Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MANGOSTEEN SKIN EXTRACTS DECREASE THE ACTIVITY OF THE GAMMA-GLUTAMYLTRANSFERASE (-GT) SERUM ON THE CIGARETTE EXPOSURE Raharjo, Loo Hariyanto; Santoso, Hwa Tjeen Anna Lewi
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exposure to cigarette smoke can cause oxidative stress, which characterized by increased activity of g-GT serum. The skins of the mangosteen (Garcinia mangostana L.) contain anthocyanins pigments, which can act as antioxidants to reduce free radicals. This study mainly aims to investigate the effect of mangosteen skin extracts to decreased activity of g-GT serum in rats exposed to cigarette smoke. This study was true experimental designs with randomized post-test only control group design. This study used thirty male rats were dividing into six treatment groups. Rats exposed to cigarette smoke, which came from two cigarettes, for 4 weeks lead to an increase free radicals in the body. The increased activity of g-GT serum to damp the free radicals. Mangosteen skin extracts can reduce free radicals so that the activity of g-GT serum decreased.The conclusion of this research is the mangosteen skin extracts can decrease the activity of the g-GT serum.
Pengaruh Asap Rokok Elektrik terhadap Keseimbangan Asam Basa di Tubuh Manusia Lewi, Jemima; lewi santoso, Anna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.32542

Abstract

Rokok elektrik menarik banyak peminat karena dipasarkan menjadi salah satu alternatif perokok untuk berhenti merokok. Rokok elektrik merupakan alat yang memanaskan larutan dengan kandungan nikotin , air, propilen glikol, gliserin menjadi uap yang akan dihirup oleh pengguna. Uap ini mengandung banyak bahan kimia yang mempengaruhi paru yang merupakan organ pertama yang terpapar uap tersebut. Paru selain berfungsi untuk respirasi juga berperan dalam mengatur keseimbangan asam basa yaitu jika ph tubuh meningkat atau lebih alkalosis maka laju pernafasan akan menurun sehingga lebih banyak karbondioksida dalam darah dan ph akan menurun bertahap menjadi normal begitu juga sebaliknya. Fungsi paru ini tergantung pada struktur paru  termasuk sel di paru , surfaktan, alveolus. Tujuan penelitian untuk  menjelaskan pengaruh asap rokok elektrik terhadap keseimbangan asam basa di tubuh manusia. Artikel membahas bahan yang selalu ada di asap rokok elektrik yaitu nikotin , gliserin atau propilen glikol , logam. Beberapa jurnal dan artikel yang meneliti efek dari bahan larutan rokok elektrik terhadap organ paru khususnya. Beberapa penelitian menunjukkan efek bahan kimia di asap rokok elektrik yang memicu hipoksia, hiperkarbia dan gangguan keseimbangan asam basa di tubuh manusia Penelitian secara biomolekuler diperlukan untuk mengetahui efek bahaya dalam asap rokok elektrik khususnya pada organ paru.
ENVIRONMENTAL ENTERIC DYSFUNCTION PADA STUNTING Anna Lewi Santoso; Ayling Sanjaya; Nur Khamidah; Ira Idawati
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental enteric dysfunction (EED) adalah subakut inflamasi pada mukosa usus halus (berkurangnya fungsi absorbsi dan fungsi barrier) yang etiolaginya belum diketahui dan terjadi pada lebih dari 40% kasus stunting. Stunting sendiri adalah masalah besar kesehatan komunitas di Indonesia. Pertumbuhan yang menetap saat didalam kandungan dan berlanjut sampai usia 2 tahun, hal ini akan berhubungan dengan beberapa gangguan organ yang akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian saat dewasa, salah satunya adalah kerusakan neurocognitive dan environmental enteric dysfunction (EED) yang dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini untuk review artikel tentang Environmental Enteric Dysfunction (EED) yaitu epidemiologi, pathogenesis, terapi, pada anak dengan kondisi stunting. Metode denganmencari beberapa jurnal dan artikel pada PUBMED, google scholar, scopus antara tahun 2013-2023. Environmental Enteric Dysfunction (EED) selama masa anak yang berhubungan dengan sanitasi yang buruk, kesediaan air bersih, infeksi pencernaan, defisiensi mikronutrisi, imunomodulator. EED biasanya asimptomatis tetapi sangat berpengaruh pada stunting. EED dapat mengurangi efektivitas vaksin. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk kesehatan dan perkembangan anak stunting dan akibat nya saat menjadi dewasa.
STUDI LITERATUR ANALISA KETERKAITAN FAKTOR RESIKO ALERGEN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN ASMA PADA ANAK Anna Lewi Santoso; Aqila Luthfan Ghiralda; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma dapat diartikan dalam suatu kondisi gangguan pada sistem pernapasan yang mengakibatkan mengalami wheezing, batuk, dan napas terasa berat pada dada terutama saat malam hari atau pagi hari. Alergi pada makanan tertentu sangat umum pada penderita asma seperti seafood, dairyfood, multigrain dan coklat. Tujuan penilitian ini untuk menganalisa keterkaitan faktor alergen makanan terhadap kejadian asma pada anak. Penelitian ini menggunakan data penelitian sebelumnya sebagai acuan dalam menarik kesimpulan hasil penelitian. Hasil telaah jurnal kemudian akan dianalisis. Kemudian ditarik kesimpulan dari berbagai data yang telah dianalisis agar memudahkan dalam memahami hasil dari telaah literatur. Telah dibuktikan terdapat keterkaitan antara faktor resiko alergen makanan terhadap kejadian asma pada anak dengan nilai OR dan 95%CI tertinggi masing-masing variable sebagai berikut: Seafood sebesar 3.11 [95%CI 1.63-5.93] , dairyfood sebesar 5.48 [95%CI 1.44-20.79], multigrain sebesar 5.25 [95%CI 1.72-15.99], dan coklat sebesar 8.4 [95%CI 2.45-28.8]. Maka dari hasil analisa dari penilitian literature review dapat disimpulkan bahwa yang mempunyai hasil paling berpengaruh terhadap kejadian asma pada anak adalah coklat.
ANALISIS HUBUNGAN INSOMNIA DAN PENYINTAS COVID-19 PADA PELAJAR SEKOLAH TINGKAT TINGGI Lutfia Oktaviana Patau; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara insomnia dengan penyintas Covid-19 pada pelajar sekolah tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengumpulkan informasi tentang tingkat insomnia pada penyintas Covid-19. Data yang terkumpul akan diolah secara kuantitatif menggunakan program pengolahan data seperti Microsoft Excel atau SPSS. Analisis statistik seperti uji korelasi atau regresi akan digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel insomnia dan penyintas Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, sebanyak 36,4% merupakan penyintas Covid-19 dan 63,6% bukan penyintas Covid-19. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan faktor risiko komorbid serta aktivitas pada siang hari pada penyintas Covid-19. Berdasarkan dari penelitian ini didapatkan bahwa penyintas Covid-19 sebanyak 55 (36,4%) dan bukan penyintas Covid-19 dengan total 96 (63,6%). Insomnia dengan karakteristik penyintas Covid-19 dengan total 43 (78,2%) dan tidak mengalami insomnia dengan total 12 (21,8%). Faktor risiko insomnia yang memiliki hubungan signifikan dengan penyintas Covid-19 (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah komorbid dan aktivitas pada siang hari. Karakteristik penyintas Covid-19 yang memiliki hubungan dengan kejadian insomnia (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah jenis kelamin dan asal kampus.
ANALISA FAKTOR GENETIK TERKAIT ESTROGEN RECEPTOR TERHADAP KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA I Gede Wisnu Nugraha; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel-sel payudara. Beberapa faktor resiko yang dapat memunculkan kejadian kanker payudara pada wanita diantaranya ada faktor genetik dan non genetik. Faktor genetik diantaranya seperti riwayat penyakit dari keluarga dan riwayat kelainan bawaan. Untuk yang non genetik dipengaruhi oleh faktor demografi, faktor lingkungan, reproduksi, dan kelainan lain. Faktor genetik sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron yang sangat berperan terhadap terjadinya kanker payudara pada wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa faktor genetik terkait estrogen receptor terhadap kejadian kanker payudara pada wanita. Penelitian ini menggunakan metode narrative review (NR), dimana data penelitian diperoleh dari hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu lainnya. Sumber data berupa jurnal artikel yang diperoleh dari pencarian Google Scholar, Pubmed, dan Proquest. Dalam penelitian ini akan dianalisa secara detail fungsi dan cara kerja gen terkait Estrogen Receptor α dan Estrogen Receptor β. Dari data hasil pencarian didapatkan bahwa gen-gen estrogen receptor α dan β dipisahkan melalui 5 mekanisme fungsi yaitu proliferasi sel, apoptosis, gen suppressor tumor, migrasi/metastasis dan angiogenesis yang berhubungan dengan kanker payudara. Kesimpulan dari data tersebut dilihat dari mekanisme yang terjadi pada upregulasi dan downregulasi pada gen estrogen receptor α dan β terlihat lebih dominan pada mekanisme peningkatan/penghambatan proliferasi sel. Dimana ER β berperan sebagai modulator negatif pada aksi ER α yang memberi efek supresi pertumbuhan dimana efek berlawanan tersebut dapat menghasilkan proses proliferasi jaringan yang seimbang.
PROBIOTIK DAN DIARE PADA ANAK Santoso, Anna Lewi; Santoso, Jemima Lewi; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroflora pada usus berfungsi sebagai penyerapan nutrisi, sistem imun juga sebagai barrier terhadap organisme patogen seperti bakteri, virus dan jamur. Bila terjadi kerusakan yang  disebabkan oleh sakit yang lama atau berulang (diare), environmental enteric dysfunction (EED) yang etiolaginya belum diketahui  dengan pasti  (lebih dari 40% kasus stunting) akan menganggu keseimbangan antara pasien dan mikroflora usus, sehingga terjadi pertambahan organisme patogen yang akan menembus mukosa barrier usus, sehingga diare berulang dan dapat mengakibatkkan infeksi sistemik. Probiotik yang berasal dari organisme mikrobiota usus (tunggal atau kombinasi) untuk memperbaiki mikroflora usus juga bisa  menjadi flora normal usus akan meningkatkan barrier usus. Tujuan: Artikel-artikel tentang probiotik dan diare, khususnya pada anak direview, tentang peran probiotik untuk pencegahan diare dan patogenesis diare. Metode: artikel dan jurnal di PUBMED, google scholar dikumpulkan mulai tahun 2014-2024. Hasil: probiotik dapat memperbaiki ketidakseimbangan antara mikrobiota usus dan fungsinya sebagai barrier. Probiotik telah digunakan di berbagai kasus kesakitan anak (diare), tetapi perlu dilakukan penelitian lebh lanjut dengan multisenter kapan dan dosis secara rutin untuk anak-Kesimpulan: probiotik dapat mencegah, meningkatkan kemampuan antipatogen, memperpendek durasi diare dan mengurangi reinfeksi diare.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA KEHAMILAN PENYEBAB STUNTING PADA ANAK Nanda, Karisa Betha; Anggono, Susan Jocelyn; Tjokro, Vanessa Susanto; Putri, Diah Arrizah; Santoso, Anna Lewi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah kondisi konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah yang lebih rendah dari kadar normal. Anemia pada kehamilan dapat meningkatkan angka terjadinya stunting pada anak. Hal ini dapat terjadi karena ketidakcukupan pemenuhan energi bagi ibu dan janinnya sehingga dapat menyebabkan stunting di kemudian hari. Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai angka 48,9%.  Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan kurang dari standar usianya, yang menjadi suatu indikator gizi buruk kronis. Kejadian stunting di Indonesia mencapai angka 21,6%. Tujuan: Menganalisis faktor risiko anemia pada kehamilan penyebab stunting pada anak. Metode: Pencarian jurnal melalui Google Scholar dan Researchgate. Hasil Penelitian: Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan stunting pada anak. Kesimpulan: terdapat hubungan antara anemia ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak.
A literature review PERAN MTORC1 DAN HORMON IGF-1: RISIKO OBESITAS PADA DEWASA DARI STUNTING Anggono, Susan; Tjokro, Vanessa Susanto; Putri, Diah Arrizah; Nanda, Karisa Betha; Santoso, Anna Lewi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting didefinisikan sebagai kekurangan gizi dalam kurun waktu 1000 hari pertama kehidupan akibat ketidaksesuaian pemberian makanan dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Anak dengan stunting memiliki aktivitas mTORC1 yang menurun dibandingkan dengan anak seusianya. Penurunan ini akan menurunkan aktivitas IGF-1 sehingga proses oksidasi lemak menurun dan menyebabkan penumpukan lemak sehingga terjadi obesitas.  Obesitas merupakan penyakit kronis dengan deposit lemak berlebihan pada tubuh yang menyebabkan permasalahan kesehatan. Pada  tahun 2018, sekitar 7,6 juta anak usia sekolah dan 3,3 juta remaja di Indonesia hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Tujuan: Menganalisis peran mTORC1 dan IGF-1 pada anak stunting terhadap kejadian obesitas pada dewasa. Metode: Pencarian jurnal melalui PubMed, Google Scholar, serta situs resmi lainnya (WHO, CDC, Kemenkes RI,dll) Hasil Penelitian: Stunting meningkatkan risiko terjadinya obesitas/overweight pada anak-anak. Kesimpulan: Stunting dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada saat dewasa.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP JUMLAH SEL HEPATOSIT NEKROSIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) HIPERGLIKEMIK Goein, Amadeus Michel; Sudibjo, Sudibjo; Santoso, Anna Lewi
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v1i1.1432

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstraketanol buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap gambaran histologijumlah sel hepatosit yang nekrosis pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus)kondisi hiperglikemik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni denganmenggunakan metode Randomized Post Test Control Group Design. Sampeldari penelitian ini adalah hewan coba yang ditempatkan secara acak dansederhana (Simple Random Sampling). Perlakuan dilakukan kepada tikuskontrol normal (tanpa perlakuan), tikus kontrol diabetes (diinduksi aloksan 150mg/ kgBB), dan kontrol dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB. Hasil analisis datapenelitian ini menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) memilikipengaruh terhadap gambaran histologi jumlah sel hepatosit yang nekrosis.Jumlah sel hepatosit nekrosis tikus putih jantan kondisi hiperglikemik yangdiberi dosis ekstrak etanol buah mengkudu 50 mg/ kgBB/ hari adalah sebesar38.76 sel, pada jumlah sel hepatosit nekrosis tikus putih jantan kondisihiperglikemik yang diberi dosis ekstrak etanol buah mengkudu 100 mg/ kgBB/hari adalah sebesar 30.64 sel, sedangkan jumlah sel hepatosit nekrosis tikusputih jantan kondisi hiperglikemik yang diberi dosis ekstrak etanol buahmengkudu 150 mg/ kgBB/ hari adalah sebesar 21.24 sel. Ektrak buah morindaterbukti dapat menurunkan jumlah sel hepatosit yang nekrosis pada hewancoba hiperglikemik.