Claim Missing Document
Check
Articles

Synchronization Functions of “Mickey-Mousing” in Animation Film Rhapsody Rabbit Alvriza Mohammed Fadly; Hery Supiarza; Zakiah Pawitan
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i1.57435

Abstract

Synchronization between visual animation and music has been widely known as mickey-mousing. Notable old animation films have used this particular technique to reinforce action with a musical flourish and convey a certain meaning. Furthermore, animation music is commonly based on popular music, such as The Hungarian Rhapsody No.2 in Rhapsody Rabbit. The music is utilized not just as a scoring aspect but to dictate every Bugs Bunny's action when playing the piano. This research aims to study the implementation of the mickey-mousing technique in Rhapsody Rabbit film. It uses a qualitative content analysis approach to analyze visual and aural aspects—primary data is sourced from the Rhapsody Rabbit film and the Hungarian Rhapsody No. 2 music sheet. Secondary data is collected from literature studies related to the topic. Data collection is conducted through observation, interview, and documentation study. The data is analyzed using Klaus Krippendorf's content analysis technique which divided into six steps. The result of this study is that the mickey-mousing technique is implemented through a combination of a fast pace of visual and musical play altogether. Animation adapts to several parts of the musical composition so that articulation, illustration, and accentuation occur as a function of the mickey-mousing technique.
PERKEMBANGAN SENI TARLING DALAM BINGKAI MEDIA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Tjahjodiningrat, Harry; Supiarza, Hery
Jurnal Kajian Seni Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Kajian Seni Vol 10 No 1 November 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jksks.82747

Abstract

Perubahan dan perkembangan yang terjadi di dalam seni pertunjukan seni Tarling khsusunya di Cirebon menarik untuk di teliti dan ditulis, karena hanya dalam kurun waktu kurang dari satu abad seni Tarling telah mengalami perubahan penggunaan nama hingga struktur pertunjukannya. Dewasa ini, media infromasi dan komunikasi berbasi digital dan internet seperti aplikasi media sosial seperti Youtube merupakan wahana untuk melakukan publikasi dan dokumentasi pelestarian seni Tarling melalui penggunaan video. Penelitian ini melibatkan khalayak masyarakat penikmat dan pelaku Seni Tarling di Cirebon. Metode yang digunakan dala penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif analitik. Dalam memperoleh data peneliti  melakukan observasi, wawancara dan studi literatur dengan terjun secara langsung ke masyarakat tarling Cirebon melihat dan merasakan. Penelitian ini menemukan bahwa sejak dulu pelaku seni tarling selalu mengikuti perubahan zaman, seni tarling sangat terbuka dengan segala perubahan budaya. Pada saat ini, seniman tarling ikut arus perkembangan teknologi media dengan membuat konten tarling melalui chanel youtube. Terdapat upaya-upaya mengenalkan music tarling melalui media komunikasi berbasis flatform, terutama oleh generasi muda. Implikasi penelitian ini dapat menjadi pengetahuan dan informasi kongkret tentang keberadaan seni tarling di era teknologi digital.
SUMELEH, SEMELEH: SIGNIFIKANSI ESTETIKA KERONCONG GAYA SOLO Andini, Mustika; Sukmayadi, Yudi; Supiarza, Hery
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 2 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i2.32991

Abstract

Surakarta (Solo), yang dilegitimasikan sebagai kota keroncong, memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan pelestarian musik keroncong di Indonesia. Dengan berbagai hegemoni yang dilakukan, di tengah maraknya kreasi dan inovasi di era serba modern, masyarakat keroncong Solo masih mempertahankan sajian musik keroncong yang menjunjung tinggi nilai estetika keroncong gaya Solo. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan signifikansi estetika keroncong gaya Solo bagi para pelaku maupun penikmat musik keroncong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu terkait puncak estetika keroncong gaya Solo dan signifikansinya. Untuk mencapai puncak estetika keroncong gaya Solo, terdapat berbagai unsur yang membangun dan aturan-aturan tertentu. Signifikansi utama dari sajian musik keroncong gaya Solo yang telah mencapai puncak estetikanya yakni disebut dengan istilah sumeleh/semeleh. Istilah ini diidentifikasi dalam beberapa sub-bahasan, di antaranya sumeleh dalam kebahasaan dan makna, sumeleh sebagai emosi yang mempengaruhi perilaku, serta sumeleh sebagai pengalaman estetis (estesis) yang berkaitan dengan subjek, objek, dan nilai estetis. Sumeleh digambarkan oleh masyarakat keroncong Solo sebagai suatu keadaan/suasana hati yang tenteram dan tenang. Manfaat penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pelaku maupun penikmat musik keroncong. Kata kunci : Sumeleh, Signifikansi Estetika Keroncong, Keroncong Gaya Solo
GAMOLAN PEKHING LAMPUNG BARAT Hutapea, Clarisa Jesika Korina Tm.; Hartono, Tono Rachmad Pujo; Supiarza, Hery
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.33763

Abstract

Gamolan Pekhing merupakan salah satu alat musik khas Lampung yang terbuat dari bambu dan dikenal juga dengan sebutan 'cetik' oleh masyarakat Lampung. Sebagai salah satu wujud kebudayaan lisan turun-temurun masyarakat, Gamolan Pekhing dimainkan saat acara adat dan saat ini sering dikolaborasikan dengan alat musik lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan baku, proses dan hasil dari pembuatan Gamolan Pekhing Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Way Empulu Ulu, Kabupaten Lampung Barat dan Zairi sebagai narasumber utama. Ditemukan bahwa Gamolan Pekhing buatan Zairi ini menggunakan jenis bambu betung dan hijau sebagai bahan baku utama serta menggunakan tali nilon. Proses pembuatan meliputi penjemuran, pemotongan, penghalusan, pengecatan, pelarasan dan perakitan. Hasil dari pembuatan Gamolan Pekhing yang terdiri dari tujuh bilah nada dengan laras Gimol. Penelitian ini dapat digunakan sebagai standarisasi bagi masyarakat terutama perakit Gamolan Pekhing yang ada di Lampung Barat.
PEMBUATAN MEDIA BERBASIS DIGITAL AUDIO WORKSTATION PADA PELATIHAN KREASI KERONCONG BAGI PENDIDIK MUSIK Reasoa, Sonia Regina; Harto, Tono Rachmad Pudjo; Supiarza, Hery
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 1 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i1.38443

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap rancangan pembuatan produk, mengungkap proses pembuatan produk, dan mengungkap hasil implementasi produk yang dilatihkan pada pelatihan berkreasi keroncong bagi pendidik musik. Alasan dilaksanakannya penelitian ini yakni sebagai alternatif solusi berkreasi musik keroncong dalam kondisi pandemi, sekaligus memanfaatkan sarana berupa media berbasis digital khususnya pada penggunaan FL Studio Mobile. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ditemukan bahwa keseluruhan dari perancangan, proses pembuatan, dan hasil implementasi produk dapat selaras dengan tujuan. Rancangan dari pembuatan produk itu ialah sebuah gagasan berupa potongan-potongan iringan musik Keroncong Tugu. Proses dari pembuatan produk tersebut yaitu merekam instrumen dengan menggunakan pemanfaatan DAW (Digital Audio Workstation). Hasil implementasi produk itu diterapkan kepada 11 peserta pelatihan, yakni mereka yang berprofesi sebagai pendidik musik dari lokasi yang berbeda-beda. Selain itu para pendidik musik juga telah dibekali oleh narasumber yang ahli dalam bidangnya, dan mereka mumpuni berkreasi keroncong menggunakan media berbasis digital. Sebagian besar peserta pelatihan menguasai hasil dari produk pembuatan potongan audio Keroncong Tugu. Hanya ada beberapa pendidik musik yang mengalami kendala karena faktor usia dan ukuran layar pada gawai yang tidak sebesar komputer.Kata Kunci: Media, Digital Audio Workstation, Pelatihan, Keroncong Tugu.
Representasi Nilai Lokalitas Pada Tayangan TV CNN Indonesia Program Inside Jawa Barat Raguan , Sopia; Supiarza, Hery; Nafsika, Salsa Solli
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i2.3278

Abstract

This study discusses the representation of locality values in CNN Indonesia's Inside Jawa Barat program. The presence of Sistem Siaran Jaringan (SSJ) implementation rules in Undang-Undang No. 32 of 2002 opens up opportunities for the establishment of local television stations in Indonesia to create programs that raise local issues. Inside Jawa Barat is a show that tries to present local genius in an interesting manner, becoming a significant entity in providing dynamics for the existence of local television in Indonesia. This study aims to determine the representation of locality values in the Inside Jawa Barat program and how the program implements government regulations by creating shows that focus on local issues. Analytical descriptive qualitative research methods, including observation, documentation, literature studies, and semiotic concepts, were used in collecting all research data, with episode 30 of the Inside Jawa Barat program selected as the research subject. The results showed that Inside Jawa Barat succeeded in portraying the values of locality through the presentation of programs that highlight the culture, traditions, and lives of the people of West Java. Analysis using John Fiske's semiotic theory reveals that signs in the Inside Jawa Barat program create an understanding of reality, representation, and ideology as the embodiment of locality values represented by television programs. The conclusion of this study shows that the Inside Jawa Barat program not only complies with government regulations but also presents content about local values. The implications of this research can serve as a reference for the television industry to develop programs that comply with government regulations and highlight the wealth of local values.
ANALISIS DAMPAK IKLAN NETFLIX TERHADAP KETERTARIKAN PENGGUNA INSTAGRAM Rahmadani, Nabila Pramadita; Supiarza, Hery; Nafsika, Salsa Solli
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i2.224

Abstract

Social media is a platform that is able to connect its users with other users online. One of the most widely used social media is Instagram. Instagram is a social media platform capable of displaying videos and photos that aim to inform and attract the attention of Instagram users in giving judgments. Instagram has ads that display various platforms that collaborate with Instagram. One platform that collaborates with Instagram is Netflix. Netflix is a streaming service platform that contains movies, television shows and series that have a marketing strategy to attract the attention of various platform users, companies and others. Netflix is working with Instagram to be able to attract the attention of Instagram users so they have the desire to use the streaming service provided by Netflix. However, every ad that has high quality and value, such as Netflix, does not necessarily have an impact on Instagram users. Therefore, this study aims to examine the impact of Netflix ads on Instagram users. This type of research is a quantitative research, namely by using a survey of Indonesian Education University students. This study found that Neflix has an influence on Instagram users with indicators from the results of the Neflix ad survey providing an attraction to subscribe. The implications of this research can be a reference for further research and a theoretical reference about the impact of Netflix ads on Instagram users.
Teaching and Learning Music in Digital Era: Creating Keroncong Music for Gen Z Students Through Interpreting Poetry Supiarza, Hery; Sarbeni, Irwan
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 21, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v21i1.28585

Abstract

This study aims to examine the ability of ‘Z Generation’ students to interpret poetry. The z generation lives in the digital technology era where they tend to possess liberal and intelligent character. Poetry was chosen since this literature type has historical closeness to Keroncong music, especially in the Keroncong Stambul and Keroncong eras in the 1950s. The issue of Keroncong, whose development has been stagnant since the 1980s, is expected to trigger the Z generation to emerge a solution in the form of Keroncong music. The action research model used in this research was implemented through 6 stages: preparation, implementation, production, mixing and mastering, discussion and evaluation, upload, and publication. This project was applied to 33 students who were divided into five groups of 6 to 7 members each. Each group received a different poem. The project resulted in 5 Keroncong works and emerged a new Keroncong music genre called ‘Kroncongisasi Puisi.’ The study found that the learning achievements of the Z generation were achieved due to several factors: (1) their brilliant abilities in accessing various information digitally; (2) the digital age contains all the information they need; (3) their liberal nature makes them open to modernity. Regarding the process of creating Keroncong, the researcher found ten steps in the composting process: 1) interpretation, 2) composing song melody, 3) implementing the melody with accompanying musical instruments, 4) creating harmony framework, 5) practicing, 6) recording, 7) Mastering, 8) Shooting, 9) editing, 10) publishing. This study result was recommended to the Keroncong community, government, and education community.
Bar Sheet: Panduan Sinkronisasi Bunyi Mickey-Mousing Terhadap Visualisasi Animasi Rhapsody Rabbit Fadly, Alvriza Mohammed; Supiarza, Hery; Pawitan, Zakiah; Alfathadiningrat, Danendra
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 25, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v25i1.12611

Abstract

Animasi tradisional pada industri film Hollywood dahulu memiliki proses kreatif yang kompleks karena keterbatasan teknologi dan kerap menyelaraskan rangkaian gambar dengan musik. Istilah proses ini mengacu pada ‘mickey-mousing’, yakni menyinkronkan setiap aksi atau gerakan dengan lantunan musik. Teknik mickey-mousing memiliki kasus dimana musik terlebih dahulu ada sehingga visual menyesuaikan dengan bagian-bagian musik yang dipilih. Tata cara ini dilakukan dengan membuat sebuah bar sheet sebagai panduan bagi animator dan komponis untuk menandakan frame dan musik yang sinkronik. Sebagai contoh, hal ini dapat dilihat pada film animasi Rhapsody Rabbit dari serial Merrie Melodies milik Warner Bros. Teknik mickey-mousing selain menyinkronkan dapat menyelaraskan pula irama antara visual dan bunyi. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perihal teknis penciptaan teknik mickey-mousing untuk menyelaraskan irama film animasi Rhapsody Rabbit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data primer yakni film animasi Rhapsody Rabbit dan partitur lagu The Hungarian Rhapsody no.2 karya Franz Liszt, sumber data sekunder didapatkan melalui studi literatur berupa tulisan ilmiah yang memiliki topik relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dan analisis data dilakukan menggunakan metode analisis konten Klaus Krippendorf yang terbagi menjadi 6 tahapan. Hasil yang ditemukan adalah teknik mickey-mousing menyelaraskan irama denga cara mengatur, mengkoordinasi, dan menggambar pose kunci pada frame tertentu yang sinkronik bersamaan musik. Prinsip-prinsip animasi straight ahead and pose to pose dan timing and spacing berperan penting dalam menepatkan suatu unsur dari komposisi dengan sketsa animasi. Implikasi penelitian ini dapat menjadi panduan bagi animator, filmmaker, dan komponis film.
Memaknai Pemikiran Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar Melalui Program Acara CIGA TV Supiarza, Hery; Tjahjodiningrat, Harry
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i2.78965

Abstract

Ciptagelar merupakan kampung adat yang sangat terbuka dengan kemajuan teknologi, tapi tetap arif dan patuh dalam mempertahankan ajaran-ajaran leluhur, terdapat puluhan kampung adat di Indonesia, hanya Ciptagelar yang memiliki program televisi yang memuat program acara dari masyarakat dan untuk masyarakatnya. Program acara dengan tagline tayangan informasi keseharian atau dokumentasi sadidinten merupakan praktik media komunikasi yang menarik untuk dikaji secara komprehensif dengan tujuan untuk mendalami sejauh mana pesan leluhur tersebut berdampak pada masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Seluruh data akan diperoleh melalui dokumentasi kemudian dilakukan pengklasisfikasian dan kodefikasi dari konten yang didapatkan melalui berbagai macam sumber elektronik. Penelitian ini pada prinsipnya telah mendapatkan data awal melalui tayangan program CIGA TV di platform media sosial yakni Youtube dan Instagram. Kemudian untuk mendapatkan data yang terkomfirmasi diperlukan data utama berbentuk wawancara langsung dengan masyarakat dan pengelola CIGA TV di wilayah adat kasepuhan Ciptagelar, melalui data yang komprehensif,penelitian ini mendapatkan temuan bahwa CIGA TV merupakan media komunikasi untuk mempererat silaturahmi warga kasepuhan melalui tayangan berbasis request (pesanan) acara. Warga dapat memesan acara yang diinginkan untuk melihat orang tua, teman atau sosok penting dalam mengobati kerinduan yang terdokumentasikan pada setiap kegiatan di masa lalu. akan menjadi khasanah baru bagi dunia penyiaran televisi di Indonesia. Selain itu penelitian ini akan berdampak pada kalangan akademik, khususnya programstudi film dan televisi yang ada diseantero Indonesia.