Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Udara Emisi Gas Buang/Ambien di PLTD Kahayan Baru Kurniati, Ety; Sidabutar, Boin Rolando; Adelia, Kadek Ayu Cintya
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 1 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i1.251

Abstract

Proses pembakaran dapat memberikan dampak negatif pada kualitas udara di sekitar (SO2, NO2, CO dan TSP/Debu). Hal ini ditentukan persentase kadar sulfur yang terdapat pada bahan bakar yang digunakan dalam proses pembakaran. Selain itu pembakaran yang tidak sempurna menjadi penyebab kualitas udara menurun. Faktor penyebab kualitas emisi yakni pengoperasian mesin pembangkit dan kualitas bahan bakar. Kualitas udara yang dipantau dalam pemantauan lingkungan ini yakni kualitas udara ambien yang dipengaruhi oleh pengoperasian unit pelayanan PLTD Kahayan Baru. Parameter kualitas udara emisi sumber tidak bergerak Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Carbon Monoksida (CO2) dan TSP keseluruhannya berada di bawah ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 15 Tahun 2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal (PLTD/ULD-Genset-Minyak Solar).
PEMBERDAYAAN SISWA SMA SEBAGAI AGEN PENGURANGAN RISIKO BENCANA HIDROMETEOROLOGI Dwinanda, Indah Gumilang; Thareq, Subhan Ilham; Cassiophea, Lolla; Adelia, Kadek Ayu Cintya; Puspitorini, Mega; Angeline, Adinda Martha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37058

Abstract

Abstrak: Child-centered Disaster Risk Reduction (CDRR) atau pengurangan risiko bencana yang berpusat pada anak merupakan salah satu pendekatan inovatif yang memberdayakan kaum muda sebagai kontributor aktif untuk membang ketahanan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko terjadinya bencana dan ketahanan masyarakat Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masih tergolong di bawah umur, sehingga dikelompokkan sebagai anak-anak yang mana tidak hanya kelompok rentan tetapi juga sebagai agen perubahan yang kuat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya budaya sadar bencana hidrometeorologi, meningkatkan pengetahuan siswa terkait tugas dan tanggung jawab seorang agen pengurangan risiko bencana hidrometeorologi dan meningkatkan keterampilan para siswa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan kepada siswa tentang penerapan teknologi sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) serta mendukung hilirasi hasil penelitian yang sesuai dengan target dan masalah yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan maka didapatkan persentase diatas 85% untuk pemahaman bencana hidrometeorologi, langkah pencegahan dan langkah penanganan.Abstract: Child-centred Disaster Risk Reduction (CDRR) is an innovative approach that empowers young people to become active contributors to building community resilience. This approach is expected to significantly increase students' knowledge about disaster risk and community resilience. High school students are still classified as minors, so they are grouped as children who are not only a vulnerable group but also powerful agents of change in disaster risk reduction efforts. This community service activity aims to raise students' awareness of the importance of a culture of awareness of hydrometeorological disasters, increase students' knowledge of the duties and responsibilities of a hydrometeorological disaster risk reduction agent, and improve students' skills in dealing with hydrometeorological disasters. In addition, this activity also provided training to students on the application of early warning systems based on the Internet of Things (IoT) and supported the dissemination of research results in line with the targets and issues occurring in the community. Based on the results of the activities that have been carried out, a percentage of above 85% was obtained for understanding hydrometeorological disasters, preventive measures, and response measures.
OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI MINYAK JELANTAH MELALUI INOVASI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMKM DASAWISMA KELURAHAN MENTENG Adelia, Kadek Ayu Cintya; Kurniati, Ety; Ayu, Regina Wahyudyah Sonata; Ramadani, Nia; Yoga, Yoga; Hafiizh, Muhammad
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6357

Abstract

Limbah minyak jelantah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Menteng. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah secara langsung tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu Dasawisma melalui pelatihan diversifikasi minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM ibu-ibu Dasawisma di Kelurahan Menteng. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi program kepada masyarakat, pelatihan teknis pengolahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi akhir program. Pelatihan dilakukan menggunakan metode praktik langsung (hands-on training) dengan memanfaatkan alat sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan antara lain sabun cair, lilin aromaterapi, dan produk rumah tangga ramah lingkungan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah, 84% menyatakan siap melanjutkan produksi secara mandiri, dan 76% menilai kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (decent work and economic growth) dan tujuan 12 (responsible consumption and production).
Pemodelan Anomali Aliran Sungai Bawah Tanah Menggunakan Data Self-Potential Yanti Boimau; Wenti Marlensi Maubana; Kadek Ayu Cintya Adelia
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v11i1.328

Abstract

Aplikasi Radiasi Ionisasi dalam Pemuliaan Tanaman: Analisis Dosis dan Respons Biologis Aryani, Ni Putu Hipumi Tribuana; Adelia, Kadek Ayu Cintya; Ety Kurniati
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.488

Abstract

The use of radiation on plants has varying effects depending on the type of radiation and dose given. This research aims to provide insight into the potential and effects of using radiation in plant breeding and its impact on the physiological and morphological characteristics of plants. This study examines various previous research on the application of radiation rays to horticultural plants, food plants and ornamental plants. The radiation used includes gamma rays, X-rays, sunlight and corona glow discharge plasma. The research results show that radiation can increase genetic diversity and influence plant growth characteristics such as plant height, number of leaves, and chlorophyll content. The right dose of radiation can produce superior varieties with desired characteristics. However, doses that are too high can reduce the survival rate and regeneration capacity of plants.
Karakterisasi Fisis dan Laju Pembakaran Briket Sebagai Energi Terbarukan Berbasis Kombinasi Tempurung Kelapa, Kulit Singkong dan Kulit Jagung Hutauruk, Ade; Jahra, Alvia; Frahmawati , Cahyani; Angeline , Adinda Martha; Atunia; Yoga; Adelia, Kadek Ayu Cintya
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.737

Abstract

The quality of biomass briquettes is largely determined by the type of raw material and the manufacturing process, especially in efforts to develop waste-based alternative fuels. This research analyzes the effect of the combination of coconut shells with cassava skins and corn husks on the physical properties and burning rate of briquettes using tapioca flour adhesive. Test results show that variations in biomass produce significantly different combustion characteristics. Cassava husk–coconut shell based briquettes showed a higher combustion rate (0.24 g/minute), while corn husk–coconut shell briquettes produced more stable combustion with a lower rate (0.17 g/minute). Even though the water content of the two briquettes is still within acceptable limits, the high ash content (>25%) is the main limiting factor because it does not meet the SNI 01-6235-2000 standard and has the potential to reduce energy efficiency. These findings confirm that the selection of biomass type and control of the carbonization process play a crucial role in determining the performance of briquettes. Optimizing production parameters is needed so that agricultural waste-based biomass briquettes can be developed as an alternative fuel that meets national quality standards and supports a sustainable energy transition.