Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Alamtana

Pelatihan Pengukuran Antropometri Dalam Upaya Meningkatkan Skill Kader Posyandu Solehah, Novia Zuriatun
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2275

Abstract

Abstract: Stunting menjadi salah satu masalah gizi yang saat ini dihadapi di Indonesia. Salah satu bentuk dalam mendunkung transformasi kesehatan pilar ke 1 yaitu transformasi layanan primer berupa penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan melalui platform digital dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan, antara lain sosialisasi, refreshing kader dan keberlanjutan program. Hasil dari pemberian pelatihan antropometri dan pengetahuan serta keteramilan dalam pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) terhadap kader Posyandu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan media yang digunakan adalah leaflet dan instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner pretest-posttest. Pentingnya pemberian pelatihan terhadap kader Posyandu dinilai dapat memberikan manfaat yang baik guna meningkatkan kinerja dan tingkat pengetahuan kader supaya kedepannya diharapkan kader lebih menguasai pada saat melakukan pengukuran antropometri tersebut.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Anak Usia Dini di PAUD Az-Zahra Fajriani, Laksmi Nur; Ariani, Farida; Solehah, Novia Zuriatun; Ardian, Junendri; Jauhari, M. Thontowi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2307

Abstract

Abstract: Clean and healthy living behavior in Early Childhood Education institutions is a positive behavior that prevents disease, improves and maintains health, and is active in maintaining a healthy environment at school independently. Based on this, counseling on PHBS is considered very important to be carried out, as it aims to provide children with knowledge, understanding, and experience about healthy living behavior. The activity was implemented by educating people about clean and healthy living behavior and how to wash their hands properly and correctly. Before the community service activity, it was known that many children did not understand and apply clean and healthy living behavior in their daily lives. This activity showed that children at PAUD Az-Zahra could realize the importance of clean and healthy living behavior, practice washing hands properly, and understand some basic behaviors of clean and healthy living in everyday life. In addition, schools can also optimize the implementation of clean and healthy living behavior to maintain the health of early childhood.
Pentingnya Pola Konsumsi Makanan Bergizi Pada Remaja Untuk Menjaga Indeks Masa Tubuh (IMT) Dalam Rentang Normal Sukanty, Ni Made Wiasty; Solehah, Novia Zuriatun; Jauhari, M. Thonthowi; Ardian, Junendri; Santika, I Gede Panji
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i1.2193

Abstract

Kualitas kesehatan remaja memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada saat ini remaja sangat menyukai pola konsumsi makanan cepat saji. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan lingkungan. Meskipun lebih praktis, makanan cepat saji dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Pemantauan status gizi melalui pengukuran indeks masa tubuh (IMT) menjadi salah satu cara mencegah timbulnya masalah kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pola konsumsi makanan bergizi untuk menjaga IMT dalam rentang normal. Kegiatan pengabdian berupa pengukuran IMT dan penyuluhan pola konsumsi makanan bergizi yang diberikan kepada 23 siswa SMAN 1 Gerung. Hasil pengukuran menunjukkan 10 orang termasuk dalam kategori underweight, 12 orang normal, dan 1 orang overweight. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dengan tepat. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan siswa lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga agar nilai IMT tetap berada pada rentang nilai normal.
Pemberian Makanan Tambahan (Nugget) Berbasis Pangan Lokal untuk pada Balita dalam Rangka Pencegahan Stunting di Desa Kekait Lombok Barat Solehah, Novia Zuriatun; Lastyana, Wiwin; Sofya, Sri Winarni; Syahnara, Shakira Dinda
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i3.2611

Abstract

Abstract: Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang prevalensinya mencapai 32,7% pada tahun 2022. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai PMT dan memberikan intervensi gizi kepada balita gizi kurang di Desa Kekait, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan nugget berbasis pangan lokal (ikan tongkol, tepung ubi jalar, tepung jagung, tepung kedelai, dan daun kelor), pendampingan kader dalam penggunaan antropometri, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Intervensi PMT dilakukan pada 15 balita selama 28 hari dengan pemantauan berat badan, tinggi badan, dan asupan gizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader tentang PMT, meskipun kenaikan berat badan balita rata-rata hanya sebesar 0,3 kg. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas kader dan memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal.