Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Factors Related to the Activeness of Posyandu Cadres in the Working Area of the Yamo Health Center, Puncak Jaya Regency Wonda, Osea; Irab, Semuel Piter; Tingginehe, Rosmin M.
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.10815

Abstract

This study aims to assess the factors associated with the activeness of posyandu cadres in the working area of the Yamo Health Center, Puncak Jaya Regency. The type of research used is quantitative with cross sectional method. The number of respondents was 38 people from 13 Posyandu. The results showed that there was a relationship between age and the activeness of posyandu cadres at the Yamo Health Center (p<0.001). There is no relationship between gender and the liveliness of posyandu cadres at the Yamo Health Center (p>0.46). There is a relationship between education and cadre activeness at the Yamo Health Center (p<0.000). There is no relationship between marital status and cadre activeness at the Yamo Health Center (p>0.147). There is no association between training and cadre activeness at the Yamo Health Center (p>0.200). There is a relationship between incentives and cadre activeness at the Yamo Health Center (p<0.000). There is a relationship between knowledge and cadre activeness at the Yamo Health Center (p<0.001). There is no relationship between attitude and cadre activeness at the Yamo Health Center (p>0.061). As a recommendation, it is necessary to adjust incentives to better suit the expectations and needs of cadres, both in terms of the amount and type of incentives provided.
Analisis Peran Kepemimpinan Kepala Dinas Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Wambon, Devota; Medyati, Novita; Makaba, Sarce; Irab, Semuel Piter; Ruru, Yacob; Tingginehe, Rosmin M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13190

Abstract

Kepemimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kinerja pegawai di suatu organisasi, termasuk di Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja pegawai. Namun, kurangnya pemahaman mengenai gaya kepemimpinan yang tepat sering kali menjadi kendala dalam meningkatkan kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh lima aspek kepemimpinan, yaitu hubungan atasan-bawahan, keteladanan pimpinan, mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan dan pengendalian, serta kepribadian pemimpin terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Wawancara dilakukan dengan 9 informan pendukung dan 1 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, berdasarkan indikator hubungan atasan-bawahan, keteladanan, mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan, dan kepribadian, secara keseluruhan dapat terlaksana melalui keteladanan yang disiplin, empati, kunjungan, dan kontrol informal oleh pimpinan. Namun, terdapat beberapa aspek dari kelima peran tersebut yang belum terlaksana dengan baik, seperti kurangnya koordinasi, pelimpahan kewenangan tanpa sistem kontrol, monitoring dan evaluasi melalui rapat kerja, serta penyelesaian masalah internal maupun eksternal yang tidak tuntas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Sumber Pangan Di Kampung Barapasi Distrik Waropen Atas Kabupaten Mamberamo Raya Imbiri, Stefinsce E.; Anggai, Martapina; Wahyuti, Wahyuti; Medyati, Novita; Irab, Semuel Piter; Ruru, Yacob
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17833

Abstract

Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas mencapai 3,3 juta hektar, berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Papua, khususnya di Kampung Barapasi, hutan mangrove menjadi sumber penghidupan utama, terutama bagi masyarakat lokal yang memanfaatkan hasil biota laut untuk memenuhi kebutuhan protein dan ekonomi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan hutan mangrove di Kampung Barapasi, Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, dengan fokus pada jenis kelamin, umur, pengetahuan, sikap, dan pendapatan masyarakat. Penelitian dilakukan melalui pendekatan survei deskriptif kuantitatif, menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner untuk mengumpulkan data dari masyarakat setempat. Analisis statistik digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh berbagai faktor terhadap pemanfaatan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari jenis kelamin, umur, dan pengetahuan terhadap pemanfaatan hutan mangrove. Namun, sikap masyarakat memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan cara mereka memanfaatkan hutan mangrove. Pendapatan masyarakat juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ini.
Sharing dan Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Fatiah, Mona S; Tambing, Yane; Irjayanti, Apriyana; Irab, Semuel Piter; Renti Br Tompul; Auriel Matui
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2189

Abstract

The widespread misuse of drugs, particularly Class I Narcotics, among teenagers in Papua Province, along with the high number of cases involving children detained as drivers and users in juvenile detention centers, has necessitated the implementation of one of the subjects, namely Prevention and Management of Narcotics, Psychotropic Substances, and Other Addictive Substances (NAPZA), at the Keerom District Juvenile Detention Center. Method: Community Engagement Activities (PkM) were carried out for one day on May 5, 2023, at the Keerom District Juvenile Detention Center, targeting an audience of 26 juvenile detainees. This PkM activity was executed using three methods: a question-and-answer session involving sharing activities with the juvenile detainees, Community Health Education (Penkesmas) in the form of a lecture on the dangers of drugs, and Data Collection, encompassing the gathering of data on the characteristics and knowledge of juvenile detainees concerning the hazards of drugs. Following the completion of the data collection phase, data analysis was conducted using STATA 24 software. Results: The majority of the detained children (50%) were 13 years old, with the highest level of education being the completion of High School (SMA) at 53.8%. There was a knowledge increase by 23.4% before and after the lecture. Conclusion: The implementation of the NAPZA subject through lectures resulted in a boost in the children's knowledge, and it was determined that the most widely consumed and circulated drug in Papua is Cannabis.
Kepo-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan untuk Optimalisasi dan Inisiasi) kelas gizi olahraga di SKO Papua Guntoro, Tri Setyo; Irab, Semuel Piter; Sinaga, Evi; Kaitana, Yunita; Kapitarauw, Ayub Permenas Konsub
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28468

Abstract

Abstrak Tidak dapat dipungkiri potensi unggul olahraga yang dimiliki SDM Papua, bakat alam yang dimiliki menjadi modal/ bahan baku kualitas baik. Jika diracik dengan sentuhan Sports Sciences hasil yang diperolehpun akan optimal, salah satunya adalah gizi olahraga. Namun, SKO menghadapi masalah dan kendala yang bermuara tidak optimalnya kondisi fisik dan kesehatan siswa-siswi SKO Papua. Selanjutnya, berdampak pada tidak optimalnya prestasi akademik maupun olahraga. Tujuan dari PkM ini adalah 1) Melakukan Kolaborasi SKO dengan tim pengabdian dengan latar belakang bidang pendidikan olahraga, kesehatan masyarakat dan gizi olahraga. 2) Meningkatkan pengetahuan siswa-siswi, guru dan pelatih di SKO Papua mengenai gizi olahraga melalui Sosialisasi/Edukasi. 3) Meningkatkan keterampilan dan kemandirian siswa/i dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhannya melalui Pendampingan. 4) Meningkatkan kemampuan guru/pelatih membuat program gizi atlet melalui Optimalisasi program gizi. 5) Melaksanakan Inisiasi asuhan gizi olahraga personal bagi siswa/i SKO. Metode kegiatan PkM untuk mencapai tujuan PkM yang pengusul ajukan sesuai dengan judul yang diajukan KEPO-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan, Optimalisasi dan Inisiasi). Tahapan pelaksanaan PkM ini yaitu 1) Sosialisasi/ edukasi 2) Pelatihan 3) Penerapan teknologi 4) Pendampingan dan evaluasi 5) Keberlanjutan program yang terimplementasi di dalam metode KEPO-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan untuk Optimalisasi dan Inisiasi) asuhan gizi olahraga di SKO Papua. Hasil PkM menunjukkan 83% kebutuhan SDM konpeten dalam memfasilitasi pelaksanaan asuhan gizi olahraga tercapai. Sebesar 72% terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan guru, sebanyak 75%penignkatan keterampilan personal, 69% peningkatan kualitas menu melalui rekomendasi. Kesimpulan: Program KEPO-IN asuhan gizi olahraga berjalan dengan sangat baik dan memberikan dampak yang signifikan. Kata kunci: gizi olahraga; SKO; papua  Abstract It cannot be denied the superior sporting potential of Papuan human resources, their natural talents become capital/good quality raw materials. If it is formulated with a touch of Sports Sciences, the results obtained will be optimal, one of which is sports nutrition. However, SKO faces problems and obstacles that result in the sub-optimal physical and health conditions of SKO Papua students. Furthermore, it has an impact on suboptimal academic and sports achievements. The objectives of this PkM are 1) Collaborating with SKO with a service team with a background in sports education, public health and sports nutrition. 2) Increasing the knowledge of students, teachers and coaches at SKO Papua regarding sports nutrition through socialization/education. 3) Increase students' skills and independence in choosing food that suits their needs through mentoring. 4) Increasing the ability of teachers/coaches to create athlete nutrition programs through optimizing nutrition programs. 5) Carrying out the initiation of personal sports nutrition care for SKO students. The method of PkM activities to achieve the PkM goals proposed by the proposer is in accordance with the proposed title KEPO-In (Collaboration, Education, Mentoring, Optimization and Initiation). The stages of implementing this PkM were 1) Socialization/education 2) Training 3) Application of technology 4) Mentoring and evaluation 5) Sustainability of the program implemented in the KEPO-In method (Collaboration, Education, Assistance for Optimization and Initiation) of sports nutrition care at SKO Papua. The PkM results showed that 83% of the needs for competent human resources in facilitating the implementation of sports nutrition care have been achieved. There was a 72% increase in student and teacher knowledge, a 75% increase in personal skills, a 69% increase in menu quality through recommendations. Conclusion: The KEPO-IN sports nutrition program is running very well and has had a significant impact. Keywords: sports nutrition; SKO; papua