Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effect of Constructive Play Therapy on Anxiety Levels of Preschool Children Due to Hospitalization Nurwulansari Nurwulansari; Maria Ulfah Ashar; Huriati Huriati; Sysnawati Syarif
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.638 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.282

Abstract

During the hospitalization process, the child will show anxiety due to unfamiliar environmental factors, lack of freedom in activities, and lack of emotional support. Continual anxiety will cause a decrease in the immune system so that it accelerates the occurrence of disease complications during treatment and slows down the recovery process. The focus of nursing intervention that is done is to minimize anxiety by providing psychological support to children through the provision of constructive play therapy. The aim if this research is to determine the effect of constructive play therapy towards the anxiety level of preschool children due to hospitalization. The research design used in this study was Pre-experiment with a one-group pre-post test design. Data collection using preschool anxiety scale (PAS) questionnaire. The sample in this study were 30 respondents selected by using accidental sampling technique. Based on the results of the Wilcoxon Test analysis, the mean value of pre-test 36.57 and post-test 28.23 and the value of p = 0.0001 <0.05. Meaning that there is an effect of constructive play therapy on the level of anxiety in preschool children with the treatment of constructive play therapy your child who easily communicate the right feeling of anxiety during in the hospitalization, so that the anxiety experienced can be decreased. Constructive play therapy can reduce response anxiety in preschool children who experience hospitalization. Therefore, it is recommended to the hospital and nurses to be able to apply constructive play therapy. as one of the interventions to minimize the impact of hospitalization.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Kecemasan pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Sarifah Sarifah; Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.78 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.1993

Abstract

Anxiety in hospitalization will lead to the uncomfortable feeling good in children and families, so that the necessary process of adjustment to reduce, minimizing the anxiety to not develop into a crisis. One of media treatment in lowering anxiety is brain gym . Brain gym is a series of simple gestures that simulates brain work and brain function optimally. Study aims to determine the influence of brain gym of anxiety in children of school age who have hospitalization. True Eksperimental pre test post test control group design. Research place at Islam Faisal hospital Makassar and Labuang Baji hospital Makassar. The data analysis used Independen T-test. The gathering samples using methods Random Allocation. Provided 14 samples with 7 respondents of intervention group and 7 of respondents as a control group. The result of test statistic obtained by velue = 0,000, then there was a meaningful level of anxiety pre-Test with post Test after use brain gym.  If a person to experience anxiety then the cortex cerebri to send a distress signal to hypothalamus thus resulting in tension in motoric, hyperactivity of aoutonomic nervous system and raise awareness. The method used to help in lowering anxiety by doing brain gym. With movements brain gym can activate the neocotex and nervous parasympathetic reduce increase in the hormone adrenaline in body that can ease the tension of phychological and physical strain. So, conclusion is brain gym effect on reducation of anxiety and therapy is able to be one alternative for children who have hospitalization.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TATAP MUKA DENGAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SKIZOFRENIA Andi kamariah Hayat; Huriati Huriati; Nur Hidayah
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.678 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3976

Abstract

Pengetahuan adalah salah satu yang mempunyai pengaruh besar dalam terbentuknya perilaku seseorang dan perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat langgeng. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan seseorang adalah melalui pendidikan kesehatan yang hasilnya diharapkan dapat merubah sikap dan perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tatap muka dengan media sosial terhadap tingkat pengetahuan keluarga dengan skizofrenia. Desain Penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan pendekatan Two Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 20 orang, untuk metode tatap muka sebanyak 10 responden dan untuk metode media sosial sebanyak 10 responden dengan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil Pengolahan data dengan menggunakan Uji Wilcoxon Test pada kelompok tatap muka didapatkan nilai p value = 0.007 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan keluarga pre-test dan post-test setelah diberikan metode tatap muka. Pada kelompok yang diberikan metode media sosial didapatkan nilai p = 0.004 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan keluarga pre-test dan post-test setelah diberikan metode media sosial). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tatap muka dan media sosial terhadap tingkat pengetahuan keluarga dengan skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Mangasa Makassar. Metode ini dapat di gunakan sebagai teknik pembelajaran untuk menyampaikan pendidikan kesehatan khususnya mengenai skizofrenia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG CUCI TANGAN MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Nur Ridha Sasmitha; Ani Auli Ilmi; Huriati Huriati
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.497 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3980

Abstract

Perilaku cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, padahal cuci tangan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan status kesehatan masyarakat. Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika dilingkungan sekolah. Sehingga anak usia sekolah sangat perlu diberikan pendidikan kesehatan. penggunaan media dalam proses pendidikan kesehatan dan pemberian informasi meningkatkan keefektifan dan keaktifan siswa, tergantung dari jenisnya, ketersediaannya dan kemampuan dalam mempergunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan cuci tangan pada anak usia sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre test-Post test with Control Group. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V dan VI dengan jumlah populasi 102 orang.. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 21 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon test dan Mann-Whitney Test Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi memiliki pengetahuan saat pre-test dalam kategori baik yaitu sebanyak 12 responden (57,1) dan nilai pengetahuan saat post-test meningkat menjadi 17 responden (81%) dalam kategori baik. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebagian besar responden pada kelompok kontrol memiliki pengetahuan saat pre-test dan post-test dalam kategori baik sebanyak 12 responden (57,1%). Hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang cuci tangan pada anak usia sekolah (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, media video ini dapat menjadi salah satu media yang efektif digunakan dalam penyuluhan kesehatan. Selain itu, sebaiknya petugas kesehatan terutama bekerja sama dengan instansi pendidikan mengadakan pendidikan kesehatan dengan memanfaatkan media audiovisual agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi anak usia sekolah tentang cuci tangan
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA FACEBOOK DAN MEDIA LEAFLET TERHADAP MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA MIftahu Rahmah; Huriati Huriati; Arbianingsih Arbianingsih
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.354 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i1.5477

Abstract

Saat ini perilaku merokok merupakan suatu gejala yang dapat kita lihat setiap hari disegala tempat seperti dijalanan, tempat keramaian, bus kota, rumah sakit dan lain sebagainya. Semua orang mengetahui akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari merokok, tetapi perilaku merokok tidak pernah surut.Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment dengan 20 responden yang dipilih secara Total Sampling. Instrument yang digunakan untuk mengukur motivasi adalah kuesioner dan analisa data menggunakan uji statistik Paired T-test dan Independent T-test.Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan melalui media facebook (nilai p 0,001 < α 0,05), pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet (nilai p 0,002 < α 0,05) berarti terdapat perbedaan bermakna motivasi berhenti merokok remaja pre-test dan post-test pendidikan kesehatan dengan menggunakan media facebook dan media leaflet. Untuk perbandingan efektivitas di kedua media dengan nilai p= 0,063 atau p>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan pendidikan kesehatan antara media facebook dan media leaflet. Dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok pada remaja dapat menggunakan pendidikan kesehatan media facebook dan media leaflet. Peneliti berharap pada peneliti selanjutnya agar lebih mengontrol sumber informasi lain agar tidak menjadi perancu dan memberikan bahan pendidikan kesehatan dengan konten yang sama. 
STRATEGI MITIGASI KONFLIK PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD HAJI MAKASSAR Andi adriana Amal; Nur Hidayah; Huriati; Syamsiah Rauf; Sri Wahyunengsih

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v3i2.33366

Abstract

Konflik merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pencegahan konflik sehingga konflik dapat dihindari atau tidak berkepanjangan yang dapat merugikan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi perawat dalam pencehagahan konflik di ruang rawat inap RSUD Haji makassar. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekspplorasi secara mendalam tentang strategi perawat dalam pencegahan konflik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada perawat. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis tema. Hasil penelitian didapatkan ada tiga kategori strategi pencegahan konflik yang digunakan oleh perawat yaitu pertama sikap yang terdiri dari saling menghargai, beretika, pengelolaan emosi, disiplin dan menerima saran serta masukan, kedua keterampilan yang terdiri dari edukasi dan komunikasi, ketiga pelayanan sesuai standar operasional. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perawat telah menggunakan beberapa strategi dalam pencegahan konflik di ruang arawat inap.
Telenursing Improving Health Literacy Among Pregnant Women Nurul Fadhilah Gani; Huriati; Nurhidayah; Nur Risma
Jurnal Life Birth Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v6i3.934

Abstract

Health literacy among pregnant women refers to ability to access, selecting, understand, and used information during pregnancy. The good health literacy is an important component of maternal health. In Indonesia especially Gowa district of south Sulawesi, health literacy among pregnant women still low. In this regards, it is important to improving health literacy among pregnant women through some strategies. Telenursing is a trending media of education to improve health literacy. This study aimed to determine the effectiveness of telenursing through video and whatsapp groups on increasing health literacy skills in pregnant women. This study was a quantitative study with a non-equivalent design. The population were 77 pregnant women. The study examined 38 pregnant women first and second semester who attend primary health Samata, Gowa Regency. Purposive sampling technique were used in this study. Data were collected by complete the HLS-EUQ16 Questionnaire which consist by 16 questions. Data were analyzed using Wilcoxon rank to analyzed the effectiveness of video and whatssapp pre and post intervension. p value 0.000 and 0.001 which were mean that video and whatsapp as an effective media to improved health literacy among pregnant women in the Samata primary Health care. Mann Whitney U were used to analyzed the differences between video and whatsapp as a telenursing media for improving health literacy. P value were 0.08, that were mean there are no differences between video and whatsapp for improving health literacy among pregnant women. The conclusion were telenursing is an effective media for improving health literacy among pregnant women.Thus, it is recommended to use video and whatsapp as a education media to improve the health literacy.
Literatur review: mutu pelayanan keselamatan pasien di rumah sakit Huriati Huriati; Shalahuddin Shalahuddin; Nur Hidayah; Suaib Suaib; Aryati Arfah
FORUM EKONOMI Vol 24, No 1 (2022): Januari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i1.10572

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui mutu pelayanan keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Jenis metode yang digunakan yaitu pendekatan literatur review yang diawali dengan pemilihan topik kemudian menuliskan keyword yang sesuai dengan MeSH. Ada empat database yang digunakan dalam literatur ini yaitu Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan Garuda. Selanjutnya data diseleksi menggunakan Flow Diagram, assessment yang dilakukan berdasarkan kelayakan terhadap kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 8 jurnal. Hasil: Dari hasil telaah jurnal, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi mutu pelayanan keselamatan di rumah sakit antara lain penerapan standar akreditasi, penilaian dimensi budaya keselamatan pasien, gaya dan peran pemimpin, komunikasi tenaga kesehatan terhadap pasien dan keluarga pasien, serta bagaimana persepsi perawat tentang budaya keselamatan pasien. Kesimpulan: Berdasarkan 8 jurnal yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.
Peran rekruitmen, seleksi, dan penempatan: analisis kinerja karyawan Shalahuddin Shalahuddin; Nikolaus Likuwatan Werang; Suaib Suaib; Huriati Huriati; Jeni Kamase
INOVASI Vol 18, No 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v18i1.10524

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh proses rekruitmen, seleksi, dan penempatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode angket atau kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 95 karyawan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS terdapat pengaruh negatif dari variabel proses rekruitmen terhadap kinerja, seleksi berpengaruh positif terhadap kinerja, dan penempatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ.
Brain Gym Effectively Reduces Anxiety in School- and Preschool-Aged Children in Hospitals Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati; Syarifah Musnayni; Nuravia Afiifah; A. Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i3.1013

Abstract

Hospitalization-induced anxiety in children can impede healing and lengthen hospitalization. As such, appropriate interventions are needed to reduce their anxiety during hospitalization. For example, brain exercise has been shown to reduce anxiety in children in diverse settings and developmental stages. This study was performed to compare the effect of brain exercise on anxiety in hospitalized school-and preschool-aged children. A pre-experimental pre/ posttest design was used, and 32 children were selected by consecutive sampling. Brain gym was given twice a day for 2 consecutive days. Data were collected from school-aged children by using a modified Zung Sel-Rating Anxiety Scale and Tailor Manifest Anxiety Scale and from preschoolers by utilizing a modified Hamilton Anxiety Rating Scale observation sheet. Wilcoxon test results showed that brain gyms were effective in reducing anxiety in school-aged children (p = 0.016) and preschoolers (p = 0.006). Movements during brain exercises could activate the neocortex and parasympathetic nerves that can ease psychic and physical tension. Therefore, brain gym can be an effective intervention to decrease anxiety in preschoolers and school-aged children.Abstrak Brain Gym Efektif Menurunkan Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah dan Pra Sekolah di Rumah Sakit. Kecemasan akibat rawat inap pada anak dapat menghambat penyembuhan dan memperpanjang rawat inap. Dengan demikian, intervensi yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan mereka selama dirawat di rumah sakit. Misalnya, latihan otak telah terbukti mengurangi kecemasan pada anak-anak dalam berbagai pengaturan dan tahap perkembangan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada anak usia sekolah dan pra-sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen pre/ posttest, dan 32 anak dipilih dengan sampel konsekutif. Senam otak diberikan dua kali sehari selama dua hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan dari anak-anak usia sekolah menggunakan modifikasi Zung Sel-Rating Anxiety Scale dan Tailor Manifest Anxiety Scale, sedangkan data anak-anak prasekolah menggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa senam otak efektif menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah (p = 0,016) dan anak prasekolah (p = 0,006). Gerakan pada saat senam otak dapat mengaktifkan neokorteks dan saraf parasimpatis yang dapat meredakan ketegangan psikis dan fisik. Oleh karena itu, senam otak dapat menjadi intervensi yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah dan usia sekolah. Kata Kunci: kecemasan, prasekolah, senam otak, usia sekolah