Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effect of Constructive Play Therapy on Anxiety Levels of Preschool Children Due to Hospitalization Nurwulansari Nurwulansari; Maria Ulfah Ashar; Huriati Huriati; Sysnawati Syarif
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.638 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.282

Abstract

During the hospitalization process, the child will show anxiety due to unfamiliar environmental factors, lack of freedom in activities, and lack of emotional support. Continual anxiety will cause a decrease in the immune system so that it accelerates the occurrence of disease complications during treatment and slows down the recovery process. The focus of nursing intervention that is done is to minimize anxiety by providing psychological support to children through the provision of constructive play therapy. The aim if this research is to determine the effect of constructive play therapy towards the anxiety level of preschool children due to hospitalization. The research design used in this study was Pre-experiment with a one-group pre-post test design. Data collection using preschool anxiety scale (PAS) questionnaire. The sample in this study were 30 respondents selected by using accidental sampling technique. Based on the results of the Wilcoxon Test analysis, the mean value of pre-test 36.57 and post-test 28.23 and the value of p = 0.0001 <0.05. Meaning that there is an effect of constructive play therapy on the level of anxiety in preschool children with the treatment of constructive play therapy your child who easily communicate the right feeling of anxiety during in the hospitalization, so that the anxiety experienced can be decreased. Constructive play therapy can reduce response anxiety in preschool children who experience hospitalization. Therefore, it is recommended to the hospital and nurses to be able to apply constructive play therapy. as one of the interventions to minimize the impact of hospitalization.
STRATEGI MITIGASI KONFLIK PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD HAJI MAKASSAR Andi adriana Amal; Nur Hidayah; Huriati; Syamsiah Rauf; Sri Wahyunengsih

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v3i2.33366

Abstract

Konflik merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pencegahan konflik sehingga konflik dapat dihindari atau tidak berkepanjangan yang dapat merugikan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi perawat dalam pencehagahan konflik di ruang rawat inap RSUD Haji makassar. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekspplorasi secara mendalam tentang strategi perawat dalam pencegahan konflik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada perawat. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis tema. Hasil penelitian didapatkan ada tiga kategori strategi pencegahan konflik yang digunakan oleh perawat yaitu pertama sikap yang terdiri dari saling menghargai, beretika, pengelolaan emosi, disiplin dan menerima saran serta masukan, kedua keterampilan yang terdiri dari edukasi dan komunikasi, ketiga pelayanan sesuai standar operasional. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perawat telah menggunakan beberapa strategi dalam pencegahan konflik di ruang arawat inap.
Telenursing Improving Health Literacy Among Pregnant Women Nurul Fadhilah Gani; Huriati; Nurhidayah; Nur Risma
Jurnal Life Birth Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v6i3.934

Abstract

Health literacy among pregnant women refers to ability to access, selecting, understand, and used information during pregnancy. The good health literacy is an important component of maternal health. In Indonesia especially Gowa district of south Sulawesi, health literacy among pregnant women still low. In this regards, it is important to improving health literacy among pregnant women through some strategies. Telenursing is a trending media of education to improve health literacy. This study aimed to determine the effectiveness of telenursing through video and whatsapp groups on increasing health literacy skills in pregnant women. This study was a quantitative study with a non-equivalent design. The population were 77 pregnant women. The study examined 38 pregnant women first and second semester who attend primary health Samata, Gowa Regency. Purposive sampling technique were used in this study. Data were collected by complete the HLS-EUQ16 Questionnaire which consist by 16 questions. Data were analyzed using Wilcoxon rank to analyzed the effectiveness of video and whatssapp pre and post intervension. p value 0.000 and 0.001 which were mean that video and whatsapp as an effective media to improved health literacy among pregnant women in the Samata primary Health care. Mann Whitney U were used to analyzed the differences between video and whatsapp as a telenursing media for improving health literacy. P value were 0.08, that were mean there are no differences between video and whatsapp for improving health literacy among pregnant women. The conclusion were telenursing is an effective media for improving health literacy among pregnant women.Thus, it is recommended to use video and whatsapp as a education media to improve the health literacy.
Literatur review: mutu pelayanan keselamatan pasien di rumah sakit Huriati Huriati; Shalahuddin Shalahuddin; Nur Hidayah; Suaib Suaib; Aryati Arfah
FORUM EKONOMI Vol 24, No 1 (2022): Januari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i1.10572

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui mutu pelayanan keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Jenis metode yang digunakan yaitu pendekatan literatur review yang diawali dengan pemilihan topik kemudian menuliskan keyword yang sesuai dengan MeSH. Ada empat database yang digunakan dalam literatur ini yaitu Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan Garuda. Selanjutnya data diseleksi menggunakan Flow Diagram, assessment yang dilakukan berdasarkan kelayakan terhadap kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 8 jurnal. Hasil: Dari hasil telaah jurnal, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi mutu pelayanan keselamatan di rumah sakit antara lain penerapan standar akreditasi, penilaian dimensi budaya keselamatan pasien, gaya dan peran pemimpin, komunikasi tenaga kesehatan terhadap pasien dan keluarga pasien, serta bagaimana persepsi perawat tentang budaya keselamatan pasien. Kesimpulan: Berdasarkan 8 jurnal yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.
Peran rekruitmen, seleksi, dan penempatan: analisis kinerja karyawan Shalahuddin Shalahuddin; Nikolaus Likuwatan Werang; Suaib Suaib; Huriati Huriati; Jeni Kamase
INOVASI Vol 18, No 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v18i1.10524

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh proses rekruitmen, seleksi, dan penempatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode angket atau kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 95 karyawan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS terdapat pengaruh negatif dari variabel proses rekruitmen terhadap kinerja, seleksi berpengaruh positif terhadap kinerja, dan penempatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ.
Brain Gym Effectively Reduces Anxiety in School- and Preschool-Aged Children in Hospitals Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati; Syarifah Musnayni; Nuravia Afiifah; A. Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i3.1013

Abstract

Hospitalization-induced anxiety in children can impede healing and lengthen hospitalization. As such, appropriate interventions are needed to reduce their anxiety during hospitalization. For example, brain exercise has been shown to reduce anxiety in children in diverse settings and developmental stages. This study was performed to compare the effect of brain exercise on anxiety in hospitalized school-and preschool-aged children. A pre-experimental pre/ posttest design was used, and 32 children were selected by consecutive sampling. Brain gym was given twice a day for 2 consecutive days. Data were collected from school-aged children by using a modified Zung Sel-Rating Anxiety Scale and Tailor Manifest Anxiety Scale and from preschoolers by utilizing a modified Hamilton Anxiety Rating Scale observation sheet. Wilcoxon test results showed that brain gyms were effective in reducing anxiety in school-aged children (p = 0.016) and preschoolers (p = 0.006). Movements during brain exercises could activate the neocortex and parasympathetic nerves that can ease psychic and physical tension. Therefore, brain gym can be an effective intervention to decrease anxiety in preschoolers and school-aged children.Abstrak Brain Gym Efektif Menurunkan Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah dan Pra Sekolah di Rumah Sakit. Kecemasan akibat rawat inap pada anak dapat menghambat penyembuhan dan memperpanjang rawat inap. Dengan demikian, intervensi yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan mereka selama dirawat di rumah sakit. Misalnya, latihan otak telah terbukti mengurangi kecemasan pada anak-anak dalam berbagai pengaturan dan tahap perkembangan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada anak usia sekolah dan pra-sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen pre/ posttest, dan 32 anak dipilih dengan sampel konsekutif. Senam otak diberikan dua kali sehari selama dua hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan dari anak-anak usia sekolah menggunakan modifikasi Zung Sel-Rating Anxiety Scale dan Tailor Manifest Anxiety Scale, sedangkan data anak-anak prasekolah menggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa senam otak efektif menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah (p = 0,016) dan anak prasekolah (p = 0,006). Gerakan pada saat senam otak dapat mengaktifkan neokorteks dan saraf parasimpatis yang dapat meredakan ketegangan psikis dan fisik. Oleh karena itu, senam otak dapat menjadi intervensi yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah dan usia sekolah. Kata Kunci: kecemasan, prasekolah, senam otak, usia sekolah
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG INTERPROFESSIONALEDUCATION (IPE) DI FKIK UIN ALAUDDIN MAKASSAR Rahayu, Ayu; Patima, Patima; Ilmi, Ani Auli; Huriati, Huriati
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juli - Desember 2019
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.708 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v7i2.21

Abstract

Interprofesional Education (IPE) adalah salah satu konsep pendidikan terintegrasi untuk peningkatan kemampuan kolaborasi. IPE dapat terjadi ketika dua atau lebih mahasiswa dari program studi kesehatan yang berbeda belajar bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan kualitas pelayanan kesehatan. Audio visual merupakan salah satu media penyampaian informasi yang menarik dan dapat merangsang lebih banyak indera. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya pengaruh pemberian informasi berbasis audio visual terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang Interprofessional Education (IPE) di FKIK UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan pendekatan Pre-test – Post-test with control group design. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 128 responden pre-test dan post-test dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pada penelitian ini menggunakan2Kuesioneryaitukuesionerpengetahuansebanyak23pertanyaandankuesionersikapsebanyak 15 pertanyaan. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji Wilcoxon Test jika p< 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan informasi berbasis audio visual. Pada kelompok intervensi didapatkan nilai (p= 0,000) atau < 0,05 sedangkan pada kelompok kontrol pengetahuan (p= 0,013) dan sikap pada kelompok kontrol (p= 0,003) atau < 0,05. Peneliti merekomendasikan penggunaan media audio visual dalam pemberian informasi upaya untuk meningkatan pengetahuan dan sikap mahasiswa.
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
Integrated Quality Management and Nurse Job Satisfaction: Unveiling the Non-Linear Relationship Dardin, Dardin; Huriati, Huriati; Arbianingsih, Arbianingsih; Anwar, Mulyana
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 2 (2025): Journal Nursing Care
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v11i2.1272

Abstract

Background: Job satisfaction is an essential aspect in hospitals that can increase the productivity of services. In achieving a good hospital image, minimizing negative perceptions of the hospital is necessary. However, the problem that often arises in human resource management is finding the best way to achieve employee job satisfaction.Purpose: This study aims to determine the relationship between integrated quality management and the job satisfaction of nurses in hospitals.Methods: This study uses a quantitative research design with a cross-sectional study approach. The sampling technique uses Purposive sampling. The sample obtained was 144 respondents. Sampling using a questionnaire. Data analysis using Pearson correlation.Results: The results of this study found that there was no significant relationship between integrated quality management and nurse job satisfaction. Many factors influence nurse job satisfaction.Conclusion: Integrated quality management does not directly affect nurses’ job satisfaction but is mediated through other variables.
HIV/AIDS pada Anak Huriati, Huriati
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1318

Abstract

Jurnal ini merupakan kajian pustaka mengenai penyakit HIV/AIDS pada anak. Jurnal kajian pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang bagaimana HIV/AIDS yang terjadi pada anak.   HIV/AIDS yang terjadi pada anak dapat karena penularan dari ibu saat kehamilan, ataupun saat kelahiran selain itu, HIV pada anak juga dapat terjadi akibat pelecehan seksual pada anak. Diagnosis HIV pada anak dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi virus HIV pada anak, dapat dilakukan 2 kali yaitu sebelum dan setelah umur 18 bulan.Salah satu pencegahan penularan HIV pada anak akibat transmisi maternal yaitu dengan sectio caesaria. Penatalaksanaan kasus HIV pada Anak, tidak hanya pengaturan ART, namun juga faktor Nutrisi harus diperhatikan mengiingat anak adalah fase pertumbuhan. Kasus HIV pada anak, menurut Kajian dalam Islam dapat dikategorikan sebuah takdir dari pencipta, sehingga perlu kesabaran.