Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENANAMAN KESADARAN HUKUM CYBERCRIME DI KALANGAN GENERASI MUDA Tripuspita, Neneng; Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Khotimah, Nurul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.29996

Abstract

Abstrak: Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial. Namun, keberadaan media sosial juga membuka ruang bagi munculnya berbagai bentuk kejahatan siber (cyber crime). Kejahatan ini dapat mencakup penipuan, pencurian data pribadi, perundungan daring (cyberbullying), hingga penyebaran konten ilegal. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya cyber crime serta cara menghadapinya. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam mengurangi dampak cyber crime dengan meningkatkan kesadaran, etika digital, dan pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Artikel ini mengulas peran pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan cyber crime dan pentingnya literasi digital di era media social. Artikel ini membahas hubungan antara cyber crime di media sosial dengan pendidikan kewarganegaraan serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tersebut.Along with the rapid development of information technology, social media has become a very influential platform in social life. However, the existence of social media also opens up space for the emergence of various forms of cybercrime. These crimes can include fraud, theft of personal data, cyberbullying, and the spread of illegal content. Civic education has an important role in shaping people's character and knowledge about the dangers of cyber crime and how to deal with it. Civic education has an important role in reducing the impact of cyber crime by increasing awareness, digital ethics, and legal understanding among the public. This article reviews the role of civic education in facing the challenges of cyber crime and the importance of digital literacy in the era of social media. This article discusses the relationship between cybercrime on social media and civic education and strategies that can be applied to increase public awareness of these dangers.
Optimizing FPSH-HAM in Fostering Leadership Character with Integrity at SMAN 1 Batujajar, West Bandung Regency Regina Dalih Gandes Ivoni Lubis; Jajang Hendar Hendrawan; Neneng Tripuspita
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i2.2859

Abstract

This study aims to examine the optimization of the Student Forum for Law and Human Rights Awareness (FPSH-HAM) as a strategic platform in fostering integrity-based leadership character at SMAN 1 Batujajar. The research is motivated by growing concerns over the decline in legal awareness and moral degradation among youth, which often leads to deviant behaviors. FPSH-HAM serves as a non-formal educational initiative that integrates the values of law, human rights, and leadership integrity. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results reveal that active student participation, support from school stakeholders, and ongoing leadership development programs have significantly contributed to shaping responsible, disciplined, and law-conscious student leaders. FPSH-HAM has proven to be effective in internalizing character values and encouraging students to become change agents in their schools and communities. These findings underscore the importance of strengthening youth organizations rooted in law and human rights education as a foundation for building an excellent future generation.
OPTIMALISASI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA CIKONENG MELALUI PEMBERDAYAAN PERTANIAN Rodiah Musyarofah, Nurul; Tripuspita, Neneng; Kusyadi, Yudi
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 2 (2025): PPKN dan POLSOSBUD
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the role of the Cikoneng Village government in community empowerment in rice farming to optimize the welfare of the village community. A descriptive qualitative method was used with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Informants included village government officials, farmers, and community leaders. The results showed that empowerment programs, such as counseling, training, provision of superior seeds, and agricultural equipment assistance, improved farmers' knowledge, skills, and productivity in rice farming. Obstacles include budget constraints, limited human resources, and inadequate agricultural infrastructure. Nonetheless, the implementation of this policy had a positive impact on community welfare by increasing farmers' income. This research suggests increasing community participation, alternative funding sources, developing human resources, and optimizing coordination with related institutions to optimize empowerment.
Optimizing FPSH-HAM in Fostering Leadership Character with Integrity at SMAN 1 Batujajar, West Bandung Regency Regina Dalih Gandes Ivoni Lubis; Jajang Hendar Hendrawan; Neneng Tripuspita
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i2.2859

Abstract

This study aims to examine the optimization of the Student Forum for Law and Human Rights Awareness (FPSH-HAM) as a strategic platform in fostering integrity-based leadership character at SMAN 1 Batujajar. The research is motivated by growing concerns over the decline in legal awareness and moral degradation among youth, which often leads to deviant behaviors. FPSH-HAM serves as a non-formal educational initiative that integrates the values of law, human rights, and leadership integrity. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results reveal that active student participation, support from school stakeholders, and ongoing leadership development programs have significantly contributed to shaping responsible, disciplined, and law-conscious student leaders. FPSH-HAM has proven to be effective in internalizing character values and encouraging students to become change agents in their schools and communities. These findings underscore the importance of strengthening youth organizations rooted in law and human rights education as a foundation for building an excellent future generation.
INTERNALISASI NILAI-NILAI HUKUM MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA SEBAGAI WAHANA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MAHASISWA Tripuspita, Neneng; Adisurya, Brata
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.29

Abstract

Masalah kemerosotan moral semakin mengancam generasi muda di Indonesia khususnya pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya unit kegiatan mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai hukum guna meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Upaya yang dilakukan guna menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui unit kegiatan mahasiswa dengan cara mentransferkan pengetahuan hukum, pemahaman isi hukum, sikap serta pola perilaku hukum sebagai indikator kesadaran hukum.    
UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA CIMAHI Tripuspita, Neneng; Poppy Belladonna, Aprillio
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2020): Lifelong Education dalam Pembelajaran PKn
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i1.38

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari maraknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Cimahi. Hampir setiap bulan terjadi kecelakaan lalu lintas baik kecelakaan ringan, berat, bahkan hingga meninggal dunia. Keadaan ini terjadi karena tidak adanya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan atau hukum yang telah ditetapkan dan adanya karena ketidaksesuaian antara aturan dan pelaksanaan dilapangan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang upaya Kepolisian dalam menanggulangi kasus kecelakaan lalu lintas di Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa : (1) Faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yakni manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan atau alam; (2) Pertanggungjawaban pidana dalam kasus kecelakaan lalu lintas dapat diselesaikan dengan dua cara yaitu diselesaikan secara hukum maupun mediasi dari kedua belah pihak; dan (3) Upaya yang dilakukan Polsek Cimahi melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan dan penegakan hukum melalui razia lalu lintas
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SMK BINA INSAN BANGSA KABUPATEN BANDUNG BARAT Tripuspita, Neneng; Poppy Belladonna, Aprillio; Oktavia Sadiman, Ayuni
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2022): Isu Sosial Politik
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v4i1.54

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi keprihatinan terhadap maraknya perbuatan korupsi pada masyarakat, meningkatnya kegiatan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat, pendidikan sangatlah efektif berbeperan dalam memutus mata rantai kegiatan korupsi bukan hanya di lingkungan formal tetapi lingkungan nonformal yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Agar seluruh elemen ikut mensukseskan aksi pemberantasan korupsi serta sebagai upaya untuk membentuk generasi antikorupsi di masa yang akan datang dalam bentuk implementasi pendidikan antikorupsi dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Untuk mengetahui implementasi nilai pendidikan antikorupsi peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana pelaksanaan penerapan nilai-nilai pendidikan antikorupsi disekolah. Dalam penelitian ini, peneliti memilih mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, dimana mata pelajaran kewarnegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi ; (1) Bagaimana pandangan guru dan peserta didik mengenai pendidikan kewarganegaraan di SMK Bina Insan Bangsa Kabupaten Bandung Barat; (2) Bagaimana implementasi pendidikan antikorupsi di SMK Bina Insan Bangsa KBB; Apa faktor pendorong serta penghambat dalam penanaman nilai antikorupsi melalui mata pelajaran PKn. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, untuk memahami dan menjelaskan secara mendalam pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penerapan pendidikan antikorupsi sangat penting untuk diwujudkan, karena melalui pendidikan inilah berlangsung pembinaan terhadap sikap dan karakter siswa sebagai generasi muda penerus bangsa yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta taat terhadapat peraturan.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Nasionalisme Pada Santri di Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah Mande maryanah, Siti; Poppy Belladonna , Aprillio; Tripuspita, Neneng
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2024): PPKn dan Berbagai dinamikanya
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i1.130

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi banyaknya pandangan bahwa santri di pandang kurang memiliki kesadaran jiwa nasionalisme, diantaranya yaitu berkaitan dengan nilai-nilai karakter nasionalisme seperti adanya nilai toleransi, nilai disiplin, nilai tanggung jawab, sikap cinta tanah air, (Hubbul Wathan minal Iman), serta nilai kebersamaan yang di bangun di Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah Mande dengan kegiatan berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan sejauh mana internalisasi nilai-nilai nasionalisme yang di tanamakan kepada santri di Pondok Pesantren Mande. Dengan berbagai macam kegiatan di lakukan untuk menginternalisasikan nilai karakter nasionalisme pada santri diantaranya; kegiatan pengajian, kegiatan pemberian contoh keteladanan, kegiatan pembiasaan, serta kegiatan insidental. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data di lakukan dengan tiga tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter nasionalisme pada Santri di Pondok Pesantrean Al-Mukhtariyah Mande di katakan berhasil. Namun tidak semua Santri dapat disamakan proses internalisasi nilai karakter nasionalisme pada santri tidak akan sama dari semua santri. Ada santri yang dapat menerapkan nilai karakter nasionalisme sudah di jalankan dalam kehiduapan sehari-harinya, dan ada pula santri yang harus diberikan semangat atau motivasi, di perhatikan, di pantau, dan ada santri yang sering melanggar terhadap aturan yang berlaku di Pesantren.
PENGUATAN CIVIC KNOWLEDGE DALAM MEMBENTUK KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP KEPEMILIKAN SERTIFIKAT TANAH Tripuspita, Neneng; Aprillio Poppy Belladonna; ., Nendah
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): PPKn dan Ilmu Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v5i2.194

Abstract

Kesadaran hukum yang rendah terhadap kepemilikan sertifikat tanah mengakibatkan berbagaipermasalahan yang cukup pelik, salah satunya yaitu sengketa yang akan terjadi di kemudian hari.Sehingga diperlukan penguatan civic knowledge untuk membentuk kesadaran hukum masyarakatterhadap kepemilikan sertifikat tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanapersepsi masyarakat terhadap kepemilikan sertifikat tanah, faktor-faktor yang kondusif terhadapkeasadaran hukum kepemilkan sertifikat tanah, program yang dilakukan dalam upaya memberikanpenguatan civic knowledge untuk membentuk kesadaran hukum kepemilikan sertifikat tanah. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, untuk memahami dan menjelaskansecara mendalam pengumpulan data dilakukan dengan studi observasi dan wawancara. Hasildari penelitian ini menunjukan Mengenai pandangan tentang pengetahuan kewargaanegaaranpada masyarakat Desa Wangunsari terhadap pendaftaran tanah untuk kepemilikan sertifikat hakatas tanah, didapati bahwa masih banyak masyarakat Desa Wangunsari yang tidak mengetahuidan memahami bagaimana tata cara pendaftaran tanah kepada Badan Pertanahan Nasional,sehingga kesadaran hukum masyarakat dalam mendaftarkan tanahnya masih tergolong rendah
Optimizing Legal Awareness and Critical Thinking Education Through Moot Court Simulation Belladonna, Aprillio Poppy; Hidayah, Yayuk; Tripuspita, Neneng
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 5 No. 1 (2025): November - January
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v5i1.690

Abstract

This study examines the optimization of legal awareness and critical thinking skills through trial simulations (moot courts) among Pancasila and Citizenship Education (PPKn) students at STKIP Pasundan Cimahi. Using a case study method, this study aims to evaluate how the implementation of moot courts can improve students' legal understanding and critical thinking skills in the context of legal education. The case study method is applied by observing and analyzing student participation in moot court activities. Data were collected through direct observation, interviews, and questionnaires involving students and lecturers. The main focus of this study was to identify changes in legal awareness, level of involvement, and development of critical thinking skills before and after participating in trial simulations. The results showed that participation in moot courts significantly increased students' legal awareness and encouraged the development of critical thinking skills. Students showed a better understanding of legal principles and their practical applications in trial situations. In addition, active involvement in this simulation provided direct experience that enriched their legal knowledge and strengthened their analytical and argumentative skills. This study concludes that moot court is an effective method to improve legal awareness and critical thinking skills among PPKn students, and recommends further integration of this method in higher legal education curricula.