Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Antara Lama Screen time Dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Mojokerto Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam; Santoso, Anna Lewi; Sanjaya, Ayling; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16237

Abstract

Perkembangan teknologi telah menyebabkan peningkatan waktu yang dihabiskan anak-anak di depan gadget yang mungkin berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka, termasuk potensi untuk mengembangkan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Penelitian ini melibatkan 45 anak usia 3-6 tahun yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Jetis Mojokerto. Data dikumpulkan melalui survei yang mencatat durasi penggunaan gadget (screen time) harian dan skor GPPH, dengan menggunakan skor cut-off  ≥ 13 sebagai indikator GPPH yang lebih tinggi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji Chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara lama screen time dan GPPH. Dari 45 anak, 40% menghabiskan lebih dari satu jam screen time setiap hari. Anak-anak yang menghabiskan lebih dari satu jam di depan layar memiliki skor GPPH yang lebih tinggi (>13) dengan persentase 72.2%, sementara yang kurang dari satu jam hanya 18.5%. Uji Chi-square menghasilkan p value sebesar 0.001, menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara lama screen time dan skor GPPH. Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama screen time dan kejadian GPPH pada anak usia 3-6 tahun.
The Relationship Between Maternal Employment Status and Speech Delay in Early Childhood: A Case-Control Study from a Private Pediatric Clinic in Malang, Indonesia Nathania Lisna Ardelia; Ayling Sanjaya; Santoso, Anna Lewi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.6067

Abstract

Speech delay is a common developmental concern in early childhood, affecting cognitive, social, and emotional domains. Maternal employment has been hypothesized to influence speech development, potentially due to reduced parent–child interaction. However, current evidence remains inconclusive, particularly in low- and middle-income countries. This study aimed to evaluate the association between maternal employment and speech delay in children aged 0–6 years in Malang, Indonesia. A case–control study was conducted from January to March 2025 at a private pediatric clinic in Malang City, Indonesia. A total of 60 children were recruited through consecutive sampling and categorized into two groups: 30 children with speech delay (cases) and 30 with typical speech development (controls). Maternal employment status and relevant sociodemographic data were collected using structured questionnaires. Speech development was assessed using the validated Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Statistical analysis was performed using the Chi-square test, with significance set at p < 0.05. Of the total participants, 27 mothers (45.0%) were employed. Among children of employed mothers, 48.1% had speech delay, compared to 51.5% among children of non-employed mothers. The association between maternal employment and speech delay was not statistically significant (χ² = 0.07; p = 0.795). No significant association was found between maternal employment and speech delay. These findings suggest that emphasis should shift from employment status to enhancing the quality of parent–child interaction and promoting early developmental support in diverse family contexts.
Optimalisasi Kesehatan Mental dan Perilaku Remaja Menuju Generasi Unggul Melalui Penyuluhan Siswa-Siswi SMPN 8 Surabaya - Jawa Timur Sanjaya, Ayling; Santoso, Anna Lewi; Winoto, Haryson Tondy; Sunarpo, James Hadiputra; Putri, Made Ayu Prasasti Dwitama
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21624

Abstract

Permasalahan mental dan perilaku pada remaja masih menjadi masalah yang serius di dunia dan di Indonesia. Gangguan mental dan perilaku pada remaja sering tidak terdeteksi dan terabaikan dalam penanganannya sehingga berisiko dalam pembentukan karakter menuju dewasa serta mempengaruhi kualitas dan masa depannya sehingga perlu penyuluhan dan sosialisasi. Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya optimalisasi kesehatan mental dan perilaku remaja bagi masa depan menuju generasi unggul. Metode Pengabdian masyarakat dilakukan pada remaja berupa penyuluhan kepada remaja mengenai pentingnya optimalisasi kesehatan mental dan perilaku demi menjadi generasi unggul dan memiliki masa depan yang baik Pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah dalam bentuk presentasi, diskusi, dan konseling. Pre-test dan post-test dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan ini. Sebanyak 600 peserta mengikuti kegiatan ini, diantaranya, Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa SMPN 8 Surabaya. Hasil Ditemukan sebanyak 309 (68,7%) siswa remaja merasa memiliki masalah dengan keluarga, sekolah ataupun teman. Terdapat peningkatan kemampuan peserta dalam kesadaran pentingnya optimalisasi kesehatan mental dan perilaku remaja setelah dilakukan penyuluhan di mana terjadi peningkatan peserta dengan nilai nilai baik di post-test meningkat dibandingkan pre-test. Ringkasan Penyuluhan mengenai optimalisasi kesehatan mental dan perilaku remaja menuju generasi unggul sangat efektif.
Ethanol extract of mangosteen peel reduces histological count of alveolar macrophage and pulmonary alveolar space size in male white rats (rattus norvegicus) exposed to cigarette smoke Santoso, Anna Lewi
Folia Medica Indonesiana Vol. 51, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze histological alveolar macrophage cell number and width of pulmonary alveolar space white male rats given ethanol extract of mangosteen peel and then exposed to cigarette smoke. Smoking can reduce antioxidant and increases free radicals, so it is recommended increasing the antioxidants found in many mangosteen rind. This research was an experimental laboratory using the randomized post test-only control group design. White rats male were chosen randomly into 5 groups (K1, K2, P1, P2, P3). K1 (control-), only the Na-CMC 0.5%, K2 (control+) given Na-CMC 0.5% solution and smoke, P1, P2, P3 given the ethanol extract of mangosteen rind (50, 100, and 200mg/kg wt) and smoke. The data were tested normality and homogenity. Then they were analyzed with one-way Anova, LSD. Data that are not normally tested with Robust tests – (Brown-Forsythe) and Tamhane's. Correlation test with Pearson and Spearman. Robust test results, the number of alveolar macrophages, value p=0.000 (p
PENYULUHAN KESEHATAN PADA KEGIATAN “PONDOK OSTEOARTRITIS” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENURUNAN PROGRESIVITAS PENYAKIT MELALUI PENGENDALIAN DIET KARBOHIDRAT Khamidah, Nur; Santoso, Anna Lewi; Njoto, Ibrahim; Arief, Handy
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ostheoartritis merupakan penyakjit degenerative yang banyak diderita pada kelompok lansia. Penyakit ini memiliki gejala sakit nyeri sendi, terutama pada lansia. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di posyandu lokasi sebelumnya diketahui bahwa lansia yang melakukan pemeriksaan ternyata terdiagnosa ostheoartritis, meskipun untuk kepastian diagnose masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini menunjukan bahwa penyakit ini faktanya banyak terjadi di masyarakat, tetapi tidak disadari sehingga diketahui penyakit pada keadaan tahap lanjut. Dengan demikian dibutuhkan kegiatan berbasis masyarakat melalui “Pondok ostheoartritis” dengan bekerjasama dengan kader posyandu lansia untuk memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini melakukan pemeriksaan untuk diagnosis pasien ostheoartritis, selain itu pada saat pemeriksaan dilakukan penyuluhan dengan menggunakan media overhead projector (OHP) dan leaflet tentang pengendalian diet karbohidrat untuk mencegah keparahan akibat ostheoartritis. Pada saat pelaksanaan kegiatan juga akan diputarkan video edukasi tentang ostheoartritis. Indikator keberhasilan program adalah dengan mengukur kuesioner pengetahuan yang diberikan pada peserta. Hasil luaran berupa jurnal serta video pelaksanaan kegiatan. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini juga akan diintegrasikan dengan kebiatan belajar mahasiswa. Kesimpulan: kegiatan Pondok OA dapat memberikan manfaat untuk masyarakat setempat. Sehingga mahasiswa Fakultas Kedokteran tingkat sarjana juga memiliki pengalaman pemeriksaan pasien yang di dampingi oleh dokter baik sebagai dosen maupun praktisi yang ada di puskesmas.
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis Terhadap Histologi Jumlah Sel Nekrosis Pulau Langerhans Tikus Putih Jantan Hiperglikemik Lewi Santoso, Anna; Lewi Santoso, Jemima
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v6i2.6012

Abstract

The aim of this study was to analyze the histological profile of necrotic cell counts in the islets of Langerhans in hyperglycemic male white rats given mangosteen peel extract. Hyperglycemic conditions can form reactive oxygen species (ROS)/free radicals. Excessive ROS can cause oxidative stress and exacerbate cell necrosis in the islets of Langerhans. Mangosteen peel contains the antioxidant compound, Xanthone, an organic compound derived from diphenyl-γ-pyrone that can neutralize ROS and inhibit islet cell necrosis. This study employed a randomized post-test-only control group design. Four groups of male white rats: the untreated group (normal), the alloxan-induced group, the 250, and 500 mg/kgBW dose groups. The data results were tested using Kruskal-Wallis. The results of the study indicated that mangosteen peel extract had an effect on the histological profile of necrotic cell counts in the islets of Langerhans in male white rats experiencing hyperglycemia; with the number of necrotic cells decreased, the mangosteen peel extract dose of 250 mg was 19.2, and the dose of 500 mg was 18.4. Mangosteen peel extract had an effect on necrotic cells in the islets of Langerhans
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pendampingan dan Monitoring Komprehensif Lansia dengan Osteoartritis Pasca Injeksi Intraartikuler Njoto, Ibrahim; Yaniari, Roethmia; Santoso, Anna Lewi; Khamidah, Nur; Iskak, Iskak; Dewanta, Tunggul Bagus; Raharjo, Budiono; Kuswandari, Yulianti
Penamas: Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2026): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v6i1.2871

Abstract

Osteoartritis merupakan masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan menyebabkan nyeri kronis, keterbatasan gerak, serta penurunan kualitas hidup. Keterbatasan pemantauan dan perawatan lanjutan di tingkat komunitas menyebabkan penatalaksanaan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan kader Posyandu dalam pendampingan dan monitoring komprehensif lansia dengan osteoartritis pasca injeksi intraartikuler. Program dilaksanakan di Posyandu Larasati Dukuh Kupang Surabaya melalui tahapan koordinasi, pelatihan kader, edukasi lansia, skrining klinis, pelaksanaan tindakan, dan pemantauan berkala. Skrining meliputi penilaian nyeri, pemeriksaan laboratorium, dan foto radiografi lutut. Dari 50 lansia yang diperiksa, 14 orang memenuhi indikasi dan bersedia menjalani terapi injeksi. Kader dilatih untuk melakukan senam osteoartritis, terapi infra merah, pemantauan keluhan, pemeriksaan gula darah sewaktu, serta pemantauan kepatuhan konsumsi suplemen sendi. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pendampingan serta pemantauan kondisi pasien. Lansia yang didampingi melaporkan penurunan nyeri dan peningkatan kenyamanan aktivitas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader efektif mendukung layanan osteoartritis berbasis komunitas secara berkelanjutan.