Articles
Pengaruh Dukungan Sosial Orang Tua dan Kepercayaan Diri terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik
Citra Imelda Usman;
Retno Tri Wulandari;
Remi Nofelita
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 4, No 1 (2021): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/egcdj.v4i1.12605
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya orang tua yang tidak mengutamakan kepentingan anaknya, adanya peserta didik yang minder dengan kemampuan yang dimiliki, adanya peserta didik yang tidak ada kemauan untuk belajar, serta adanya peserta didik yang tidak mengerjakan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran dukungan sosial orang tua. 2) Gambaran kepercayaan diri peserta didik. 3) Gambaran motivasi belajar peserta didik 4) Pengaruh dukungan sosial orang tua dan kepercayaan diri terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan teknik persentase dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian adalah: 1) Dukungan orang tua berada pada kategori tinggi, 2) Kepercayaan diri peserta didik berada pada kategori cukup tinggi 3) Motivasi belajar peserta didik berada pada kategori tinggi, 4) Terdapat pengaruh pada dukungan sosial orang tua dan kepercayaan diri terhadap motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik untuk mampu menggali, mengekpresikan dan berpartisipasi dalam meningkatkan motivasi belajar yang baik untuk kesuksesannya dalam belajar.
Urgensi Moral Remaja dan Upaya Orang Tua Dalam Mengatasinya
Citra Imelda Usman
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 2, No 2 (2019): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.132 KB)
|
DOI: 10.24014/egcdj.v2i2.8262
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya remaja yang melakukan tingkahlaku menyimpang yang bertentangan dengan norma dan aturan yang ada di dalam masyarakat. Rendahnya moral remaja ini terlihat dari remaja yang cenderung duduk dan bergandengan tangan dengan lawan jenisnya, remaja mengatakan perkataan yang tidak baik, remaja yang melakukan balap motor di jalan raya, remaja yang merusak dirinya seperti: remaja yang mengisap lem, mengkonsumsi alkohol, main domino, merokok, berbohong dan pencurian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Faktor penyebab menurunnya moral remaja (2) Upaya orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja awal yang ada di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 95 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian secara umum mengungkapkan bahwa: (1) Faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari keluarga bermasalah berada pada kategori banyak, media massa dan sikap egoisme dan materialisme termasuk dalam kategori cukup banyak. (2) Upaya orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari memberikan kepercayaan kepada remaja dan mengajarkan pendidikan agama serta menciptakan komunikasi dengan remaja termasuk kedalam kategori baik. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada remaja untuk menghindari hal-hal yang membuat menurunnya moral remaja, baik yang berasal dari keluarga bermasalah, media massa dan sikap egoisme dan materialisme serta orang tua agar dapat membimbing remaja supaya memiliki nilai-nilai moral yang baik sesuai aturan dan norma yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat.
Profil Hambatan Komunikasi Psikologis Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 10 Padang
Siti Nur Fatimah;
Citra Imelda Usman;
Rila Rahma Mulyani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.667 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6258
Penelitian ini melihat fenomena masih adanya peserta didik yang mengalami hambatan komunikasi psikologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) Hambatan komunikasi perbedaan kepentingan peserta didik, 2) Hambatan komunikasi prasangka peserta didik, 3) Hambatan komunikasi stereotip peserta didik, 4) Hambatan komunikasi motivasi peserta didik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri 10 Padang yang berjumlah 270 orang peserta didik. Dengan teknik Purposive Sampling, sampel berjumlah 60 orang peserta didik. Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa angket dan diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini mengungkapkan secara umum berada pada kategori peserta didik mengalami hambatan komunikasi. Kemudian pada indikator 1) Perbedaan kepentingan berada pada kategori peserta didik mengalami hambatan komunikasi, 2) Prasangka berada pada kategori peserta didik mengalami hambatan komunikasi, 3) Stereotip berada pada kategori peserta didik mengalami hambatan komunikasi, dan 4) Motivasi berada pada kategori peserta didik mengalami hambatan komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti merekomendasikan kepada guru bimbingan dan konseling diharapkan lebih memperhatikan dan membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan komunikasi psikologis agar peserta didik mampu berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah dan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Guru mata pelajaran diharapkan lebih dapat memperhatikan bagaimana komunikasi psikologis sikap sosial dan cara belajar peserta didik yang mengalami hambatan komunikasi dalam belajar dan bersosialisasi dan Kepala sekolah, agar dapat mengoptimalkan mendukung terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah. Disarankan kepada peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik dalam belajar maupun dalam bersosialisasi.
Efektifitas Layanan Konseling Behavioral dengan Menggunakan Teknik Desensitisasi Sistematis untuk Mengurangi Rasa Tidak Percaya Diri Peserta Didik (Studi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas XI MAN 5 Agam)
Chana Indika;
Fitria Kasih;
Citra Imelda Usman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7904
Penelitian ini dilatar belakangi adanya ditemukan permasalahan tentang rasa ketidak percaya diri siswa di kelas XI MAN 5 Agam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1.) Gambaran kepercayaan diri peserta didik sebelum dilakukannya konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis. 2.) Gambaran kepercayaan diri peserta didik sesudah dilakukan konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis. 3.) Efektivitas konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis untuk mengurangi rasa tidak percaya diri peserta didik kelas XI di MAN 5 Agam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi 4 orang peserta didik yang memiliki rasa tidak percaya diri, sedangkan teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknuk Purposive Sampling dengan jumlah 2 orang peserta didik yang benar mempunyai rasa tidak percaya diri tinggi . instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis data menggunakan interval dengan analisis uji t serta hasil pretest dan postest. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul efektifitas konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis untuk mengurangi rasa tidak percaya diri peserta didik kelas XI MAN 5 Agam kabupaten Agam 1) Kepercayaan diri peserta didik sebelum dilakukannya konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis berada pada kategori tinggi 2) Kepercayaan diri peserta didik sesudah dilakukan konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis berada pada kategori rendah. 3) Adanya penurunan rasa tidak percaya diri peserta didik. Penelitian ini direkomendasikan untuk Guru BK diharapkan mampu untuk memberikan layanan konseling behavioral dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis atau pun menggunakan teknik-teknik yang lain dengan memanfaatkan saranan dan prasarana yang ada di sekolah dengan sebaik mungkin serta diharapkan bisa rutin dalam memberikan layanan konseling khususnya dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis
Profil Hambatan Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Kelas VII di SMPN 3 Tebo
Andri Budiansah;
Citra Imelda Usman;
Fuaddillah Putra
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joe.v5i4.2284
This research is motivated by the presence of students who have problems in communication, there are students who find it difficult to talk to their classmates because of language differences, and there are also students who do not socialize with their peers. The purpose of this study was to describe the barriers to intercultural communication among class VII students at SMPN 3 Tebo in terms of: 1) Language. 2) Emotions. 3) Culture. 4) Nonverbal This research was conducted using a quantitative descriptive method. The research population consisted of 224 students selected by purposive sampling technique with 64 participants. The instrument used is a questionnaire. As for data analysis using interval scores and percentages. Based on the results of research on barriers to intercultural communication of class VII students at SMPN 3 Tebo seen from: 1) barriers to intercultural communication seen from language are in the small category. 2) barriers to intercultural communication seen from emotions are in very few categories. 3) barriers to intercultural communication seen from language are in very few categories. 4) barriers to intercultural communication seen from language are in very few categories. This research is recommended for students to understand each other, understand and tolerate the cultural differences they have.
Hubungan Tingkat Ekonomi Keluarga dengan Pemilihan Arah Karir Peserta Didik di SMA Negeri 1 Sitiung
Melisa Febriani;
Besti Nora Dwi Putri;
Citra Imelda Usman
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study entitled The Relationship between Parents' Economic Level and Students' Career Direction Selection. This study aims to determine: 1) The economic level of the parents of students at SMA Negeri 1 Sitiung. 2) Selection of the career direction of students at SMA Negeri 1 Sitiung. 3) The relationship between the economic level of parents and the career direction of students at SMA Negeri 1 Sitiung. This type of research is a quantitative descriptive with a correlational approach. The population of this study were students at SMA Negeri 1 Sitiung, totaling 147 students. The sampling technique was carried out using simple random sampling technique, namely as many as 108 students who became the research sample. The data analysis technique of this study used descriptive statistics, data analysis was carried out after the data was collected through a questionnaire. Furthermore, the prerequisite analysis test of this study used the normality test and data linearity test. The results of this study indicate: 1) The economic level of the parents of students at SMA Negeri 1 Sitiung is in the very high category. 2) Selection of the career direction of students at SMA Negeri 1 Sitiung is in the high category. 3) There is no relationship between the economic level of parents and the career direction of students at SMA Negeri 1 Sitiung with a very low coefficient.
Faktor–Faktor yang Menyebabkan Pernikahan Dini pada Remaja di Nagari Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan
Sania Yuva;
Fuaddillah Putra;
Citra Imelda Usman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi dengan maraknya pernikahan dini pada usia remaja, usia remaja adalah usia yang labil serta belum stabilnya emosi dan rendahnya pengendalian diri pada remaja sehingga sering terjadinya pertengkaran yang menuju pergaulan bebas sehingga berujung pada pernikahan dini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: Faktor - faktor yang menyebabkan pernikahan dini pada remaja di Nagari Mandeh kecamatan XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan dilihat dari faktor internal dan eksternal. Jenis penelitian ini kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara dengan informan utama kunci 2 orang dan informan tambahan 7 orang. Data ini diuji dengan melakukan triangulasi data, setelah itu dianalisis dengan tiga tahap: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pernikahan dini yaitu faktor pendidikan remaja dan orang tua yang rendah, faktor ekonomi keluarga remaja yang rendah. Faktor sosial, Faktor budaya, faktor lain seperti tempat berpacaran yang mendukung.
Pengaruh Self Confidence terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA di SMAN 2 Tebo
Aryayanda Prasetiawan;
Rila Rahma Mulyani;
Citra Imelda Usman
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 6, No 1 (2023): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/egcdj.v6i1.21602
Peneltian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang malu-malu ketika presentasi di depan kelas. Adanya peserta didik yang ragu-ragu menyampaikan pendapatnya dalam persentasi dan adanya peserta didik yang menyuruh temannya untuk menyampaikankan jawabannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : 1) Gambaran self confidence peserta didik di kelas XI MIPA SMAN 2 Tebo. 2) Gambaran prestasi belajar peserta didik di kelas XI MIPA SMAN 2 Tebo. 3) Pengaruh self confidence terhadap prestasi belajar didik di kelas XI MIPA SMAN 2 Tebo Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 107 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunkan adalah propotional random sampling dengan 51 orang partisipan Instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis data menggunakan skor interval, persentase dan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh self confidence terhadap prestasi belajar didik di kelas XI MIPA SMAN 2 Tebo : 1) Self confidence peserta didik berada pada kategori baik. 2 Prestasi belajar peserta didik berada pada kategori cukup baik. 3) Terdapat pengaruh self confidence terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik Agar peserta didik lebih meningkatkan self confidence sehingga mampu meraih prestasi belajar yang maksimal. Kata kunci: Self Confidence, Presrasi Belajar, Peserta Didik TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack// This page is in Indonesian Translate to English AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate Indonesian to EnglishPRO Never translate Indonesian Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Model of The Group Guidance Service Design Using The Cinema Therapy Method In Helping Student Achievement of Development Tasks
Hesti Permata Sari;
Fitria Kasih;
Citra Imelda Usman
Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.825 KB)
|
DOI: 10.26858/ijosc.v1i1.19982
The research objectives describe:1.The task profile of students' developmental achievement in class XI SMAN 3 Mukomuko. 2.Implementation of group guidance in helping the achievement of developmental tasks carried out by the Guidance and Counseling Teacher. 3.The group guidance service design model using the cinema therapy method in helping the achievement of student developmental tasks. This study uses a mixed method. Dataanalysis techniques for Development Task Inventory(ITP). While qualitative research,techniques used in data processing through data reduction,data presentation and conclusion drawing. Based on the results of research the following conclusions can be drawn:1.The profile of the task of achieving the development of students in class XI of SMAN 3 Mukomuko seen from the Inventory of Development Tasks is generally at the level of self-awareness. 2.Implementation of group guidance in assisting the achievement of developmental tasks carried out by the Guidance and Counseling Teacher,providing monotonous group guidance, discussions, homeroom. 3.Thedesign model of group guidance services using the cinema therapy method in helping the achievement of student developmental tasks. Based on the results of the research,it can be recommended that the Guidance and Counseling Teachers be able to apply the group guidance service design model using the cinema therapy method.
PENERAPAN TEKNIK LAYANAN KONSELING PERORANGAN OLEH GURU BK DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK
Citra Imelda Usman
Jurnal Counseling Care Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Counseling Care
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1116.759 KB)
|
DOI: 10.22202/jcc.2017.v1i2.2526
The background of this research is the existence of some students who display undisciplinedbehavior in school, such as coming late to come to school and so forth. The purpose of this studyis how the effectiveness pelaysanaan individual counseling services in mendisipnlikan class Xstudents electrical majors in SMK Negeri 5 Padang, using general and special techniques. Theresearch is quantitative descriptive research. The population of this study were 38 students ofclass X of electrical majors at SMK Negeri 5 Padang who had attended individual counseling. Thesampling technique is total sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysistechnique used is technique percentage. The findings of this study indicate that: 1) theapplication of general and specialized techniques to individual counseling can improve studentdiscipline. This research is recommended for students of electric X class X who have participatedin individual counseling services to improve their discipline. Then to the school community, inorder to give full attention to the students and to cooperate with all the personnel or citizens ofschool which aims in improving the discipline of learners.Keywords: General techniques of individual counseling services, specific techniques ofindividual counseling services, discipline