Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Bimbingan Belajar Sebagai Upaya untuk Membantu Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Cacaban Rw IX Kota Magelang Agus Wahyudi; Turah Slamet; Riva Ismawati
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.046 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i2.3950

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan baru pada bidang pendidikan. Pendidikan di masa pandemi covid-19 melaksanakan pembelajaran secara berani sebagai upaya untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Dampak pembelajaran yang diterapkan menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk membantu belajar pada siswa sekolah dasar di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan untuk memenuhi kewajiban dalam program kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Cacaban RW IX Kota Magelang. Kegiatan bimbingan yang dilaksanakan berdasarkan studi literatur dengan pendekatan pribadi dengan siswa. Hasil dari bimbingan belajar yang dilaksanakan menunjukkan hasil yang positif.
Pembelajaran Berbasis Inquiry dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Siswa dalam Mata Pelajaran IPA muhammad nur rohman; Aza Mazita; Ayu Nuryanti; Riva Ismawati
Sultra Educational Journal Vol 1 No 3: Desember (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.752 KB) | DOI: 10.54297/seduj.v1i3.179

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan & menumbuhkan keyakinan dalam diri siswa kelas IX di SMP Muhammadiyah Tempuran, Magelang, Jawa Tengah, tentang jawaban dari suatu masalah dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen angket berbantuan google form. Dalam angket google form tesebut kami menggunakan pertanyaan kuisioner untuk memperoleh data primer sebagai data acuan. Kegunaan model pembelajaran secara inkuiri yaitu siswa dapat meningkatkan semangat belajar serta melatih kemampuan berpikir secara mandiri dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang ada. Terdapat partisipan dari kelas IX sebanyak 29 peserta didik yang mengisi angket kuisioner mengenai pembelajaran berbasis inkuiri terhadap hasil dan motivasi siswa dalam memahami pelajaran IPA kelas IX maka diperoleh 0 peserta didik (0 %) menjawab kedalam kategori baik, 21 peserta didik (72,41 %) menjawab kedalam kategori cukup, dan 8 peserta didik (27,59 %) menjawab kedalam kategori kurang. Sehingga dapat ditarik inti dari penelitian ini bahwa pada metode pembelajaran berbasis inkuiri hasil serta pengadaan motivasi siswa dalam pelajaran IPA tergolong cukup. Metode pembelajaran berbasis inkuiri cocok diterapkan dalam pembelajaran IPA khususnya pada kelas IX SMP Muhammadiyah Tempuran.
Efektifitas Online Project Based Learning Berbasis Ethnosains Pada Pembelajaran IPA terhadap Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Selama Pandemi Rina Rahayu; Riva Ismawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i4.738

Abstract

Pendidikan merupakan poin penting yang menjadi perhatian khusus selama masa pandemi Covid-19. Terlebih lagi pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam membangun generasi penerus bangsa yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing secara global. Pembelajaran yang dilakukan secara daring sebaiknya lebih memperhatikan kondisi yang ada disekitar mahasiswa. Model pembelajaran berbasis proyek dilakukan dengan menerapkan kegiatan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas online project based learning berbasis etnosains pada pembelajaran IPA terhadap keterampilan proses mahasiswa selama pandemi. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian quasi experimental dengan desain penelitian one group pretest posttest. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Pendidikan IPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak. Instrumen penelitian berupa lembar soal keterampilan proses sains. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil pretest nilai tertinngi yaitu 83 dan nilai terendah yaitu 50. Pada hasil posttest nilai tertinggi yaitu 95 dan nilai terendah adalah 67. Hasil nilai rata-rata nilai pretest yaitu 74, sedangkan nilai rata-rata posttest yaitu 88. Pada hasil uji N-gain menunjukkan rata-rata sebesar 0,518 yang masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan pada hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek (PjBL) cukup efektif dalam meningkat keterampilan proses sains mahasiswa Prodi Pendidikan IPA.
Pelatihan Pengelolaan Laboratorium IPA bagi Guru SMP/MTs Kecamatan Windusari Riva Ismawati; Eli Trisnowati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.831 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.278

Abstract

ABSTRACTLearning science in junior high schools cannot be separated from activities in the laboratory. Professional laboratory managers are an important aspect to support the ongoing science learning process. The results of observations at partner schools found that laboratory managers still had low knowledge about the competence of school laboratory personnel. IPA laboratories in partner schools have not been used according to their functions. In addition, the tools and materials available have not been handled properly so that they are not maintained, and cannot be used optimally. The objectives of this service are: a) participants understand the organizational structure and tasks of laboratory personnel, b) participants can develop, implement, evaluate laboratory work programs; c) participants can apply occupational safety health in the laboratory; d) participants can carry out maintenance and maintenance of tools and materials. Implementation methods include lectures, discussions, practices, and assignments. Evaluation of the service implementation is carried out at the end of the activity to find out the participants' responses to the activities that have been carried out. The result of this service activity is the increasing skills of trainees in managing the science laboratory.Keywords: training, management, science laboratory.  ABSTRAKPembelajaran IPA di SMP tidak dapat dipisahkan dari kegiatan di laboratorium. Pengelola laboratorium yang professional merupakan aspek penting sebagai pendukung berlangsungnya proses pembelajaran IPA. Hasil observasi di sekolah mitra diketahui pengelola laboratorium masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai kompetensi tenaga laboratorium sekolah. Laboratorium IPA di sekolah mitra belum digunakan sesuai dengan fungsinya. Selain itu, alat dan bahan yang tersedia belum ditangani dengan baik sehingga tidak terawat, dan tidak dapat difungsikan secara optimal.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah a) peserta memahami struktur organisasi dan tugas tenaga laboratorium, b) peserta dapat menyusun, melaksanakan, mengevaluasi program kerja laboratorium;  c) peserta dapat menerapkan kesehatan keselamatan kerja di laboratorium; d) peserta dapat melakukan perawatan serta pemeliharaan alat dan bahan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, praktik, dan penugasan. Evaluasi pelaksanaan pengabdian dilakukan diakhir kegiatan untuk mengetahui tanggapan peserta terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan peserta pelatihan dalam mengelola laboratorium IPA. Kata Kunci: pelatihan, pengelolaan, laboratorium IPA.
Anak Sekolah Sadar Penyalahgunaan Zat Aditif Terlarang dalam Bahan Pangan sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Tubuh Riva Ismawati
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v4i1.6702

Abstract

Penyalahgunaan zat aditif terlarang dalam bahan pangan dapat menyebabkan resiko kesehatan dan keracunan makanan anak sekolah. Sayangnya, siswa belum memahami penyalahgunaan zat aditif terlarang dalam bahan pangan dan bersikap tidak peduli. Disamping itu, siswa juga belum mampu melakukan uji kualitatif zat aditif dalam bahan pangan. Pengetahuan dan keterampilan uji zat aditif diperlukan siswa untuk dapat memilih jajanan sehat sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh. Mitra yang dipilih tim pengusul yaitu SMP Negeri 2 Magelang dan di SMP Negeri 13 magelang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan diskusi, studi kasus, dan praktik. Evaluasi dilakukan secara kontinyu digunakan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program. Alternatif pemecahan masalah mitra yang diusulkan oleh tim pengusul yaitu (a) melakukan edukasi zat aditif yang diijinkan dan dilarang dalam bahan pangan; (b) studi kasus penyalahgunaan zat aditif terlarang dalam bahan pangan; (c) praktik uji kualitatif zat aditif dalam bahan pangan. Hasil yang dicapai yaitu peserta mampu mengidentifikasi zat aditif, menjelaskan penyalahgunaan zat aditif terlarang dalam bahan pangan. Peserta juga terampil menguji formalin dan nitrit dalam bahan pangan secara kualitatif.Ketik abstrak Indonesia dan Inggris.
Game Sains Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Alat Sederhana IPA sebagai Media Belajar Siswa SMP selama Pandemi Rina Rahayu; Riva Ismawati
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol 1, No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v1i1.5941

Abstract

Many used goods that are not utilized can contribute to the production of more and more waste. Students at partner schools are not used to using used materials for science learning media. This causes students to be unable to apply theory in science in everyday life which makes students' scientific literacy in partner schools still lacking. The difficulties of students in partner schools in learning science are possible because students do not know scientific phenomena that occur in everyday life and students are not introduced to science practices. Through the management of used goods into simple science tools, it is hoped that they can be used as learning media for students in partner schools. The method used in this activity is lecture, discussion, and practice. This activity was carried out for 3 meetings at each partner. These activities included delivering materials and making simple science teaching aids using used materials. Making simple science tools from used goods makes students learn about science. It also teaches students to take advantage of used goods in the surrounding environment, so that indirectly they can also maintain the environmental sustainability. The obstacle found in this activity was the limited time needed to make science teaching aids.
Kajian Pustaka Teknologi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Lab Kimia Riva Ismawati; Arif Widiyatmoko; Adi Nur Cahyono
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3635

Abstract

Chemistry learning is inseparable from lab activities. Strengthening scientific concepts, skills and attitudes go through some experiments. Online learning is a consequence of the Covid 19 pandemic. It is a must option to make sure that students do not lose knowledge and skills causing academic setbacks. Online learning technology does not only aim to convey theoretical materials but also facilitates lab activities. This article tries to identify online learning technology applied to support activities in chemical laboratories and identify the advantages and disadvantages of their applications. This researcher writes this paper based on a review of the literature collected using the ERIC search. There are 17 selected readings reviewed manually. The analysis results show that Zoom meetings, video conferencing platforms, and the DryLab20 network technology are useful for synchronous laboratory learning. Video experiments, simulations, online modules, web-assign, Schoology, formative, Canva, and learning management systems can be used for asynchronous laboratory learning. There is a possibility of combining synchronous-asynchronous laboratory learning programs. Online laboratory learning has advantages in visualizing laboratory activities even though it cannot yet practice the skills acquired in real laboratories. There should be deep considerations regarding the use of online learning technology in laboratories after the pandemic regarding its advantages and disadvantages
MONITORING TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS), KONDUKTIVITAS DAN pH PADA AIR LINDI DAN AIR SUMUR TPA PASURUHAN KABUPATEN MAGELANG Rizqa Puspitarini; Riva Ismawati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.8735

Abstract

Pengolahan sampah dengan open dumping memiliki beberapa kelemahan diantaranya memerlukan lahan yang luas untuk menampung sampah. Selain itu, dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya menimbulkan bau tidak sedap, mengurangi keindahan lingkungan. menjadi sarang dari vector penyakit, sumber pencemaran lingkungan dari air lindi yang dihasilkan. Lindi menjadi salah satu sumber pencemar dan mempunyai dampak serius bagi sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas air lindi dan air sumur TPA Pasuruhan berdasarkan nilai total dissolved solid (TDS), konduktivitas dan pH. Sampel air lindi, air sumur pantau, dan air sumur produksi diambil dan dilakukan di TPA Pasuruhan Kab. Magelang dengan metode grab sampel. Sampel air lindi dan air sumur diukur TDS, Konduktivitas dan pH dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 dan air sumur dengan  menggunakan  baku mutu  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDS tertinggi pada TDS Inlet 7024 mg/L, TDS kolam tampung 7770 mg/L, TDS sumur pantau 3754 mg/L dan TDS sumur produksi 163 mg/L. Konduktivitas tertinggi pada konduktivitas inlet 7774 µs/cm , konduktivitas kolam tampung 7333 µs/cm, konduktivitas sumur pantau 3754 µs/cm dan konduktivitas sumur produksi 331 µs/cm. pH terendah pada pH inlet 3,9, pH kolam tampung 4,7, pH sumur pantau 4,7, pH sumur produksi 3,9. Parameter TDS dan konduktivitas untuk air lindi inlet, kolam tampung maupun sumur pantau melebihi baku mutu. pH untuk kolam tampung dan sumur produksi melampaui baku mutu.   Kata kunci: Konduktivitas,Lindi,  Sampah, TDS
UTILIZATION OF MORINGA OLIEFERA LEAVES COAGULANT FOR LEACHATE TREATMENT : CASE STUDY OF PASURUHAN LANDFILL, MAGELANG REGENCY Rizqa Puspitarini; Riva Ismawati; Adi Iriyanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste has caused environmental problems, especially waste processing that is not yet optimal. Open dumping waste processing is still used in waste processing. Open dumping waste processing will produce leachate pollution. The research aims to test the quality of leachate by utilizing the natural coagulant of Moringa leaves to reduce the total dissolved solids (TDS) and conductivity of the leachate. The coagulant was made by macerating Moringa leaves using 70% ethanol and leaving it for 72 hours. Moringa leaf coagulant was contacted with leachate samples from the Pasuruhan Magelang landfill using variations in coagulant mass and contact time. Treatment with a coagulant mass of 1 gram and a contact time of 10 minutes was able to reduce leachate TDS levels by 1020 mg/L with an effectiveness of 55.98%. Treatment with a coagulant mass of 1 gram and a contact time of 15 minutes can reduce the leachate conductivity by 2333 cm/s with 79.38%. The use of natural coagulants from Moringa oliefera leaves can be used as an alternative treatment method for handling leachate. Keyword:: Leachate, Moringa Oliefera
Pemberdayaan Siswa dalam Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos untuk Menanamkan Literasi Lingkungan Riva Ismawati; Rina Rahayu
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v2i1.7442

Abstract

Education needs to play a role in overcoming environmental problems by forming environmentally literate individuals. Environmentally literate individuals are individuals who are responsible for their behavior, respect the environment, and understand the problems that occur in the environment. Therefore, environmental literacy needs to be instilled and trained from an early age. It is known that students are not aware of various environmental problems, and efforts to preserve the environment, environmental education has not been integrated into classroom learning, and the absence of waste management practices in schools makes students' environmental literacy low. The methods used in PKM include (a) case studies and discussions, and (b) the practice of making compost and using it to fertilize plants. PKM activities begin with contracts and at the end of the activity, an evaluation is carried out to find out the achievements of PKM implementation. PKM activities were carried out in two partner schools namely SD Muhammadiyah 2 Alternative and SD Negeri Keramat 5 Magelang. Participants who are students from the two partner schools have understood environmental issues, and waste management as an effort to preserve the environment, and are skilled in processing organic waste into compost. Participants showed interest and enthusiasm during the PKM activities.