Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengabdian kepada Masyarakat Bakti Sosial Bersama Panti As-Shohwah Pekanbaru Rizqa, Miftahir; Suhandri, Suhandri; Noviarni, Noviarni
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/altifani.v5i1.5565

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir matematis anak-anak panti melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, yaitu game edukasi “Rangking Satu”. Sasaran kegiatan adalah anak-anak asuh Panti Ash-Shohwah Pekanbaru jenjang SMP hingga SMA. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat dan hasil belajar matematika, yang dipengaruhi oleh keterbatasan lingkungan belajar serta latar belakang sosial ekonomi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang pentingnya belajar matematika, pelaksanaan game edukasi berbasis soal-soal matematika, serta observasi keaktifan dan respons peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan adanya peningkatan partisipasi serta motivasi belajar dalam memahami konsep-konsep matematika secara aplikatif. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong penguatan sikap sosial seperti kerja sama dan sportivitas. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk inovatif pembelajaran berbasis pengalaman yang ramah bagi anak-anak panti.
PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DAN PENGGUNAAN MENDELEY DESKTOP SEBAGAI REFERENSI BAGI MAHASISWA PASCASARJANA UIN SUSKA RIAU Rizqa, Miftahir; Noviarni, Noviarni; Suhandri, Suhandri; Juniardi, Muhammad Aqil; Risnawati, Risnawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35801

Abstract

Kegiatan penguatan penulisan artikel ilmiah populer dan penggunaan Mendeley Desktop ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas keterampilan menulis mahasiswa pascasarjana UIN Suska Riau. Kegiatan ini mencakup beberapa sesi pelatihan yang meliputi pengantar penulisan artikel ilmiah, teknik penulisan dan penyuntingan, serta penggunaan Mendeley Desktop sebagai alat bantu pengelolaan referensi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis mahasiswa, terlihat dari kemampuan mereka menyusun artikel yang lebih terstruktur dan logis. Dukungan dan bimbingan dari dosen serta fasilitator selama pelatihan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tulisan mereka dengan lebih percaya diri. Penggunaan Mendeley Desktop juga terbukti memudahkan pengelolaan referensi dan sitasi, berdampak positif pada kualitas karya ilmiah. Selain itu, pelatihan ini berhasil meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa, dengan beberapa peserta berhasil mempublikasikan artikel di jurnal-jurnal ilmiah populer. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar pelatihan serupa diadakan secara berkala, penguatan bimbingan dari dosen ditingkatkan, dan kerjasama dengan jurnal ilmiah diperluas. Evaluasi berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan efektivitas program dan perbaikan yang diperlukan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Terintegrasi Keislaman untuk Menumbuhkan Karakter Siswa SMP Suhandri, Suhandri; Syahwela, Mayu
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.2228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika terintegrasi keislaman khusunya pada materi persamaan linear satu variable yang valid, prakris, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall. Teknik pengumpulan data berupa angket dan tes. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli teknologi pendidikan, lembar validasi ahli materi, soal postes, dan angket karakter. Subjek penelitian ini dibagi atas tiga kategori yaitu validator untuk menilai kelayakan bahan ajar, 12 orang siswa untuk uji praktikalitas, dan 91 orang siswa yang berada di tiga sekolah di Provinsi Riau untuk menilai efektifitas bahan ajar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar matematika berupa modul persamaan linear satu variable yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika dan juga dapat menumbuhkan karakter siswa khususnya patuh kepada aturan, bersikap adil dan jujur. Oleh karena itu, modul ini dapat dikatakan layak digunakan sebagai salah satu perangkat dalam pembelajaran matematika SMP
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIKA GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH 3T RUPAT UTARA Suhandri; Ramon Muhandaz; Miftahir Rizqa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 3 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i3.7793

Abstract

This community service program aimed to improve the conceptual understanding of mathematics among 24 elementary school teachers in the 3T region of North Rupat, where mathematics instruction still tends to be procedural and insufficiently contextual. The program focused on strengthening teachers’ pedagogical and professional competencies through training in conceptual learning and the Realistic Mathematics Education (RME) approach. The community service activity employed Participatory Action Research (PAR), actively involving teachers in the stages of planning, action, observation, and reflection. The implementation included needs identification, pre-assessment, conceptual and RME-based training, and evaluation of program outcomes. Data were collected through teachers’ understanding questionnaires administered before and after the training and documentation, then analyzed using descriptive quantitative techniques, including mean scores, score differences, percentage improvement, and N-Gain, as well as difference testing using the Wilcoxon Signed-Rank test. The results showed an improvement in teachers’ understanding, with the average score increasing from 38.88 to 45.58, equivalent to a 13.42% increase, and an N-Gain score of 0.54, categorized as moderate. The Wilcoxon Signed-Rank test also revealed a significant difference between pre-training and post-training scores (Z=−3.758;p<0.001). These findings indicate that the training program was effective in enhancing teachers’ capacities and has the potential to be replicated in other 3T regions.
Exploration of Field Independent Students’ Mathematical Problem-Solving Ability in Ordinary Differential Equations Learning Rezi Ariawan; Suhandri Suhandri; Norazman Norazman
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v8i4.38732

Abstract

This study aims to analyze and describe students' mathematical problem-solving abilities in an ordinary differential equations course, using cognitive styles as a framework. This study is qualitative and uses a case study approach. The subjects were students of the Mathematics Education study program at the Faculty of Teacher Training and Education, Riau Islamic University. The selection of research subjects for in-depth interviews was conducted using purposive sampling. The instruments used were mathematical problem-solving ability tests, GEFT tests, and interview sheets that had met the eligibility criteria. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that field independent subjects had a strong foundation in solving ordinary differential equations problems, especially in the initial analysis and application of procedures. However, weaknesses remained in evaluating data adequacy and in strategic reflection. Hence, the subjects were not fully able to adjust the length and depth of the solution to the demands of the problem.
Pendekatan Pembelajaran Humanistik dan Retensi Matematis Siswa: Peran Kemampuan Awal Matematis dan Level Sekolah Suhandri Suhandri; Saifullah Rahman; Annisa Rahmadani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v10i1.14720

Abstract

This study aims to analyze the effect of a humanistic learning approach on students' mathematical retention abilities and examine differences based on school level. The study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The study sample consisted of 120 eighth-grade junior high school students in Riau Province from medium and low-level schools. The experimental group received learning with a humanistic approach, while the control group received direct learning. Initial mathematical ability (KAM) was assessed through a pretest to ensure group equality, while mathematical retention ability was evaluated through a test administered three months after the learning was completed. Data were analyzed using descriptive statistics and the Mann–Whitney test. The results showed that the increase in mathematical retention ability of students who received a humanistic approach was higher than that of students who received direct learning, with an average N-gain of 0.77 and 0.72, respectively. The Mann–Whitney test results showed that the difference was significant (p = 0.003). Based on school level, the humanistic approach resulted in significantly better retention in medium-level schools (p = 0.024), but did not show a significant difference in low-level schools (p = 0.185). These findings indicate that the humanistic approach is effective in improving students' mathematics retention, especially in schools with higher levels of academic readiness.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA SMP/MTs Anisa Ulva Wahyuni; Suhandri Suhandri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12809

Abstract

Mathematics plays an important role in developing students' thinking abilities, particularly mathematical logical thinking, which serves as a foundation for understanding concepts meaningfully and solving problems systematically. However, the 2022 PISA results showed that Indonesian students' mathematics abilities remain below the OECD average, and previous studies have also reported that students' mathematical logical thinking abilities are still relatively low. Meanwhile, research specifically examining the effect of the experiential learning approach on mathematical logical thinking ability remains limited, so empirical evidence on its effectiveness is needed. This study aims to determine the effectiveness of the experiential learning approach in improving the mathematical logical thinking ability of junior high school students. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Non-equivalent Control Group Design. The population consisted of all eighth-grade students of MTs Negeri 8 Kampar, with class VIII.1 as the experimental class and class VIII.2 as the control class, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a pretest and posttest using an essay-based mathematical logical thinking test. The results showed that students who learned using the experiential learning approach achieved better mathematical logical thinking ability and a greater improvement than those who learned using direct learning. Thus, the experiential learning approach was proven effective in improving students' mathematical logical thinking ability. ABSTRAK Matematika berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya kemampuan berpikir logis matematis yang menjadi dasar bagi siswa untuk memahami konsep secara bermakna dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan kemampuan matematika siswa Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara OECD, dan berbagai penelitian terdahulu juga melaporkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis siswa masih tergolong rendah. Di sisi lain, penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh pendekatan experiential learning terhadap kemampuan berpikir logis matematis masih terbatas, sehingga diperlukan bukti empiris mengenai efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan pembelajaran experiential learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 8 Kampar, dengan kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berbentuk soal uraian kemampuan berpikir logis matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis siswa yang belajar menggunakan pendekatan experiential learning lebih baik dan mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran langsung. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran experiential learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa.
Academic Performance and Student Satisfaction in Blended Mathematics Learning: A Mixed-Methods Study in Indonesian Higher Education Suhandri; Miftahir Rizqa
Jurnal Didaktik Matematika Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v13i1.976

Abstract

The rapid growth of digital technology has prompted higher education institutions to adopt flexible, interactive learning models. This study examined students' academic performance and satisfaction in blended mathematics learning in Indonesian higher education. A mixed-methods approach with a convergent parallel design was used. The quantitative phase involved 81 second-semester students in mathematics education at Sultan Syarif Kasim Islamic University, Riau, divided into blended, face-to-face, and online learning groups. Data were collected through academic achievement tests, a student satisfaction questionnaire, open-ended responses, and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and the Kruskal–Wallis test, while qualitative data were analyzed thematically. The results showed that the blended learning group achieved the highest posttest score (M = 16.00, SD = 1.39), followed by the face-to-face group (M = 11.59, SD = 3.08) and the online group (M = 10.15, SD = 4.30). The difference was statistically significant (p = .001) and had a large effect size (η² = .392). Students also reported high satisfaction, particularly regarding content relevance, interaction, flexibility, motivation, and learning independence. These findings suggest that blended learning can enhance mathematics learning when online and face-to-face activities are pedagogically integrated.
Penguatan Modal Sosial Melayu Kuantan Melalui Gotong Royong Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Pacu Jalur dalam KKN Tematik Indah Purnama Sari; Bima Tri Septiawan; Ripda Kasria Ningsih; Cahya Ningrum Nurjanah; Suhandri Suhandri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.3012

Abstract

ABSTRAK Gotong royong merupakan nilai budaya inti masyarakat Melayu Kuantan, namun dalam beberapa tahun terakhir intensitasnya pada berbagai kegiatan rutin di wilayah Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, menunjukkan kecenderungan menurun. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi tersebut, sekaligus oleh fakta bahwa gotong royong pada tradisi pacu jalur masih bertahan kuat sebagai pengikat sosial di lima desa lokasi kegiatan, yaitu Pebaun Hilir, Seberang Pantai, Rantau Sialang, Muaro Tombang, dan Kasang. Kegiatan ini bertujuan memetakan bentuk, makna, dan kondisi gotong royong, serta merumuskan peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dalam memperkuat gotong royong sebagai modal sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan lima narasumber aparatur desa (kepala desa, penjabat kepala desa, dan sekretaris desa) berpedoman pada Pedoman Wawancara Pemuka Masyarakat, yang datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan pola jawaban antar desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa gotong royong hidup dalam dua bentuk, yakni gotong royong umum (kebersihan lingkungan, rumah ibadah) dan gotong royong adat/suku (pacu jalur, hajatan, musibah), namun menghadapi tantangan berupa pergeseran penyelesaian masalah desa dari kerja bersama ke mekanisme berbayar, mekanisasi sebagian proses tradisional (alat berat menggantikan gotong royong menarik kayu jalur), serta menurunnya partisipasi generasi muda. Program KKN Tematik terbukti berkontribusi membuka ruang interaksi sosial baru, mendorong adaptasi mahasiswa terhadap tradisi musiman (pacu jalur, Doa Turun ke Ladang, Doa Padang), menghasilkan inovasi fisik desa (plang jalan, gapura desa), serta memanfaatkan momentum kolektif seperti perayaan HUT RI untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan warga. Kegiatan ini merekomendasikan strategi penguatan gotong royong berbasis pelibatan tokoh adat dan edukasi berkelanjutan bagi generasi muda di kelima desa tersebut. Kata Kunci: Kata gotong royong; modal sosial; Melayu Kuantan; pacu jalur; KKN Tematik. ABSTRACT is a core cultural value of the Melayu Kuantan community, yet its intensity in routine communal activities across the Kuantan Mudik area, Kuantan Singingi Regency, has shown a declining trend in recent years. This community service activity is motivated by that condition, alongside the fact that gotong royong within the pacu jalur (traditional boat-race) tradition remains a strong social bond across the five target villages: Pebaun Hilir, Seberang Pantai, Rantau Sialang, Muaro Tombang, and Kasang. The activity aims to map the forms, meanings, and current conditions of gotong royong, and to formulate the role of Thematic Community Service Program (KKN Tematik) students in strengthening gotong royong as community social capital. Semi-structured interviews were conducted with five village-apparatus informants (village heads, an acting village head, and village secretaries) guided by the Community Leader Interview Protocol, and the data were analyzed descriptively-qualitatively by comparing response patterns across villages. Results show that gotong royong persists in two forms: general gotong royong (environmental cleanliness, houses of worship) and customary/clan-based gotong royong (pacu jalur, celebrations, misfortunes), yet faces challenges from the shift toward monetized problem-solving, partial mechanization of traditional practices (heavy equipment replacing communal log-hauling for boat-building), and declining youth participation. The KKN Tematik program contributed to opening new spaces for social interaction, encouraging student adaptation to seasonal traditions (pacu jalur, the pre-planting Doa Turun ke Ladang, and the post-harvest Doa Padang), producing tangible village innovations (road signs, village gates), and leveraging collective moments such as Indonesian Independence Day to re-strengthen communal values. The activity recommends a gotong royong revitalization strategy that engages customary leaders (ninik mamak) and provides sustained education for younger generations across the five villages. Keywords: mutual cooperation; social capital; Melayu Kuantan; pacu jalur; thematic community service