Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERHITUNGAN BESARAN BUNGA KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (STUDI KASUS: KSP ARTHA SEGARA) Putri Balqis Al-Kubro
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Integrasi Matematika, Teknologi, dan Budaya dalam Pendidikan dan Aplikasi Terap
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i1.4512

Abstract

Tingginya perilaku konsumtif pada masyarakat terkadang menyebabkan mereka dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk berhutang agar keperluannya terpenuhi. Banyak lembaga keuangan yang akhirnya muncul untuk ikut memenuhi kebutuhan manusia dalam hal perekonomian, salah satunya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Segara. KSP Artha Segara menetapkan bunga flat sebesar 2% per bulan untuk setiap pinjaman nasabahnya. Padahal perhitungan besaran bunga kredit tidak hanya menggunakan bunga flat, tetapi juga bisa dilakukan dengan menggunakan bunga efektif dan bunga tunggal. Namun, belum banyak nasabah yang mengetahui perbedaan antara bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas, bahkan mereka seringkali bingung. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perhitungan bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas pada perhitungan koperasi simpan pinjam agar KSP yang ada di Indonesia bisa menawarkan lebih banyak opsi simpan pinjam pada nasabahnya karena semua perhitungan bunga kredit tetap menguntungkan. Selain itu, berdasarkan penelitian ini diharapkan para pembaca ataupun nasabah KSP di Indonesia lebih paham mengenai perhitungan besaran bunga kredit. Hasil penelitian ini adalah keuntungan yang akan diperoleh KSP Artha Segara menggunakan bunga flat memang lebih menguntungkan dibandingkan dengan bunga kredit lainnya. Sedangkan, bunga kredit yang paling baik digunakan oleh nasabah adalah bunga efektif karena perhitungan bunganya semakin lama semakin sedikit dan total yang dibayarkan kepada debitur tidak terlalu besar.
Forecast Accuracy Comparison Between Holt’s Method and the Box-Jenkins Approach: The Case of Madiun City Labor Force Participation Rate Shobri, Muhammad Qolbi; Yan Aditya Pradana; Putri Balqis Al-Kubro; Nayla Desviona; Nila Destia Nasra
UNP Journal of Statistics and Data Science Vol. 3 No. 3 (2025): UNP Journal of Statistics and Data Science
Publisher : Departemen Statistika Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ujsds/vol3-iss3/413

Abstract

Pacitan district recorded the highest Labor Force Participation Rate (LFPR) in Eastern Java Province. Meanwhile, Madiun city which is one of the largest cities in East Java Province, is ranked only 34 out of 39 cities in 2023. This condition raises concern for the local government, perticularly the Department of Manpower,in ensuring that the productive-age population can be optimally absorbed into the labor market. The LFPR is categorized as time series data, thus forecasting method are required to estimate its future trends.This Study compares the performance of the Double Exponential Smoothing Holt (DESH) method and the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Box-Jenkins approach in forecasting the LFPR of Madiun City. The empirical result show that the ARIMA (1,0,1) model provides better accuracy compared to DESH. The forecasting result  indiacte that the LFPR of Madiun City is project to reach 67,19% in 2024, 67,20% in 2025, and 67,21% in 2026, with  Mean Squared Error (MSE) of 14,48; Root Mean Square Error (RMSE) of 3,80 and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 4,75%. These finding are expected to serve as reference for future research and practical input for policymakers in formulating strategies to improve labor LFPR in Madiun City.
Cluster Analysis of BPJS Kesehatan Claim Data in Madiun City to Identify High Claim Patterns and Fraud Indications Shobri, Muhammad Qolbi; Al-Kubro, Putri Balqis; Kawuri, Gabriella Vindy
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 13 Issue 3 December 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v13i3.35013

Abstract

The increasing number of BPJS Kesehatan (Health Social Security) service claims in Madiun City poses significant challenges to financing efficiency and raises concerns about potential irregular or fraudulent claims. This study aims to identify high-claim patterns and detect indications of fraud using a data mining approach through the K-Means and Hierarchical Clustering methods. The research employed secondary data consisting of 309 hospital claim records from Madiun City in 2025. The primary variables were the number of claims and total claim costs, supported by additional variables such as age, gender, occupation, type of service, and disease diagnosis. Data analysis involved three main stages: preprocessing, clustering, and cluster quality evaluation using the Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, and Calinski-Harabasz Index. Ths Study further compared the performance of both clustering methods, revealing that K-Means achieved superior validity scores across major evaluation metrics. The K-Means method produced the best performance, with a Silhouette Score of 0.617 and a Calinski-Harabasz Index of 419.581, reflecting well-separated and compact cluster structures. Three main clusters were identified-low, medium, and high. The high-claim cluster consisted of participants aged 55 years and above, with a claim frequencies of 2 to 7 claims and total claim costs exceeding IDR 20 million. This cluster was dominated by retirees, housewives, and private-sector employees utilizing inpatient services. Although categorized as a high-risk group, verification results revealed no signs of fraud but rather complex medical needs. These findings suggest that integrating clustering analysis into BPJS Kesehatan’s claim monitoring system can support early anomaly detection and enhance both financing efficiency and claim management integrity.
Inovasi Pembelajaran Matematika: Penggunaan Permainan Congklak untuk Meningkatkan Pemahaman FPB KPK di SDN Kinandang, Magetan Al-Kubro, Putri Balqis; Andyani, Rhavida Anniza; Shobri, Muhammad Qolbi; Istikhomah, Fajar; Amalia, Dyahayyu; Jeksen, Maikel
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.82011

Abstract

Abstrak. Siswa SD Negeri Kinandang di Kabupaten Magetan sering mengalami kesulitan dalam memahami materi Matematika, terutama pada konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Masalah utama yang dihadapi adalah kebingungan dalam membedakan kedua konsep tersebut, sehingga banyak siswa melakukan kesalahan dalam penerapannya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengusulkan penggunaan permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran inovatif. Congklak dipilih karena sifatnya yang interaktif dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap KPK dan FPB. Selain itu, pendekatan ini juga bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal. Keberlanjutan inovasi ini terletak pada potensi pemanfaatannya oleh guru sebagai alat bantu ajar, sekaligus mendorong pengembangan metode pembelajaran kreatif lainnya. Hasil dari Pk Mini adalah adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait KPK dan FPB secara lebih cepat dan akurat berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman matematika, tetapi juga turut menjaga warisan budaya melalui integrasi permainan tradisional dalam pendidikan. Kata Kunci: Congklak, FPB, KPK.
Pendekatan Bayesian dalam Pemodelan Status Gizi Balita : Studi Kasus Stunting di Provinsi Jambi Dedi, Dedi; Desviona, Nayla; Shobri, Muhammad Qolbi; Yosalina, Harli; Hamidya, Nia Ghaniyyuya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4725

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Kondisi stunting mencerminkan kegagalan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang serta dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pola spasial stunting balita di Provinsi Jambi menggunakan pendekatan Bayesian dengan model Conditional Autoregressive (CAR) Leroux, sehingga dapat mengidentifikasi wilayah dengan risiko stunting yang relatif tinggi dan rendah secara lebih akurat. Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2024 yang mencakup jumlah balita usia 0–59 bulan dan jumlah kasus stunting pada 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, serta beberapa kovariat penjelas, yaitu persentase penduduk miskin, cakupan pemberian ASI eksklusif, dan persentase balita dengan status gizi kurang. Jumlah kasus stunting dimodelkan menggunakan distribusi Poisson dengan memasukkan efek spasial terstruktur untuk menangkap ketergantungan antarwilayah yang bertetangga. Hasil uji Moran’s I menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa wilayah yang berdekatan cenderung memiliki karakteristik kasus stunting yang serupa. Pemilihan model terbaik berdasarkan kriteria Deviance Information Criterion (DIC) dan Watanabe-Akaike Information Criterion (WAIC) menunjukkan bahwa model CAR Leroux dengan hyperprior IG (0,1; 0,1) memberikan kinerja terbaik dibandingkan model alternatif. Estimasi risiko relatif menunjukkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi memiliki risiko stunting balita yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi, sedangkan Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh memiliki risiko yang lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan wilayah prioritas intervensi guna mendukung percepatan penurunan stunting  pembangunan berkelanjutan