Claim Missing Document
Check
Articles

Bar Sheet: Panduan Sinkronisasi Bunyi Mickey-Mousing Terhadap Visualisasi Animasi Rhapsody Rabbit Fadly, Alvriza Mohammed; Supiarza, Hery; Pawitan, Zakiah; Alfathadiningrat, Danendra
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 25, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v25i1.12611

Abstract

Animasi tradisional pada industri film Hollywood dahulu memiliki proses kreatif yang kompleks karena keterbatasan teknologi dan kerap menyelaraskan rangkaian gambar dengan musik. Istilah proses ini mengacu pada ‘mickey-mousing’, yakni menyinkronkan setiap aksi atau gerakan dengan lantunan musik. Teknik mickey-mousing memiliki kasus dimana musik terlebih dahulu ada sehingga visual menyesuaikan dengan bagian-bagian musik yang dipilih. Tata cara ini dilakukan dengan membuat sebuah bar sheet sebagai panduan bagi animator dan komponis untuk menandakan frame dan musik yang sinkronik. Sebagai contoh, hal ini dapat dilihat pada film animasi Rhapsody Rabbit dari serial Merrie Melodies milik Warner Bros. Teknik mickey-mousing selain menyinkronkan dapat menyelaraskan pula irama antara visual dan bunyi. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perihal teknis penciptaan teknik mickey-mousing untuk menyelaraskan irama film animasi Rhapsody Rabbit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data primer yakni film animasi Rhapsody Rabbit dan partitur lagu The Hungarian Rhapsody no.2 karya Franz Liszt, sumber data sekunder didapatkan melalui studi literatur berupa tulisan ilmiah yang memiliki topik relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dan analisis data dilakukan menggunakan metode analisis konten Klaus Krippendorf yang terbagi menjadi 6 tahapan. Hasil yang ditemukan adalah teknik mickey-mousing menyelaraskan irama denga cara mengatur, mengkoordinasi, dan menggambar pose kunci pada frame tertentu yang sinkronik bersamaan musik. Prinsip-prinsip animasi straight ahead and pose to pose dan timing and spacing berperan penting dalam menepatkan suatu unsur dari komposisi dengan sketsa animasi. Implikasi penelitian ini dapat menjadi panduan bagi animator, filmmaker, dan komponis film.
Memaknai Pemikiran Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar Melalui Program Acara CIGA TV Supiarza, Hery; Tjahjodiningrat, Harry
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i2.78965

Abstract

Ciptagelar merupakan kampung adat yang sangat terbuka dengan kemajuan teknologi, tapi tetap arif dan patuh dalam mempertahankan ajaran-ajaran leluhur, terdapat puluhan kampung adat di Indonesia, hanya Ciptagelar yang memiliki program televisi yang memuat program acara dari masyarakat dan untuk masyarakatnya. Program acara dengan tagline tayangan informasi keseharian atau dokumentasi sadidinten merupakan praktik media komunikasi yang menarik untuk dikaji secara komprehensif dengan tujuan untuk mendalami sejauh mana pesan leluhur tersebut berdampak pada masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Seluruh data akan diperoleh melalui dokumentasi kemudian dilakukan pengklasisfikasian dan kodefikasi dari konten yang didapatkan melalui berbagai macam sumber elektronik. Penelitian ini pada prinsipnya telah mendapatkan data awal melalui tayangan program CIGA TV di platform media sosial yakni Youtube dan Instagram. Kemudian untuk mendapatkan data yang terkomfirmasi diperlukan data utama berbentuk wawancara langsung dengan masyarakat dan pengelola CIGA TV di wilayah adat kasepuhan Ciptagelar, melalui data yang komprehensif,penelitian ini mendapatkan temuan bahwa CIGA TV merupakan media komunikasi untuk mempererat silaturahmi warga kasepuhan melalui tayangan berbasis request (pesanan) acara. Warga dapat memesan acara yang diinginkan untuk melihat orang tua, teman atau sosok penting dalam mengobati kerinduan yang terdokumentasikan pada setiap kegiatan di masa lalu. akan menjadi khasanah baru bagi dunia penyiaran televisi di Indonesia. Selain itu penelitian ini akan berdampak pada kalangan akademik, khususnya programstudi film dan televisi yang ada diseantero Indonesia.
Interaksi Sosial Penyintas Pelecehan Seksual Madjid, Wirda Syabrina; Supiarza, Hery; Undiana, Nala Nandana
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i1.15502

Abstract

Kepercayaan diri merupakan hal yang dimiliki bagi setiap orang. Kepercayaan diri mengarah kepada suatu sikap dan keyakinan dalam diri setiap orang dalam menghadapi sesuatu. Hal ini juga masih berlaku kepada individu yang pernah mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui gambaran percaya diri kepada para penyintas pelecehan seksual. Metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan juga studi dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini ialah korban pelecehan seksual, psikolog dan juga pihak dari Kementrian Hukum dan HAM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek pinyintas pelecehan seksual sudah kehilangan rasa percaya dirinya, kehilangan kepercayaan kepada orang disekitarnya, mengurung diri, marah, gemetaran, setiap malam ia masih terbayang-bayang dengan kejadiannya di masa lalu, ia merasa masih ingin menangis jika mengingat hal itu. Subjek tambahan psikolog dan pihak dari Kementrian Hukum dan HAM juga menyatakan bahwa terjadinya pelecehan seksual karena adanya relasi kuasa dan sikap dari masyarakat yang belum siap dalam menangani korban pelecehan seksual. Implikasi penelitian ini sebagai data perancangan film dokumenter berjudul: Antipati. 
Made Mouthpiece Bandung: Produksi dan Organologi Hybrid Alto Saxophone Supiarza, Hery; Ramadhan, Gilang
PROMUSIKA Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v12i1.12556

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Made Mouthpiece Bandung: Produksi dan Organologi Mouthpiece Type Hybrid Alto Saxophone. Masalah penelitian ini mengkaji proses produksi mouthpiece  hybrid alto saxophone oleh made mouthpiece Bandung, Diketahui banyak pemain saxophone di Indonesia yang menggunakan produk dan mengakui kualitas mouthpiece produksi made mouthpiece Bandung. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengkaji secara komprehensip organologi mouthpiece buatan made sebagai keilmuan yang khusus mendalami asal muasal karakter bunyi. Tujuan penelitian menganalisi bahan yang digunakan dalam produksi mouthpiece type hybrid, tahapan – tahapan pembuatan Mouthpiece type hybrid alto saxophone dan karakter bunyi mouthpiece type hybrid produksi made mouthpiece Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, klasifikasi data, interpretasi data, dan deskripsi data dalam bentuk kata-kata, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa karakter suara made mouthpice dihasilkan oleh sistem organologi, dan teknik produksi. Kemudian peneliti menemukan 6 tahapan proses pembuatan sehingga menghasilkan karakter bunyi khas made mouthpiece type hybrid. Tahapan tersebut meliputi 1) Proses pembuatan desain, 2) Proses pembuatan cetakan silicon, 3) proses bubut logam kuningan, 4) Proses pencetakan mouthpiece, 5)  Proses Refacing, 6) Proses Finishing. Implikasi penelitian ini dapat menjadi role model bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis akustik organologi mouthpiece alto saxophone dari berbagai tipe dan pembuat yang beragam.Made Mouthpiece Bandung: Hybrid Alto Saxophone Production and OrganologyAbstractThis research describes Made Mouthpiece Bandung: Production and Organology of Hybrid Alto Saxophone Mouthpiece Type. This research problem examines the production process of the hybrid alto saxophone mouthpiece by made mouthpiece Bandung, It is known that many saxophone players in Indonesia use products and recognize the quality of the mouthpiece produced by made mouthpiece Bandung. This makes researchers interested in comprehensively studying the organology of mouthpieces made by made as a science that specifically explores the origin of sound characters. The research aims to analyze the materials used in the production of hybrid type mouthpieces, the stages of making Mouthpiece type hybrid alto saxophone and the sound character of the hybrid type mouthpiece production made mouthpiece Bandung. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques including interviews, observation, documentation, and data analysis is carried out with the stages of reduction, data classification, data interpretation, and data description in the form of words, then draw conclusions. The results of the study found that the sound character of made mouthpice is produced by the organological system, and production techniques. Then the researcher found 6 stages of the manufacturing process so as to produce a typical made mouthpiece type hybrid sound character. These stages include 1) Design making process, 2) The process of making silicon molds, 3) brass metal lathe process, 4) Mouthpiece molding process, 5) Refacing process, 6) Finishing process. The implications of this research can be a role model for future researchers to analyze the acoustic organology of alto saxophone mouthpieces of various types and various makers.Keywords: Organology; Sound character; Mouthpiece; Production; Saxophone
The use of formalist techniques and semiotic analysis in depicting social media realities in 'budi pekerti': a study of cinematic composition and social commentary Rizkitaa, Meira Rai; Supiarza, Hery; Pawitan, Zakiah
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i2.6024

Abstract

The film "Budi Pekerti" has garnered critical acclaim, earning multiple awards and nominations at prominent festivals, including the Toronto International Film Festival 2023 and Jakarta Film Week 2023. This study examines how cinematic techniques are utilized to depict social realities. Anchored in Sergei Eisenstein's formalist theory and Roland Barthes' semiotic analysis, the research adopts a qualitative methodology involving scene observations, in-depth interviews with the director, and document analysis. The findings reveal that montage techniques and visual compositions effectively construct narratives that highlight moral and ethical issues. Additionally, the use of symbols within the film uncovers culturally relevant messages, providing deeper insights into contemporary social dynamics. Through an integrative approach combining formalist and semiotic perspectives, the study underscores the critical role of cinematic aesthetics in conveying complex social commentaries. This research makes a significant contribution to the fields of visual arts, communication, and linguistics by offering a comprehensive framework that links visual storytelling with cultural critique and societal reflection, emphasizing the power of film as a medium for understanding and shaping cultural narratives.
A qualitative analysis of technical and compositional constraints in FPV drone videography for vertical social media content video Sarbeni, Irwan; Sugihartono, Ranang Agung; Suyanto, Suyanto; Supiarza, Hery; Pertiwi, Apsari Azimat
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v7i1.1638

Abstract

The increasing dominance of vertical video formats on mobile-first platforms such as Instagram Reels and TikTok presents new challenges for First Person View (FPV) drone videography, especially when capturing natural landscapes. This study aims to investigate the technical and compositional constraints of FPV drones in producing vertical video content for social media. Using a qualitative case study approach, data were collected through field observation, interviews with 10 professional FPV pilots, and a supplementary online survey. The findings reveal key limitations, including fixed horizontal camera orientation, lack of gimbal-based stabilization, and control systems ergonomically optimized for horizontal framing. These constraints hinder smooth movement, reduce composition flexibility, and increase the difficulty of capturing high-quality vertical footage. Although some pilots attempt workarounds, such as custom camera mounts and post-production cropping, these solutions are often labor-intensive and compromise video quality. This study contributes practical insights for drone designers and content creators seeking to adapt FPV technology for vertical video production and offers a foundation for future research into hardware innovation and workflow adaptation in response to evolving social media trends.
Menumbuhkan Falsafah Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh Melalui Film Dokumenter "Pulo" Alfarissy, Muhammad Ramdhan; Supiarza, Hery
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v9i1.389

Abstract

Kampung Pulo merupakan kampung adat sunda yang mempunyai konsep falsafaf lokal Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh. Penelitian mengenai pandangan hidup Kampung Pulo bertujuan untuk menumbuhkan falsafaf-falsafaf tersebut melalui film dokumenter berjudul “Pulo” yang menceritakan tentang kurangnya perhatian dari pemerintah kepada masyarakat Kampung Pulo terkait pemberdayaan wisata budaya. Adapun metode penelitian yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder diperoleh dari analisis film dan studi kepustakaan berdasarkan artikel-artikel relevan yang sesuai dengan studi pembahasan. Hasil dari penelitian konsep kehidupan yang diterapkan oleh masyarakat Kampung Pulo mampu menunjukkan makna cinta dan kasih sesama manusia yang mampu diserap dan diaplikasikan juga terhadap khalayak umum yang mengalami masalah ketakutan, antipati, ataupun egois. Dengan demikian akan menstimulasi untuk bersikap saling pengertian dalam lingkup masyarakat sosial.  
Software sibelius: Eksplorasi Teknik Arransemen Lagu Indonesia Pusaka Karya Ismail Marzuki di Masa Pandemi Covid 19 mulyadi, hendrikus -; Supiarza, Hery
PROMUSIKA Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v1i1.5296

Abstract

Penelitian ini mengkaji  eksplorasi teknik aransemen orkestrasi melalui penggunaan software sibelius pada lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik dan keputusan yang perlu dilakukan dalam penyusunan aransemen dan untuk menguji keefektifan software sibelius dalam mendukung suatu orkestrasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Analisis teks musik digunakan untuk mendapatkan gambaran umum terkait aspek musik dan teknis, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data. Dalam penelitian ini ditentukan 3 nara sumber utama untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan karya virtual aransemen Indonesia Pusaka di masa pandemic covid 19. Penelitian ini menemukan bahwa arransemen Indonesia Pusaka mewakili nasionalisme, keberagaman dan alternatif tontonan di masa pandemi, kemudian terdapat 3 elemen dasar dalam eksplorasi aransemen orkestrasi lagu Pusaka Indonesia, yaitu: 1) bentuk aransemen, 2) idiom musik yang dimunculkan, 3) Softwaresibelius memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. efisiensi dalam membantu siswa membuat aransemen dan orkestrasi, juga dapat membantu arranger untuk membuat aransemen orkestrasi tanpa harus melibatkan pemain musik. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi dunia pendidikan musik dalam penggunaan softwaremusik khususnya penggunaan sibelius untuk orkestrasi dan keperluan kreasi musik lainnya.AbstractSibelius Software: Exploration of The Technique of Arranging Indonesian Songs Pusaka by Ismail Marzuki in the Covid 19 Pandemic. This study examines orchestration arrangement techniques through Sibelius software in the song Indonesia Pusaka by Ismail Marzuki. This research aims to identify the methods and decisions that need to be arranged and test the Sibelius software’s effectiveness in supporting an orchestration. The method used is a qualitative method with an exploratory approach. Music text analysis is used to get an overview regarding musical and technical aspects, while data analysis is done through data reduction. In this study, three primary sources were determined to obtain information about the response to the virtual work of the Indonesian Pusaka arranger during the Covid 19 pandemic. This study found that the Indonesia Pusaka arrangement represented nationalism, diversity and alternative spectacle during the pandemic, then there were three essential elements in exploration. Pusaka Indonesia song orchestration arrangements, namely: 1) arrangement form, 2) musical idioms that appear, 3) Sibelius software has a high level of conformity. Efficiency in helping students make arrangements and orchestration can also help the arranger make orchestration arrangements without involving music players. This research can be a reference for the world of music education in the use of music software, especially the use of Sibelius for orchestration and other musical creation purposes.Keywords: exploration; arrangement; Indonesia Pusaka; Ismail Marzuki; Sibelius software
The use of formalist techniques and semiotic analysis in depicting social media realities in 'budi pekerti': a study of cinematic composition and social commentary Rizkitaa, Meira Rai; Supiarza, Hery; Pawitan, Zakiah
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i2.6024

Abstract

The film "Budi Pekerti" has garnered critical acclaim, earning multiple awards and nominations at prominent festivals, including the Toronto International Film Festival 2023 and Jakarta Film Week 2023. This study examines how cinematic techniques are utilized to depict social realities. Anchored in Sergei Eisenstein's formalist theory and Roland Barthes' semiotic analysis, the research adopts a qualitative methodology involving scene observations, in-depth interviews with the director, and document analysis. The findings reveal that montage techniques and visual compositions effectively construct narratives that highlight moral and ethical issues. Additionally, the use of symbols within the film uncovers culturally relevant messages, providing deeper insights into contemporary social dynamics. Through an integrative approach combining formalist and semiotic perspectives, the study underscores the critical role of cinematic aesthetics in conveying complex social commentaries. This research makes a significant contribution to the fields of visual arts, communication, and linguistics by offering a comprehensive framework that links visual storytelling with cultural critique and societal reflection, emphasizing the power of film as a medium for understanding and shaping cultural narratives.
Transformasi Karakter dalam The Wonderful Story of Henry Sugar: Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Permadikusumah, Mu'afa Audia; Supiarza, Hery; Anelina, Nazla Vania
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2: (2025): prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v19i2.30364

Abstract

This study explores the transformation of the protagonist in Wes Anderson's short film The Wonderful Story of Henry Sugar (2023), through the lens of Paul Ricoeur's hermeneutic arc. The film narrates the spiritual and existential journey of Henry Sugar, a wealthy man who shifts from materialism to altruism after discovering a meditative technique that allows him to see without using his eyes. Initially motivated by greed and self-interest, Henry experiences a profound internal transformation that leads him to use his abilities for philanthropic purposes. The study employs a qualitative descriptive method, focusing on narrative analysis supported by Ricoeur’s three-phase interpretative framework: explication, understanding, and appropriation. Findings suggest that Henry’s transformation embodies a significant ethical and existential shift, highlighting the film's critique of consumerism and spiritual emptiness. Moreover, Anderson’s distinctive aesthetic—marked by symmetrical compositions, pastel palettes, and theatrical mise-en-scène—reinforces the symbolic depth and moral trajectory of the narrative. This research underscores how cinema can be interpreted as a reflective medium that facilitates ethical contemplation and personal meaning-making through character development. Ultimately, the study affirms that The Wonderful Story of Henry Sugar functions not only as artistic storytelling but also as a philosophical exploration of purpose, morality, and the transformative potential of self-discovery.