Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Identifikasi Elemen Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Hotel Resort di Pantai Kuta, Bali Karim, Abdul; Kridarso, Etty R.; Iskandar, Julindiani
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.380

Abstract

Abstrak Arsitektur Neo Vernakular adalah salah satu paham atau aliran yang berkembang pada era Post-Modern, yaitu aliran arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Post-Modern lahir disebabkan pada era modern timbul protes dari para arsitek terhadap pola-pola yang berkesan monoton (bangunan berbentuk kotak-kotak). Sedangkan gaya Arsitektur Tradisional Bali adalah corak penampilan arsitektur yang dapat memberikan citra/nuansa arsitektur berlandaskan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu melalui penerapan berbagai prinsip bentuk yang mengandung identitas maupun nilai-nilai arsitektur. Pengaplikasian Arsitektur Neo Vernakular pada bangunan bangunan di bali tidak terlepas dari usaha untuk menjaga arsitektur lokal agar tidak terlupakan akibat perkembangan zaman. Penelitian ini mengambil kasus hotel resort di kabupaten Badung sebagai objek yang diteliti mengadaptasikan bentuk Arsitektur Tradisional Bali di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif data di peroleh dari sumber sekunder berupa literatur dan dokumen lain selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menilai hasil design dalam konteks arsitektur neo vernakular. Dengan menganalisis unsur unsur element neo vernakular pada bangunan hotel resort yang saya rancang disimpulkan bahwa secara umum kriteria, ciri dan prinsip tema Arsitektur Neo Vernakular adalah Usaha memberikan nilai kebaruan terutama terlihat dari reinterpretasi terhadap bentuk-bentuk detail, hiasan, prinsip struktur dan ornamen serta pemakaian beton ekspos bersanding dengan bahan-bahan lokal. Bentuk dasar bangunan persegi yang sangat kuat dan dominan merupakan unsur yang paling tidak berubah dari bentuk aslinya.Pada penerapan nya sudah memenuhi 75% design memenuhi konsep arsitketur neo vernakular
TOD indeks based on factor analysis for rail stations and their surrounding in Jakarta Metropolitan Region Kridarso, Etty Retnowati; Iskandar, Julindiani; Purnomo, Agus Budi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 3 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2024 ~ Desember 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i3.3385

Abstract

In the Jakarta Metropolitan Region (JMR), railroads have existed since 1872, when the city was still known as Batavia and was ruled by the Dutch. When JMR implemented Transit Oriented Development (TOD) at the start of the twenty-first century, train stations and the surrounding area started to be valued as premium real estate. This study created a TOD index to assess the stations' and their surroundings' conditions regarding TOD characteristics. A TOD index based on Factor Analysis (FA) was computed for each of the 122 railway stations and the areas surrounding them in JMR using twenty-six TOD variables, which were based on the eight components of TOD established by IDTP. The results of this study present the TOD index introduced is comparatively similar to the index calculated by other researchers. Furthermore, we may assess train stations and their environs and provide recommendations for how to make them better as TODs by classifying the stations according to the TOD index.
ESTETIKA EKSPRESI STRUKTUR DI TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT Septiani, Dwi Rachma; Winandari, Maria Immaculata Ririk; Iskandar, Julindiani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structures in architecture acts as a load-bearing element on mechanical systems. In addition, structures can also provide spatial and aesthetic expressions in architectural with the use of certain techniques and materials that bring out the structure expression. The problem discuss in this paper relates to aesthetic parameters used to examine the structural expression on architectural. The research method used is descriptive analytical method conducted with study of the literature on aesthetics, based on parameters: visual complexity, texture and colour, symmetry of the form and familiarity using the case study of Ship Passenger Terminal building such as Qingdao Cruise Passanger Terminal, Kai Tak Cruise Terminal and Salerno Maritime Terminal.The result shows that visual complexity parameter were exposure the form of curved structures and folding structures, the use of lattice, single-mass, and different building imagery. The texture and colour parameter are subtle textures with curved patterns, use of aluminium or concrete materials,and ivory white to bring out the buildings with the color of the sea.The symmetry of the form parameter shows a natural scale, a rectangular geometric shape that is subjected to addition or subtraction, and the proportion 2:1 between the envelope and open façade. The familiarity parameter is repetition of asymmetric curved patterns form make rhythm that raises perception of the visual aesthetic of the building.
KONSEP PENCAHAYAAN ALAMI PADA DESAIN RUANG GALERI MENGGUNAKAN DIALUX EVO 9.2 (Studi Kasus: Desain Perancangan Gedung Pusat Pertunjukan Seni Dan Budaya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur) Pratiwi, Fenny Kartika; Kridarso, Etty R.; Iskandar, Julindiani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Gallery in the design of the Center for the Performing Arts and Culture has a function as an art exhibition using natural or artificial lighting by having standard of light intensity based on the Indonesian National Standard 03-6575-2001  Light Strength in the Gallery is 500 Lux and Greenship Rating Tools from Green Building Council Indonesia (GBCI), the minimum standard for natural lighting areas is 30% of the total area. The purpose of this research was to determine the design of the gallery according to the standards based on the simulation results using these standards as a reference for assessment identification. Writing with quantitative methods using DIALux Evo 9.2 software for building simulation by adjusting the coordinates of the building location, 3D building, and the effective hours from the sun source in the morning (06.00 WIB & 08.00 WIB), afternoon (12.00 WIB & 14.00 WIB), and evening (16.00 WIB). The simulation results contains lux calculations, lighting contours, and lighting distribution. Based on the analysis, the gallery has complied the standard of natural lighting needs around 08.00 WIB to 16.00 WIB and the distribution of lighting is 42-76% based on factors in the form of size, shape, dimensions of light openings, and building orientation. The results are used as the basis for the layout of the exhibition and artificial lighting points.Keyword: Gallery, Natural Lighting, DIALux Evo 9.2  Abstrak: Ruang Galeri pada desain Gedung Pusat Pertunjukan Seni dan Budaya memiliki fungsi sebagai ruang pameran karya seni dengan memanfaatkan pencahayaan alami ataupun buatan dengan standar kuat intensitas cahaya berdasarkan Standar Nasional Indonesia 03-6575-2001 Kuat Cahaya dalam Ruang Galeri yaitu 500 Lux dan Greenship Rating Tools dari Green Building Council Indonesia (GBCI) yaitu standar minimal untuk area pencahayaan alami adalah 30% dari total area. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui desain ruang galeri sesuai standar berdasarkan hasil simulasi menggunakan standar tersebut sebagai acuan identifikasi penilaian. Penulisan dengan metode kuantitatif menggunakan perangkat lunak untuk simulasi bangunan yaitu DIALux Evo 9.2 dengan mengatur koordinat lokasi bangunan, 3D bangunan, dan jam efektif pencahayaan dari sumber matahari yaitu pagi hari (06.00 WIB & 08.00 WIB), siang hari (12.00 WIB & 14.00 WIB), dan sore hari (16.00 WIB). Data hasil simulasi berupa perhitungan lux, kontur penerangan, dan distribusi pencahayaan. Berdasarkan hasil analisis perangkat lunak, ruang galeri sudah memenuhi standar yaitu sekitar pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dan pesebaran pencahayaan 42-76% berdasarkan faktor ukuran, bentuk, dimensi bukaan cahaya pada ruangan, dan orientasi bangunan. Hasil analisis digunakan sebagai dasar tata letak pameran dan titik pencahayaan buatan.Kata Kunci: Ruang Galeri, Pencahayaan Alami, DIALux Evo 9.2
PEMBANGUNAN PENDOPO SANTRI PRIA PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QUR’AN NAMIRA DI SUBANG, JAWA BARAT Lahji, Khotijah; Purnomo , Agus Budi; Iskandar, Julindiani; Fatmawati, Tengku Nelly; Inavonna, Inavonna; Putri, Christy Ananda
Kocenin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Namira di Subang, Jawa Barat telah dirancang oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti pada tahun 2024. Pada tahun 2025, Tim yang sama ditugaskan untuk mengawasi pembangunan bangunan pertama pesantern berupa Pendopo Santri Pria. Paper ini melaporkan hasil pembangunan Pondok Santri Pria tersebut.