Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN DENGAN KONDISI STROKE DI KABUPATEN CILACAP wahid, wahyumuttaqin; Faizal Farabi, Meka
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 14 No. 1 (2021): Vol. 14 No. 1 (2020): Vol. 14, No. 1 Edisi Maret 2021
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.816 KB) | DOI: 10.36760/jka.v14i1.178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisa kebutuhan terapi latihan pada pasien dengan kondisi stroke di Kabupaten Cilacap. Metode Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian explanatory research. Desain penelitian ini merupakan cara agar penelitian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Desain yangdigunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu mengumpulkan data 1 kali dan bermaksud memperoleh suatu cross sectiona pada populasi, pada waktu yang disediakan dengan pengumpulan data saat ini (Notoatmodjo, 2010). Hasil penelitian adalah analisa kebutuhan dengan mengunkan metode wawancara untuk mengetahui permasalahan pada pasien hemiplegia pasca stroke di Kabupaten Cilacap, dari hasil wawancara diketahui kebutuhanl latihan gerak sangatlah penting untuk membantu aktifitas fungsional pasien dengan kondisi stroke. Hasil penelitian Analisa kebutuhan melalui wawancara dan observasi proses latihan di RSUD Kabupaten Cilacap dan RSI Fatimah Cilacap, hasilnya proses latihan yang diberikan kepada pasien dan keluarga pasien sangat membantu aktivitas fungsional pasien dengan kondisi stroke. Uji coba pertama adalah dengan menggunakan 20 pertanyaan dengan hasil 94,24 % dan dapat di interprestasikan bahwa terapi latihan sangatlah dibutuhkan bagi pasien dengan kondisi stroke. uji coba kelompok besar dengan 20 pertanyaan dengan sabyek 40 orang dengan hasil 99,6%. Kelompok coba hasil uji kebutuhan terapi latihan menggunakan alat ukur aktivitas fungsional indeks barthel diperoleh P=0.00<0,05 dengan taraf signifikasi 0,05 kesimpulannya signifikasi pada taraf 0,05. Kelompok kontrol hasil uji signifikasi dari latihan dengan menggunakan alat ukur aktifitas fungsional mengunakan Indeks Barthel diperoleh nilai p=0,112 (>0,05), kesimpulannya tidak signifikasi pada taraf 0,05. Dengan demikian terapi latihan sangat dibutuhkan pasien stroke untuk dapat meningkatkan aktifitas fungsionalnya kembali.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Dan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Penurunan Glukosa Darah Pada Mencit Jantan Yang Diinduksi Aloksan Yasinta Aritonang; Meka Faizal Farabi; Dini Puspodewi
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2322

Abstract

Pendahuluan: Bunga kecombrang dapat menurunkan glukosa darah dengan mekanisme menghambat enzim pencernaan karbohidrat pada usus halus. Jahe memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang mampu menaikkan produksi insulin. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental, hewan uji diinduksi aloksan dosis 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Kombinasi ekstrak bunga kecombrang dan ekstrak jahe diberikan dalam besaran dosis 50 mg/kg BB, 75 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan kelompok dosis berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05) dan tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif (p>0,05). Penurunan glukosa darah tertinggi terjadi pada kelompok dosis 100 mg/kg BB (59,52%). Simpulan: Kombinasi ekstrak bunga kecombrang dan ekstrak jahe mampu menurunkan glukosa darah pada mencit jantan yang diinduksi aloksan.
PENGARUH EFEKTIVITAS PEMBERIAN INFUSA EKSTRAK DAUN KEJIBELING (Strobilanthes crispus) SEBAGAI PENURUN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Reja Rafli, Afan; Tajudin, Tatang; Farabi, Meka Faizal
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 1 (2023): Vol. 1, No. 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Pada kondisi ini kemampuan tubuh untuk merespon insulin menurun (resistensi insulin) atau pankreas memproduksi insulin lebih sedikit. Kondisi ini dapat menyebabkan hiperglikemia, yang dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut seperti ketoasidosis diabetikum atau hiperglikemia nonketotik hiperosmolar (HHNK). Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler kronis (penyakit ginjal dan mata) dan komplikasi neurologis. senyawa yang ada di daun kejibeling terutama flavonoid, Selain itu, flavonoid bertindak dengan menghambat glikosidase alfa yang digunakan untuk memecah karbohidrat. Penghambatan glukosidase alfa ini menyebabkan penyerapan glukosa tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian infusa ekstrak daun kejibeling (Strobilan Diabetes merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Pada kondisi ini kemampuan tubuh untuk merespon insulin menurun (resistensi insulin) atau pankreas memproduksi insulin lebih sedikit. Kondisi ini dapat menyebabkan hiperglikemia, yang dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut seperti ketoasidosis diabetikum atau hiperglikemia nonketotik hiperosmolar (HHNK). Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler kronis (penyakit ginjal dan mata) dan komplikasi neurologis. senyawa yang ada di daun kejibeling terutama flavonoid, Selain itu, flavonoid bertindak dengan menghambat glikosidase alfa yang digunakan untuk memecah karbohidrat. Penghambatan glukosidase alfa ini menyebabkan penyerapan glukosa tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian infusa ekstrak daun kejibeling (Strobilanthes crispus) pada tikus jantan galur wistar. Ekstrak dibuat dengan metode infusa, Menggunakan 20 tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan Setiap tikus diinduksi dengan aloksan. Kelompok 1,2 dan 3 diberi 20g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 2,52 g/KgBB, 30g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 3,78 g/KgBB, 40g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 5,04 g/KgBB, kelompok 3 diberi Na CMC 2 ml. Dan kelompok 5 diberi suspensi glibenklamid 0,09 mg/KgBB. Pengecekan kadar gula darah menggunkan alat glukometer. Analisis data dilakukan dengan One Way ANNOVA. Hasil infusa dosis 1, infusa dosis 2, dan infusa dosis 3 memiliki efektivitas penurunan kadar gula darah yang signifikan dilihat dengan nilai SPSS < 0,05 kesimpulan dari penelitian ini bahwa kelompok 2 dengan infusa dosis 30g memiliki efektivitas penurunan kadar gula darah yang paling efektif dengan nilai penurunan dari 249 mg/dl ke 139 mg/dl. thes crispus) pada tikus jantan galur wistar. Ekstrak dibuat dengan metode infusa, Menggunakan 20 tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan Setiap tikus diinduksi dengan aloksan. Kelompok 1,2 dan 3 diberi 20g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 2,52 g/KgBB, 30g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 3,78 g/KgBB, 40g ekstrak infusa daun kejibeling dosis 5,04 g/KgBB, kelompok 3 diberi Na CMC 2 ml. Dan kelompok 5 diberi suspensi glibenklamid 0,09 mg/KgBB. Pengecekan kadar gula darah menggunkan alat glukometer. Analisis data dilakukan dengan One Way ANNOVA. Hasil infusa dosis 1, infusa dosis 2, dan infusa dosis 3 memiliki efektivitas penurunan kadar gula darah yang signifikan dilihat dengan nilai SPSS < 0,05 kesimpulan dari penelitian ini bahwa kelompok 2 dengan infusa dosis 30g memiliki efektivitas penurunan kadar gula darah yang paling efektif dengan nilai penurunan dari 249 mg/dl ke 139 mg/dl.
EFEKTIFITAS TERAPI LATIHAN PADA PASIEN DENGAN KONDISI STROKE DI KABUPATEN CILACAP Wahyu, Wahyu Wahid Muttaqin; Faizal Farabi, Meka
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 4 (2023): Vol. 1, No. 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas terapi latihan mengunakan metode Bobath dan PNF pada pasien dengan kondisi Stroke di Kabupaten Cilacap. Metode Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian explanatory research. Desain penelitian ini merupakan cara agar penelitian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu mengumpulkan data 1 kali dan bermaksud memperoleh suatu cross sectional pada populasi, pada waktu yang disediakan dengan pengumpulan data saat ini (Notoatmodjo, 2010). yang bertujuan menemukan analisis efetifitas terapi latihan metode Bobath dan PNF terhadap perkembangan aktifitas fungsional pasien stroke di Kabupaten Cilacap.. Uji coba pertama adalah dengan menggunakan 20 pasien yang diberikan metode Bobath dan PNF dengan hasil 94,24 % dan dapat di interprestasikan bahwa terapi latihan dengan mengunkan Bobath dan PNF sangatlah efektif bagi pasien dengan kondisi stroke. Kelompok coba hasil uji efektifitas terapi latihan menggunakan metode bobath dan PNF yang memiliki nilai kekuatan otot 0-2 dengan alat ukur aktivitas fungsional indeks barthel diperoleh P=0.00<0,05 dengan taraf signifikasi 0,05 kesimpulannya signifikasi pada taraf 0,05. Kelompok kontrol hasil uji signifikasi dari latihan dengan menggunakan metode Bobath dan PNF dengan alat ukur aktifitas fungsional mengunakan Indeks Barthel diperoleh nilai p=0,112 (>0,05), kesimpulannya tidak signifikasi pada taraf 0,05. Dengan demikian terapi latihan dengan metode Bobath dan PNF sangat dibutuhkan pasien stroke untuk dapat meningkatkan aktifitas fungsionalnya kembali.
Edukasi Pencegahan TBC Berbasis Kreativitas Dan Inovasi Siswa di SMP Negeri 5 Cilacap Nurfauzi, Yuhansyah; Farabi, Meka Faizal; Ginanjar Triyono, Heru; Raafi R, Muhammad; Iskandar, Drajat
Journal of Social and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v4i2.289

Abstract

Tuberculosis (TB) remains one of the major health issues in Cilacap Regency. Preventive efforts can be initiated early through educational approaches combined with creativity and innovation. This community service program was carried out at SMP Negeri 5 Cilacap by empowering students through the Youth Scientific Research (KIR) group. The aim was to improve students’ understanding of TB prevention while fostering their creativity in producing health-based scientific works. The activities included: (1) presentations on TB, innovation, and the importance of creative products for health; (2) counseling on affordable functional food based on soybeans delivered by an immunology lecturer; (3) education on TB prevention, transmission, and stigma reduction provided by a community nursing lecturer; and (4) training on developing scientific works and innovative products, such as tempe-based biscuits as a high-protein source. Pretest results showed that only 30% of students understood the material, while 70% did not. After the program, understanding significantly increased to 85% of students, with only 15% remaining less informed. These findings indicate that creativity- and innovation-based education is effective in enhancing students’ knowledge of TB prevention. 
PROFIL PROTEIN PADA KEDELAI DAN TEMPE BERBASIS SDS-PAGE Farabi, Meka Faizal; Mubarok, Akhmad
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v1i2.122

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang kaya gizi. Tempe terbuat dari kedelai (Glycine max (L.) Merill.) yang mengalami fermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae dengan ciri khas produk berwarna putih, tekstur kompak dan flavor khas campuran aroma jamur dan kedelai. Karena adanya proses fermentasi yang mengubah kedelai menjadi tempe, menyebabkan terjadinya perubahan protein kedelai dari yang komplek menjadi lebih sederhana. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui profil protein kedelai dan tempe dengan variasi lama fermentasi.
Korelasi Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Anemia dI RSU Duta Mulya Majenang Budiyanto; Farabi, Meka Faizal; Faizal, Imam Agus
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.317

Abstract

Anemia yang disebabkan kekurangan eritropoietin dapat terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik. Fungsi ginjal menolak untuk memproduksi eritro-poietin dengan seimbang, sebagai hasilnya terdapat kecenderungan hubungan linear antara kadar hemoglobin dan laju filtrasi glomerulus pada pasien dengan penyakit ginjal. Salah satu cara menegakan diagnosis gagal ginjal dengan menilai atau mengukur kadar ureum dan kreatinin serum, karena kedua senyawa tersebut hanya dapat diekskresikan oleh ginjal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi kadar ureum dan kreatinin pada pasien anemia di RSU Duta Mulya Majenang. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, dengan sampel penelitian semua pasien anemia yang dilakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin di RSU Duta Mulya Majenang pada bulan Januari – Maret 2023 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 66 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pasien penyakit gagal ginjal kronis dialami oleh lansia yaitu usia 46-65 tahun dengan jumlah sampel pasien sebanyak 43 pasien (65.2%) dan sebagian besar diderita oleh perempuan sebanyak 35 pasien (53.0%). Korelasi kadar ureum dan kreatinin pada semua sampel menunjukan hasil yang melebihi nilai normal. Simpulan penelitian ini adalah adanya korelasi kadar ureum dan kreatinin serum pada pasien anemia di RSU Duta Mulya Majenang
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (Edta) Dan Natrium Florida (NaF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu Mulyani, Eti; Pangesti, Ira; Farabi, Meka Faizal
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.322

Abstract

Laboratorium klinis memiliki peran penting dalam penegakan diagnosis, serta pencegahan terhadap penyakit dan pengobatan terhadap penyakit. Salah satu pemeriksaan laboratorium klinis diantaranya pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan untuk mengetahui konsentrasi glukosa dalam darah. Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan specimen darah utuh, serum atau plasma dengan antikoagulan EDTA, heparin, Natrium sitrate dan Natrium Florida. Pemeriksaan sampel dengan penundaan perlu ditambahkan bahan pengawet. Perbedaan penggunaan antikoagulan EDTA dan NaF terjadi karena antikoagulan EDTA tidak terdapat zat yang menghambat proses glikolisis, hanya dapat mencegah koagulasi, dan antikoagulan NaF dapat menghambat proses glikolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan antikoagulan dan waktu penundaan pemeriksaan terhadap kadar glukosa darah. Jenis penelitian ini adalah pendekatan Cross sectional. Sampel adalah darah vena dari 15 orang siswa SMK Semesta Bumiayu dengan tidak memperhatikan riwayat status glukosa darah sebelumnya yang dimasukkan dalam 2 tabung berbeda, plasma EDTA dan Plasma Natrium Fluorida (NaF). Kadar glukosa sampel diperiksa dengan metode glukosa oksidase (GOD) dengan variasi penundaan waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Uji statistik menggunakan independent T-test, One way Anova dan Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil penelitian menunjukan nilai α = 0,000 (pemeriksaan menggunakan EDTA dan NaF dengan variasi penundaan waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam). Terdapat pebedaan yang bermakna antara pemeriksaan glukosa darah menggunakan antikoagulan EDTA dan antikoagulan NaF dengan variasi penundaan waktu pemeriksaan 1 jam, 2 jam dan 3 jam
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN MINYAK SEREH (Cimbopogan citratus) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Elisa Issusilaningtyas; Nikmah Nuur Rochmah; Meka Faizal Farabi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan gel kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan minyak sereh (Cimbopogon citratus) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pengujian dilakukan menggunakan metode sumuran, dengan formula gel yang terdiri atas tiga konsentrasi ekstrak daun kelor (5%, 10%, dan 20%) serta minyak sereh sebesar 2%. Sebagai kontrol positif digunakan klindamisin, sementara kontrol pembanding berupa gel tanpa zat aktif, dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel kombinasi menghasilkan zona hambatan dengan kategori "kuat" untuk semua formula, masing-masing sebesar 10,6 mm (F1), 11 mm (F2), dan 12 mm (F3). Kontrol positif klindamisin menunjukkan aktivitas "sangat kuat" dengan zona hambatan 20,7 mm, sementara minyak sereh sendiri menghasilkan zona hambatan yang lebih besar (27 mm) dibandingkan kombinasi dengan ekstrak daun kelor. Analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara formula gel (p = 0,058).
Safety Evaluation of Burdock (Arctium Lappa L.) Root Extract: Effects on Spleen Histopathology and Peripheral Lymphocytes in Wistar Rats Faizal, Imam Agus; Afrilla, Rananda; Farabi, Meka Faizal; Savitri, Lisa
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i2.13839

Abstract

Arctium lappa L. (burdock) root contains phytochemicals—including flavonoids, saponins, and phenolic compounds—reported to exhibit immunomodulatory activity. This study evaluated the safety of Arctium lappa L. root extract through a 28-day post-test experimental design involving male and female Wistar rats. Eight animals were randomized into four groups receiving oral doses of 0, 150, 300, or 450 mg/kg BW/day. Lymphocyte counts were measured using an automated analyzer, and splenic histopathology was assessed on Hematoxylin–Eosin–stained sections using semiquantitative scoring. Lymphocyte values (mean ± SD) showed no significant differences among groups (p > 0.05; small effect size) and remained within physiological limits, with males ranging from 4.14 ± 0.21 to 7.96 ± 0.34 ×10³/µL and females from 2.04 ± 0.18 to 15.43 ± 0.52 ×10³/µL. No necrotic lesions were identified in any dose group. Splenic congestion and extramedullary hematopoiesis were mild to moderate, remaining below 30–50% involvement without architectural disruption. These findings indicated that repeated oral exposure to A. lappa extract up to 450 mg/kg BW/day did not induce structural injury or suppress immune-cell profiles, supporting its preliminary safety for further toxicological and immunopharmacological investigation.