Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Tingkat Kebisingan di Area Pembangkit Listrik Tenaga Diesel  (PLTD) Kahayan Baru Ety Kurniati; Natalia Resoldes Lbn Tobing; Kadek Ayu Cintya Adelia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.427

Abstract

Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik maka efisiensi dan keandalan suatu pembangkit Listrik tenaga diesel juga berbanding lurus dengan penghematan kebutuhan energi listrik. PT. PLN (Persero) ULPLTD Tambun Bungai UNIT PLTD Kahayan Baru di kota Palangka Raya merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga diesel di Indonesia. Dalam kegiatan operasionalnya, PLTD berpotensi menimbulkan kebisingan dari mesin genset yang dapat membahayakan karyawan sekitar area PLTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di area PLTD Kahayan Baru. Metode pengukuran yang digunakan mengacu ke pada nilai ambang batas (NAB) kebisingan menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996. Alat yang digunakan pada penelitian ini yakni Multi-function Enviroment Meter model 8820, tripot dan mesin diesel yang sedang beroperasi. Metode yang dilakukan dalam pengambilan data adalah metode partisipatif Pada 4 lokasi di lingkungan kerja yaitu ruang kantor PLTD, ruang kantor dan ruang operator secara umum memenuhi NAB yaitu < 85 dBA, sedangkan pada lokasi ruang mesin berada diatas NAB yaitu > 85 dBA atau berkisar pada 97,5 dBA, dan tingkat kebisingan pada pemukiman penduduk pada 5 lokasi yaitu samping kiri PLTD, samping kanan PLTD, perumahan karyawan PLTD, dan belakang PLTD secara umum berada diatas NAB yaitu > 55 dBA, sedangkan area pemukiman sekitar PLTD secara umum memenuhi NAB yaitu < 55 dBA. Maka dari itu, jarak tingkat kebisingan semakin jauh jarak pengukuran maka semakin rendah nilai tingkat kebisingannya.
Aplikasi Radiasi Ionisasi dalam Pemuliaan Tanaman: Analisis Dosis dan Respons Biologis Ni Putu Hipumi Tribuana Aryani; Kadek Ayu Cintya Adelia; Ety Kurniati
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.488

Abstract

The use of radiation on plants has varying effects depending on the type of radiation and dose given. This research aims to provide insight into the potential and effects of using radiation in plant breeding and its impact on the physiological and morphological characteristics of plants. This study examines various previous research on the application of radiation rays to horticultural plants, food plants and ornamental plants. The radiation used includes gamma rays, X-rays, sunlight and corona glow discharge plasma. The research results show that radiation can increase genetic diversity and influence plant growth characteristics such as plant height, number of leaves, and chlorophyll content. The right dose of radiation can produce superior varieties with desired characteristics. However, doses that are too high can reduce the survival rate and regeneration capacity of plants.
Analisis Variasi Spasial dan Temporal Parameter Kualitas Air Sungai Kahayan: Implikasi Terhadap Proses Self-Purification Regina Wahyudyah Sonata Ayu; Yuniarta Basani; Kadek Ayu Cintya Adelia; Mega Yumia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 1 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i1.491

Abstract

Sungai Kahayan, sebagai salah satu sungai utama di Kalimantan Tengah, memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat setempat. Namun, aktivitas manusia di sekitar sungai ini, seperti pembuangan limbah rumah tangga dan industri, mengakibatkan potensi pencemaran yang signifikan. Penelitian ini menggali variasi spasial dan temporal dari 11 parameter kualitas air Sungai Kahayan selama periode 2021–2023. Hasil analisis menggunakan teknik statistika multivariat,  Analisis Klaster Hierarki (HCA) dan Analisis Komponen Utama (PCA), mengidentifikasi hubungan kompleks antar parameter. Hasil PCA menunjukkan bahwa parameter kualitas air dapat direduksi menjadi dua komponen utama (PC1 dan PC2), menjelaskan sekitar 84,24% variabilitas data. PC1 merepresentasikan tingkat polusi organik dan anorganik, sementara PC2 mencerminkan aspek-aspek kimia dan keseimbangan kimia dalam air. Analisis spasial menggunakan HCA mengelompokkan lokasi pengambilan sampel ke dalam dua klaster utama, menunjukkan perbedaan signifikan dalam kualitas air. Analisis temporal menggunakan MANOVA mengungkapkan perbedaan yang signifikan setiap tahun, terutama pada parameter pH, DO, BOD, NH3-N, TDS, TSS, dan Fe. Kemampuan self-purification Sungai Kahayan dievaluasi melalui analisis tren dengan melibatkan parameter DO, BOD, dan COD. Meskipun terjadi pemurnian diri, sungai belum mencapai zona air bersih pada titik terakhir pengambilan sampel. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang variasi spasial dan temporal kualitas air Sungai Kahayan, serta implikasinya terhadap proses self-purification. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan peningkatan pemahaman terhadap kondisi ekosistem sungai.
Pembangkitan Massa Partikel Neutrino dengan Fermion Triplet Melalui Mekanisme Seesaw Tipe III Ety Kurniati; Kadek Ayu Cintya Adelia; Arifin Achmad; Luqman Hakim
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.626

Abstract

Neutrino merupakan partikel yang sangat ringan, tidak memiliki muatan dan interaksi dengan materi lainnya sangat lemah. Massa partikel neutrino dalam pembahasan ini dibangkitkan dengan fermion triple melalui mekanisme seesaw III. Mekanisme Seesaw merupakan salah satu mekanisme untuk membangkitkan massa partikel neutrino yang tidak tercakup dalam Model Standar (MS) fisika partikel.  Hal ini berarti bahwa mekanisme seesaw merupakan alternatif dari MS. Kajian dalam artikel ini bersifat teoritis dan didukung oleh studi literatur. Massa partikel neutrino dapat terbentuk secara konsisten dengan menganalisis peran fermion triplet dalam Lagrangian menggunakan mekanisme Seesaw tipe III.  
Karakterisasi Fisis dan Laju Pembakaran Briket Sebagai Energi Terbarukan Berbasis Kombinasi Tempurung Kelapa, Kulit Singkong dan Kulit Jagung Ade Hutauruk; Alvia Jahra; Cahyani Frahmawati; Adinda Martha Angeline; Atunia; Yoga; Kadek Ayu Cintya Adelia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.737

Abstract

The quality of biomass briquettes is largely determined by the type of raw material and the manufacturing process, especially in efforts to develop waste-based alternative fuels. This research analyzes the effect of the combination of coconut shells with cassava skins and corn husks on the physical properties and burning rate of briquettes using tapioca flour adhesive. Test results show that variations in biomass produce significantly different combustion characteristics. Cassava husk–coconut shell based briquettes showed a higher combustion rate (0.24 g/minute), while corn husk–coconut shell briquettes produced more stable combustion with a lower rate (0.17 g/minute). Even though the water content of the two briquettes is still within acceptable limits, the high ash content (>25%) is the main limiting factor because it does not meet the SNI 01-6235-2000 standard and has the potential to reduce energy efficiency. These findings confirm that the selection of biomass type and control of the carbonization process play a crucial role in determining the performance of briquettes. Optimizing production parameters is needed so that agricultural waste-based biomass briquettes can be developed as an alternative fuel that meets national quality standards and supports a sustainable energy transition.
OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI MINYAK JELANTAH MELALUI INOVASI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMKM DASAWISMA KELURAHAN MENTENG Kadek Ayu Cintya Adelia; Ety Kurniati; Regina Wahyudyah Sonata Ayu; Nia Ramadani; Yoga Yoga; Muhammad Hafiizh
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6357

Abstract

Limbah minyak jelantah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Menteng. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah secara langsung tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu Dasawisma melalui pelatihan diversifikasi minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM ibu-ibu Dasawisma di Kelurahan Menteng. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi program kepada masyarakat, pelatihan teknis pengolahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi akhir program. Pelatihan dilakukan menggunakan metode praktik langsung (hands-on training) dengan memanfaatkan alat sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan antara lain sabun cair, lilin aromaterapi, dan produk rumah tangga ramah lingkungan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah, 84% menyatakan siap melanjutkan produksi secara mandiri, dan 76% menilai kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (decent work and economic growth) dan tujuan 12 (responsible consumption and production).
PEMBERDAYAAN TP-PKK KELURAHAN MENTENG DALAM PENCEGAHAN DBD MELALUI PEMANFAATAN ECOTRAP DAN SEMPROT NYAMUK BERBASIS MINYAK ATSIRI SERAI Regina Wahyudyah Sonata Ayu; Kadek Ayu Cintya Adelia; Mirnawati Dewi; Gracillia Nelitasya Valentina; Novalina Septiani
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7112

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya. Pada tahun 2023, Kelurahan Menteng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di kota tersebut. Kondisi lingkungan lahan gambut yang rentan terhadap genangan air serta masih terbatasnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik anggota TP-PKK Kelurahan Menteng dalam pencegahan DBD melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, serta pemantauan dan evaluasi. Pelatihan meliputi pembuatan EcoTrap berbasis atraktan alami dan semprot nyamuk berbahan minyak atsiri serai. Pelaksanaan menggunakan pendekatan demonstratif dan partisipatif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 52,46% menjadi 93,85%, sikap dari 64,92% menjadi 91,38%, dan praktik dari 57,31% menjadi 90,77%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam menerapkan upaya pencegahan DBD berbasis pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan serai dan bahan sederhana yang mudah diperoleh sebagai alternatif pengendalian vektor yang ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.
IMPLEMENTASI SIABE: SISTEM AGROBOOST ECO-ENZYME BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PENYIRAMAN OTOMATIS PADA KELOMPOK TANI DI KOTA PALANGKA RAYA Ety Kurniati; Dita Monita; Jhon Wesly Manik; Kadek Ayu Cintya Adelia; Yoga Yoga; Uci Purnama Purba
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7264

Abstract

Sektor pertanian di Kota Palangka Raya memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian lokal. Namun, kelompok tani masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah inefisiensi dalam pengelolaan sumber daya air untuk irigasi. Praktik penyiraman secara manual dapat menyebabkan pemborosan air, terutama dalam menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu dan potensi kekeringan. Selain itu, hasil panen yang tidak terserap pasar dapat menjadi limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik melalui pengolahan menjadi eco-enzyme serta penerapan teknologi SiABE (Sistem Agroboost Eco-Enzyme) sebagai sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Anugrah Bumi di Kota Palangka Raya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme, sosialisasi dan pelatihan pembuatan serta penggunaan SiABE, penerapan teknologi, dan pendampingan serta evaluasi. Kegiatan mencakup pemanfaatan limbah organik sebagai bahan eco-enzyme, pengenalan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan IoT, pemasangan komponen sistem penyiraman otomatis, serta praktik penggunaan SiABE. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra dapat mengikuti proses pembuatan eco-enzyme dan mengoperasikan sistem SiABE yang diterapkan. Sistem SiABE dapat digunakan untuk mendistribusikan campuran eco-enzyme dan air secara otomatis melalui sistem penyiraman yang dapat dipantau. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mitra mengenai pemanfaatan limbah organik serta penerapan teknologi penyiraman otomatis berbasis PLTS dan IoT untuk mendukung pengelolaan tanaman.
Simulasi Pengaruh Kedalaman Tumor terhadap Distribusi Dosis Radiasi Menggunakan Model Atenuasi Eksponensial Berbasis Python Cahyani Frahmawati; Kadek Ayu Cintya Adelia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.870

Abstract

Distribusi dosis radiasi merupakan faktor penting dalam perencanaan radioterapi karena menentukan keberhasilan penyampaian dosis terapeutik pada jaringan tumor sekaligus meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat di sekitarnya. Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi dosis adalah kedalaman tumor, yang berkaitan dengan proses atenuasi radiasi di dalam jaringan biologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kedalaman tumor terhadap distribusi dosis radiasi menggunakan simulasi numerik berbasis Python. Simulasi dilakukan dengan menerapkan model atenuasi eksponensial untuk merepresentasikan penurunan dosis terhadap kedalaman jaringan serta fungsi Gaussian untuk menggambarkan puncak distribusi dosis pada lokasi tumor. Variasi kedalaman tumor yang dianalisis meliputi 1 cm, 3 cm, 5 cm, dan 10 cm pada rentang kedalaman jaringan 0–15 cm dengan koefisien atenuasi sebesar 0,15 cm?¹. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman tumor menyebabkan puncak distribusi dosis bergeser ke arah jaringan yang lebih dalam disertai penurunan intensitas dosis akibat proses atenuasi. Dosis relatif maksimum menurun dari 1,66 pada kedalaman tumor 1 cm menjadi 1,02 pada kedalaman 10 cm, atau mengalami penurunan sebesar 38,55% dibandingkan kondisi acuan. Visualisasi distribusi dosis yang dihasilkan mampu menggambarkan hubungan antara kedalaman tumor dan karakteristik penyebaran dosis radiasi secara jelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa model simulasi berbasis Python mampu merepresentasikan pengaruh kedalaman tumor terhadap distribusi dosis radiasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran serta pendekatan awal dalam analisis dosimetri sebelum penerapan metode komputasi yang lebih kompleks.