Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa untuk Santri Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu Martince Novianti Bani; Anisah Nur Fajarwati; Ayisya Cindy Harifa; Fuji Asema; Kharisma Nur Cahyani; Rizki Putri Ramadhani
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.366

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan santri tehadap potensi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Kegiatan ini dilaterbelakangi oleh kondisi pondok yang padat serta minimnya pengetahuan santri dan pengajar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana gempa terjadi. Tambahannya yaitu kurangnya pemantauan berkala terhadap kondisi fisik bangunan pondok. Berangkat dari permasalahan ini maka, para santri dan pengajar menunjukkan keingintahuan yang tinggi terhadap edukasi kebencanaan khususnya bencana gempa sebagai upaya untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan kualitatif, tim pelaksana melakukan observasi sehingga diperoleh informasi kondisi fisik bangunan pondok, persepsi dan kebutuhan peserta terhadap pengetahuan mitigasi gempa bumi. Berdasarkan hasil temuan maka kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan berupa penyajian materi interaktif yang melibatkan kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan santri dalam mengidentifikasi dan tanggap menghadapi situasi darurat gempa. Santri juga dapat mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri di titik-titik aman (life safety zone) seperti konsep “triangle of life. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga memberikan sumbangsih secara nyata pada lingkungan pondok pesantren yaitu berupa pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul aman (safe assembly point) yang sesuai dengan standar keselamatan kebencanaan. Keberadaan rambu tersebut juga dapat membangun budaya kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi di lingkungan sekitar.
Evaluasi Kinerja Kuat Tekan Beton Beton Normal Menggunakan Silica Fume pada Media Perawatan Air Tawar dan Air Laut Kharisma Nur Cahyani; Rif’atul Khusniah; Yehezkiel Septian Yoganata
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan silica fume terhadap kuat tekan beton pada media curing air tawar dan air laut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kinerja beton di lingkungan agresif, khususnya yang mengandung garam. Metode penelitian menggunakan variasi kadar silica fume sebesar 0%, 3%, 7%, dan 13% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari menggunakan benda uji silinder, dengan tiga sampel untuk setiap variasi guna memperoleh nilai rata-rata yang representatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton meningkat seiring bertambahnya umur beton pada seluruh variasi campuran. Pada curing air tawar, kuat tekan beton normal umur 28 hari sebesar 28,26 MPa meningkat menjadi 36,14 MPa pada penambahan silica fume 13% (kenaikan 27,88%). Pada curing air laut, kuat tekan beton meningkat dari 25,59 MPa menjadi 32,21 MPa (kenaikan 25,87%) pada variasi yang sama. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kadar silica fume dan umur beton berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton dengan persamaan Y = 9,0406 + 0,1304X? + 0,7389X? dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,882. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan silica fume efektif meningkatkan kuat tekan beton baik pada curing air tawar maupun air laut, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan beton yang lebih tahan terhadap lingkungan agresif. Kebaruan penelitian terletak pada analisis komparatif dua media curing yang menunjukkan bahwa silica fume mampu meningkatkan kinerja beton pada kondisi lingkungan yang mengandung garam.
DEVELOPMENT OF FLY ASH AND STEEL SLAG-BASED GEOPOLYMER CONCRETE TO REDUCE CARBON EMISSIONS IN CONSTRUCTION Yehezkiel Septian Yoganata; Ikhsan Putra Pratama; Najla Nurrahma Amalia; Mohammad Amru Bil Ihsani; Kharisma Nur Cahyani; Nur Laily Lupita Sari
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.7136

Abstract

The global construction sector, particularly the production of concrete structures, is a major contributor to carbon dioxide (CO2) emissions. Portland cement alone is responsible for 10% of global emissions. In response to this sustainability issue, this research aims to develop green concrete through the partial substitution of cement using fly ash and fine aggregate with steel slag, based on the similarity of the chemical composition of these industrial wastes to concrete materials. The research focuses on two objectives: producing a concrete mix formula that meets the compressive strength standard of 21 MPa and comparing CO2 emissions level. The experiment was conducted in the laboratory in accordance with SNI 7656:2012, involving the fabrication of 24 cylindrical test specimens with three variations of fly ash substitution (10%, 15%, 20%) and steel slag substitution (20%, 15%, 10%). The 28-day compressive strength test results showed that all variations exceeded the strength of conventional concrete (22.29 MPa). Specifically, Variation II (15% fly ash, 15% steel slag) achieved optimal performance with a compressive strength of 24.91 MPa. In addition to its mechanical advantages, this optimal variation also reduced carbon emissions by 15%. These findings highlight the great potential of utilizing industrial waste in producing strong and environmentally friendly concrete.