Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Upaya Mengurangi Keluhan Sistem Muskuloskeletal pada Pekerja Percetakan Ratna Ayu Ratriwardhani; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Octavianus Hutapea; Merry Sunaryo; Rivani Risha Kurniati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1283

Abstract

Potensi bahaya industri percetakan terdiri dari bahaya kesehatan dan bahaya keselamatan. Contoh bahaya keselamatan seperti terjadinya kebakaran, kemudian contoh bahaya kesehatan antara lain bahaya akibat paparan bahan kimia dan bahaya akibat posisi kerja yang salah atau desain stasiun kerja yang kurang ergonomis. Dari beberapa permasalahan tersebut, maka melakukan sosialisasi ergonomi dianggap sangat penting dan efektif. Pada aktivitas kerja seringkali menimbulkan nyeri pada tulang belakang dan pinggang para pekerja, hal ini diketahui dari hasil wawancara kepada para pekerja disana. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pekerja percetakan tentang ergonomi sehingga terhindar dari risiko penyakit MSDs. Upaya mengurangi keluhan sistem muskuloskeletal dilakukan dengan melakukan training kepada para pekerja yang meliputi memberikan pengetahuan megenai MSDs dan Ergonomi, kemudian memberikan solusi bagaimana cara mencegah risiko ergonomi. Sebelumnya diukur dahulu bagaimana tingkat pengetahuan para pekerja tentang hal-hal tersebut melalui kuesioner. Kemudian setelah dilakukan training, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis tingkat pengetahuan para pekerja melalui post test. Kemudian 1 bulan setelah sosialisasi dilakukan akan diadakan pengambilan data dari para pekerja untuk melihat apakah keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeketal masih dirasakan atau tidak. Dari 30 orang pekerja percetakan yang ikut dalam kegiatan ini, sebagian besar para pekerja pernah mengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang (18 orang) dan cidera pada pinggang (5 orang). Hasil identifikasi sebanyak 4 responden (17,39%) menyatakan sudah tidak merasakan Penyakit Akibat Kerja setelah 1 bulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan. Data ini diambil dari 23 responden yang sebelumnya menjawab pernah mengalami Penyakit Akibat Kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa kegiatan pengabdian berhasil, karena telah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang Pencegahan Risiko Ergonomi dan mengurangi Penyakit Akibat Kerja yang sebelumnya dialami oleh para pekerja.
Evaluasi Penerapan K3 Bekerja di Ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 Alvianshah, Nikhen Hanifah; Sunaryo, Merry; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Ratriwardhani, Ratna Ayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12597

Abstract

ABSTRAK Penggantian DSP merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan K3 bekerja di ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 pada pekerjaan penggantian DSP di PT. PLN UPT Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif bersifat observasional yang melibatkan 7 informan yaitu pekerja penggantian DSP, pengawas K3 dan project manager. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan menggunakan teks pedoman wawancara dengan mengacu Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang K3 dalam Pekerjaan Ketinggian. Hasil penelitian yang diketahui melalui observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerjaan penggantian DSP masih kurang peduli terhadap aspek K3, belum melaksanakan kesiapsiagaan tanggap darurat, dan terdapat tenaga kerja yang kurang berkompeten. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah kurangnya SDM yang menyebabkan perusahaan memanfaatkan tenaga kerja lepas harian, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh project manager melalui wawancara. Secara keseluruhan pekerjaan penggantian DSP belum sepenuhnya melakukan penerapan K3 bekerja di ketinggian sesuai Permenaker No. 9 Tahun 2016, salah satunya yaitu rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dengan meningkatkan screening, monitoring, dan evaluasi, perusahaan dapat memberikan induction khusus yang membahas terkait jenis pekerjaan di ketinggian dan update regulasi terbaru tentang K3 bekerja di ketinggian untuk dapat diterapkan sehingga potensi dan risiko bahaya dapat di minimalisir. Kata Kunci: K3, Bekerja di ketinggian, DSP, Permenaker
KAWASAN SADAR KEBERSIHAN DAN POTENSI BAHAYA (KADARSIH ) DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PAMEKASAN Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Hutapea, Octavianus Hutapea; Ambarsari, Utami; Andini, Ari; Novembrianto, Rizka; Permana, Endah Budi; Wahyudi, Muhammad Ilham
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22854

Abstract

Keberadaan pondok pesantren dan sekolah di pondok pesantren akan memberikan pengalaman hidup yang berharga bagi siswa. Mereka akan belajar untuk hidup mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat. Selain itu, mereka juga akan belajar untuk menghargai orang lain dan membangun persaudaraan yang erat. Pendidikan di pondok pesantren hampir sama dengan Pendidikan umum namun lebih banyak porsi pendidikan dan pendalaman tentang agama islam. Keberadaan siswa di pondok pesantren hampir 24 jam perlu menjaga kebersihan, berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, sarana untuk antisipasi kegawatdaruratan diperlukan agar, masyarakat pondok dapat mencegah dan mengantisipasi sebuah kejadian dalam kondisi darurat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah mendeklarasikan pondok pesantren sebagai kawasan sadar kebersihan dan potensi bahaya (Kadarsih). Metode yang digunakan sosialisasi (yakni sosialisasi dan edukasi higiene dan sanitasi, 5R (Resik, rapi, rawat, ringkas, dan rajin), sosialisasi kegawatdaruratan, lomba kebersihan, pemasangan tanda bahaya, praktik simulasi, dan komitmen kawasan kadarsih, penyusunan tim dan struktur organisasi dan program kerja. Hasilnya ada perubahan pemahaman santri yang sebelumnya sebagain besar tidak mengetahui tentang higiene dan sanitasi, 5R, kegawatdaruratan, tanda bahaya, Mereka mengakui kegiatan ini memiliki banyak manfaat dan baik serta mereka juga baru mendapatkan pengetahuan tersebut. Pada aktivitas pemasangan tanda bahaya (safety sign) di area pondok pesantren dan sekolah, mereka lebih memahami fungsi dari pemasangan tanda tersebut, serta harus berlari kemana jika ada bahaya, yaitu menuju titik kumpul. deklarasi kawasan sadar kebersihan dan potensi bahaya semakin melengkapi bahwa pondok pesantren harus berkomitmen kuat untuk menjunjung tinggi kebersihan sebagai salah satu kebutuhan, serta sadar potensi bahaya juga merupakan upaya untuk melindungi diri dari bahaya. kesimpulannya, program ini telah dilaksanakan di pondok pesantren di pamekasan, dilengkapi dengan tim dan pengurus kawasan kadarsih. Harapannya program ini akan terus dijalankan sebagai sebuah bagian penting dalam kehidupan pondok pesantren.
EVALUASI KECUKUPAN BANGUNAN PADA AREA PERKANTORAN Fajriati, Maulia; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v12i1.38035

Abstract

Fire is one of the impacts of potential hazards that often occur in the work area. Every company needs to have an automatic fire prevention and control system that meets fire prevention and control requirements, one of which is the administration of the placement of the number of workers that does not exceed the existing standard limits/rules. This type of research is a case study research that uses quantitative methods using secondary data, the data needed is data on the number of workers and building area in each work area. The results of the study show that the actual number of workers in each work area when compared to the number of people according to the standard, it can be said that they have met the standards that should be except for the 2nd floor of the Foundry office building. Researchers suggest companies to make improvements to all work area buildings to has an emergency response system that meets the requirements of integrated fire prevention and control and does not violate national and international standards.
Treatment of Laundry Wastewater Using Different Coagulants: Alum and HCA Nisa', Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin; Novembrianto , Rizka; Rosariawari, Firra; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Azzahra, Maulayya Fatimah
Nusantara Science and Technology Proceedings 8th International Seminar of Research Month 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4119

Abstract

The wastewater from industrial laundries has a high quantity of contaminants from the washing process, as well as chemical additives. The current study assessed the efficacy of the coagulation/occultation/sedimentation (C/F/S) method to treat laundry wastewater in relation to physicochemical parameters of water quality with the goal of treating this type of wastewater. For this purpose, an experimental design was applied to the C/F/S step using the addition of coagulant Alum, coagulant Alum plus flocculant Superfloc, and coagulant HCA. Alum coagulant has removal efficiency of 52% for COD and 37% for phosphate. The use of alum coagulant and Superfloc flocculant produces COD removal efficiency of 60% and phosphate removal efficiency of 58%. The use of HCA coagulant shows a removal efficiency of 64% for COD and 78% for phosphate. This shows that using more HCA coagulant is more effective than using alum coagulant and Superfloc flocculant in laundry wastewater treatment.
PENYUSUNAN PROSEDUR IBPR PT.PLN (PERSERO) UIT JBM SESUAI DENGAN PERATURAN DIREKSI PT. PLN (PERSERO) TENTANG PEDOMAN UMUM MATRIKS TERINTEGRASI TAHUN 2021 Sunaryani, Putri Rosita; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sahri, Moch
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5693

Abstract

Penelitian Industri kelistrikan memiliki risiko bagi kesehatan dan keselamatan kerja pekerja, maka salah satu upaya pengendalian melalui prosedur kerja Identifikasi Bahaya Pengendalian Risiko (IBPR). Hasil Audit Eksternal PT.PLN UIT JBM Tahun 2021 salah satu temuannya yakni terjadi perbedaan antara prosedur IBPR dengan Peraturan Direksi PT.PLN (Persero)  tinggi, terutama dalam , oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prosedur IBPR PT.PLN (Persero) UIT JBM dengan Peraturan Direksi tentang Pedoman Umum Matriks Terintegrasi Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan  yakni penelitian kualitatif deskriptif untuk mengali informasi tentang perbedaan prosedur, penyebab perbedaan prosedur antara PT.PLN UIT JBM dengan Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) dengan metode wawancara informan, dan melakukan studi dokumen terkait Prosedur IBPR serta melakukan evaluasi penyusunan Prosedur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan antara Prosedur IBPR dengan Peraturan Direksi yakni selera level risiko yang awalnya 4 skala menjadi 5 skala, Peraturan Direksi PT.PLN ini sudah dikeluarkan sejak tahun 2021 namun belum dilakukan penyesuaian oleh PT. PLN UIT JBM dikarenakan kendala teknis seperti kurangnya sumber daya manusia dalam tim yang bertugas memperbarui prosedur dan kendala waktu dalam menyusun prosedur yang sesuai dengan standar baru. oleh karena itu disarankan agar PT. PLN UIT JBM membentuk tim pengendali dokumen yang bertanggung jawab untuk memperbarui prosedur IBPR secara rutin, serta menetapkan tanggung jawab yang jelas untuk setiap level risiko agar prosedur selalu sesuai dan diterapkan dengan efektif.
Inovasi Pembuatan Sistem Inspeksi Alat Pemadam Api Ringan Berbasis Website Di PT. Semen Indonesia Logistik Sahri, Moch.; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Dewi, Fitri Rahma
Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Vol 7 No 2 (2025): April 2025
Publisher : Prodi Sistem Informasi Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jteksis.v7i2.1907

Abstract

Inspection of Light Fire Extinguishers is one of the important steps in maintaining safety in the work environment. PT. Semen Indonesia Logistik previously conducted inspection of Light Fire Extinguishers manually, which caused problems such as delays in recording, lack of data accuracy, and difficulty in monitoring inspection history. This study aims to describe the manual inspection of Light Fire Extinguishers process, implement a website-based inspection system, and evaluate the effectiveness of the system in improving inspection accuracy and efficiency. The research method used is development research with the stages of needs analysis, system design, implementation, and evaluation. The system is developed using the Laravel framework and applies QR Code technology to facilitate the identification of Light Fire Extinguisher. Based on the conclusions from the analysis and discussion, the website-based APAR inspection system developed has proven effective in supporting inspection activities at PT. Semen Indonesia Logistik. The implementation of this technology not only improves work efficiency but also strengthens transparency and accountability in the management of Light Fire Extinguisher.
PEMBERIAN BUKU "PINTAR" SEBAGAI UPAYA PROTEKSI PAK KARENA IKLIM KERJA PANAS Junaini, Nur Rohma Alif; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Rosita, Vivi; Anggraini, Wanda Melania; Alfiana, Fika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48216

Abstract

Kegiatan sosialisasi mengenai iklim kerja panas pada pekerja di CV. Karya Cipta Baru dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi risiko paparan panas di tempat kerja dan mencegah keluhan heat stress pada pekerja. Mengingat bahwa iklim kerja panas dapat memperburuk kesehatan, terutama di negara tropis seperti Indonesia, upaya pencegahan menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pekerja mengenai dampak, penyebab, gejala awal, serta penanggulangan penyakit akibat kerja karena iklim kerja panas. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui media poster dan wawancara menggunakan form penilaian pre-test dan form penilaian post-test serta dilengkapi dengan pemberian buku saku sebagai media lanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pekerja dari awalnya sebanyak 60% pekerja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori “kurang”, setelah diberikan sosialisasi tingkat pengetahuan seluruh pekerja menjadi dalam kategori “baik” dengan persentase sebesar 100% yang menunjukkan pekerja paham dan merasa terbantu. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman pekerja tentang pentingnya mengurangi dan mengelola risiko paparan panas, sehingga mendorong penerapan perilaku kerja yang lebih aman di tempat kerja.
IDENTIFIKASI KONDISI FAAL PARU PADA PEKERJA AREA SANDBLASTING DI PT. X Sofwan, Mufida Amalia; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2756

Abstract

Paparan debu di area sandblasting industri fabrikasi merupakan faktor risiko utama terhadap penurunan fungsi paru pekerja. Debu silika yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti PPOK dan silikosis, terutama jika pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faal paru pada pekerja area sandblasting di PT X dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 10 orang yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran kadar debu total menggunakan HVAS, dan pemeriksaan faal paru dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan dua pekerja mengalami gangguan faal paru (obstruktif dan restriktif), sementara kadar debu masih di bawah NAB, dengan nilai tertinggi sebesar 0,46231 mg/m³. Disarankan pemeriksaan fungsi paru dilakukan secara berkala, terutama bagi pekerja di atas 40 tahun atau masa kerja panjang. Perusahaan juga disarankan melakukan rotasi kerja, membatasi kebiasaan merokok di lingkungan kerja, serta menyediakan APD lengkap seperti masker respirator, safety goggles, dan helm. Pengukuran kadar debu dianjurkan setiap 6 bulan di seluruh area sandblasting untuk mengurangi risiko penyakit akibat kerja.
EDUKASI DALAM PENGURANGAN LIMBAH MELALUI PENDEKATAN 3R (Reuse, Reduce, Recycle) DI INDUSTRI PANGAN SEKTOR UMKM Himmah, Nuriyah Faiqotul; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sunaryo, Merry; Aldyandi, Devlin; Kusumawati, Mia; Farid, Umar; Yusuf, Dimas Syaifullah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48458

Abstract

Permasalahan limbah di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian penting, terutamadalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas produksi pangan. UMKM di Desa Kemiri, Mojokerto,yang bergerak di bidang makanan seperti katering, keripik, dan bakso, belum sepenuhnya menerapkan prinsippengelolaan limbah yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi dan mengkajiefektivitas pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengurangan limbah pada pelaku UMKM. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhpelaku UMKM di Desa Kemiri, dengan sampel sebanyak 27 pelaku usaha yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Variabel penelitian mencakup tingkat pengetahuan dan perilaku pelaku UMKM dalampengelolaan limbah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dandokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa edukasi berbasis 3R mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnyapengelolaan limbah. Setelah diberikan edukasi, mayoritas pelaku usaha mulai menerapkan penguranganpenggunaan bahan sekali pakai, memanfaatkan kembali limbah organik, serta memilah sampah sesuai jenisnya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan edukatif melalui konsep 3R efektif dalam mengubahperilaku pelaku UMKM terhadap pengelolaan limbah, yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan danproduktivitas usaha.