 kelurahan yang disurvei. Kecamatan Ternate Utara merupakan wilayah dengan intensitas sebaran tertinggi yaitu 129 titik sebaran atau sekitar 52,2% dari seluruh titik yang terdeteksi. Sepuluh dari 14 kelurahan di kecamatan ini ditemukan adanya kutu putih dengan 35 titik (27,1%) terdapat di Kelurahan Sango dan 36 titik (27,9%) di Kelurahan Akehuda dari 129 titik sebaran di kecamatan ini. Kedua kelurahan ini merupakan wilayah dengan kepadatan titik tertinggi di Pulau Ternate. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kutu putih tidak merata dan terkonsentrasi pada zona pesisir dataran rendah yang didominasi permukiman dan kebun hortikultura. Informasi spasial ini menjadi data dasar penting untuk menyusun prioritas wilayah pengendalian dan merancang survei lanjutan kutu putih pada kelurahan-kelurahan yang berisiko tinggi di Pulau Ternate.
Butterfly Species and Nectar Source Preferences at Khairun University Campus, Ternate, North Maluku WD. Syarni Tala; Ningsi Saibi; Yusmar Yusuf; Magfirah Rasyid; Aswal Salewangeng
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8 No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9706

Abstract

Butterflies have a very important ecological role in the ecosystem, one of which is to help pollinate flowering plants. The existence of butterflies in an area is highly dependent on the availability of nectar sources as the main food for adult butterflies. This study aims to identify the species of butterflies found in the Khairun University campus environment and inventory flowering plants that have the potential to become nectar sources. This research was conducted at campus I of Khairun University, Akehuda, North Ternate Subdistrict, Ternate City, North Maluku during November 2024. Data were collected using the visual encounter survey method by directly observing and recording the species of butterflies that flew and landed on flowers, as well as the species of flowering plants found. Data collection was carried out in the morning at 08:00-10:00 WIT and in the in the afternoon at 16:00-18:00 WIT (Eastern Indonesian Time) according to the time of butterfly activity. Based on the results of the study, it is known that the butterflies found in the campus I, Khairun University consist of 8 species from 3 families, namely the Lycaenidae, Nymphalidae, and Pieridae families. There are 11 species of flowering plants that have the potential as a source of nectar for butterflies in this campus. Tridax procumbens is a flowering plant species that could be a source of nectar for all species of butterflies in the campus environment of Khairun University.
The Development of an Interactive Learning Website Based on Google Sites on Photosynthesis Material Magfirah Rasyid; Yusmar Yusuf; Ningsi Saibi; WD. Syarni Tala; Aswal Salewangeng
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8 No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9742

Abstract

Learning media can help improve understanding and facilitate the interpretation of learning materials. They also play a role in generating enthusiasm and interest in learning among students. The purpose of this research is to develop a learning media website based on Google Sites and to test the validity and practicality of the media that has been developed. The developed website will be used in plant physiology courses on photosynthesis material. The research and development follows the 1974 Thiagarajan model of 4D (Define, Design, Develop and Disseminate). The results showed that the interactive learning website based on Google sites was highly valid for learning, with percentages of 96% from material experts, 96% from media experts and 97% from educational practitioners. The level of practicality of the websites was found to be 91%, as determined by student responses. This means that the learning website development is very valid and feasible to use.
Pelatihan Mendeley Untuk Meningkatkan Kualitas Penulisan KTI Bagi Siswa MAN 1 Halmahera Utara Ningsi Saibi; Magfirah Rasyid; Yusmar Yusuf; WD. Syarni Tala; Ulandari Saibi
Journal Of Khairun Community Services Vol 6 No 1 (2026): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v6i1.11787

Abstract

Penulisan karya tulis ilmiah merupakan kompetensi esensial bagi siswa, namun seringkali terdapat hambatan dalam pengelolaan referensi dan sitasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan mendeley terhadap siswa. Penelitian dilakukan dengan melakukan sosialisasi menggunakan pendekatan kualitatif. Sujek penelitain ini adalah siswa-siswi MAN 1 Halmahera Utara. Penelitian yang dilakukan dengan memberikan angket untuk mengetahui kemampuan awal siswa terkait penggunaan Mendeley, kemudian dilaksanakan pelatihan. Berdasarkan pelatihan yang telah dilaksanakan, diperoleh informasi bahwa konsep dasar siswa masih rendah dengan persentase 65 %, pemahaman siswa terkait fitur utama mendeley juga tergolong masih rendah dengan skor 52%. Setelah diberikan pelatihan, kemampuan siswa sudah meningkat hingga 75% , hal ini berarti bahwa siswa sudah mampu menggunakan Mendeley setelah diberikan peatihan. Ketertariakn siswa mencapai 87.5% untuk menggunakan Mendeley dalam setiap KTI yang dikerjakan. Selain itu, pemahaman terkait manfaat Mendeley sudah meningkat hingga 71%, hal iniberarti bahwa siswa sudah memahami manfaat menggunakan Mendeley dalam penyelesaian KTI.