Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG INTERPROFESSIONALEDUCATION (IPE) DI FKIK UIN ALAUDDIN MAKASSAR Rahayu, Ayu; Patima, Patima; Ilmi, Ani Auli; Huriati, Huriati
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juli - Desember 2019
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.708 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v7i2.21

Abstract

Interprofesional Education (IPE) adalah salah satu konsep pendidikan terintegrasi untuk peningkatan kemampuan kolaborasi. IPE dapat terjadi ketika dua atau lebih mahasiswa dari program studi kesehatan yang berbeda belajar bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan kualitas pelayanan kesehatan. Audio visual merupakan salah satu media penyampaian informasi yang menarik dan dapat merangsang lebih banyak indera. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya pengaruh pemberian informasi berbasis audio visual terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang Interprofessional Education (IPE) di FKIK UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan pendekatan Pre-test – Post-test with control group design. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 128 responden pre-test dan post-test dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pada penelitian ini menggunakan2Kuesioneryaitukuesionerpengetahuansebanyak23pertanyaandankuesionersikapsebanyak 15 pertanyaan. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji Wilcoxon Test jika p< 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan informasi berbasis audio visual. Pada kelompok intervensi didapatkan nilai (p= 0,000) atau < 0,05 sedangkan pada kelompok kontrol pengetahuan (p= 0,013) dan sikap pada kelompok kontrol (p= 0,003) atau < 0,05. Peneliti merekomendasikan penggunaan media audio visual dalam pemberian informasi upaya untuk meningkatan pengetahuan dan sikap mahasiswa.
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
Integrated Quality Management and Nurse Job Satisfaction: Unveiling the Non-Linear Relationship Dardin, Dardin; Huriati, Huriati; Arbianingsih, Arbianingsih; Anwar, Mulyana
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 2 (2025): Journal Nursing Care
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v11i2.1272

Abstract

Background: Job satisfaction is an essential aspect in hospitals that can increase the productivity of services. In achieving a good hospital image, minimizing negative perceptions of the hospital is necessary. However, the problem that often arises in human resource management is finding the best way to achieve employee job satisfaction.Purpose: This study aims to determine the relationship between integrated quality management and the job satisfaction of nurses in hospitals.Methods: This study uses a quantitative research design with a cross-sectional study approach. The sampling technique uses Purposive sampling. The sample obtained was 144 respondents. Sampling using a questionnaire. Data analysis using Pearson correlation.Results: The results of this study found that there was no significant relationship between integrated quality management and nurse job satisfaction. Many factors influence nurse job satisfaction.Conclusion: Integrated quality management does not directly affect nurses’ job satisfaction but is mediated through other variables.
HIV/AIDS pada Anak Huriati, Huriati
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1318

Abstract

Jurnal ini merupakan kajian pustaka mengenai penyakit HIV/AIDS pada anak. Jurnal kajian pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang bagaimana HIV/AIDS yang terjadi pada anak.   HIV/AIDS yang terjadi pada anak dapat karena penularan dari ibu saat kehamilan, ataupun saat kelahiran selain itu, HIV pada anak juga dapat terjadi akibat pelecehan seksual pada anak. Diagnosis HIV pada anak dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi virus HIV pada anak, dapat dilakukan 2 kali yaitu sebelum dan setelah umur 18 bulan.Salah satu pencegahan penularan HIV pada anak akibat transmisi maternal yaitu dengan sectio caesaria. Penatalaksanaan kasus HIV pada Anak, tidak hanya pengaturan ART, namun juga faktor Nutrisi harus diperhatikan mengiingat anak adalah fase pertumbuhan. Kasus HIV pada anak, menurut Kajian dalam Islam dapat dikategorikan sebuah takdir dari pencipta, sehingga perlu kesabaran.
Pencegahan Stunting Sejak Dini: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Tatap Muka Arbianingsih; Huriati; Hasnah; Gani, Nurul Fadhilah; Nurhidayah; Muthahharah
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i3.164

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan praktik pengasuhan yang tidak memadai selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan tatap muka. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Poli KIA Puskesmas Bontomarannu dengan metode penyuluhan 30 menit, menggunakan media banner dan leaflet, serta diakhiri evaluasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, ditandai dengan partisipasi aktif dan kemampuan menjawab pertanyaan dengan benar. Temuan ini memperkuat efektivitas metode tatap muka dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil, serta menegaskan peran penting edukasi tatap muka dalam pencegahan stunting. Intervensi ini dapat direplikasi sebagai strategi edukatif dalam program penurunan stunting skala lokal maupun nasional.
PERAN TEKANAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMPREDIKSI PERILAKU BULLYING PADA REMAJA Huriati, Huriati; Arbianingsih, Arbianingsih; Mukhtar, Musdalifah; Hadrayani, Eka; Asyifa, Nur; Binti Ismail , Siti Nooraini
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i3.2135

Abstract

Background: Bullying among adolescents is a pressing global issue with significant psychosocial consequences. Peer pressure plays a complex role as both a direct and indirect facilitator of bullying behaviour, alongside other factors that warrant further exploration. Objective: This study aimed to examine the relationship between peer pressure and bullying behaviour among adolescents. Method: A quantitative cross-sectional survey was conducted with 274 students aged 12–15 years, selected through random sampling. Data were collected using two validated instruments: the Revised Olweus Bullying/Victim Questionnaire (23 items) and the Peer Pressure Questionnaire (25 items). Data were analysed using Spearman’s rank correlation to assess the association between variables. Result: Findings showed that 60.2% of participants exhibited high levels of bullying behaviour, with verbal and non-physical bullying being the most prevalent types. A significant positive correlation was found between peer pressure and bullying behaviour (r = 0.583; p < 0.001), indicating that higher peer pressure is associated with increased bullying among adolescents. Conclusion: Peer pressure plays a crucial role in shaping adolescent bullying behaviour. These findings highlight the importance of peer-based interventions and supportive school environments in preventing bullying.
Effectiveness of Giving Compress Against Reduction of Body Temperature In Children: Systematic Review Burhan, Nurul Zakiah; Arbianingsih; Rauf, Syamsiah; Huriati
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.91

Abstract

Background: Fever is a clinical manifestation that is often experienced by sick children. Fever can be dangerous if there is a high fever. Seizures can occur as a result of high fever which is not treated early, causing hypoxia of brain tissue and ultimately damage. According to WHO estimates that around 17 million cases of fever worldwide, there are 600,000 deaths each year.Purpose: This study aimed to find out effective interventions to reduce body temperature in children.Methods: This research used quantitative descriptive design with systematic review approach. The research instrument uses Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach.Results: After searching the article, there were 9 articles related to giving warm compresses, 6 articles with the location of administration in the axilla and tepid songe areas (wiping the whole body), 7 articles by giving compresses for 30 minutes and 10 articles with compressed water temperature 37oC.Conclusions: Of the 15 articles that have been traced successfully, the most interventions given were warm compresses in the axilla and tepid sponge areas by giving compresses for 30 minutes and compressed water temperature of 37oC
The Effectiveness of Play Therapy in Hospitalized Children with Cancer: Systematic Review Ibrahim, Hajaratul Azwaningsih; Arbianingsih; Amal, Andi Adriana; Huriati
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.92

Abstract

Background: Play therapy in cancer children is a major intervention that can meet the needs of playing in children who are hospitalized.Purpose: This study aimed to determine an effective play therapy model given to children with cancer undergoing hospitalization.Methods: The research design used is quantitative descriptive with a Systematic Review approach. Data collection techniques using article search sources in this study are Pubmed, Science Direct, Google Schoolar, Portal Garuda, JOIN, IJSR, and Emerald. Articles published from 2015-2019 and focus on play therapy interventions in children suffering from cancer.Results: The results of the analysis of nine articles in accordance with the inclusion criteria about play therapy in children with cancer proved effective in reducing hospitalization of children. The play therapy used in the selected article is drawing, painting, puzzle, storytelling, cognitive behavior and therapeutic play with 20-60 minutes of execution time.Conclusion: The play therapy is recommended for use because the technique is simple, does not require a lot of tools and materials, is easy, affordable and can be done by children with preschool and school-age cancer who are hospitalized.
Occupational Therapy in Children with Special Needs: Systematic Review Asya, Ulul Azmi; Huriati; Amal, Andi Adriana; Arbianingsih
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.95

Abstract

Background: Children with special needs are children who are significantly different from other children, they are physically, psychologically, cognitively and socially obstructed in achieving their goals and potential to the fullest such as autism.Purpose: This study aimed to determine the provision of effective occupational therapy in children with special needs.Methods: This research uses a quantitative descriptive design. Search for research articles in several databases using certain keywords in the period 2015-2019.Results: Search results obtained 1396 articles using occupational therapy, there were only 10 articles that met the inclusion criteria analyzed using the Duffy's Research Appraisal Checklist Approach and the 10 articles included in the superior paper category so that it was good for further analysis. Based on the results of Systematic Review shows that effective occupational therapy is given to children with special needs (Autism). Occupational therapy given is very varied, namely drawing, collage technique, buttoning clothes, remembering pictures, sensory oral motor stimulation. Motor skills acquisition training, Equine-Assisted Therapy / EAT, Sensory Integration Therapy / SIT.Conclusion: From the analysis of the article shows that all occupational therapy can help improve both physical and mental development in children with autism so that children with autism can carry out daily activities like children in general and improve their quality of life. Occupational therapy found in this review can be used as an intervention in overcoming Developmental problems in children with autism due to simple techniques using daily activities