Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENATAAN KAMERA FILM PENDEK LAYU SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KERJA Alexander Daniel Arifin; Muchammad Zaenal Al Ansory; Lingga Agung
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja, khususnya terhadap perempuan, masih menjadipersoalan kompleks yang kerap dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan yang bekerja di sektorinformal seperƟ peternakan sering mengalami keƟmpangan upah, beban kerja ganda, hingga pelecehan non-verbalakibat sistem kerja yang patriarkal. Melalui perancangan ini, penulis merancang penataan kamera dalam Įlm pendekLAYU sebagai media edukasi sekaligus representasi isu tersebut, dengan menekankan tekanan sosial dan psikologisyang dialami tokoh utama. Perancangan dilakukan menggunakan metode kualitaƟf deskripƟf, melalui wawancara,observasi lapangan, studi pustaka, serta referensi visual dari Įlm-Įlm bertema serupa. Gaya visual mengacu padapendekatan semi-realis, dengan pencahayaan natural, teknik kamera handheld dan sƟll, serta framing tertutup untukmembangun kesan tertekan dan terasing. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Įlm pendek dapat menjadimedium yang kuat dalam menyampaikan isu sosial secara emosional dan reŇekƟf, serta membantu mendorongkesadaran penonton terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang sering kali Ɵdak kasat mata namun berdampak nyata.Kata Kunci: Penataan Kamera, Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Lingkungan Kerja, Representasi Visual,SinematograĮ, Semi-Realisme.
PENATAAN KAMERA FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Muhammad Rifqi Al Ariq; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, namunmasih menghadapi masalah kesejahteraan bagi para pekerja perkebunan teh.Perancangan ini mengangkat kondisi pekerja di perkebunan teh Maleber, Cianjur, JawaBarat, yang terdampak oleh alih fungsi lahan menjadi tambang pasir, sehinggamengurangi luas kebun dan hasil panen. Film pendek Pergi Petik Pulang dibuat sebagaimedia visual untuk menggambarkan tantangan tersebut dan menyampaikan pesan sosialtentang pentingnya kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan industri teh. Prosesperancangan dilakukan melalui observasi lapangan dan observasi karya sejenis denganpendekatan analisis tematik dan konten. Tahapan produksi dimulai dari pra produksidengan observasi lokasi, penyusunan shotlist dan storyboard, hingga persiapan alat. Saatproduksi, pengambilan gambar dilakukan sesuai konsep visual dengan memperhatikanangle, shot size, movement, dan composition. Pada tahap pasca produksi, penata kameraberperan dalam penyelarasan visual melalui camera report dan membantu proses editingseperti color grading. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan sinematografiyang terarah dan sesuai konteks dapat memberikan representasi yang kuat, serta menjadimedia edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesejahteraanpekerja teh.Kata kunci: Kesejahteraan, Teh, Film pendek, Penata kamera
PENYUTRADARAAN FILM PENDEK LAYU SEBAGAI MEDIA MEDIA EDUKASI TERHADAP KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KERJA Agisni Nurlatifah; Muchammad Zaenal Al Ansory; Lingga Agung
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang sulitdiatasi di Indonesia, terutama karena budaya patriarki yang sudah mengakar kuat dalamkehidupan masyarakat. Budaya ini menempatkan laki-laki pada posisi dominan,sementara perempuan sering kali mengalami diskriminasi dan ketidakadilan dalamberbagai aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Kondisi ini tidak hanyamerugikan perempuan, tetapi juga menghambat kemajuan masyarakat secarakeseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakattentang dampak kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakanpenyutradaraan film pendek sebagai media edukasi untuk mengubah persepsi stereotipgender, khususnya di lingkungan pedesaan. Dengan metode kualitatif deskriptif yangmelibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur, penelitian ini bertujuanmendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sosial danekonomi. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya kasus kekerasan, diskriminasi,dan ketidakadilan yang dialami perempuan, sehingga edukasi melalui film pendekdiharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran danmendorong perubahan positif di masyarakat.Kata kunci: Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Penyutradaraan.
PENYUTRADARAAN FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Faza Auliaurrachman; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 97.560 hektar perkebunan teh dan merupakan salah satuprodusen teh terbesar di dunia, dengan Jawa Barat menyumbang dua pertiga produksinasional. Namun, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerjateh, terutama pemetik dan petani skala kecil. Di Perkebunan Maleber, Cianjur, upah yangrendah, penyusutan lahan akibat alih fungsi, serta stereotip pekerjaan menyebabkanminimnya regenerasi tenaga kerja. Hal ini mendorong perlunya media komunikasi yangmampu menyuarakan realitas tersebut secara efektif dan emosional. Untuk itu, dirancangsebuah film fiksi dengan pendekatan penyutradaraan formalis yang menggambarkankondisi kesejahteraan pekerja teh secara naratif dan visual. Proses perancangan meliputipra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, yang didahului oleh observasi lapangan danwawancara sebagai dasar penyusunan konsep cerita dan gaya penyutradaraan. Teknikanalisis tematik digunakan untuk menyusun struktur naratif yang relevan dengan isusosial, sedangkan teori formalisme diterapkan dalam pendekatan penyutradaraan. Hasilperancangan menunjukkan bahwa film fiksi mampu membangun empati terhadap isukesejahteraan, meskipun keterbatasan durasi dan kompleksitas isu menjadi tantangantersendiri. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai mediaedukasi dan informasi.Kata Kunci : Kesejahteraan, Pekerja teh, Pemetik, Alih fungsi lahan, Film Pendek,Penyutradaraan