Yulia Tanti Narwati
Department Of Microbiology, School Of Medicine And Health Sciences, Atma Jaya Catholic University Of Indonesia.

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effect of Avocado Seed Extract through Milling on Reducing Triglyceride in Hyperlipidemic Rats Rita Dewi Firmansyah; Jojor Lamsihar Manalu; Yulia Tanti Narwati; Maria Dara Novi Handayani; Alexander Yose Ardin Bagas Sulistyo
Journal of Urban Health Research Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Urban Health Research
Publisher : School of Medicine and Health Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/juhr.v1i3.4617

Abstract

Background : Hypertriglyceridemia is a condition in which there is an increase in triglycerides in the blood. This increase is influenced by foods that contain extra calories. Hypertriglyceridemia can cause disturbances in the body in the form of cardiovascular disease. Methods : The study used experimental methods on male Sprague Dawley rats. The research sample used fourteen rats which were divided into a control group and a treatment group. All experimental mice were induced to become hyperlipidemic by PTU14 gram/kg for 14 day. The control group was not given any treatment. The treatment group was given avocado seed extract 250 mg/kg for 14 day. Avocado seed extract is obtained through crushing and extraction processes. The statistic we used in this study is paired T-test. Results : In the control group, there was no decrease in triglyceride levels with an average of 134.78 mg / dL. In the treatment group there was a decrease in the average triglyceride levels both after seven days of giving avocado seed extract on (day 28) 127.92 md / dL and after fourteen days of giving avocado seed extract on (day 35) 124.21 mg / dL. Conclusion: Giving of avocado seed extract by grinding method for 30 minutes selama sekian hari had an effect in reducing triglyceride levels in hyperlipidemic rats. Keywords: Avocado Seed Extract - Sprague Dawley Rats - Triglyceride Level.
Pengaruh Variasi Ukuran Partikel pada Ekstraksi Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Tikus Hiperlipidemia Manalu, Jojor Lamsihar; Sukendar, Billy; Arieselia, Zita; Dewi, Rita; Narwati, Yulia Tanti
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.4333

Abstract

Pendahuluan:  Biji buah alpukat memiliki zat aktif yang dapat menurunkan kadar trigliserida.  Pemanfaatan biji buah alpukat sebagai obat penurun kadar trigliserida masih memiliki potensial yang perlu dikembangkan untuk menjadi salah obat herbal yang alternatif. Metode: Penelitian eksperimental dilakukan terhadap tikus Sprague Dawley, tikus diberikan sediaan propylthiouracil (PTU) selama 14 hari untuk mencapai kondisi hiperlipidemia yang dibagi ke dalam 2 kelompok intervensi. Kelompok pertama diberikan ekstrak biji alpukat yang diekstraksi dengan metode remaserasi dari biji alpukat yang digerus selama 15 menit dan kelompok kedua digerus selama 30 menit. Ukuran partikel didapatkan dari rata-rata diameter 10 partikel biji alpukat secara acak dari setiap variasi waktu penggerusan. Kadar trigliserida dalam darah tikus diukur setelah 14 hari pemberian PTU dan diukur lagi setelah 7 hari, dan 14 hari pemberian ekstrak biji alpukat. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan unpaired t-test. Hasil: Rata-rata ukuran partikel biji alpukat pada kelompok 1 sebesar 27,03 µm dan kelompok 2 sebesar 13,50 µm Pemberian ekstrak biji alpukat mampu menurunkan kadar trigliserida secara signifikan dari hari 0-7, hari 0-14, dan hari 7-14 pada kelompok 1 (p<0,05). Hal yang sama ditemukan pada kelompok 2 (p<0,05) selain dari hari 7-14 (p>0,05). Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam penurunan trigliserida pada kelompok pertama dan kedua (p>0,05). Simpulan: Pemberian ekstrak biji alpukat dapat menurunkan kadar trigliserida pada tikus. Perbedaan waktu penggerusan dan ukuran biji alpukat yang diekstraksi tidak memengaruhi efektivitas dalam penurunan kadar trigliserida.  
Hubungan Kualitas Tidur terhadap Kejadian Migrain pada Mahasiswa Preklinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Caldino, Aiko; Tanti Narwati, Yulia; Kristina Sasmita, Poppy
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 41 No 2 (2025): Vol 41 No 2 (2025): Volume 41, No 2 - Maret 2025
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v41i2.644

Abstract

Introduction: Headache is ranked the third highest cause of years lived with disability (YLD). Out of 46.6 million cases of YLD, migraine constitutes approximately 88.2%. As one of the drivers of migraine, poor sleep quality is often found among preclinical students who are still adapting to a more demanding academic schedule. This study aims to explore the association between sleep quality and migraine in preclinical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia.Method: This analytical cross-sectional study includes 212 preclinical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia from batch 2020, 2021, and 2022. Standardized questionnaires, such as the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and Migraine Screen Questionnaire (MS-Q) were utilized to collect the participants’ sleep quality and migraine characteristics. Samples were taken by simple random sampling with Chi-square test.Results: Among 212 preclinical students, 109 (51,4%) students have poor sleep quality, and 55 (25,9%) students experience migraine. This study observed a significant relationship between sleep quality and migraine in preclinical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia with p-value <0.001.Conclusion: There is a significant relationship between sleep quality and migraine in preclinical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia on batch 2020, 2021, and 2022.Keywords: Migrain, preclinical students, sleep quality
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
Perbandingan Aktivitas Antibakterial Ekstrak Panas dan Ekstrak Dingin Biji Alpukat terhadap Bakteri S. aureus dan MRSA Antonius Yudhistira Adhitama; Jojor Lamsihar Manalu; Rita Dewi; Andrew Adhytia Lieputra; Yulia Tanti Narwati
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6701

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian tinggi. Biji alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa dengan potensi antibakterial, seperti flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakterial ekstrak biji alpukat yang diperoleh melalui teknik ekstraksi dingin (remaserasi) dan panas (refluks) terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA. Metode: Penelitian adalah penelitian eksperimental in vitro. Ekstraksi simplisia biji alpukat dilakukan dengan metode remaserasi (dingin) dan refluks (panas). Dilanjutkan dengan uji fitokimia kualitatif metode penampisan terhadap flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Uji kuantitatif dengan metode UV-Vis terhadap senyawa Flavonoid. Uji aktivitas antibakterial dilakukan dengan uji difusi sumuran. Analisis statistik menggunakan uji non parametrik. Hasil: Ekstrak biji Alpukan memiliki metabolit sekunder flavonioid, alkaloid, saponin, dan Tanin. Ekstrak digin memiliki jumlah flavonoid dengan rata-rata 3,932 mgQE/g. Ekstrak panas memiliki jumlah flavonoid dengan rata-rata 2,288 mgQE/g. Ekstrak dingin dan ekstrak panas biji alpukat memiliki aktivitas antibakterial jika dibandingkan dengan kontrol negatif pada konsentrasi 25% (p<0,05). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menunjukkan bahwa ekstrak dingin dan panas memiliki efektivitas yang tidak berbeda signifikan terhadap kedua jenis bakteri pada berbagai konsentrasi (p>0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa kedua metode ekstraksi dapat menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antibakteri yang setara. Simpulan: Ekstrak biji alpukat, baik melalui metode ekstraksi dingin (remaserasi) maupun panas (refluks), memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi dalam menghambat pertumbuhan kedua bakteri​.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran Preklinik FKIK Atma Jaya Jakarta Muhammad Ikhsan Fadhilah; Angela Kurniadi; Heidy; Jojor Lamsihar Manalu; Grace Tumbelaka; Yulia Tanti Narwati
Bahasa Indonesia Vol 25 No 2 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i2.7537

Abstract

Pendahuluan: Perilaku sedentari dan kualitas tidur buruk sering ditemukan pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 270 mahasiswa angkatan 2022–2024 yang dipilih melalui sampling berstrata secara proporsional. Perilaku sedentari dinilai dengan Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ), sedangkan kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hubungan dianalisis menggunakan uji Pearson chi-square (α=0,05). Hasil: Sebanyak 89,63% responden memiliki perilaku sedentari tinggi dan 54,1% memiliki kualitas tidur buruk. Kedua variabel berhubungan secara bermakna (p=0,039); OR kasar kualitas tidur buruk pada kelompok sedentari tinggi sebesar 2,31 (IK95% 1,02–5,21). Simpulan: Perilaku sedentari tinggi dan kualitas tidur buruk banyak ditemukan serta berhubungan secara bermakna. Penelitian longitudinal diperlukan untuk menilai hubungan temporal dan kausal.