Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU Aryo Sasmita; David Andrio
WAKTU Vol 15 No 1 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v15i1.441

Abstract

Tingginya tingkat mobilisasi dan perkembangan Pekanbaru menuju kota metropolitan beberapa tahun belakangan berhubungan langsung dengan pertumbuhan aktivitas transportasi, termasuk tranportasi udara. Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi bandara internasional mengakibatkan aktivitas bandara yang semakin tinggi. Aktivitas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpengaruh terhadap peningkatan kebisingan dikawasan Bandara, sehingga diperlukan penelitian tentang kebisingan akibat aktivitas pesawat terbang. Perhitungan tingkat kebisingan sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 51 tahun 1999. Perhitungan menunjukkan Tingkat kebisingan tertinggi di kawasan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II berada di landasan pacu selatan yaitu 88,63 dBA, sedangkan tingkat kebisingan terendah berada pada titik apron timur yaitu 77,72 dBa. Hasil perhitungan diketahui bahwa lama bekerja paling singkat berada di landasan pacu selatan, maksimal bekerja yang diperbolehkan pada daerah tersebut hanya 3,46 jam. Maksimal bekerja terlama di apron timur selama 43,05 jam. Oleh karena itu pekerja disekitar daerah yang memiliki kebisingan yang tinggi harus menggunakan Alat pelindung diri untuk mengurangi dampak kebisingan yang dihasilkan dari aktivitas Bandara
Pemanfaatan Bahan Baku Limbah Pertanian sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos dan Asap Cair di Desa Benai Kecil Provinsi Riau Aryo Sasmita; Shinta Elystia; David Andrio; Yohanes Yohanes; Jecky Asmura; Gunadi Priyambada
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.341

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Benai Kecil, Kabupaten Kuantan Singingi. Desa ini dipilih karena dikenal sebagai daerah penghasil karet dan sawit di Propinsi Riau. Tujuan kegiatan ini masyarakat dapat melakukan penanganan limbah pertanian tanaman karet dan kelapa sawit yaitu mengolahnya menjadi pupuk kompos dan asap cair. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan pelatiahan kepada masyarakat membuat kompos dan asap cair. Indikator capaian kegiatan adalah perubahan pemahaman masyarakat tentang pembuatan kompos dan asap cair, bahan pembuatan kompos & asap cair, cara pembuatan kompos dan asap cair dan manfaat atau kegunaannya dari limbah pertanian. Dari hasil praktek, kompos yang dihasilkan masyarakat cukup baik, warna dan bau kompos seperti tanah, tidak panas (suhu antara 30-35 derajat Celcius), Namun pada pembuatan asap cair, masyarakat menghadapi kendala, yaitu produk asap cair yang dihasilkan sangat sedikit, walaupun proses pembuatannya sudah cukup lama, sekitar 5 jam dan asap cair yang dihasilkan belum mencapai grade 1, yaitu pengawet yang dapat digunakan untuk produk makanan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat memahami teknik pembuatan kompos dan asap cair dari limbah pertanian dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase capaian ≥ 80% dan keinginan masyarakat yang besar untuk melakukan sendiri pembuatan kompos dan asap cair. Hal ini terliat dari antusiasme masyarakat saat kegiatan pelatihan pembuatan kompos dan asap cair.
DISPERSI SO2 DAN NO2 DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) TEMBILAHAN, RIAU Aryo Sasmita; David Andrio; Risma Nopita
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 13 No 2 (2021): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.463 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.162

Abstract

The operation of Tembilahan steam power plant produced SO2 and NO2 emissions which can have an impact on the environment and human health. The purpose of this study was to map the distribution patterns of SO2 and NO2 produced from the Tembilahan steam power plant chimney using AERMOD software, comparing the concentrations of SO2 and NO2 gases with ambient air quality standards based on Government Regulation No. 41 of 1999, and comparing the simulation results between the rainy season and the dry season. Modeling is done using 1 year meteorological data with the division of the rainy season and dry season. The modeling results show that the pollutant distribution pattern of Tembilahan steam power plant tends to be towards the southwest. The concentrations of SO2 and NO2 per year were 75.18 µg / m3 and 43.53 µg / m3 respectively which were still below the predetermined quality standards. The dispersion of SO2 and NO2 pollutants in the dry season with a wide range of concentrations is less than during the rainy season.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos dengan Teknologi Komposter terhadap Masyarakat RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya M. Reza; Shinta Elystia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.908 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.140

Abstract

Desa Rejosari memiliki 17 RW 70 RT dengan 4.888 KK. Potensi sampah yang dihasilkan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah di beberapa tempat yang ada di lingkungan RT 01 RW 03. Hasil observasi tim pengabdian diketahui tidak adanya sistem pengangkutan sampah dari pemerintah, sehingga masyarakat membakar sampah, membuang sampah di lahan kosong, dan dibuang ke sungai. Munculnya masalah yaitu sampah-sampah yang dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan timbulnya wabah penyakit. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti menjadi pupuk kompos serta barang kerajinan yang bernilai ekonomi. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT 01) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos dengan Teknologi komposter. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos oleh tim dan warga masyarakat sekitar. Kegiatan ini dihadiri narasumber berasal dari dosen Teknik Lingkungan Universitas Riau dan warga masyarakat di wilayah RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan teknologi komposter serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman serta bisa meningkatkan perekonomian.
Pengaruh Variasi Dosis Adsorben terhadap Penyisihan COD Buangan Akhir Palm Oil Mill Effluent (Pome) menggunakan Magnetic Biochar Kesni Savitri; David Andrio; Zuchra Helwani; Topan Herianto
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.98 KB) | DOI: 10.30588/jo.v6i1.1156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis adsorben terhadap penyisihan COD buangan akhir POME menggunakan magnetic biochar. Magnetic biochar merupakan modifikasi biochar dengan penempelan ion logam. Magnetic biocharberbahan baku limbah pelepah sawit dibuat dengan cara impregnasi  pelepah sawit dengan FeCl3.6H2O.  Proses selanjutnya adalah proses pirolisis menggunakan reaktor fixed bed horizontal  dengan temperatur 550oC dan dialiri dengan  gas N2 selama 20 menit. Uji adsorpsi  dilakukan dengan sistem batch dengan variasi dosis adsorben  1,25; 3,15; 5; 6,8; 8,55 g/L. Hasil supernatan diambil dan dianalsis dengan paramater uji COD total.  Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa semakin besar dosis magnetic biochar yang diberikan maka semakin besar % penyisihan COD buangan akhir POME.  Penyisihan sebesar 72.72%. diperoleh dari penggunaan 8,55 g/L magnetic biochar dan terendah diperoleh sebesar  50,3 %  dengan penggunaan 1,25 g/L. Sementara  hasil penyisihan COD buangan akhir POME menggunakan biochar tanpa modifikasi hanya sebesar 31.77%.  Sehingga penggunaan biochar yang dimodifikasi dinilai lebih baik dalam penghilangan COD  buangan akhir POME.
Pelatihan Pemanfaatan Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Pengolahan Sampah Organik sebagai Alternatif Pakan Ternak pada Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kab. Kampar, Prov. Riau David Andrio; Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.583

Abstract

Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin berada di Desa Kuntu Kabupaten Kampar. Dengan bertambah jumlah santri setiap tahunnya menyebabkan semakin banyak sampah di lingkungan pesantren. Pengelolaan sampah dipesantren belum baik, sampah hanya dikumpulkan di satu tempat lalu dibakar. Pembakaran dapat menyebabkan pencemaran udara dan akan berdampak pada lingkungan sekitar pesantren. Sesuai Motto yang telah digariskan oleh pendiri Pesantren adalah Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu agama) disamping penguasaan ilmu pengetahuan, juga diperlukan keterampilan. Pondok pesantren mengadakan inovasi/terobosan baru dalam mengembangkan ilmu dan keterampilan yang Tafaqquh Fiddin dengan beberapa program keterampilan life skill. Salah satu keterampilan life skill yang bisa dilakukan yaitu inovasi pengolahan sampah organik sebagai media budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Hal tersebut dimulai dari identifikasi masalah bersama dengan para santri, diskusi dan pemberian solusi serta pelatihan budidaya maggot dengan secara interaktif dengan melibatkan teori dan praktek bersamaan agar lebih mudah difahami. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (85%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%). Tujuan utama dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu pengolahan sampah organik untuk mengurangi jumlah sampah di sekitar lingkungan sebagai pakan larva lalat BSF. Selain itu dapat juga memberikan tambahan pendapatan para santri.
STUDY OF KINETICS AND ADSORPTION ISOTHERM MODELLING OF POME FINAL DISCHARGE USING MAGNETIC BIOCHAR AS ADSORBENT Kesni savitri; David Andrio; Zuchra Helwani
KURVATEK Vol 7 No 2 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i2.3210

Abstract

Penelitian tentang pemodelan kinetika dan isoterm adsorpsi pelepasan akhir POME menggunakan biochar magnetik dari pelepah sawit untuk menghilangkan COD, TSS dan warna telah dilakukan. Sintesis, karakterisasi dan uji adsorpsi magnetik biochar telah berhasil dilakukan. Magnetic biochar dibuat dengan cara impregnasi pelepah sawit menggunakan FeCl3.6H2O selama 3 jam dan pirolisis menggunakan reaktor fixed bed horizontal dengan laju alir N2 0,2 l/menit pada suhu 550oC selama 20 menit. Data adsorpsi COD, TSS dan Warna dideskripsikan dengan baik oleh isoterm Langmuir dengan nilai R2 sebesar 0,9869; 0,9795; 0,9972. Model kinetika digambarkan dengan model orde dua semu dengan nilai R2 0,9789; 0,9942; 0,9550. Berdasarkan hasil model isoterm dan kinetika COD, TSS dan warna, adsorpsi terjadi karena adanya ikatan kimia dengan adanya monolayer adsorbat pada permukaan magnetic biochar.
Application of Sequencing Batch Biofilm Reactor (SBBR) Using Microalgae Chorella sp. to Removal Nutrient in Grey Water Shinta Elystia; Rika Kristin; David Andrio
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.061 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v7i1.338

Abstract

Grey water contains organic matter that is directly disposed to the environment without any treatment previously, will cause pollution and impacting life in the water. Treatment that can be done is using microorganisms. One of its kind is the microalgae Chlorella sp. which utilizes organic matter as a source of nutrients for its growth. In this study, the Kaldness 1 (K1) bio carrier was added as a medium for attaching microorganisms using the Sequencing Batch Biofilm Reactor (SBBR) process. The research objectives were (1) to know the maximum number of Chlorella sp. both attached and suspended in the Sequencing Batch Biofilm Reactor (SBBR), (2) to obtain the best cycle time and stabilization time in the removal of COD, Ammonia, and MLSS in grey water. The research was conducted by varying the stabilization time (1.5; 2 and 2.5 hours) in each cycle for four cycles with a constant variation of charging time 30 minutes, reaction 120 minutes, 45 minutes, separation 45 minutes, and carried out with four cycles, stirring speed at 60 rpm, the concentration of algae suspension in SBBR was 25% and the volume of Kaldness K1 medium was 20%. The results showed the number of microalgae cells Chlorella sp. was suspended and attached to 1.85 x 106 and 1.46 x 106 cells/ml. The best removal of COD, ammonia, and MLSS was found in the stabilization time variation of 1.5 hours in 4 cycles with a removal efficiency of 84% and 76%, respectively, and an increase in the concentration of suspended and attached MLSS by 4780 mg/l and 4720 mg/l. It can be concluded that the faster stabilization time, the more removal efficient will be.
Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kabupaten Siak Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.792

Abstract

Salah satu sumber air bersih yang digunakan masyarakat Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kab. Siak untuk mandi, mencuci, masak, dan minum adalah air tanah. Air tanah digunakan bersumber dari sumur gali maupun sumur bor. Dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan warna air sumur masyarakat kuning seperti sirup lemon, baunya seperti bau karat dan bau telur busuk jika baru di pompa, rasanya jika untuk kumur-kumur seperti agak asam dan ngilu di gigi, sehingga jika ini dikonsumsi dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang tanpa tindak lanjut dapat membahayakan masyarakat desa setempat. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kabupaten Siak. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan teknologi pengolahan air bersih oleh tim PKM, Mahasiswa Kukerta UNRI, dan warga masyarakat sekitar. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat menjernihkan air secara mandiri dengan teknologi pengolahan air, tercukupi kebutuhan akan air bersih yang sehat, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa sebagai bagian dari kebutuhan dasar setiap manusia. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (95%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (85%). Teknologi filter pengolahan air yang dirancang menjadi solusi dalam membantu memperbaiki kualitas air sumur gali dan sumur bor sehingga sesuai dengan standar air bersih yang dipersyaratkan.
PENGARUH PENGENDALIAN pH TERHADAP PEMBENTUKAN ETANOL DAN PERGESERAN PRODUK ASIDOGENESA DARI FERMENTASI LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT (The Influence of pH Control on Ethanol and Switch of Acidogenic Products Formation from Palm Oil Mill Effluent) David Andrio; Mindriany Syafila; Marisa Handajani; Dessy Natalia
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18719

Abstract

ABSTRAKLimbah cair industri minyak sawit memiliki potensi sebagai substrat pembentukan etanol. Pemanfaatan kultur campuran dalam pembentukan etanol memiliki keuntungan karena tidak memerlukan sterilisasi substrat, namun akan dihasilkan berbagai produk samping dan sebaliknya pada Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengaturan pH terhadap pembentukan etanol dan produk asidogenesa. Rancangan penelitian terdiri dari reaktor bakteri anaerob dan ragi dengan perlakuan pengendalian pH pada rentang 6-6,5 dan tanpa pengendalian pH dengan pH awal fermentasi 6-6,5. Hasil penelitian menunjukkan Degree Acidification (DA), Total Asam Volatil (TAV) dan etanol tertinggi berurutan sebesar 0,32; 808,03 mg/L dan 24,03 mg/L pada reaktor bakteri dengan pengendalian pH; 0,23; 522,43 mg/L dan 23,12 mg/L pada reaktor tanpa pengendalian pH; 0,25; 775,78 mg/L dan 34,11 mg/L pada reaktor ragi dengan pengendalian pH dan 0,32; 866,71 mg/L dan 29,17 mg/L pada reaktor ragi tanpa pengendalian pH. Pengendalian pH fermentasi meningkatkan pembentukan produk asetil-KoA dari 4,35% menjadi 7,34% pada reaktor bakteri dan dari 17,92% menjadi 18,78% pada reaktor ragi dan tidak berpengaruh terhadap pembentukan etanol. ABSTRACTPalm oil mill effluent has potention for substrate to ethanol formation. Utilization of anaerobic mixed culture bacteria to form ethanol has advantages i.e not requiring sterilization of the substrate and vice versa in Saccharomyces cerevisiae, but resulting side products. The aims of this research are to study effect of controlling pH on ethanol formation and acidogenic products. Design experiment consisted of anaerobic bacteria and yeast reactor with the pH control in the range of pH 6 - 6.5 and initial pH 6-6.5 for without pH control treatment. The results showed the highest Degree Acidification (DA), Total Volatile Fatty Acid (TVFA) and ethanol are 0.32; 808.03 mg/L and 24.03 mg/L for bacteria reactor with pH control; 0.23; 522.43 mg/L and 23.12 mg/L for bacteria reactor without pH control; 0.25; 775.78 mg/L and 34.11 mg/L for yeast reactor with pH control and 0.32; 866.71 mg/L and 29.17 mg/L for yeast reactor without pH control. Controlling pH increasing acetyl-CoA product formation from 4.35% to 7.34% for bacteria reactor and from 17.92% to 18.78% for yeast one and not affect to rising ethanol formation.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adillah, Muhammad Iqbal Adinda Ryvania Abrir Adrianto Ahmad Adrianto Ahmad Agustinus Lamhot Viraro Aini, Keke Nur Alfi Aulia Rahman Amarullah Amarullah Amir Hamzah Amir Hamzah Andhini Getha Kusuma Anggraini, Melina Dwi Annisa Nur’alifa Anysha Lankari Halim Aprilya, Sondang Ita Aryo Sasmita Aurelia, Keyla Avriliani, Dini Azzah Fizda Bagus Anugrah Bahruddin Basopi, Hasbi Cahyani, Anugrah Christiani Widia BR Karo Dalil, M. Daniel Ilham Wahyudi Davidson Davidson Dessy Natalia DESSY NATALIA Dewi Fitria Dikki Awanda Dinil Fitri, Shafira Dzaki Furqoon Edward HS Eko Hendi Saputra, Eko Hendi Elvi Yenie, Elvi Ester Melinda Evelyn Evelyn EVELYN EVELYN Fachry Abda El Rahman Fadhila Fadhila Fadlilah, Lilya Irsianti Fatra, Waman Ferdy Ashari Syawal Fikri Julian Fri Murdiya, Fri Gusti Rahayu Hadi Purnama Putra, Hadi Purnama Hari Rionaldo Hasmad Setyadi Ikhwanul Ikhsan Indra Hidayatul Mubarah Intan Sri Rahmi, Intan Sri Ivnaini Andesgur Jecky Asmura Keke Nur Aini Kesni savitri Kesni Savitri Khalidazia Putri Kiki Ramadanti Kiki Ramadanti Laksono Trisnantoro Lita Darmayanti M Caesar Grendi M Kamal Syah Mahardika, Dewa Ayu Divia Pradhaswari Marisa Handajani Marisa Handajani Maulani, Annisa Maulidya, Syukri May Kristina Maya Ratna Sari Medio Novindra Putra Bayu Mindriany Syafila Mora Rahmayuanda Muhamad Ghifar Alharis Muhamad Gifari Muhammad Al- Hafizd Muhammad Azmi Muhammad Faisal Dharma Muhammad Mardhiansyah Muhammad Ramadhan Saputra Muhammad Reza nadeak, Parade Naomi Ebinasari BR Sembiring Natalina, Riani Nazaris, Nazsha Nayyazsha Nazaris, Nazsha Nayyazsha Niko Ronaldo P. S Novalina Annisa Yudistira Nurul Annisa Pagattari, Hirda Nopma Parlaungan Hasibuan Prayoga Wiguna Priyambada, Gunadi Putri, Gustriana R. Rindu Permatasari Rahmadini Setianingsih Ramadhan, Gentha Ramida Elisa Kristiani Simanjuntak Reno Susanto Retna Julita Retno Dwi Pangastuti Rika Kristin Riri Shania Risma Nopita Risma Nopita Rizaldi Riski Irawan Rudhi Andreas Komang, Rudhi Andreas Sanny Amir Arasy Saputra, Muhammad Ramadhan Sari, Sunitha Shella Zahrawani Shifa Rayni Efendi Shinta Elystia Shinta Nurdiyanti Sinta Sinta Sisri Wantri Sanjaya Manalu Siti Aisyah Sukma Sri Rezeki Muria Sunitha Sari SUSANTO, RENO Syamsiar, Syamsiar Syarfi Daud tania, Nindy Tanjung, Munir Topan Herianto Trio Yudha Putra Ulfah Nurulita Ulva Seprizal Waman Fatra Wanda Suwarno Yohanes Yohanes Z Zulfansyah Zafira, Nesa Zuchra Helwani Zuchra Helwani, Zuchra