Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ethnochemistry: Potential, Implementation, and Challenges of Integrating Local Wisdom to Enhance Student Motivation and Engagement Almur, Faathir; Agussalim, Hastuti
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 14 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v14i1.19406

Abstract

Chemistry is often perceived as an abstract and challenging subject, leading to low student motivation and engagement. This article aims to investigate the role of ethnochemistry, integration of local wisdom into chemistry instruction as an innovative approach to address this issue. A thematic literatur review was conducted by analyzing 10 articles from indexed national and international journals (Google Scholar, Scopus, SINTA) published between 2015 and 2025. The findings reveal that ethnochemistry has been implemented through diverse cultural contexts, such as batik-making, traditional food fermentation, and the use of medicinal plants, which are linked to core chemistry concepts (e.g., redox reactions and chemical bonding). Its implementation is most effective when combined with active learning models such as Project-Based Learning (PjBL) and Contextual Teaching and Learning (CTL). This review contributes by identifying the effective configuration of ethnochemistry within active learning, highlighting its holistic impact on motivation, multidimensional engagement, and cultural-scientific literacy, while critically mapping key implementation challenges. Key findings indicate that this approach significantly enhances learning motivation, cognitive achievement, knowledge retention, and student engagement across behavioral, emotional, and cognitive dimensions. Furthermore, ethnochemistry strengthens students’ cultural identity and scientific literacy. However, its implementation faces challenges, including limited standardized teaching materials, the need for teacher capacity building through specific training, and selectivity due to not all chemistry topics being contextually compatible with local wisdom. It is concluded that ethnochemistry is a promising approach to make chemistry learning more relevant and engaging, effectively boosting student motivation and participation in learning activities.
Peran Media Visualisasi Interaktif Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Submikroskopik Kimia: Systematic Literature Review Almur, Faathir; Ashari, Ayu
ChemEdu Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v7i1.84127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan penelitian mengenai peran media visualisasi interaktif berbasis teknologi dalam meningkatkan pemahaman konsep submikroskopik kimia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016–2026. Kriteria inklusi meliputi penelitian tentang media visualisasi interaktif berbasis teknologi dalam pembelajaran kimia yang fokus pada pemahaman konsep submikroskopik. Sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), simulasi interaktif, serta multimedia interaktif dan animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, menurunkan miskonsepsi hingga 55,72%, serta meningkatkan keterampilan visual-spasial peserta didik. Media AR unggul dalam mengintegrasikan objek 3D dengan dunia nyata, VR memberikan pengalaman imersif, simulasi interaktif menawarkan aksesibilitas tinggi, sedangkan animasi efektif untuk proses dinamis. Kesimpulannya, media visualisasi interaktif berbasis teknologi berperan penting dalam menjembatani kesenjangan kognitif antara representasi makroskopik, simbolik, dan submikroskopik dalam pembelajaran kimia. Efektivitasnya dipengaruhi oleh desain pembelajaran, jenis teknologi, serta karakteristik peserta didik.
Peningkatan Pemahaman Digital Guru Kimia melalui Pelatihan Software ChemDraw di Kabupaten Pangkep Rizal Irfandi; Satria Putra Jaya Negara; Noer Fauziah Rahman; Andi Ameilia Sari Riandika; Faathir Almur
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4399

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran kimia menjadi kebutuhan esensial untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di era revolusi industri 4.0. ChemDraw merupakan perangkat lunak penting untuk visualisasi struktur kimia yang perlu dikuasai guru kimia dalam penyusunan materi ajar dan evaluasi. Namun, guru MGMP Kimia di Kabupaten Pangkep masih memiliki keterbatasan pemahaman dalam penggunaan ChemDraw. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan ChemDraw melalui perbandingan hasil pretest dan posttest peserta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre eksperimental tipe one group pretest–posttest design. Pemilihan peserta menggunakan teknik purposive sampling, yaitu guru kimia aktif yang belum pernah mengikuti pelatihan penggunaan ChemDraw sebelumnya dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir. Peserta diberikan pretest sebelum pelatihan, mengikuti pelatihan berbasis praktik, dan diakhiri dengan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 65,38 menjadi 81,67 dari 100 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan ChemDraw efektif meningkatkan pemahaman peserta yang menjadi dasar penguatan keterampilan penggunaan perangkat lunak dalam pembelajaran kimia. Disimpulkan bahwa pelatihan ChemDraw berkontribusi positif terhadap penguatan kompetensi digital guru kimia di Kabupaten Pangkep. Kegiatan pengabdian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan pelatihan lanjutan yang berfokus pada integrasi ChemDraw dengan media pembelajaran digital lainnya serta penerapannya secara langsung dalam pengembangan bahan ajar dan evaluasi pembelajaran kimia berbasis teknologi.
Penguatan Literasi Informasi Akademik Mahasiswa melalui Pelatihan Penelusuran dan Evaluasi Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi SINTA Munawwarah M; Faathir Almur; Sumiati Side; Zulqifli Alqadri; Muhammad Yunus
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5014

Abstract

Mahasiswa Kimia semester awal masih sering mengalami kesulitan dalam menemukan referensi ilmiah yang kredibel untuk kepentingan akademik, seperti penulisan laporan praktikum, penyusunan makalah, dan penyelesaian tugas perkuliahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mahasiswa dalam menelusuri serta mengevaluasi jurnal ilmiah nasional terakreditasi SINTA. Kegiatan ini melibatkan 28 mahasiswa Kimia semester 2 dan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi. Materi pelatihan meliputi pentingnya jurnal ilmiah, perbedaan sumber ilmiah dan non-ilmiah, penggunaan portal SINTA, tingkatan akreditasi jurnal, strategi pemilihan kata kunci, teknik penelusuran artikel, serta indikator kualitas jurnal ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respons positif dan menunjukkan antusiasme selama sesi praktik dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek kejelasan tujuan pelatihan dan kesesuaian materi dengan kebutuhan akademik mahasiswa. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi informasi akademik mahasiswa serta memberikan bekal dasar dalam menggunakan referensi ilmiah yang kredibel untuk mendukung penulisan akademik.