Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Perbedaan Kedalaman Air Terhadap Debit Air Sungai Di Sumberkolak Maklum Situbondo Listriyana, Ani; Supriyono, Edi; Pratiwi, Yona Eka; Gunawan, Bodi
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4440

Abstract

Air merupakan sumber terpenting untuk kelangsungan hidup semua makhluk. Air sangat diperlukan dalam proses kegiatan perikanan, industri, pertanian serta usaha usaha lainnya termasuk di dalamnya untuk kebutuhan irigasi. Sungai merupakan tempat berkumpulnya air dari proses hujan yang jatuh dan proses mengalirnya simpanan air pada akar tanaman. Ketersediaan air pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dipengaruhi oleh faktor iklim,topografi, geologi, vegetasi dan proses hidrologi seperti limpasan permukaan. Limpasan permukaan yang besar menghanyutkan butir-butiran tanah dan menyebabkan pendangkalan pada alur sungai. Beberapa waktu terakhir sungai Sumberkolak Maklum mengalami pendangkalan. Sehingga terjadi perbedaan kedalaman dalam satu garis sungai dari kiri tengah dan kanan. Oleh karena itu penulis akan melakukan pengukuran debit pada bagian sungai ini untuk melihat pengaruh dari kedalaman yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Embody’s float method. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada bagian kanan sungai di mana terjadi proses penggerusan yang menyebabkan sungai menjadi lebih dalam (rata kedalaman 0,67 m- 0,68 m) daripada di tengah dan di pinggir kiri nilai debitnya paling besar yaitu 3,7 m3/s dan 4,2 m3/s. Area tengah dengan kedalaman 0,4 m- 0,58 m memiliki nilai debit sebesar 2,15 m3/s dan 3,08 m3/s. Sedangkan area pinggir kiri sungai dengan kedalaman 0,23 m – 0,25 m memiliki nilai debit sebesar 1,06 m3/s dan 1,25 m3/s.
Analisis Pengaruh Ekowisata Terhadap Pendapatan Pengrajin Kerang Di Kawasan Kampung Blekok Situbondo Firdaus, Arif Rahman; Listriyana, Ani; Handayani, Creani
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4299

Abstract

Community welfare is greatly influenced by its economic conditions. In Indonesia, tourism is one of the main economic sectors, as evidenced by the high number of tourist and the income generated every year. Ecotourism, especially natural tourism, is developing as a form of environmentally friendly tourism. Kampung Blekok in Situbondo is an example of ecotourism development with a focus on mangrove forests and shell crafts. This research aims to evaluate the impact of ecotourism on the income of the shellfish craft community in Kampung Blekok. The method used is quantitative with descriptive data analysis. The research results show that Kampung Blekok ecotourism has a positive impact on the income of shellfish craftsmen. Before ecotourism existed, they only sold their products for export or sold outside the region. However, after ecotourism exists they can sell directly in tourist areas. The average income of craftsmen increased by 10.15% after the introduction of ecotourism.
Analisis Daya Dukung Ekologi Pantai Sedulur Situbondo Nafisah, Vina Dzurrotoon; Listriyana, Ani; Rahmah, Miftahur
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4326

Abstract

Ekowisata merupakan jenis pariwisata yang berfokus pada aspek pelestarian alam, keberlanjutan, dan juga partisipasi dari masyarakat lokal. Pantai Sedulur merupakan salah satu pantai yang terletak di Kota Situbondo. Pantai Sedulur memiliki potensi daya dukung ekologis yang masih baik, kondisi tersebut dapat dijadikan kawasan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya dukung ekologis yang berada di Pantai Sedulur sebagai upaya mendukung kegiatan wisata sekaligus melakukan pelestarian alam dan ekosistem yang terdapat di Pantai Sedulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Sedulur memiliki potensi daya dukung ekologis yang cukup baik, dimana ekosistem mangrove yang masih terjaga dengan baik dan cocok untuk dijadikan daya tarik dan destinasi kunjungan wisata berbasis edukasi. Kata Kunci: Ekowisata, Daya Dukung Ekologis, Konservasi.
Analisis Indeks Kerusakan Pesisir Pantai Berighe'en Di Kabupaten Situbondo Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir Purnomo, Rinaldy Harjo; Listriyana, Ani; Barizy, Roqy
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4327

Abstract

Pesisir pantai Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia, adalah ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati dan memegang peranan penting dalam menyediakan sumber daya alam untuk kehidupan manusia. Namun, seperti banyak wilayah pesisir lainnya, kabupaten ini menghadapi tekanan kerusakan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim global. Tantangan utama meliputi perubahan pola penggunaan lahan, peningkatan pembangunan pesisir, dan eksploitasi sumber daya alam laut. Untuk mengukur dan memahami tingkat kerusakan pesisir, pengembangan indeks kerusakan pesisir menjadi penting sebagai alat evaluasi dampak berbagai faktor terhadap kesehatan ekosistem pesisir. Kabupaten Situbondo, dengan keindahan alam uniknya, termasuk ekosistem hutan mangrove, terumbu karang, dan kehidupan laut yang beragam, mengalami tekanan signifikan dari pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia. Perubahan iklim yang termanifestasi dalam kenaikan suhu air laut, permukaan laut, dan intensitas badai yang lebih tinggi semakin meningkatkan kerentanan pesisir terhadap kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan indeks kerusakan pesisir di Pantai Berighe'en, Kabupaten Situbondo. Dengan melibatkan parameter fisik, biologis, kimia, dan sosio-ekonomi, indeks ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi pesisir dan tingkat kerusakannya, sambil mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kerusakan pesisir. Metodologi analisis IKP melibatkan enam variabel, termasuk perubahan garis pantai, intensitas badai, populasi, sumber daya air, sumber daya pesisir, dan infrastruktur pesisir. Pembobotan variabel dilakukan dengan membagi nilai variabel ke dalam lima tingkatan kerusakan. Hasil analisis IKP di Pantai Berighe'en menunjukkan nilai sebesar 16,32, menandakan tingkat kerentanan pesisir yang rendah. Kesimpulannya, Kabupaten Situbondo dihadapkan pada tantangan signifikan terkait kerusakan pesisir. Meskipun demikian, nilai IKP yang rendah di Pantai Berighe'en menunjukkan adanya potensi untuk merancang strategi pelestarian efektif guna menjaga ekosistem pesisir yang berharga. Oleh karena itu, perlunya upaya pelestarian yang mendesak dan penerapan indeks kerusakan pesisir untuk identifikasi area yang memerlukan perhatian khusus dan pengembangan strategi pelestarian berkelanjutan
Perbandingan Kuat Tekan Plasbut Paving Block pada Perendaman Air Tawar dan Air Laut: Comparison of Compressive Strength of Plasbut Paving Blocks when Immersed in Fresh Water and Sea Water Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Syaifurridzal, Syaifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52130

Abstract

Abstract Processing plastic waste into paving blocks is reducing the negative impact of waste on the environment. Plastic as adhesive and sand, fiber as filler in plasbut paving blocks. In previous studies, the highest compressive strength was obtained in paving blocks with a composition of 771.6 grams of plastic, 1800.4 grams of sand, and 11 grams of coconut fiber, with the fiber placed in the middle of the mold. It is expected that in the future this plastic paving block can be used in coastal and beach areas both to support educational tourism on the beach. Therefore, this study was designed to see how the effect of immersion in seawater on the compressive strength of plasbut paving blocks. The plastic used is polypropylene, and the same composition as previous studies and the addition of the variable of soaking time with fresh water and seawater, 3, 5, 7, 9, 11, 13, and 15 days. Soaking with fresh water produces the highest average compressive strength in the 3rd immersion variation with a compressive strength value of 9.78 MPa. Meanwhile, immersion in seawater produces the highest average compressive strength in the 9th immersion variation with a compressive strength value of 13.44 MPa. Keywords: Plastic, Fiber, Plasbut Paving block, Compressive Strength Abstrak Pengolahan sampah plastik menjadi paving block menjadi solusi dalam mengurangi dampak buruk sampah bagi lingkungan. Plastik sebagai perekat dan pasir serta serabut sebagai filler dalam plasbut paving block. Pada penelitian sebelumnya, kuat tekan tertinggi di dapatkan pada paving block dengan komposisi 771,6 gram plastik : 1800,4 gram pasir : 11 gram serabut kelapa dengan peletakan serabut di tengah cetakan. Di harapkan ke depannya plasbut paving block ini dapat di gunakan di area pesisir dan pantai baik untuk mendukung wisata edukasi di pantai. Oleh karena itu, penelitian ini di rancang untuk melihat bagaimana pengaruh perendaman dengan air laut terhadap kuat tekan dari plasbut paving block. Plastik yang digunakan adalah jenis polypropilene dan komposisi sama seperti pada penelitian sebelumnya dan penambahan variable variasi waktu perendaman dengan air tawar dan air laut yaitu 3 , 5 , 7 , 9 , 11 , 13 dan 15 hari. Perendaman dengan air tawar menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 3 hari dengan nilai kuat Tekan 9,78 MPa. Sedangkan Perendaman dengan air laut menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 9 hari dengan nilai kuat Tekan 13,44 MPa. Kata kunci: Plastik, Serabut, Plasbut Paving block, Kuat Tekan
PENDAMPINGAN MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER MARINE ENTREPRENEUR SCHOOL(MES) BERBASIS INOVASI DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti; Vidya Pratiwi; Muhammad Yusuf Ibrahim
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7531

Abstract

Abstrak Pengabdian ini menitikberatkan pada penguatan manajemen ekstrakurikuler Marine Entrepreneur School (MES) di SMPN 4 Panarukan SATAP dengan pendekatan inovasi pesisir dan keterlibatan masyarakat. MES memiliki dua pilar utama: Aksi Peduli (kepedulian lingkungan pesisir) dan Aksi Preneur (wirausaha berbasis sumber daya pesisir). Inovasi plasbut hybrid ecotech (PHET) sebagai teknologi ramah lingkungan telah diperkenalkan pada pengabdian sebelumnya; pada kegiatan ini fokus diarahkan pada manajemen ekskul agar program MES berjalan sistematis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pendampingan struktur organisasi, penyusunan SOP, sosialisasi dengan masyarakat, serta refleksi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial siswa dan guru, sinergi dengan ekskul Pramuka dan Jurnalistik, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap potensi pemanfaatan limbah. Tindak lanjut penting dari program ini adalah ditetapkannya pengolahan plasbut paving block dengan alat PHET sebagai ko-kurikuler sekolah yang terintegrasi ke berbagai mata pelajaran, sehingga inovasi lingkungan tidak hanya berada pada ruang ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian operasional pembelajaran sekolah. Kata kunci: manajemen ekstrakurikuler; MES; PHET; keterlibatan masyarakat; ko-kurikuler pesisir Abstract This community service program focuses on strengthening the management of the Marine Entrepreneur School (MES) extracurricular activity at SMPN 4 Panarukan SATAP through a coastal innovation approach and community engagement. MES is built on two main pillars: Aksi Peduli (coastal environmental awareness) and Aksi Preneur (entrepreneurship based on coastal resources). The Plasbut Hybrid Ecotech (PHET), an environmentally friendly technology, had been introduced in a previous program; in this activity, the emphasis is directed toward improving extracurricular management to ensure that MES operates systematically and sustainably. The implementation methods include organizational structure mentoring, SOP development, community outreach, and reflection and sustainability planning. The results indicate improved managerial understanding among students and teachers, strengthened synergy with the Scout and Journalism extracurriculars, and increased community awareness of waste utilization potential. A key follow-up to this program is the formal adoption of plasbut paving block production using the PHET device as a school co-curricular activity integrated into various subjects, ensuring that environmental innovation does not remain solely within extracurricular spaces but becomes part of the school’s operational learning process. Keywords: extracurricular management; MES; PHET; community engagement; coastal co-curricular program
Analisis Risiko Usaha Budidaya Ikan Lele Kelompok “Fishery” BEM Fakultas Pertanian Sains Dan Teknologi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Purnomo, Rinaldy Harjo; Handayani, Creani; Listriyana, Ani
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan keuangan dalam usaha budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) sistem bioflok di Kelompok “Fishery” Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif, perhitungan nilai standar (Z-score), dan Value at Risk (VaR) untuk mengukur probabilitas serta dampak risiko. Data yang dianalisis berasal dari tiga siklus produksi tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi 791,63 kg per siklus dengan standar deviasi 300,49 kg dan probabilitas risiko produksi sebesar 37,8%, menandakan potensi tinggi hasil panen di bawah batas aman 700 kg. Nilai VaR menunjukkan potensi penurunan produksi hingga 297,32 kg pada kondisi ekstrem. Dari sisi keuangan, rata-rata kerugian per siklus sebesar Rp4.000.000 dengan standar deviasi Rp2.645.751 dan peluang kerugian di atas Rp6.000.000 mencapai 22,48%. Berdasarkan pemetaan kuadran risiko, baik risiko produksi maupun keuangan termasuk Kuadran II (probabilitas tinggi – dampak besar), sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti penerapan biosekuriti, pemantauan kualitas air, pemilihan benih unggul, pengelolaan keuangan disiplin, serta pembentukan dana cadangan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan manajemen risiko untuk meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya lele berbasis bioflok
Pengaruh Perendaman Paving Block Terhadap Salinitas Air Laut Primadi, Thutug Rahardiant; Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Choyriya, Wulan Afni; Syaifudridzal, Syaifudridzal
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7346

Abstract

Environmental changes in marine ecosystems due to pollution and synthetic materials are a growing concern. This study investigates the impact of soaking plasbut paving blocks, made from recycled plastic, on seawater salinity. Initial salinity measurements indicated a decrease from 31 % to 27 % after 3 days of immersion, suggesting the absorption of seawater salts by the paving blocks. However, by day 5, salinity began to rise, reaching 46 % by day 15, indicating that the paving blocks released substances that increased salinity. This non-linear interaction highlights a complex relationship between plasbut paving blocks and seawater, where initial salt absorption is followed by the release of ions, such as sodium and chloride, that enhance salinity. The study emphasizes the importance of understanding the long-term effects of using plasbut paving blocks in coastal areas, as changes in salinity could disrupt sensitive marine ecosystems. Further research is recommended to explore the chemical processes involved and the ecological implications of these findings.