Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan Sekolah Aman Bencana Pada Guru UPT SD Negeri 339 Gresik Safitri, Rizka Wahyu; Syarifah, Maya Nurahmadiana; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.3727

Abstract

Pulau Bawean merupakan pulau kecil yang memiliki wilayah pesisir yang sangat luas, sehingga memiliki peluang yang sangat tinggi terhadap tekanan dari darat maupun laut. Wilayah pesisir selatan Pulau Bawean termasuk dalam daerah rentan bencana. Letak UPT SD Negeri 339 Gresik berada di Kecamatan Sangkapura, dimana wilayah tersebut termasuk pada wilayah pesisir selatan Pulau Bawean, yang artinya bahwa sekolah tersebut berdiri di daerah rawan bencana. Pendidikan kebencanaan berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi kerentanan terhadap bencana. Sekolah dituntut untuk dapat memberikan jaminan keselamatan dan kelangsungan hidup siswanya serta dituntut untuk dapat menjamin pendidikan dasar yang berkualitas dan berkesinambungan. Bencana merupakan ancaman bagi siswa dalam memperoleh hak tersebut, sehingga sekolah wajib melakukan penerapan sekolah aman bencana. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Pendidikan Masyarakat berupa penyuluhan penerapan sekolah aman bencana dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran seluruh warga sekolah terkait dengan kesiapsiagaan terhadap bencana dalam bentuk sosialisasi yang ditujukan bagi kepala sekolah dan guru UPT SD Negeri 339 Gresik. Hasil dari kegiatan ini adalah pihak sekolah dapat menerapkan sekolah aman bencana dengan cara pelaksanaan pendidikan kesiapsiagaan terhadap bencana kepada siswa-siswinya sebagai salah satu upaya pengurangam risiko bencana di sekolah.
Pendekatan Partisipatif dalam Meningkatkan Kesadaran Higiene Industri Pangan dan Penggunaan APD pada UMKM Keripik Aldyandi, Devlin; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sunaryo, Merry; Himmah, Nuriyah Faiqotul; Kusumawati, Mia; Farid , Umar; Yusuf, Dimas Syaifullah
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.50495

Abstract

Food Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the economy, yet hygiene and safety aspects are often overlooked. This study aims to improve MSMEs' understanding of food industry hygiene and the use of Personal Protective Equipment (PPE) through a visual-based educational approach. The study employed a quasi-experimental design, with a Keripik MSME owner in Kemiri Village, Mojokerto Regency as the subject. Data collection methods included observation, interviews, a pre-test, education using posters and videos, and a post-test. The results showed an increase in knowledge scores from 20% in the pre-test to 70% in the post-test, indicating the effectiveness of the educational approach. Despite the increased understanding, resistance to the use of PPE was still found due to comfort concerns. These findings underscore the importance of ongoing education and behavioral approaches in establishing a hygienic and safe work culture in the food MSME sector.
Sosialisasi Bahaya Bekerja di Tempat Panas Pada Pekerja di UD. Griya Berkah Kirom Ramadhani, Husnul; Sunaryo, Merry; Trio Afandy, Bagus Apriyan; Cristyanto, Rozzag Muizzu; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2690

Abstract

Studi ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya panas di area kerja UD. Griya Berkah dan menganalisis pengaruh sosialisasi terhadap pemahaman pekerja tentang bahaya bekerja di tempat panas. Survei dilakukan pada lima area kerja, yaitu scrab, seset, plong, pengepressan, dan jahit. Hasil pengukuran menunjukkan tiga area kerja (seset, scrab, dan pengepressan) memiliki suhu di atas 28,5℃ yang berpotensi menyebabkan heat exhaustion, heat stress, dan heat rash. Penyebab suhu panas di seset adalah lingkungan kerja dan mesin seset itu sendiri. Area scrab terpapar suhu panas dari lingkungan luar, ruang kerja sempit, dan panas mesin scrab. Area pengepressan memiliki suhu tertinggi karena proses pengovenan bahan dan mesin press. Setelah sosialisasi, pemahaman pekerja meningkat signifikan. Metode yang digunakan dalam studi ini menggunakan pendekatan bertahap dan pengisian kuisioner. Rata-rata skor Pre-Test adalah 44 poin, sementara Post-Test meningkat menjadi 74 poin, peningkatan sebesar 30 poin. Kesimpulannya, terdapat tiga area kerja dengan suhu di atas batas aman dan sosialisasi efektif meningkatkan pemahaman pekerja tentang bahaya bekerja di tempat panas. Pengaturan suhu dan sosialisasi penting untuk meningkatkan kesadaran pekerja tentang bahaya panas dan dampaknya. Penelitian ini berkontribusi pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pekerja yang terpapar suhu panas tinggi.
Pemenuhan Kelengkapan Kotak P3K Sesuai Dengan Peraturan Permenakertrans No. 15 Tahun 2008 Di UD. Riwood Sidoarjo Guna Mencegah Keparahan Kecelakaan Akibat Kerja Abadi, Ongky Putra; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sofia, Rizka Amirul; Wasillah, Farikhatul; Fitria, Sindy Nur; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3586

Abstract

Pada dasarnya tingkat keparahan kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan menerapkan Pertolongan Pertama pada kecelakaan (P3K) pada saat melakukan pekerjaan. Dengan melakukan pengecekan isi kotak P3K di UD. Riwood menemukan permasalahan ketersediaan fasilitas P3K kurang lengkap seperti tidak adanya petugas P3K, kelengkapan isi P3K yang tidak sesuai, serta peletakan kotak P3K belum sesuai dengan PER-15/MEN/VIII/2008 tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja menjawab kekurangan dari kotak P3K yang ada di UD.Riwood Tujuan kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga untuk mengedukasi pemilik perusahaan tentang pentingnya kotak P3K. Kegiatan ini tidak hanya sosialisasi, tetapi juga Luaran dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai kelengkapan fasilitas P3K yang ada di UD.Riwood untuk menimalisir keparahan bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan akibat kerja. manfaat kegiatan sosialisasi berupa edukasi ini dapat dilihat dari pemahaman pemilik perusahaan yang dimana sebelum dilakukan sosialisasi beliau tidak mengetahui hal tersebut, kemudian sesudah dilakukan sosialisasi beliau telah memahami dengan baik dan dapat diterapkan pada perusahaan. Dengan ini dapat direkomendasikan bahwa pemilik UD.Riwood dapat memenuhi fasilitas P3K sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 15 tahun 2008 tentang Pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja pasal 8 ayat 1 Fasilitas P3K meliputi (1) ruang P3K; (2) alat evakuasi dan alat transportasi; dan (3) fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri dan/atau peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Mitigasi Bencana di Desa Kemiri Sebagai Upaya membangun Desa Siaga Bencana Friska Ayu; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Wibawa, Dayu Satriya Wibawa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3883

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geografis dan geologis terletak diantara empat lempeng tektonik, yaitu: lempeng Euroasia, Australia, Pasifik, dan Filipina, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadi bencana yang utamanya disebabkan oleh faktor alam. Jumlah gunung api aktif di Indonesia sekitar 130 gunung. Butuh upaya kesiapsiagaan untuk meminimalisir risiko dari kejadian bencana yang dapat terjadi. Kesiapsiagaan adalah upaya yang dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda,dan berubahnya tatanan kehidupan masyarakat . Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk ntuk mendesiminasikan upaya siaga bencana di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet melalui berbagai upaya yakni mengidentifikasi risiko bencana, memberikan sosialisasi dan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana simulasi kondisi darurat dan evakuasi, dan inisiasi pembentukan tim tanggap darurat sebagai salah organisasi dibawah pengawasan perangkat desa. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan dengan metode Educative dan Drill method dengan sasaran adalah warga dan pengurus kampoeng lawas mespati sebanyak 40 orang. Hasil kegiatan PkM menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada warga Desa Kemiri terkait kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana sebelum dan setelah dilakukan kegiatan, hal ini terlihat dari uji paired sample T-Test menunjukkan nilai 0,030<0,05 dapat disimpulkan bahwa informasi dapat diterima dengan baik oleh para warga.
Sosialisasi Bahaya Kebakaran Dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Sektor UMKM Desa Kemiri Mojokerto Farid, Umar; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sunaryo, Merry; Aldyandi, Devlin; Kusumawati, Mia; Himmah, Nuriyah Faiqotul; Yusuf, Dimas Syaifullah
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i2.191

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik terhadap keselamatan pekerja, aset usaha, maupun keberlangsungan produksi. UMKM di Desa Kemiri Mojokerto memiliki potensi bahaya kebakaran yang cukup tinggi, namun hingga saat ini masih minim pengetahuan mengenai pencegahan dan belum tersedia sarana pengendalian yang memadai seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kondisi ini berisiko menimbulkan kerugian besar apabila terjadi insiden kebakaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengenali potensi bahaya kebakaran, memahami langkah-langkah pencegahannya, serta mengetahui cara penggunaan APAR secara tepat. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi menggunakan media poster yang disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Metode kegiatan meliputi penyuluhan materi, diskusi interaktif, serta pengisian instrumen evaluasi oleh 27 peserta. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan kurang (59%), sedangkan setelah sosialisasi terjadi peningkatan signifikan, yaitu 56% peserta masuk kategori sangat baik dan 44% kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa metode sosialisasi sederhana menggunakan media poster efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pelaku UMKM terhadap risiko kebakaran.
EDUKASI PENERAPAN PROGRAM K3 TENTANG 5R DI CV X SERTA PENGARUH PADA PRODUKTIVITAS KARYAWAN Abdilah, Muhammad Yasir Roja’I; Sahri, Moch.; Putra, Juwono Wardana Pratama; Putri, Ulfatun Nadiyah; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.23305

Abstract

Latar Belakang: Pada saat perusahaan menerapkan 5R, tidak begitu saja bisa diperoleh hasil yang maksimal tetapi perlu adanya proses. Dimulai dari perencanaan, implementasi dan pengendalian yang baik tentunya. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan pengukuran. Melalui kegiatan pengukuran tersebut perusahaan bisa memiliki sebuah indikator yang dapat dijadikan pegangan dalam melakukan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh. Perusahaan dapat mengetahui, apakah penerapan 5R sudah baik atau belum. Apakah sudah memberikan hasil seperti yang diharapkan atau belum. Sehingga perusahaan dapat mengetahui apakah tindakan yang perlu diambil selanjutnya. Tujuan: Tujuan dari sosialisasi ini untuk menghimbau kepada pekerja untuk menerapkan budaya 5R. Metode: Metode pelaksanaan ini dimulai dari observasi lapangan dan melakukan sosialisasi menggunakan media poster A3. Hasil penelitian: Hasil yang kami temukan terkait penelitian ini, ditemukan bahwa perusahaan kontraktor baja dan coating belum sepenuhnya menerapkan 5R. Hal itu dikarenakan masih banyak sampah atau sisa besi yang dipotong berserakan. Kesimpulan: Dari hasil keseluruhan yang telah ditemukan, penerapan 5R di perusahan kontraktor baja dan coating masih kurang baik dan butuh melakukan pelatihan penerapan 5R secara berkala.
Evaluasi Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Permenakertrans Nomor 4 Tahun 1980 di UD. Riwood Sidoarjo Fitria, Sindy Nur; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sofia, Rizka Amirul; Wasillah, Farikhatul; Abadi, Ongky Putra; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 3 (2024): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i3.30717

Abstract

Occupational Safety and Health are very important things to implement in the work environment to protect the risk of accidents. A light fire extinguisher (APAR) is a tool used to control fires. Not all companies provide fire extinguishers, even though this tool is very important as a lifesaver if a fire occurs so that the fire does not spread. The wood industry is one of the largest industries in Indonesia thanks to its abundant natural resources. Pallet wood factory is a company engaged in wood production producing pallet wood products. Problems that occur in the UD industry. Ri Wood lacks awareness about occupational safety and health, one of which is the provision of inappropriate APARs and inappropriate maintenance of APARs. By conducting observations using qualitative methods through data collection, interviews and documentation. And from the results of the calculations that have been carried out, we strongly recommend that the company increase the maintenance and provision of APARs in accordance with Permenakertrans Number 4 of 1980, around five APARs for a total of six APARs. Because every production process has the potential for fire.
Dekontaminasi Parameter Biologi dan Pathogen Menggunakan Biofilm Konsorsium Bergerak Dilanjutkan dengan Intergrasi Pengolahan Fisik (Pengendapan-Sterilisasi) Secara Simultan Novembrianto, Rizka; Murti, Restu Hikmah Ayu; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2023): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i2.1607

Abstract

The amount of domestic wastewater without prior treatment is discharged into water bodies so that it is felt that the quality is decreasing day by day. Organic content and microorganisms are a concern in terms of quality. The high content of organic and microorganisms such as Total coliform. Decreasing these parameters is the main goal in this study. In the aerobic process, organic processing uses an air supply of 20 L/min in suspended and attached treatment for attached media using K5 caldnes media and spiked bioball, each of which is 30% of the reactor volume, preceded by the seeding and acclimatization process. Variations in processing time used were suspended for 2 hours and attached for 6 hours and vice versa. Furthermore, it is processed by simultaneous physical processing, namely the process of deposition and sterilization with exposure and deposition times of 2 to 6 hours. Based on the results of the study showed that seeding and acclimatization were carried out for 21 days. The best processing was obtained using suspension for 2 hours, attached for 6 hours on kaldnes K5 media and precipitation as well as exposure to ultraviolet light for 6 hours showed a decrease in COD of 92.85% and for Total coliforms of 98.67%. Keywords: domestic, organic, media, ultraviolet
Penurunan Fosfat dan Kimia Organik dengan menggunakan Modifikasi Parit Oksidasi secara Pararel Novembrianto, Rizka; Nisa', Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin; Munawar, Munawar; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2024): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v9i2.2071

Abstract

Laundry business activities produce waste water from the washing process and have the potential to pollute water bodies. The number of domestic laundry activities is currently experiencing significant growth, as these activities increase, the amount of waste water released is also increasing. So far, the waste water produced has been directly discharged into the environment. Initial testing of the sample showed that the results did not meet the threshold according to East Java Governor Regulation No. 72 of 2013, so it is necessary to treat waste water effectively. In this research, laundry wastewater was treated using an oxidation ditch. The multilevel modified Parit Oksidasi is made from an activated sludge unit. Seeding and acclimatization takes 14 days to obtain optimum processing. The best variation uses 3 wavemaker units to reduce COD by 91.87%, phosphate by 98.49% and TDS by 57.21%. Apart from that, other contents in the sludge were also identified, namely oxygen (44.28%), carbon (21.25%), sodium (9.73%), calcium (7.11%), silica ( 4.46%), Sulfide (4.36%), Magnesium (2.73%), Chlorine (2.68%), Potassium (1.59%), Iron (0.61) and Phosphorus (0.07 %).