Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KAJIAN JARINGAN DAERAH IRIGASI MEROWI KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Ricky Setiawan; Kartini -; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.43151

Abstract

Daerah irigasi Merowi merupakan irigasi terbesar di Kalimantan barat yang terlertak di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. D.I Merowi saat perencanaannya memiliki luas lahan potensial 1.660 Hektare mengalami perubahan fungsi lahan produktif hanya tersisa tersisa 499,88 Hektare. Tujuan penelitian mengetahui luasan lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian dan mengetahui penyebab air dari Bendung Merowi tidak dapat mengaliri jaringan D.I Merowi. Hasil Analisis kondisi saluran menunjukan kondisi Saluran mengalami kerusakan parah dengan indeks kerusakan 48 % dan hasil analisis elevasi dasar saluran menunjukan saluran mengalami kenaikan elevasi pada saluran yang berjarak 1898,2 m dari intake dengan elevasi 43,846 mengalami kenaikan sebesar 2,158 m pada saluran yang berjarak 1981,2 m dari intake dengan elevasi 46,004. Kenaikan elevasi terjadi pada pengukuran saluran terakhir, kenaikan elevasi berpengaruh dengan kondisi elevasi mercu 47,000 dan posisi muka air pada elevasi 46,892 sedangkan elevasi dasar saluran tertinggi terjadi pada saluran yang berjarak 2558,2 m dari intake dengan elevasi 50,798 yang dimana posisi ini berada diatas mercu dengan beda tinggi 3,798 m dan berada diatas elevasi muka air, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap aliran air dikarenakan posisi dasar saluran berada diatas elevasi mercu bendung. Hasil analisis pengukuran luas lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian seluas 80,10 Hektare. Kata Kunci: Bendung Merowi, Kondisi Jaringan, Elevasi dasar saluran, Luas lahan fungsional.
ANALISIS SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA MELAWI Joshua Theoroditus; Eko Yulianto; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51742

Abstract

Kebutuhan air minum masyarakat akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk. Pengolahan air minum bagi masyarakat Nanga Pinoh dan sekitarnya menjadi tanggung jawab dari PDAM Tirta Melawi. Berdasarkan laporan kinerja BUMD penyelenggara SPAM tahun 2019, jaringan distribusi air minum PDAM Tirta Melawi mengalami Kehilangan Air sebesar 21,10 %. Selain itu, jumlah penduduk di wilayah pelayanan hanya 24,27 % yang baru terlayani air bersih oleh PDAM Tirta Melawi. Data-data yang dikumpulkan yaitu data topografi, peta jaringan eksisting, kapasitas dan sumber eksisting dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara kepada beberapa staf PDAM Tirta Melawi. Analisa data memhasilkan 53% penduduk sudah terlayani oleh PDAM Tirta Melawi. Jumlah kebutuhan air pada jam puncak masyarakat Nanga Pinoh pada kondisi exsisting adalah 77,19 ltr/detik dan tahun 2031 sebesar 128,82 ltr/detik. Analisis hidrolika menggunakan Epanet 2.0 didapati nilai tekanan dan kecepatan pada jaringan distribusi belum memenuhi kriteria di beberapa wilayah. Untuk menghasilkan kecepatan yang sesuai kriteria, dilakukan evaluasi dengan mengubah 23 pipa. Pipa pada jaringan distribusi yang sudah dievaluasi digunakan sebagai jaringan distribusi kondisi exsisting dan tahun 2031. Untuk mengatasi wilayah dengan tekanan rendah dilakukan evaluasi berdasarkan kondisi exsisting dan tahun 2031. Pada kondisi exsisting, dilakukan penambahan pompa distribusi kapasitas 30ltr/detik pada reservoir 1. Sedangkan pada tahun 2031 dilakukan penambahan pompa distribusi dengan kapasitas 60ltr/detik head 70m pada reservoir 1 dan pompa distribusi 45 ltr/detik head 70m pada reservoir 2 serta pompa pendorong (booster pump) kapasitas 20 ltr/detik head 20m pada pipa P25.Kata Kunci : Epanet 2.0, Jaringan Distribusi Pipa, PDAM Tirta Melawi.
ANALISA GEOMETRI SUNGAI TERHADAP DEBIT ALIRAN PADA SALURAN ALUVIAL Chandra Sucipta; Hari Wibowo; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.083 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36526

Abstract

Sungai mempunyai karakteristik dan bentuk yang berbeda-beda, ini disebabkan karena banyaknya faktor-faktor terutama faktor geometrik sungai. Untuk mengetahui faktor ini salah satu caranya adalah menghitung debit aliran. Rumus menghitung debit aliran (Q) adalah kecepatan aliran rata-rata (V) dikali luas penampang basah aliran (A). Debit sungai juga bisa didapatkan menggunakan data lapangan yang nantinya akan menjadi suatu model rumus matematik yang disederhanakan dengan program komputer. Model rumus matematik ini adalah hubungan dua atau lebih variabel, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan analisis hidrologi. Apabila model persamaan matematik yang cocok sudah dapat ditentukan, selanjutnya menentukan koefisien korelasi. Besarnya koefisien korelasi antara debit aliran (Q), luas penampang (A), lebar sungai (b), kedalaman sungai (h) dan kemiringan sungai (S) yang didapat dari analisa regresi menunjukan bahwa perubahan debit aliran dipengaruhi oleh perubahan luas penampang, lebar, kedalaman dan kemiringan sungai. Dengan mengoptimalkan koefisien ini dari masing-masing variabel bebas ini diperoleh suatu rumusan untuk menganalisis debit aliran sungai aluvial yaitu : Q = -3,911 + 1,170 A – 0,465 b + 10,397 h + 1819,616 S dan diperoleh nilai korelasinya R2 = 0,930.Kata kunci : debit, analisa regresi, variabel, hidrologi.
PERLAWANAN TERHADAP ALIRAN PADA SALURAN ALAMI Agus Setiyadi; Hari Wibowo; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36889

Abstract

Saluran aluvial merupakan badan sungai yang mengangkut air dan juga sedimen. Perlawanan terhadap aliranpada  perubahan  saluran  aluvial  dengan  kondisi  aliran  dan  sedimen  dapat  menyebabkan  bentuk  konfigurasidasar  sungai.  Bentuk  konfigurasi  dasar  mempunyai  pengaruh  terhadap perubahan  kekasaran  pada  saluran.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hubungan bentuk konfigurasi dasar yang terjadi di dasar saluran ,menggunakan  nilai  koefisien  kekasaran  Manning  dalam  hubungan  dengan  bentuk  konfigurasi  dasar,  sertamembandingkan rumusan Manning terhadap rumusan penelitian yang ada. Metode penelitian yang digunakanadalah  metode  current  meter  3  titik.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa perlawanan  aliran  akibat  unsurkekasaran butiran dan perlawanan bentuk dasar akan berpengaruh terhadap nilai koefisien kekasaran Manning.Nilai  koefisien  kekasaran  Manning  akan  menurun  jika  tanpa  adanya  bentuk  dasar.  Nilai pengukuran  yangsama atau mendekati dengan nilai Manning diperoleh melalui perhitungan menggunakan rumusan Bajourunas(0,027) dan Limerinos (0,028).Kata kunci: saluran aluvial, bentuk konfigurasi dasar, koefisien kekasaran Manning.
KAJIAN DRAINASE PERKOTAAN STUDI KASUS SALURAN DRAINASE JALAN MT HARYONO Satrio Ardyansyah; Hari Wibowo; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42603

Abstract

Wilayah Kota Pontianak khususnya pada daerah lokasi kali ini merupakan sebuah daerah yang memiliki kawasan perkantoran dan kawasan pendidikan, beberapa infrastruktur dan fasilitas fisik penting seperti adanya tempat ibadah, bangunan perkantoran, bangunan sekolah, dan bangunan fasilitas olahraga. Perubahan tata guna lahan karena pembangunan yang semakin pesat di daerah tersebut dapat mengurangi daerah resapan yang juga mengakibatkan terjadinya banjir atau genangan. Metode perhitungan banjir rencana studi kasus drainase kali ini menggunakan Metode Rasional dengan kala ulang 2 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, melakukan pengukuran dan inventarisasi saluran secara langsung pada objek penelitian. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan untuk mengkaji kemampuan saluran drainase terhadap debit rencana. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa saluran di Jalan Jend. Ahmad Yani, Jalan M Sohor tidak terjadi peluapan. Sedangkan di Jalan MT Haryono  hanya 1 segmen saluran (S4-KN) yang tidak terjadi peluapan, pada sisa segmen lainnya diperlukan perencanaan ulang saluran agar didapatkan dimensi yang optimal dalam menampung debit rancana.Kata kunci : evaluasi kapasitas drainase perkotaan.
Analisis Curah Hujan Efektif di Daerah Tangkapan Air Parit Keladi 1 Tasya Dyta Arzita; Nurhayati Nurhayati; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60244

Abstract

Besarnya kebutuhan air tanaman ditentukan oleh nilai curah hujan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis curah hujan efektif menggunakan Program Cropwat 8.0 di daerah tangkapan air Parit Keladi 1 yang terletak di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penginputan nilai curah hujan pada program tersebut digunakan nilai curah hujan dengan kemungkinan terpenuhi 80% (R80). Penelitian ini menggunakan data sekunder curah hujan pada stasiun PTK-12 Tahun 2009 hingga 2020. Berdasarkan hasil analisis jumlah curah hujan efektif selama 12 tahun sebesar 607,6 mm, curah hujan hujan efektif maksimum terjadi pada bulan Oktober sebesar 117,7 mm yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, dan curah hujan efektif minimum terjadi pada bulan Februari sebesar 6,3 mm yang dipengaruhi oleh curah hujan rendah.Kata Kunci: Cropwat 8.0, Curah hujan efektif, Parit Keladi 1
SIMULASI JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN SALATIGA KABUPATEN SAMBAS - Hidayat; Danang Gunarto; Moch Meddy Danial
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.54204

Abstract

Kecamatan Salatiga jauh dari jangkauan jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehingga untuk pengembangan sistem jaringan distribusi baru ke wilayah Kecamatan Salatiga sangat sulit di lakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi air baku bukit selindung apakah layak untuk dijadikan sumber air bersih bagi penduduk di Kecamatan Salatiga dari segi kualitas kuantitas dan kontinuitas air, mengetahui kebutuhan air bersih penduduk di Kecamatan Salatiga, dan membuat jaringan distribusi air bersih dalam kurun waktu 20 tahun yang akan datang (2041) dengan menggunakan 3 alternatif yang berbeda. Tahapan analisa dalam penulisan penelitian ini adalah dengan melakukan survei topografi, analisa kuantitas air dengan memprediksikan laju kebutuhan air domestik dan non domestik penduduk di Kecamatan Salatiga, pengujian sampel air, analisa kontinuitas sumber air baku bukit selindung dengan cara menganalisis curah hujan dengan metode Mock, selanjutnya dilakukan perhitungan debit andalan 99% dengan metode weibull dan perhitungan debit lapangan, serta menganalisa simulasi jaringan distribusi dengan menggunakan program EPANET versi 2.2. Berdasarkan hasil perhitungan debit andalan 99% diketahui bahwa debit terendah pada bulan Maret sebesar 0,050 m3 /detik, debit tertinggi pada bulan Desember sebesar 0,426 m3 /detik, sedangkan debit lapangan sebesar 0,148 m3 /detik. Digunakan pipa HDPE dengan diameter 63 – 250 mm.
KAJIAN SISTEM DISTRIBUSI PELAYANAN AIR BERSIH PDAM DI KECAMATAN DELTA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Danang Raenaldi; Kartini Kartini; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.56997

Abstract

Kebutuhan air bersih di Kecamatan Delta Pawan tidak sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan pengembangan kawasan. Selain itu, belum terpenuhinya kebutuhan air bersih di Kecamatan Delta Pawan dari segi kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kebutuhan air bersih. Menghitung debit ketersediaan air Sungai Pawan dengan Metode Mock. Menganalisa kualitas air baku dan air distribusi. Menganalisa kondisi jaringan eksisting Zona Pompa Booster dengan perangkat lunak Epanet 2.0 dengan 4 simulasi. Hasil analisa didapat kebutuhan air di Kecamatan Delta Pawan tahun 2022 sebesar 222,86 liter/detik atau 0,22 m3/detik dan tahun 2042 sebesar 418,92 liter/detik atau 0,42 m3/detik. Ketersediaan air baku Sungai Pawan dengan debit minimum sebesar 30,22 m3/detik. Kualitas air baku dan air distribusi terjadi penurunan pH. Analisa kondisi eksisting didapat pipa yang memenuhi syarat dengan diameter Ø150mm, Ø100mm, dan Ø75mm. Pada tahun 2042 dilakukan penambahan kapasitas pompa menjadi 70 liter/detik dan perubahan diameter pipa menjadi Ø250mm, Ø200mm, Ø150mm, Ø100mm, dan Ø75mm.