Claim Missing Document
Check
Articles

DYNAMIC VISUAL IDENTITY DESIGN FRAMEWORK FOR LOCAL MSME BASED ON BRAND VALUE AND BRAND ACTIVATION STEPS Rahmadila Karimatun Nisa; Riky Azharyandi Siswanto; Wirania Swasty
International Journal Of Humanities, Social Sciences And Business (INJOSS) Vol. 5 No. 1 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF HUMANITIES, SOCIAL SCIENCES AND BUSINESS (INJOSS)
Publisher : ADISAM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of urban lifestyles in major cities in Indonesia has encouraged the emergence of various Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) from novice business players. This has led to many MSMEs experiencing differentiation challenges with competitors in the market. One of the challenges faced is the implementation of branding, including visual identity, which is not yet optimal, so that the brand value that is intended to be conveyed is not properly communicated to the audience. This study aims to develop a framework for designing a visual identity system for MSMEs that is dynamic and based on the brand value they wish to convey. This framework is developed based on academic and practical perspectives, with a synthesis of the results of a study of dynamic visual identity theory, observations of the workflow of practical branding designers, and categorization based on brand activation steps.
PERANCANGAN PROTOTYPE APLIKASI KOMIK INDONESIA SEBAGAI MEDIA KOLABORASI Dumadi, Herlambang Agung; Siswanto, Riky Azharyandi; Deshinta, Siti
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri komik di Indonesia menghadapi tantangan terhadap perubahandigital dalam aspek produksi, distribusi, dan kolaborasi antarkreator. Minimnyaruang kolaboratif yang menjadi platform antara pembaca dan kreator menjadi salahsatu penyebab terhambatnya perkembangan industri komik Indonesia. Berdasarkanpermasalahan tersebut, penelitian ini merancang sebuah prototipe aplikasi mobilebernama MANSEIA, yang bertujuan sebagai media kolaboratif untuk mendukungpertumbuhan industri komik Indonesia melalui pendekatan metode Design Sprintguna menghasilkan solusi yang solutif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhanpengguna. Proyek ini mengusung pesan utama “Ceritakan bersama dengan karya,”untuk mengajak komikus di Indonesia dalam melestarikan karya melalui ruangdigital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi digital dansurvei terbuka terhadap pengguna serta analisis aplikasi sejenis. Hasil perancanganaplikasi mencakup sistem navigasi (site map), alur pengguna (user flow), antarmukapengguna (UI), serta identitas visual yang mendukung karakter merek. Elemenelemen visual seperti tipografi, palet warna, ikonografi, dan tata letak dirancanguntuk menghadirkan pengalaman pengguna yang praktis, dinamis, dan sinergis,sesuai dengan positioning aplikasi sebagai ruang kreatif bersama. MANSEIAdiharapkan tidak hanya menjadi media untuk publikasi dan distribusi komik, tetapijuga sebagai platform yang membangun koneksi antara kreator, pembaca, dankomunitas secara inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: Komik Digital, Aplikasi Kolaboratif, Desain Komunikasi Visual, DesignThinking, Design Sprint, Industri Kreatif Indonesia
Perancangan Website Interaktif Pawon Cengkir bagi UMKM Indramayu Dictiaz, Azie Iqrotsu; Desintha, Siti; Siswanto, Riky Azharyandi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan hasil pertanian, salahsatunya mangga Cengkir dari Kabupaten Indramayu. Varietas Cengkir atau ManggaDermayu yang memiliki karakteristik unik baik dari segi rasa maupun tekstur.Meskipun memiliki potensi besar secara kualitas dan kuantitas, mangga Cengkirbelum banyak dikenal luas di luar daerah Indramayu. Kurangnya media promosimenjadi salah satu penyebab rendahnya daya jual dan pengenalan mangga ini secaranasional dan internasional, yang berdampak pada kesejahteraan petani dan pelakuUMKM lokal. Penelitian ini bertujuan merancang media digital berupa websiteinteraktif untuk memperkenalkan mangga Cengkir dan olahannya kepadamasyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah Desain Komunikasi Visual denganmenekankan aspek informatif, menarik, dan interaktif. Sasaran utamanya adalahpelaku UMKM usia 21–25 tahun di Indramayu yang membutuhkan media promosiinovatif. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studiliteratur. Hasilnya, website ini berfungsi sebagai media promosi dan pelestarianpotensi lokal bernilai budaya, serta menjadi jembatan komunikasi antara pelakuusaha dan konsumen dengan memanfaatkan visualisasi data dan teknologi digital.Kata kunci: Mangga Cengkir, UMKM, Website Interaktif
PERANCANGAN WEBSITE INFORMASI BUAH ALPUKAT SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG KORONER Husein, Akhsan; Desintha, Siti; Siswanto, Riky Azharyandi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular atau salah satu penyakitnya dikenal sebagai penyakit jantungkoroner masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Di Indonesia, angkakematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 jiwa setiap tahun, yang terdiri dari331.349 kematian akibat stroke, 245.343 kematian karena penyakit jantung koroner, 50.620kematian akibat penyakit jantung hipertensi. Salah satu pencegahan penyakit jantung koroneradalah mengkonsumsi buah alpukat. Perancangan situs web mengenal lebih jauh mengenaipenyakit jantung koroner dan buah alpukatnya itu sendiri sebagai sarana informasi untukkhalayak. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptifdan cenderung menggunakan analisis, data diperoleh dari observasi, wawancara, studipustaka, dan kuesioner serta analisis datanya menggunakan analisis SWOT serta analisismatriks. Hasil dari perancangan situs web informasi ini diharapkan dapat menekan kasusterjadinya penyakit jantung koroner di Indonesia khususnya di Kota dan Kabupaten Bandung,selain itu khalayak dapat mengetahui bahwa salah satu upaya yang dapat mencegah penyakitjantung koroner yaitu dengan mengkonsumsi buah alpukat.Kata kunci: Situs web, Informasi, Buah alpukat, Jantung koroner.
Dominasi Instagram sebagai Media Pemasaran UMKM Fashion Sustainable: Studi Kasus Ealsmore dengan Pendekatan Analisis STP dan Observasi Online Fafi Rahmatillah; Riky Azharyandi Siswanto; Didit Widiatmoko Soewardikoen
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7525

Abstract

Media sosial merupakan salah satu medium eksistensi yang meningkatkan interaksi antara konsumen dan brand yang dapat menjadi faktor penting untuk posisi pasar (Bilro et al., 2022). Dengan seiringnya perkembangan beragamnya pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai 97,8% dari total populasi berdasarkan data We Are Social, penting untuk menganalisis alasan penggunaan Instagram oleh UMKM fashion berkelanjutan Ealsmore dibandingkan dengan media sosial lain seperti Tiktok dan Facebook. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta observasi daring terhadap aktivitas semua media sosial yang dimiliki Ealsmore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi platform yang paling efektif dalam penyebaran informasi dan keterjangkauan audiens. Berdasarkan hasil observasi, TikTok memperoleh total 7.833 penonton, dengan 7.587 di antaranya merupakan penonton baru, namun belum menunjukkan konsistensi interaksi dan konversi. Sementara itu, Facebook belum menunjukkan data yang signifikan sebagai media promosi. Sebaliknya, Instagram menunjukkan performa yang lebih stabil dengan capaian akun (account reach) sebesar 35 akun per bulan, yang selaras dengan karakter audiens dan Positioning Ealsmore sebagai brand fashion berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi media strategis bagi UMKM fashion berkelanjutan dalam membangun komunikasi brand yang informatif dan memperkuat citra pasar melalui pengembangan konten yang relevan dan edukatif.
UNDERSTANDING THE TRANSFORMATION PROCESS OF TAIPA WEAVING IN SOROWAKO, SOUTH SULAWESI: FROM TRADITIONAL HERITAGE TO CONTEMPORARY CULTURAL EXPRESSION Chaerul Adam; Ira Wirasari; Riky Azharyandi Siswanto
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 4 No. 2 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20619133

Abstract

Taipa Weaving is a cultural heritage of the Sorowako community, East Luwu Regency, South Sulawesi, which embodies historical, social, and cultural values through its distinctive motifs. However, the complexity of traditional motifs often limits public understanding and recognition of the cultural meanings they represent. This study aims to examine the transformation of Taipa Weaving motifs as an effort to enhance public understanding and recognition of the cultural values embedded within them. A qualitative descriptive approach was employed through observation, documentation, and interviews with local weavers and cultural practitioners. The findings reveal that Taipa Weaving motifs are derived from various local cultural artifacts, including pottery ornaments, stone engravings, traditional tools, and natural elements. These visual sources have undergone processes of simplification, stylization, and repetition, resulting in motifs that are more structured, recognizable, and suitable for textile applications while preserving their original cultural meanings. The transformation process reflects a form of cultural adaptation that enables local cultural values to remain relevant and accessible to contemporary society. The study concludes that motif transformation contributes to strengthening public recognition of Taipa Weaving and supports the preservation of Sorowako's cultural identity through more communicative visual representations.
The Role of Co-Creation in Visual Strategies for Social Campaigns on Food Waste Issues on Instagram: A Case Study of Foodcycle Indonesia Nabila Widjayanti Utomo; Riky Azharyandi Siswanto; Wirania Swasty
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52650

Abstract

Food waste is a significant issue in Indonesia affecting social, economic, and environmental sectors, requiring active public participation to address it. Although social media is widely used by organizations to raise awareness, audience engagement remains relatively low. This research aims to analyze the factors influencing audience engagement in FoodCycle Indonesia’s Instagram campaigns and develop a visual campaign strategy based on a co-creation approach. This research uses a mixed method approach with quantitative data collection through questionnaires to 166 Instagram audience respondents, as well as qualitative data through semi-structured interviews, Instagram content observation, and a co-creation process involving 10 selected participants. Quantitative data was analyzed descriptively, while qualitative data was analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model. The results show that even though the audience is interested in the issue of food waste and finds the FoodCycle Indonesia campaign message relatively clear, the level of audience interaction with the content is still moderate. Qualitative findings reveal a gap between the campaign's informative visual strategy and the audience's preference for more relevant, participatory, and contextual content. Through a co-creation approach, the audience is actively involved in the campaign's visual design process, resulting in content concepts that are more in line with the audience's needs and expectations. This study contributes by showing that the co-creation approach can be a relevant strategy in increasing audience engagement in social campaigns on social media, especially in the context of food waste issues in Indonesia.