Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan dengan Media Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Hygiene Perorangan Penjamah Makanan Ilhami, Fitriah; Zuriatun Solehah, Novia; Anisah; Yunita, Lina; Adrian, Junendri
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 23 No. 2 (2025): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v23i2.347

Abstract

Penjamah makanan merupakan orang yang bersentuhan langsung dengan makanan dan peralatan pengolahannya. Penjamah makanan harus menjaga kebersihan agar terhindar dari bahaya yang ditimbulkan akibat penularan dari proses penyelenggaraan makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap kebersihan individu penjamah makanan melalui penyuluhan melalui media poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design dan subjek penelitian sebanyak 35 penjamah makanan. Analisis data menggunakan Wilcoxon. Pengetahuan dan sikap penjamah makanan setelah diberikan penyuluhan melalui media poster berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan (p-value < 0,05).
The Effect of Ambon Banana (Musa acuminata Colla) Consumption on VO₂max in Futsal Athletes Novia Zuriatun Solehah; Junendri Ardian; Muhammad Idham
Journal of Global Nutrition Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v6i1.202

Abstract

Abstract : Proper nutritional intake is a key factor in supporting optimal athletic performance during competition . Bananas are a natural source of energy that can help improve endurance due to their carbohydrates content and essential nutrients such as potassium . Potassium plays an important role in carbohydrates metabolism , including the formation and storage of glycogen and glucose as energy sources , thereby helping to maintain muscle function . This study aimed to determine the effect of Ambon banana consumption on improving VO₂ Max. Methods : This study employed a quasi-experimental method with a quantitative approach using a one-goup pretest-posttest design . A total of 37 participants were given an intervention in the form of 150 gams of whole Ambon banana daily for 7 days . Results : The results showed that the mean VO₂ Max value increased from 36,360 before the intervention to 39,570 after the intervention . Statistical analysis indicated a significant effect of Ambon banana consumption on improving VO₂ Max (p < 0.05). Conclusion : The consumption of Ambon bananas has a significant effect on Improving VO₂ Max in Futsal players .
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Olievera) dan Tepung Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata) pada Pembuatan Cookies terhadap Sifat Organoleptik : Effect of Using Moringa Leaf Powder (Moringa olievera) and Mung Bean Seed Powder (Vigna Radiata) in Making Cookies on Organoleptic Properties Baiq Fitria Rahmiati; Wiwin Lastyana; Novia Zuriatun Solehah; Junendri Ardian; Thonthowi Jauhari; Aida Putri Deyantari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3306

Abstract

Latar belakang: Balita usia 24-59 bulan merupakan usia yang rentan mengalami stunting. Kadar protein pada cookies dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung biji kacang hijau dapat menjadi solusi untuk menangani stunting pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan protein yang terdapat pada cookies. Metode: Penelitian ini menggunakan rangcangan acak lengkap dengan satu faktor perlakuan Uji Organoleptik dilakukan dengan menggunakan metode hedonik atau disebut uji kesukaan. Teknik sampling menggunakan probability sampling dan diperoleh sebanyak 31 sampel mahasiswi Universitas Bumigora. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil uji organoleptik atau uji kesukaan pada produk cookies tepung daun kelor dan tepung biji kacang hijau pada warna yang tertingi pada perlakuan t4 sebesar 3,56. Aroma pada perlakuan t5 sebesar 3,84. Tekstur perlakuan t5 sebesar 3,84. Rasa perlakuan t5 sebesar 4,03. Kadar protein tertinggi pada perlakuan t3 dengan kombinasi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sebesar 16,27 %. Kesimpulan: Tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap organoleptic cookies. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan t3 dengan kombinasi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sebesar 16,27 %.
Relationship Between Early Marriage and Mother’s Levels of Knowledge with Nutritional Status M. Thonthowi Jauhari; Junendri Ardian; Novia Zuriatun Solehah; Tresia Ayu Saputri
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 5, No 2 (2024): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v5i2.92320

Abstract

Early marriage still needs to be a concern due to the high incidence of cases and the impact it has on the health and nutritional status of toddlers. One of the long-term effects of early marriage is stunting, namely impaired growth and development in toddlers due to malnutrition. This study aims to explore the relationship between maternal age at marriage and nutrition knowledge levels with the nutritional status of toddlers. This research uses observational research with a cross-sectional design. The sample in this study was 48 mothers of toddlers with a history of early marriage. Data analysis used Spearman’s Rank test. The results showed that most of the mothers of toddlers married in their early adolescence (14 to 18 years), namely 29 people (60.4%). As many as 58.3% of toddlers have poor nutritional status, and 1.7% are in the good nutritional status category. The majority of mothers’ knowledge related to nutrition is lacking, as many as 24 (50%). There is a significant relationship between levels of a mother’s knowledge about nutrition and the nutritional status of toddlers with a p-value of 0.001. However, mothers who marry early need to increase their understanding of balanced nutrition in toddlers to prevent malnutrition. Future research needs to look at the nutritional status of toddlers based on the education level of mothers of toddlers who marry early, which may be one of the causes of malnutrition status in toddlers.
Analisis Ketepatan Waktu Makan Dengan Sisa Makanan Serta Asupan Konsumsi Energi dan Protein Pasien DM Tipe II Riyanti Riyanti; Novia Zuriatun Solehah; M. Thonthowi Jauhari; Junendri Ardian; Widani Darma Isasih
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.949

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan kondisi metabolik kronis atau pangkreas tidak memproduksi cukup insulin yang menyebabkan glukosa menumpuk dalam darah. Diabetes Melitus (DM) memerlukan pengaturan pola dan ketepatan waktu makan agar dapat menjaga kestabilan kadar glikosa darah dan memenuhi kebutuhan gizi pada pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketepatan waktu makan dengan sisa makanan serta tingkat konsumsi energi dan protein pada pasien diabetes melitus tipe 2 di di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sisa makanan diperoleh menggunakan metode Comstock, sedangkan tingkat konsumsi energi dan protein dihitung berdasarkan perbandingan asupan dengan kebutuhan pasien. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara waktu makan dengan sisa makanan (p=0,873) dan tingkat konsumsi protein (p=0,152). Namun, terdapat hubungan signifikan antara waktu makan dengan tingkat konsumsi energi (p=0,033). Ketepatan waktu makan berperan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi pasien selama perawatan
Hubungan Pola Makan Terhadap Kekambuhan Gastritis Pada Generasi Muda Di Kecamatan Maluk Baiq Amelia Eka Helvyana Putri; Widani Darma Isasih; Ni Made Wiasty Sukanty; Novia Zuriatun Solehah; M. Thonthowi Jauhari
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.952

Abstract

Gastritis adalah kumpulan gejala seperti rasa panas di dada, mual, muntah, dan rasa penuh yang dialami oleh penderita gastritis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori atau oleh makanan tertentu yang dapat mengiritasi lambung. Berdasarkan studi pendahuluan, banyak generasi muda masih kurang memperhatikan pola makan karena kesibukan di kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian terkait hubungan pola makan terhadap tingkat kekambuhan gastritis di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap tingkat kekambuhan gastritis pada generasi muda di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross – sectional pada 39 orang yang menderita gastritis, dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data ini menggunakan uji chi – square dengan uji alternatif berupa uji Fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value 0,054 > α 0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis makanan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value = 0,711 > α 0,05), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara porsi makan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value 0,121> α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kekambuhan gastritis dapat disebabkan karena adanya perubahan pola makan selama gastritis.