Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Harga Komoditas Sembilan Bahan Pokok Terhadap Tingkat Inflasi di Provinsi Gorontalo Tahun 2020-2024 Erlinda Podungge; Fahrudin Zain Olilingo; Ivan Rahmat Santoso
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qv4tdx45

Abstract

Studi ini dilaksanakan untuk meneliti seberapa besar kontribusi nilai jual sembilan komoditas Sembilan bahan pokok yakni, daging ayam, beras, telur ayam, bawang merah, gula pasir, bawang putih, cabai rawit, daging sapi, minyak goreng, dan telur ayam. dalam memengaruhi taraf inflasi di Provinsi Gorontalo selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Sumber informasi nilai jual sembako ditemukan dari Sistem Informasi Harga Pangan Strategis (PIPHS). Sementara itu, sumber informasi mengenai inflasi diambil dari terbitan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Output analisis menunjukkan bahwa tiga komoditas, yaitu beras, bawang merah, dan bawang putih, memiliki kontribusi negatif dalam memengaruhi inflasi. Di antara ketiganya, beras memberikan kontribusi penurunan inflasi paling besar, yakni sejumlah 1,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan nilai jual beras secara relatif dapat membantu menahan laju inflasi di daerah tersebut. Sebaliknya, enam komoditas lainnya, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir menunjukkan kontribusi positif dalam memengaruhi inflasi, yang berarti kenaikan nilai jual komoditas-komoditas ini berpotensi mendorong inflasi. Dari keenamnya, daging sapi tercatat sebagai komoditas dengan dampak inflasi paling signifikan, dengan kontribusi sejumlah 2,8%, menunjukkan sensitivitas nilai jual komoditas tersebut dalam memengaruhi dinamika inflasi regional.
PENGARUH PRODUKSI LOKAL DAN NON LOKAL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS DI PROVINSI GORONTALO Dama, Tiara B. Pricilla; Olilingo, Fachrudin Zain; Akib, Fitri Hadi Yulia
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 03 (2025): Vol. 5 No. 03 (2025): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i03.1310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh produksi beras lokal dan non-lokal terhadap ketersediaan beras di Provinsi Gorontalo menggunakan data sekunder yang diolah dengan perangkat lunak EViews 10. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi beras lokal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketersediaan beras, dengan koefisien regresi sebesar 1,95 dan nilai korelasi variabel mencapai 0,92. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi beras lokal berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan ketersediaan beras, dan perkembangan peningkatan produksi beras lokal selama lima tahun terakhir sebesar 9,30%. Selain itu, produksi beras non-lokal juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap ketersediaan beras, dengan nilai koefisien sebesar 0,067 dan nilai korelasi variabel sebesar 0,5, dengan peningkatan perkembangan selama lima tahun sebesar 16,5%. Temuan ini menegaskan bahwa produksi beras non-lokal berperan penting dalam menstabilkan pasokan beras. Ketika dianalisis secara bersama, produksi beras lokal dan non-lokal memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan beras dengan total kontribusi mencapai 97%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua jenis produksi beras saling melengkapi dan berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI GULA AREN KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO Djuma, Abd Yahyat; Saleh, Sri Endang; Mopangga, Herwin; Olilingo, Fahrudin Zain
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 2, No 3 (2025): JSEP VOL. 2 NO. 3, FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v2i3.31690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pengembangan industri gula aren di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis swot. Hasil Penelitian industri gula aren memiliki peran signifikan dalam mendukung perekonomian rumah tangga di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Hasil analisis data menunjukkan bahwa posisi strategi pengembangan industri gula aren di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango saat ini berada pada kuadran III. Strategi ini menyoroti perlunya peran pemerintah daerah Kabupaten Bone Bolango untuk memaksimalkan potensi industri secara efektif guna mengurangi kelemahan. Upaya tersebut harus didukung oleh peningkatan peluang kerjasama, kolaborasi, dan alokasi anggaran yang memadai. Langkah strategis yang dapat dilakukan yakni (1) mengembangkan inovasi pada desain kemasan untuk meningkatkan daya tarik dalam memenuhi permintaan konsumen. (2) meningkatkan infrastruktur yang mendukung akses pemasaran. (3) meningkatkan ketersediaan peralatan produksi sebagai bagian dari kemajuan teknologi produksi.Keywords: industri, gula aren, analisis SWOT
KETERKAITAN SEKTOR UTAMA DALAN PEREKONOMIAN PROVINSI GORONALO: ANALISIS INPUT-OUTPUT Laumarang, Anisa; Olilingo, Fahrudin Zain; Bumulo, Frahmawati
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 1 (2025): VOLUME 3, NOMOR 1, JULI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i1.33217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sektor mana yang paling memberikan dampak dalam perekonomian Provinsi Gorontalo. Keterkaitan kebelakang dan kedepan serta menentukan sektor utama dalam perekonomian Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan menggunakan Tabel Input-Output Tahun 2016. Hasil analisa menunjukan bahwa sektor seperti ketenagalistrikan, sektor industri makanan dan minuman, jasa informasi dan komunikasi, sektor jasa perusahaan, sektor industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu dan sektor angkutan udara merupakan sektor utama dalam Perekonomian Provinsi Gorontalo yang diindikasi oleh tingginya indek keterkaitan ke belakang dan kedepan. Ke enam sektor ini merupakan sektoe fundamental dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Gorontalo.Kata Kunci: keterkaitan sektor, sektor utama, analisis input-output
ANALISIS PENGARUH BELANJA DAERAH BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN KEMANDIRIAN FISKAL DAERAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA YANG DIMODERASI PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Ahmat, Nursila T; Canon, Syarwani; Akib, Fitri Hadi Yulia; Olilingo, Fahrudin Zain
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 1 (2025): VOLUME 3, NOMOR 1, JULI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i1.33221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Pengaruh Belanja Daerah Bidang Pendidikan, Kesehatan Dan Kemandirian Fiskal Daerah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Yang Dimoderasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Di Kawasan Timur Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bersumber dari Direktorat Jendral Perimbangan Kementrian Keuangan RI dan Badan Pusat Statistik, Yang di peroleh dari 13 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia. Penelitian Ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda data Panel dengan menggunakan Model Fixed Effect Model (FEM) dan moderasinya menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Belanja daerah bidang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. 2). Belanja daerah bidang kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. 3). Kemandirian Fiskal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. 4). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mampu Memoderasi (Memperkuat) Pengaruh Belanja Pendidikan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. 5). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tidak mampu Memoderasi (Memperlemah) Pengaruh Belanja Kesehatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. 6). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mampu Memoderasi (Memperkuat) Pengaruh Kapasitas Fiskal Daerah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Kata Kunci: IPM, Belanja Daerah Bidang Pendiidkan, Kesehatan, Kemandirian Fiskal Daerah, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP PRODUKSI PADI DAN PENDAPATAN PETANI DI KOTA GORONTALO Botutihe, Abdul Rais; Olilingo, Fachrudin Zain; Mopangga, Herwin
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EK&BI) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37600/ek&bi.v8i1.1949

Abstract

Gorontalo City as the provincial capital has unique economic characteristics. This city has broader government, economic, and cultural functions compared to Gorontalo Regency and Bone Bolango Regency. However, this also causes greater economic pressure, so that many rice fields are converted into non-agricultural land. This study aims to determine the factors that influence land conversion, to determine the impact of rice field conversion on rice production in Gorontalo City and to determine the impact of rice field conversion on farmer income in Gorontalo City. The results of the study indicate that instead of land function being driven by economic pressure, high land price offers, minimal support for the agricultural sector, the need for housing development, commercial development, and infrastructure. The impacts include a decrease in the area of ​​rice fields, which causes a significant decrease in rice production. In addition, farmers experience a decrease in income from the agricultural sector, so that many have to rely on non-agricultural sources of income.
Financial Health of Leading SOEs: Altman Z-Score Analysis on LQ45 Issuers Rasid, Ayub Usman; Olilingo, Fahrudin Zain; Hasanuddin, Hasanuddin; Gani, Roydah
Journal of International Conference Proceedings Vol 8, No 1 (2025): 2025 ICPM Malaysia Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v8i1.3912

Abstract

This study aims to evaluate the financial health of selected state-owned enterprises (SOEs) listed in the LQ45 index during the 2019–2023 period using the Altman Z-Score method. This approach combines five key financial ratios to assess the bankruptcy potential of firms. Secondary data were collected from annual financial reports and analyzed longitudinally and cross-sectorally. The results reveal that only PT Bukit Asam (PTBA) and PT Telkom Indonesia (TLKM) consistently remained in the safe zone (Z 2.99), while most other companies, particularly in the banking and infrastructure sectors, were classified in the grey or distress zones, indicating a significant bankruptcy risk. These findings highlight the financial resilience disparities across sectors within SOEs, despite structural support from the government. The study concludes that the Altman Z-Score model serves as an effective early warning tool for assessing financial risk, although sector-specific interpretation, especially for the financial services industry, is necessary. The implications suggest that corporate management should enhance operational efficiency, strengthen capital structure, and establish early warning systems based on financial ratios to improve long-term financial resilience.
Sustainable Coffee Production through FMEA-FMECA and DMAIC Integration: A Case Study of Pinogu Coffee Producer Lahay, Idham Halid; Olilingo, Fahrudin Zain
Journal of International Conference Proceedings Vol 8, No 1 (2025): 2025 ICPM Malaysia Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v8i1.3948

Abstract

Sustainable coffee production has become increasingly crucial amid the challenges of climate change and growing consumer demand for eco-friendly products. This study explores the integration of Failure Modes and Effects Analysis (FMEA), Failure Modes, Effects, and Criticality Analysis (FMECA), and the Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) methodology to enhance sustainability practices at a Pinogu coffee producer. By combining risk identification with data-driven quality improvement, the research provides a comprehensive framework for addressing production inefficiencies and quality issues. The implementation of FMEA-FMECA effectively identified critical failure modes impacting product quality and operational performance, while DMAIC supported continuous improvement through waste reduction and process optimization. The findings demonstrate that aligning risk management tools with quality enhancement strategies offers a viable model for sustainable agricultural practices. This study not only delivers practical guidance for the coffee industry but also contributes valuable insights to the broader discourse on sustainable supply chain management in agribusiness.
Analisis Kontribusi Retribusi Pasar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gorontalo Pulukadang, Putri Ayimi; Olilingo, Fahrudin Zain; Abdul, Irawati
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 06 (2025): Vol. 5 No. 06 (2025): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i06.1704

Abstract

This study aims to analyze the contribution and effectiveness of market levies to Local Own-Source Revenue (PAD) in Gorontalo Regency. Market levies are one component of PAD that has great potential, but their realization is often below the set target. This study uses a descriptive quantitative approach with secondary data in the form of market levy and PAD revenue reports for Gorontalo Regency from 2019 to 2024. The analysis technique used is contribution and effectiveness analysis. The results show that the contribution of market levies to PAD in Gorontalo Regency is very low, with an average contribution of less than 1% per year. However, the effectiveness of market levy collection shows varying results. In some years, the effectiveness is relatively high, even exceeding 100%, while in other years it is still below the target. Factors that influence these achievements include the level of trader compliance, the efficiency of the collection system, the quality of market facilities, and supervision from the local government. The conclusion of this study is that market levies have not made a significant contribution to the Gorontalo Regency's PAD. Therefore, strategic efforts are needed to optimize management and collection in order to increase regional revenue in a sustainable manner.
Analisis Produktivitas Jagung di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo Abdullah, Arlan; Olilingo, Fahrudin Zain; Akib, Fitri Hadi Yulia
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.1912

Abstract

This study aims to analyze the influence of production factors, including seeds, fertilizer, land area, labor, pesticides, and capital, on corn productivity in Pulubala District, Gorontalo Regency. The research employs a quantitative approach, with primary data collected through questionnaires, interviews, and observations of 100 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS, complemented by classical assumption tests, including normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests. The results indicate that, simultaneously, all independent variables significantly affect corn productivity. Partially, seeds, fertilizer, labor, and capital have a positive and significant effect, whereas land area and pesticides have a negative and significant effect. The coefficient of determination (R²) of 0.705 indicates that 70.5% of the variation in corn productivity can be explained by the independent variables in the model, while the remaining 29.5% is influenced by other factors outside the study. Descriptive analysis also shows that the average corn productivity in Pulubala District reaches 5.085 tons per hectare