Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGENDALIAN pH TERHADAP PEMBENTUKAN ETANOL DAN PERGESERAN PRODUK ASIDOGENESA DARI FERMENTASI LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT (The Influence of pH Control on Ethanol and Switch of Acidogenic Products Formation from Palm Oil Mill Effluent) David Andrio; Mindriany Syafila; Marisa Handajani; Dessy Natalia
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18719

Abstract

ABSTRAKLimbah cair industri minyak sawit memiliki potensi sebagai substrat pembentukan etanol. Pemanfaatan kultur campuran dalam pembentukan etanol memiliki keuntungan karena tidak memerlukan sterilisasi substrat, namun akan dihasilkan berbagai produk samping dan sebaliknya pada Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengaturan pH terhadap pembentukan etanol dan produk asidogenesa. Rancangan penelitian terdiri dari reaktor bakteri anaerob dan ragi dengan perlakuan pengendalian pH pada rentang 6-6,5 dan tanpa pengendalian pH dengan pH awal fermentasi 6-6,5. Hasil penelitian menunjukkan Degree Acidification (DA), Total Asam Volatil (TAV) dan etanol tertinggi berurutan sebesar 0,32; 808,03 mg/L dan 24,03 mg/L pada reaktor bakteri dengan pengendalian pH; 0,23; 522,43 mg/L dan 23,12 mg/L pada reaktor tanpa pengendalian pH; 0,25; 775,78 mg/L dan 34,11 mg/L pada reaktor ragi dengan pengendalian pH dan 0,32; 866,71 mg/L dan 29,17 mg/L pada reaktor ragi tanpa pengendalian pH. Pengendalian pH fermentasi meningkatkan pembentukan produk asetil-KoA dari 4,35% menjadi 7,34% pada reaktor bakteri dan dari 17,92% menjadi 18,78% pada reaktor ragi dan tidak berpengaruh terhadap pembentukan etanol. ABSTRACTPalm oil mill effluent has potention for substrate to ethanol formation. Utilization of anaerobic mixed culture bacteria to form ethanol has advantages i.e not requiring sterilization of the substrate and vice versa in Saccharomyces cerevisiae, but resulting side products. The aims of this research are to study effect of controlling pH on ethanol formation and acidogenic products. Design experiment consisted of anaerobic bacteria and yeast reactor with the pH control in the range of pH 6 - 6.5 and initial pH 6-6.5 for without pH control treatment. The results showed the highest Degree Acidification (DA), Total Volatile Fatty Acid (TVFA) and ethanol are 0.32; 808.03 mg/L and 24.03 mg/L for bacteria reactor with pH control; 0.23; 522.43 mg/L and 23.12 mg/L for bacteria reactor without pH control; 0.25; 775.78 mg/L and 34.11 mg/L for yeast reactor with pH control and 0.32; 866.71 mg/L and 29.17 mg/L for yeast reactor without pH control. Controlling pH increasing acetyl-CoA product formation from 4.35% to 7.34% for bacteria reactor and from 17.92% to 18.78% for yeast one and not affect to rising ethanol formation.
DISPERSI SO2 DAN NO2 DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP TEMBILAHAN, RIAU Aryo Sasmita; David Andrio; Risma Nopita
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.162

Abstract

Operasional PLTU Tembilahan menghasilkan emisi SO2 dan NO2 yang memberikan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan pola sebaran SO2 dan NO2 yang dihasilkan dari cerobong PLTU Tembilahan menggunakan software AERMOD, membandingkan konsentrasi gas SO2 dan NO2 dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, dan membandingkan hasil simulasi antara musim hujan dan musim kemarau. Pemodelan dilakukan menggunakan data meteorologi 1 tahun dengan pembagian musim hujan dan musim kemarau. Hasil pemodelan menunjukkan pola sebaran polutan dari PLTU Tembilahan cenderung mengarah ke barat daya. Konsentrasi SO2 dan NO2 pertahun adalah sebesar 75,18 µg/m3 dan 43,53 µg/m3 yang masih berada dibawah baku mutu yang telah ditetapkan. Dispersi polutan SO2 dan NO2 pada musim kemarau cakupan luas konsentrasinya lebih sedikit dibandingkan pada musim hujan.
Analisis Jaringan Pipa Distribusi Air Minum Di Kabupaten Rokan Hilir Menggunakan Software EPANET 2.0 Muhamad Gifari; Jecky Asmura; David Andrio
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangko Pusako, Rimba Melintang, and Tanah Putih Tanjung Melawan district in Rokan Hilir regency rely on water sources that are not guaranteed in quality such as borehole water, as well as rainwater, bottled water, and jerry cans which are not guaranteed in quantity. Community water needs reach 312.5 L/s for the next 20 years (2036), so it is necessary to analyze water supply network using EPANET 2.0 software. The simulation results show that the hydraulic conditions of the piping for the entire planning area at peak hours have a velocity of 0.02-1.85 m/s, a pressure of 8.99-66.20 m, and the highest unit headloss is 8.46 m/km.Keywords: EPANET 2.0, piping, simulation
Penyisihan Konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) Pada Buangan Akhir Pengolahan POME Ikhwanul Ikhsan; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem of Palm Oil Mill Industry is concentration of chemical oxygen demand POME final discharge failed to comply discharge standard. In this research, we propose a treatment for POME final discharge using adsorption and coagulation to reduce chemical oxygen demand (COD). Our result showed based on adsorption process with a ratio of 10 g/l powdered activated carbon reduce 88% COD and coagulation using poly aluminium chloride (PAC) reduce 88% COD.Keywords: POME final discharge, powdered activated carbon, poly aluminium chloride
Perencanaan Unit Produksi Air Minum Kecamatan Bangko Pusako, Rimba Melintang Dan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir M Caesar Grendi; Jecky Asmura; David Andrio
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fulfillment of drinking water needs in Bangko Pusako, Rimba Melintang and Tanah Melawan Subdistricts in Rokan Hilir Regency still relies from bottled water, boreholes, plumbing, river water and springs and rainwater, where the quality and quantity of these sources are not guaranteed. In 2016 drinking water needs amounted to 226 liters / second and will reach 312.5 liters / second in 2036, so that it is necessary to plan the installation of a drinking water production unit that can meet the drinking water needs of the region for the next 20 years with raw water coming from the Rokan River. Based on mass balance analysis, units obtained that are able to process raw water with quality according to PERMENKES number 492 in 2010. The planned processing units are intake, pre-sedimentation, coagulation, flocculation, sedimentation, filtration, disinfection and neutralization.Keywords: Rokan Hilir, Production Unit, Water requirements, Water Treatment, Rokan River
Pemetaan Sebaran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Ilegal Di Wilayah Pengembangan V Kota Pekanbaru Daniel Ilham Wahyudi; Jecky Asmura; David Andrio
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development Region V consists of Marpoyan Damai District, TampanDistrict, and Payung Sekaki District, with an area of 140,96 km2 and a population of 510,107 people. In 2016, the waste generated from this development area settlement was 1,049,179 l/day. The development region V with high data on population and waste generation per day is the biggest contributor to waste and if the management of the waste is not optimal that will cause the existence of illegal dumping increased.The purpose of this study is to map and analyze geophysical, anthropogenic and community characteristics. This research was conducted with a direct survey methodto the study area with GPS Garmin 60CSx type, then mapped using GIS software, ArcMap 10.1. In the V development region, 33 locations of illegal dumping werefound. There were no illegal dumping found at a distance of ≤ 15 m from the river. In the distance parameters of arterial and local roads, the existence of illegal dumpingis generally located at a distance of <5 m or at the shoulder of road, that can caused by the accessibility or of the community to dispose of garbage to that location easily.For the land type, mostly the community will be waste disposal on the main road. On the road type parameters Illegal dumping, commonly were found on arterial roadsbecause the service center for transporting garbage is generally on arterial roads. The insufficient number of legal dumping causes the number of illegal dumping increased. The number of illegal dumping increases with the high population density.The level of education and knowledge will influence attitudes and behavior of waste management, because low levels of education and lack of knowledge will improve unhealthy attitudes and behavior. The number of illegal dumping increased with theincrease in the number of respondents with the type of work of traders.Keyword: Geographic Information System(GIS), Illegal Dumping, ArcMap, Mapping of Illegal Dumping
Pengaruh Penambahan POME Terhadap Konsentrasi N, P, K Pada Proses Pengomposan Tandan Kosong Sawit Mora Rahmayuanda; Adrianto Ahmad; David Andrio
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The palm oil industry is currently experiencing very rapid development which is marked by an increase in CPO production. The main solid waste produced by the palm oil processing industry is Empty Fruit Bunch (EFB) which is 22-23%. The composting process is one of the processing methods that can be done on EFB waste, however, the composting process requires a long time. Therefore, it is important to do a breakthrough to speed up the processing time. In this study, composting can be accelerated by adding mixed cultures and POME as a source of nutrition. The purpose of this study was to determine the effect of variations in POME addition on windrow aerob composting of EFB on the quality of N, P, K. In composting process takes place with variations by adding POME 0%, 20%, 30%, and 40%. The results of the study showed that the effect of POME 40% addition gave the best results as indicated by the highest N, P, K content of 2.41%, 2.29%, 2.56%, temperature 33.61OC, pH 6.84, and water content 49.4%, and compost produced meets SNI 19-7030-2004 compost quality standards. Thus, the performance of composting with the best result is with the addition of 40% POME with 25 days composting time. Utilization of oil palm empty fruit bunches is one of the solutions to sustainable environmental pollution control.Key Word : Composting Process, Empty Fruit Bunch, NPK, Palm Oil Mill Effluent (POME), Windrow.
Optimizing Raw Material Pre-Treatment for Bioethanol Production from Empty Fruit Bunches: A Comparative Study Said Zul Amraini; Sunitha Sari; David Andrio; Waman Fatra; Reno Susanto
Grimsa Journal of Science Engineering and Technology Vol. 1 No. 1 (2023): October 2023
Publisher : Graha Primera Saintifika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61975/gjset.v1i1.5

Abstract

Bioethanol (C2H5OH) is an organic chemical widely used as a solvent. It is also applied in producing germicides, beverages, antifreeze, fuel, and depressants as an intermediate in producing other chemical substances. Generally, bioethanol is generated from the fermentation of glucose (sugar) accompanied by a distillation process. This study aimed to optimize bioethanol production against variations in pre-treatment and solvent concentrations through enzyme hydrolysis and fermentation of oil palm empty fruit bunches. The pre-treatment is an important stage in the conversion process of lignocellulosic biomass, as it eliminates lignin, reduces the crystallinity of the cellulose, and increases the porosity of the substance, thereby facilitating the hydrolysis process and glucose fermentation. The process was carried out with different concentrations of acid, base, and organolsov solvents, after that, it was hydrolyzed using cellulase enzymes for 24 hours and fermented using Saccharomyces Cerevisiae yeast for 5 days. Furthermore, the bioethanol produced was separated through a rotary vacuum evaporator at 180 rpm and a temperature of 78 °C. The highest ethanol content produced was 7.8% with 4% NaOH and 90 minutes of pre-treatment residence time.
Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Maggot Black Soldier Fly sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Belah, Kec. Kampar, Kab. Kampar Aryo Sasmita; Shinta Elystia; David Andrio; Gunadi Priyambada; M. Reza; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JAMSI - November 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.951

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Desa Batu Belah setiap tahunnya, akan mempengaruhi produksi sampah yang dihasilkan. Hingga saat ini, pengelolaan sampah organik dan anorganik di tingkat desa masih menjadi tantangan. Penanganan sampah ditingkat rumah tangga dan desa umumnya dengan cara dibakar. Hasil pembakaran berupa asap tentunya dapat menimbulkan polusi udara yang berdampak negatif terhadap Kesehatan. Minimnya edukasi dalam pengelolaan sampah menyebabkan Sebagian besar jumlah sampah hanya menjadi timbunan di Tempat Pembuangan akhir (TPA). Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk edukasi, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan akan hal tersebut. Salah satunya pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan media budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly). Limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, sebanyak 35 peserta hadir untuk  mengikuti acara ini. Hasil dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu  menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik seperti sampah sayuran dan buah menggunakan maggot BSF yang  selanjutnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan alternatif pakan ternak. Dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (100%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%).
Pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik menjadi Produk yang Tepat Guna terhadap Siswa/i SMA N 1 Kampar Timur dalam Menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan Shinta Elystia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada; David Andrio; M. Reza; Ivnaini Andesgur; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1127

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan berbentuk padat yang dihasilkan dari kegiatan keseharian manusia dan berisiko menimbulkan masalah lingkungan. Berbagai metode telah dikembangkan dengan harapan dapat menurunkan penggunaan barang sekali pakai hingga teknologi yang dapat mereduksi volume serta berat dari sampah yang dihasilkan. Proses pengolahan sampah organik dan anorganik secara tepat guna menjadi salah satu inovasi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Pengenalan sistem pengolahan sampah di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi dan mendukung program pemerintah sekolah adiwiyata di SMA Negeri 1 Kampar Timur yang berwawasan lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan siswa/i kelas XI Jurusan IPA dan IPS dengan jumlah 34 orang. Prosedur yang dilakukan adalah dengan pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan keranjang takakura yang dilengkapi system sirkulasi udara untuk mempermudah pelepasan panas dan mampu mempercepat pertumbuhan bakteri dekomposter sehingga menghasilkan pupuk kompos lebih cepat. Selain itu, pengenalan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah anorganik menjadi produk kerajinan juga diterapkan sehingga mampu merangsang keinginan siswa/i untuk melihat celah potensi ekonomi. Hasil pengabdian ini 1) meningkatnya pemahaman siswa mengenai tata cara pembuatan kompos metode Keranjang Takakura, 2) Meningkatnya kepedulian siswa dalam pengelolaan sampah, dan 3) Tersedia Komposter Keranjang Takakura di lingkungan sekolah.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adillah, Muhammad Iqbal Adinda Ryvania Abrir Adrianto Ahmad Adrianto Ahmad Agustinus Lamhot Viraro Aini, Keke Nur Alfi Aulia Rahman Amarullah Amarullah Amir Hamzah Andhini Getha Kusuma Anggraini, Melina Dwi Annisa Nur’alifa Anysha Lankari Halim Aprilya, Sondang Ita Aryo Sasmita Aurelia, Keyla Azzah Fizda Bagus Anugrah Bahruddin Basopi, Hasbi Cahyani, Anugrah Christiani Widia BR Karo Daniel Ilham Wahyudi Davidson Davidson Dessy Natalia DESSY NATALIA Dewi Fitria Dikki Awanda Dzaki Furqoon Edward HS Eko Hendi Saputra, Eko Hendi Elvi Yenie, Elvi Ester Melinda Evelyn Evelyn EVELYN EVELYN Fachry Abda El Rahman Fatra, Waman Ferdy Ashari Syawal Fikri Julian Fri Murdiya, Fri Gusti Rahayu Hadi Purnama Putra, Hadi Purnama Hari Rionaldo Hasmad Setyadi Ikhwanul Ikhsan Indra Hidayatul Mubarah Intan Sri Rahmi, Intan Sri Ivnaini Andesgur Jecky Asmura Keke Nur Aini Kesni savitri Kesni Savitri Khalidazia Putri Kiki Ramadanti Kiki Ramadanti Laksono Trisnantoro Lilya Irsianti Fadlilah Lita Darmayanti M Caesar Grendi M Kamal Syah Mahardika, Dewa Ayu Divia Pradhaswari Marisa Handajani Marisa Handajani Maulani, Annisa Maulidya, Syukri May Kristina Maya Ratna Sari Medio Novindra Putra Bayu Mindriany Syafila Mora Rahmayuanda Muhamad Ghifar Alharis Muhamad Gifari Muhammad Al- Hafizd Muhammad Azmi Muhammad Faisal Dharma Muhammad Mardhiansyah Muhammad Reza nadeak, Parade Naomi Ebinasari BR Sembiring Natalina, Riani Nazaris, Nazsha Nayyazsha Nazaris, Nazsha Nayyazsha Niko Ronaldo P. S Novalina Annisa Yudistira Nurul Annisa Pagattari, Hirda Nopma Parlaungan Hasibuan Prayoga Wiguna Priyambada, Gunadi Putri, Gustriana R. Rindu Permatasari Rahmadini Setianingsih Ramadhan, Gentha Ramida Elisa Kristiani Simanjuntak Reno Susanto Retna Julita Retno Dwi Pangastuti Rika Kristin Riri Shania Risma Nopita Risma Nopita Rizaldi Riski Irawan Rudhi Andreas Komang, Rudhi Andreas Sanny Amir Arasy Saputra, Muhammad Ramadhan Sari, Sunitha Shella Zahrawani Shifa Rayni Efendi Shinta Elystia Shinta Nurdiyanti Sinta Sinta Sisri Wantri Sanjaya Manalu Siti Aisyah Sukma Sri Rezeki Muria Sunitha Sari SUSANTO, RENO Syamsiar, Syamsiar Syarfi Daud tania, Nindy Topan Herianto Trio Yudha Putra Ulfah Nurulita Ulva Seprizal Waman Fatra Wanda Suwarno Yohanes Yohanes Z Zulfansyah Zafira, Nesa Zuchra Helwani Zuchra Helwani, Zuchra