Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KESESUAIAN ERGONOMI MEJA BELAJAR DENGAN DATA ANTROPOMETRI SISWA DI SEKOLAH DASAR JAKARTA UTARA Desmyanti Tarihoran; Robi Irawan; Yunisa Astiarani; Heidy Heidy
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v6i1.1682

Abstract

Analisis kesesuaian ergonomi meja belajar dengan antropometri anak belum banyak diterapkan di sekolah-sekolah dasar di Indonesia, padahal meja belajar yang ergonomis penting untuk kesehatan tulang belakang dalam masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian ergonomi meja belajar dengan data antropometri anak sekolah dasar di Jakarta Utara.Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan melibatkan 98 siswa dari kelas 1 sampai 6 SD di sebuah sekolah dasar di Jakarta Utara. Alat ukur yang digunakan adalah pita meteran. Terdapat 100% ketidaksesuaian antara ergonomi meja belajar dengan data antropometri anak sekolah dasar yang dianalisis melalui persentil data antropometri. Panjang meja memiliki rerata presentase ketidaksesuaian terbesar (61.1%) dan presentase ketidaksesuaian panjang meja yang tertinggi terdapat pada kelas 1 (87.3%). Terdapat ketidaksesuaian antara ergonomi meja terhadap antropometri anak sekolah dasar di Jakarta Utara Kata Kunci: ergonomi, antropometri, anak, sekolah dasar
HUBUNGAN STRES, CEMAS, DAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN MIGRAIN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI JAKARTA Safira Nurrezki; Robi Irawan
Bahasa Indonesia Vol 19 No 1 (2020): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v19i1.1200

Abstract

Introduction: Mental disorders such as stress, anxiety, and depression are becoming a global concern for young adults, especially among medical students. The tight schedule of medical education curriculum has shown to contribute to a high prevalence of mental disorders among students, which may increase the risk of physical symptoms such as migraines. Methods: Carried out at School of Medicine and Health Sciences Atma Jaya Catholic University of Indonesia - Jakarta, this cross-sectional study used a proportional sampling method. Depression, anxiety, and stress were measured by using DASS 42 scale and the incidence of migraine was measured by Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). Data were statistically analyzed by using Chi-Square test with 95% significance level. Results: A total of 196 students had participated, consisting of 98 male and 98 female students, aged 18-21 years old, and they experienced stress (41.3%), anxiety (57.1%), and depression (26.5%). Migraine was found in (28.1%) of respondents with higher incidence among female students (61.8%). Stress, anxiety, and depression had a significant relationship with the incidence of migraines (p <0.01). Conclusion: Depression, anxiety, and stress are common among medical student in Atma Jaya Catholic University of Indonesia, and were significantly associated with the incidence of migraines. Further research is needed to describe other factors that can trigger migraines such as hormonal, physical, and dietary factors.
ASAP ROKOK KONVENSIONAL DAN ELEKTRONIK MEMBERIKAN GAMBARAN KERUSAKAN STRUKTUR ALVEOLUS YANG SAMA Jenny Lauvita; Tena Djuartina; Dyonesia Ary; Iskandar Rahardjo Budianto; Robi Irawan
Bahasa Indonesia Vol 21 No 1 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i1.2093

Abstract

Introduction: Cigarettes have become the cause of health problems and even death, especially in developing countries like Indonesia. Cigarettes contain various free radical components for the body, thereby increasing inflammation in various organs and tissues, especially the lungs. This will trigger proteolysis so that the alveoli lose elasticity. Electronic cigarettes are then introduced as an alternative to reduce smoking. However, there has been not enough research conducted on their safety and long-term effects of e-cigarettes, so researcher aim to compare the impact of conventional and electronic cigarettes on alveolar damage. Methods: This research was conducted experimentally, using 30 male Sprague Dawley rats aged 10-12 weeks and weighing 150-250 grams as sample. These rats were necropsed after being exposed to cigarettes smoke and e-cigarettes vapor for 2 weeks and 4 weeks to make lung tissue preparations with HE staining. These preparations were observed under a microscope to measure the degree of alveolar damage based on the edema, alveolar septal destruction, and inflammatory cell infiltration. Finally, the data was analyzed using Kruskal-Wallis followed by one-Mann-Whitney statistical tests with STATA. Results: Rats exposed to conventional cigarette smoke and e-cigarette vapor in the second week already showed significant alveolar damage compared to the control group. (p<0.05). However, there was no significant difference between exposure for 2 weeks and 4 weeks. (p>0.05) Between rats given conventional cigarette smoke and electronic cigarette vapor, there was no significant difference in degree of alveolar damage at week 2 and week 4. (p>0.05) Discussion: As a result, both conventional cigarette smoke and e-cigarette vapor have the same effect on alveolar damage. This is because both conventional cigarette smoke and e-cigarette vapor contain nicotine which will trigger the release of fibronectin so that it can trigger fibrosis in the lung parenchyma. In addition, the carbon monoxide contained in both can inhibit fibroblast proliferation and damage the elastin in the alveolar wall, so that the alveoli lose its elasticity and tend to expand. Keywords: Lung inflammation, cigarettes effect on lungs, e-cigarettes, tobacco cigarette, lung damage
KORELASI KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN DENGAN KARAKTER ANTROPOMETRI LENGAN BAWAH DAN TANGAN SERTA INDEKS MASSA TUBUH Heidy Heidy; Tena Djuartina; Robi Irawan
Bahasa Indonesia Vol 18 No 1 (2019): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v18i1.2189

Abstract

Introduction: An individual’s overall muscle strength is commonly assessed by a power grip measurement, a reliable indicator of functional capacity and physical condition. The development of muscle parallels the changes of body composition during growth. Aim of this study is to examine the correlationship between hand grip strength and anthropometric. Methods: This cross-sectional study involved 76 male students of Dhammasavana School, aged between 12 – 16 years old, North Jakarta. Hand grip strength was examined using a digital dynamometer on the dominant side. Statistical analysis was computed using SPSS ver. 15.0 program with Spearman correlations test. Significance was set at p<0.05. Results: Dominant hand grip strength was found to have significant (p<0.05 - 0.001) positive correlation with height (r=0.612), lower arm muscle-and-bone cross-sectional circumference and area (CSA) (r=0.553 and r=0.553 respectively), hand length (r=0.548), forearm length (r=0.540), age (r=0.520), weight (r=0.416), and forearm girth (r=0.376). Conclusion: No significant correlation between grip strength and body mass index was found. Positive correlations between the variables mentioned above conclude that the higher the value of the anthropometric measurements, the greater the strength generated in a power grip.
Pengaruh tingkat aktivitas fisik terhadap derajat dismenorea primer pada wanita usia dewasa muda Irawan, Robi; Santosa, Mariani; Liezandi, Edgina
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.3461

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea primer merupakan masalah ginekologis yang paling umum pada wanita dan seringkali menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenorea primer di Indonesia mencapai 54,89% dan paling banyak ditemukan pada usia produktif. Dismenorea dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aktivitas fisik. Secara global, 84% wanita dinyatakan kurang melakukan aktivitas fisik. Tingginya prevalensi dismenorea primer dan persentase wanita yang kurang melakukan aktivitas fisik merupakan dasar ketertarikan dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi analitik potong lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2020 dengan total 107 responden yang memiliki usia berkisar antara 17 hingga 22 tahun. Pengambilan data penelitian menggunakan Kuesioner Baecke untuk menilai intensitas aktivitas fisik dan Verbal Multidimensional Scoring System dan Visual Analog Scale untuk menentukan derajat dismenorea primer. Analisis bivariat hubungan intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.  Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dismenorea primer derajat 1 (45,8%) dan memiliki tingkat intensitas aktivitas fisik sedang (58,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer (p=0,290).                                                                             Simpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer.
Developing a Fantasy Text Module for Indonesian Secondary ‎Schools: A Research and Development Study Saputra, Dandy Arison; Irawan, Robi; Pirmansyah, Riko
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v3i2.776

Abstract

The study aims to develop and validate a fantasy text module for Indonesian language instruction in junior secondary schools. Employing a research and development (R&D) design adapted from Borg and Gall, the study involved two Indonesian language teachers at SMP Negeri 12 Bengkulu and three expert validators in content, language, and media. Data were collected through teacher needs questionnaires, expert judgment sheets, and iterative prototype revisions, then analyzed using descriptive statistics. The results indicate that teacher needs assessments scored 92% and 72%, confirming the demand for supplementary materials, while expert validation scores ranged from 70% to 87%, with an overall feasibility rating of 77.3% in the “good” category. Revisions focused on improving conceptual mapping, evaluation tasks, linguistic accuracy, and graphic design to enhance clarity and usability. These findings demonstrate that the developed module is pedagogically sound and practically applicable, effectively supporting students’ ability to write fantasy texts in alignment with the 2013 curriculum. The study concludes that fantasy text modules not only enrich literacy instruction but also foster imagination and moral values, offering a creative and contextually responsive resource for Indonesian language education in junior secondary schools.
PEMBELAJARAN ANATOMI SISTEM SARAF MANUSIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DI MUSEUM ANATOMI Sasmita, Poppy Kristina; Dewi, Rita; Irawan, Robi; Djuartina, Tena
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4229

Abstract

Materi mengenai tubuh manusia terdapat dalam pelajaran biologi untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam proses belajar, pemilihan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi dapat membantu siswa untuk mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Metode pembelajaran mengenai tubuh manusia selain diberikan oleh guru di sekolah juga didapat dengan cara yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Satu metode yang efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman siswa adalah dengan berkunjung ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya (FKIK UAJ), Jakarta.  Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengenalan sistem tubuh manusia dengan topik sistem saraf manusia dengan metode mendengar penjelasan disertai diskusi interaktif, aktivitas menggambar otak manusia dan melihat langsung preparat anatomi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa dan siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hasil rerata nilai pre-test untuk kelas A adalah 5,69 dan kelas B adalah 5,72. Hasil rerata nilai post-test yang didapat untuk kelas A 7,65 dan kelas B 6,72. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat peningkatan pengetahuan setelah beraktivitas  di Museum Anatomi. Kegiatan kunjungan ke Museum Anatomi merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang berguna bagi siswa SD kelas 3 untuk mengetahui dan memahami sistem saraf manusia.
PERAN MUSEUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN (FKIK) UNIVERSITAS ATMA JAYA DALAM PEMBELAJARAN ANATOMI Djuartina, Tena; Irawan, Robi; Sugiharto, Liliana; Sasmita, Poppy Kristina; Sulichatiani; Sutino, Vinsensius
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6116

Abstract

Museum  dalam definisi peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2015 memiliki peran penting dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Terdapat berbagai jenis museum di Indonesia, salah satunya adalah Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) universitas atma jaya. Museum Anatomi FKIK Universitas Atma Jaya ini berfungsi sebagai tempat belajar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anatomi tubuh manusia, baik untuk masyarakat umum maupun mahasiswa di bidang kesehatan, sebagai bagian dari sarana pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini tentang peran museum Anatomi sebagai tempat pembelajaran Anatomi, dari hasil kuesioner didapat 92% pengunjung  dapat menambah pengetahuan mereka tentang anatomi tubuh manusia saat berkunjung ke museum. Sebelum memasuki Museum Anatomi FKIK UAJ, sebanyak 68% pengunjung merasa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi anatomi yang disampaikan. Setelah mengikuti kegiatan ruang studio di museum, sebanyak 100% pengunjung merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi anatomi yang dijelaskan. Harapan pengunjung pun berhasil terpenuhi setelah mengikuti kegiatan di Museum Anatomi FKIK UAJ, dengan 99% dari mereka merekomendasikan museum ini sebagai media pembelajaran anatomi. Kesimpulannya, Museum Anatomi FKIK UAJ telah merupakan salah satu museum yang berfungsi bukan hanya sebagai kumpulan koleksi, melainkan juga sebagai tempat pembelajaran Anatomi
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
Sleep Quality and Skin Type as Factors Associated with the Incidence of Acne Vulgaris Jhonvini, Lessya; Lonah; Wijaya, Meiliyana; Irawan, Robi; Santosa, Mariani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.2063

Abstract

Acne vulgaris is a skin disease caused by chronic inflammation in the pilosebaceous unit, which produces sebum. The factors causing acne vulgaris are multifactorial and interact with each other. Medical students are a subgroup of society who are vulnerable to experiencing sleep disorders. Therefore, this study aims to explore the relationship between acne and sex, sleep quality, and skin type, especially in medical students. This research uses survey methods and analytical observation with a cross-sectional approach. The sampling technique is stratified random sampling. Validated questionnaires were used to assess sleep quality and skin type. Univariate analysis showed that of the 85 participants, the majority were female and aged 20 years. The prevalence of acne in this study was 52.9%. Most respondents had poor sleep quality (63.5%) and oily skin (69.4%). Based on bivariate analysis, acne vulgaris was significantly related to sleep quality (p=0.046) and skin type (p=0.025). Multivariate analysis showed that skin type had the most robust relationship with acne vulgaris (OR = 2.876; 95% CI = 1.077-7.685).